Lompat ke konten
Kalkulator & simulasi

Kalkulator investasi: lihat uangmu tumbuh dengan bunga majemuk.

Kalkulator investasi ini memperkirakan hasil akhir dari setoran awal ditambah setoran rutin bulanan, dihitung dengan bunga majemuk. Kamu menentukan sendiri asumsi imbal hasil per tahun. Ingat: return yang dipakai adalah asumsi, bukan janji hasil, jadi anggap angkanya sebagai gambaran, bukan kepastian.

Rp

Modal awal saat kamu mulai. Boleh Rp0.

Rp

Nominal yang kamu investasikan tiap bulan.

Jangka waktu 1 sampai 40 tahun.

Angka ini asumsi yang kamu pilih sendiri, bukan prediksi hasil produk tertentu. Makin tinggi asumsi return, makin tinggi juga risikonya.

Perkiraan hasil akhir
Rp93.692.658
Total yang kamu setorRp61.000.000
Imbal hasil (asumsi)+ Rp32.692.658
Asumsi return per tahun8%

Return adalah asumsi, bukan janji. Hasil nyata bisa lebih rendah, termasuk kehilangan sebagian pokok. Perhitungan memakai bunga majemuk bulanan dan belum memasukkan pajak, biaya produk, maupun inflasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan.

Return adalah asumsi, bukan janji. Hasil nyata bisa berbeda jauh, termasuk rugi pokok. Perhitungan belum memasukkan pajak, biaya, dan inflasi.
Cara membaca hasilnya

Tiga angka yang perlu kamu perhatikan.

Simulasi ini memisahkan uang yang kamu setor dari imbal hasil, supaya jelas mana kontribusimu dan mana hasil pertumbuhannya.

  1. 01Perkiraan hasil akhir. Total nilai investasi di akhir periode bila asumsi return-mu terjadi. Ini angka ilustratif, bukan target yang dijamin.
  2. 02Total yang kamu setor. Jumlah uang asli yang kamu masukkan: setoran awal ditambah seluruh setoran rutin selama periode.
  3. 03Imbal hasil (asumsi). Selisih antara hasil akhir dan total setoran. Idealnya, imbal hasil ini setidaknya mengalahkan inflasi, yang tercatat 3,34% (Juni 2026), agar nilai riil uangmu tidak tergerus.
Pelajari reksadana untuk pemulaHitung dana darurat dulu
Pertanyaan yang sering muncul

Simulasi investasi, dijawab ringkas.

Bagaimana cara kerja kalkulator investasi ini?

Kalkulator menghitung nilai masa depan (future value) dari setoran awal ditambah setoran rutin bulanan menggunakan bunga majemuk. Rumusnya: FV = setoran awal x (1 + i)^n + setoran rutin x ((1 + i)^n - 1) / i, dengan i = asumsi return per tahun dibagi 12, dan n = lama investasi dalam bulan. Hasil, total setoran, dan imbal hasil langsung ditampilkan.

Apa itu bunga majemuk (compound interest)?

Bunga majemuk adalah imbal hasil yang dihitung bukan hanya dari modal awal, tapi juga dari imbal hasil yang sudah terkumpul sebelumnya. Karena hasil ikut menghasilkan, nilainya tumbuh makin cepat seiring waktu. Itulah kenapa jangka waktu yang lebih panjang memberi selisih yang besar.

Apakah angka hasil kalkulator ini pasti terjadi?

Tidak. Return yang kamu pilih adalah asumsi, bukan janji atau prediksi hasil produk tertentu. Hasil nyata bisa lebih tinggi atau lebih rendah, termasuk kehilangan sebagian pokok. Perhitungan juga belum memasukkan pajak, biaya produk, dan inflasi. Angka ini untuk ilustrasi perencanaan, bukan jaminan.

Berapa asumsi return yang sebaiknya saya pakai?

Gunakan asumsi yang realistis dan konservatif, lalu ingat bahwa return lebih tinggi selalu datang dengan risiko lebih tinggi. Sebagai pembanding, targetkan minimal mengalahkan inflasi agar nilai uang tidak tergerus. Pilihan 4%, 8%, dan 12% di kalkulator ini hanya skenario ilustratif, bukan angka pasti dari produk mana pun.

Rujukan

OJK Sikapi UangmuLiterasi & produkBPS - InflasiAcuan inflasi

Rumus future value adalah perhitungan matematis standar. Acuan inflasi dari BPS dicantumkan lengkap dengan tanggalnya.

Bingung memilih instrumen yang cocok dengan target dan profil risikomu? Ceritakan rencanamu, kami bantu arahkan langkah pertama.

Tanya lewat WhatsApp