Lompat ke konten
Kalkulator & simulasi

Kalkulator dana darurat: cara menghitung jumlah idealnya.

Cara menghitung dana darurat itu sederhana: kalikan pengeluaran wajib per bulan dengan pengali sesuai kondisimu. Panduan OJK menyarankan 6 x pengeluaran bulanan pengeluaran bulanan untuk yang belum punya tanggungan, dan 9-12 x pengeluaran bulanan pengeluaran bulanan bila kamu berkeluarga. Isi angkamu di bawah, targetnya langsung terhitung.

Rp

Total kebutuhan rutin sebulan: makan, tempat tinggal, transport, cicilan, dan tagihan.

Pengali mengikuti panduan OJK Sikapi Uangmu: 6x untuk yang belum punya tanggungan, 9-12x bila punya tanggungan.

Rp

Berapa yang bisa kamu sisihkan tiap bulan untuk mengisi dana darurat.

Target dana darurat kamu
Rp30.000.000
Pengeluaran per bulanRp5.000.000
Pengali (versi OJK)6x
Kalau nabung per bulanRp1.000.000
Perkiraan tercapai dalam30 bulan

Dengan menyisihkan Rp1.000.000 per bulan, target Rp30.000.000 tercapai dalam sekitar 2 tahun 6 bulan. Angka ini estimasi edukatif, bukan patokan pasti. Sumber pengali: OJK Sikapi Uangmu.

Catatan: hasil kalkulator adalah estimasi edukatif untuk membantu perencanaan, bukan nasihat keuangan personal. Sesuaikan dengan kondisi dan kestabilan pemasukanmu.
Langkah demi langkah

Cara menghitung dana darurat dalam empat langkah.

Rumus intinya: dana darurat = pengeluaran bulanan x pengali. Berikut cara mengisinya dengan benar.

  1. 01Jumlahkan pengeluaran wajib sebulan. Makan, tempat tinggal, transport, tagihan, dan cicilan. Abaikan pengeluaran yang bisa ditunda saat darurat.
  2. 02Pilih pengali sesuai kondisi. Lajang atau tanpa tanggungan memakai 6 x pengeluaran bulanan; berkeluarga atau punya tanggungan memakai 9-12 x pengeluaran bulanan pengeluaran bulanan.
  3. 03Kalikan keduanya. Hasilnya adalah target dana darurat. Untuk yang berkeluarga, angka 9x adalah batas bawah dan 12x batas atas yang lebih aman.
  4. 04Tentukan rencana nabung bulanan. Kalkulator memperkirakan berapa lama target tercapai berdasarkan nominal yang kamu sisihkan tiap bulan.
Panduan menabung & dana daruratCoba simulasi investasi
Pertanyaan yang sering muncul

Dana darurat, dijawab ringkas.

Bagaimana cara menghitung dana darurat?

Kalikan total pengeluaran wajib per bulan dengan pengali sesuai kondisimu. Menurut OJK Sikapi Uangmu, targetnya 6x pengeluaran bulanan untuk yang belum punya tanggungan, dan 9-12x untuk yang berkeluarga atau punya tanggungan. Contoh: pengeluaran Rp5.000.000 per bulan dan berstatus lajang, maka dana daruratnya 6 x Rp5.000.000 = Rp30.000.000.

Berapa kali pengeluaran bulanan dana darurat yang ideal?

Versi OJK: 6x pengeluaran bulanan untuk lajang atau tanpa tanggungan, dan rentang 9-12x pengeluaran bulanan bila kamu berkeluarga atau menanggung orang lain. Makin banyak tanggungan dan makin tidak stabil pemasukan, makin besar bantalan yang disarankan.

Pengeluaran apa saja yang dihitung untuk dana darurat?

Yang dihitung adalah kebutuhan wajib bulanan: makan, tempat tinggal (sewa atau cicilan), transport, tagihan listrik dan air, internet, serta cicilan utang. Gaya hidup yang bisa ditunda saat darurat (liburan, langganan hiburan) tidak perlu ikut dihitung.

Sebaiknya dana darurat disimpan di mana?

Simpan di instrumen yang likuid dan berisiko rendah supaya bisa dicairkan cepat saat mendadak, seperti tabungan, deposito jangka pendek, atau reksadana pasar uang. Dana darurat bukan untuk dikejar imbal hasil tinggi; fungsinya adalah keamanan dan kemudahan akses.

Sumber pengali

OJK Sikapi Uangmu - Dana DaruratPanduan dana daruratOJK Sikapi UangmuLiterasi keuangan

Pengali dana darurat mengacu pada panduan OJK Sikapi Uangmu. Setiap angka di situs ini mencantumkan sumber resminya.

Sudah tahu targetnya tapi bingung mulai menyisihkan uangnya? Ceritakan kondisimu, kami bantu susun langkah pertama yang masuk akal.

Tanya lewat WhatsApp