Lompat ke konten
Pilar 02 · Menabung & dana darurat

Cara menabung yang konsisten, sampai punya dana darurat.

Cara menabung yang paling ampuh adalah membuatnya otomatis dan menaruhnya di rekening terpisah, lalu memberi tabungan itu satu tujuan jelas terlebih dulu, yaitu dana darurat. Dana darurat adalah bantalan uang tunai yang siap dipakai saat ada kejadian tak terduga, dan ini fondasi sebelum kamu mulai berinvestasi.

Tim Redaksi Uang Bijak
Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Diperbarui 16 Juli 2026 · Redaksi & kredensial
Bikin kebiasaan

Menabung konsisten itu soal sistem, bukan sekadar niat.

Kunci menabung bukan menunggu ada uang lebih, tapi menyisihkannya lebih dulu. Begitu penghasilan masuk, pindahkan porsi tabungan ke rekening terpisah sebelum uang itu sempat terpakai. Kalau bisa, jadwalkan transfer otomatis supaya kamu tidak perlu mengandalkan disiplin harian.

Mulai dari nominal kecil yang tidak menyakitkan, lalu naikkan perlahan setiap penghasilanmu bertambah. Konsistensi kecil yang berjalan bertahun-tahun mengalahkan setoran besar yang cuma sekali. Kalau kamu belum punya gambaran arus kas, mulai dulu dari cara mengatur uang harian.

Tujuan tabungan pertama

Dana darurat: berapa banyak yang cukup?

Besarnya dana darurat dihitung dari pengeluaran bulanan, bukan dari gaji. OJK menganjurkan orang lajang tanpa tanggungan menyiapkan sekitar 6 x pengeluaran bulanan pengeluaran bulanan. Bagi yang sudah berkeluarga atau punya tanggungan, targetnya lebih besar, yaitu sekitar 9-12 x pengeluaran bulanan pengeluaran bulanan, karena kebutuhan dan risikonya juga lebih banyak.

Angka itu terdengar besar kalau dikejar sekaligus. Karena itu, perlakukan sebagai target jangka menengah yang dicicil, bukan tenggat yang harus dipenuhi bulan ini. Untuk menghitung angka pastimu sesuai pengeluaran dan status tanggungan, pakai kalkulator dana darurat.

Hitung dana daruratku
Simpan di tempat yang tepat

Aman dan mudah dicairkan lebih penting dari bunga tinggi.

Dana darurat bukan tempat mengejar untung. Taruh di instrumen yang aman dan cepat cair, seperti tabungan atau deposito bertenor pendek, supaya bisa diakses kapan saja dibutuhkan. Simpanan di bank dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sampai batas dan syarat tertentu.

Perlu diingat, Tingkat Bunga Penjaminan LPS sebesar 3,75% adalah plafon penjaminan, bukan bunga tabungan yang kamu terima. Jangan menganggapnya sebagai imbal hasil pasar. Setelah dana daruratmu cukup, barulah masuk akal melirik reksadana untuk tujuan jangka lebih panjang.

Catatan: pastikan bank atau produk simpananmu terdaftar dan diawasi OJK, serta merupakan peserta penjaminan LPS.
FAQ

Pertanyaan yang sering muncul.

Berapa dana darurat yang ideal?

Menurut OJK, orang lajang tanpa tanggungan menargetkan sekitar 6 kali pengeluaran bulanan, sedangkan yang sudah berkeluarga atau punya tanggungan sekitar 9 sampai 12 kali pengeluaran bulanan. Angka ini dihitung dari pengeluaran, bukan dari penghasilan.

Di mana sebaiknya dana darurat disimpan?

Dana darurat sebaiknya ditaruh di tempat yang aman dan mudah dicairkan, seperti tabungan atau deposito bertenor pendek. Tujuannya bukan mengejar imbal hasil tinggi, tapi memastikan uangnya siap kapan pun dibutuhkan.

Apakah bunga tabungan dijamin negara?

Simpanan di bank dijamin LPS sampai batas dan syarat tertentu. Tingkat Bunga Penjaminan LPS adalah plafon penjaminan, bukan bunga rata-rata tabungan yang kamu terima. Pastikan bankmu peserta penjaminan LPS.

Sumber rujukan

OJK Sikapi Uangmu - Dana daruratDana daruratLembaga Penjamin Simpanan (LPS)Penjaminan simpanan

Standar dana darurat dan tingkat bunga penjaminan di halaman ini dirujuk ke OJK dan LPS beserta tanggalnya.

Bingung menyeimbangkan menabung, bayar utang, dan kebutuhan harian? Ceritakan situasimu, kami bantu susun prioritasnya.

Tanya lewat WhatsApp