Cara kami meninjau konten.
Setiap konten di Uang Bijak melewati alur yang sama: topik dipilih dari kebutuhan pemula, setiap angka dirujuk ke sumber resmi beserta tanggal, konten ditinjau sebelum tayang, lalu diberi disclaimer. Kami mengedukasi, bukan memberi rekomendasi membeli atau menjual efek. Karena taruhannya uang, kami tidak main tebak.
Ini penting karena literasi keuangan kita masih rendah: indeks literasi keuangan nasional baru 66,46%• (SNLIK 2025). Konten yang keliru bisa merugikan orang secara nyata, jadi setiap klaim harus bisa ditelusuri ke sumbernya.
Dari ide sampai tayang.
- 01Rencana berbasis kebutuhan pemula. Topik dipilih dari pertanyaan nyata pemula, bukan tren produk. Sudut pandangnya edukasi: apa, kenapa, dan risikonya, bukan ajakan membeli.
- 02Rujuk sumber institusional. Setiap angka suku bunga, inflasi, kurs, data investor, dan data saham diambil dari OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, KSEI, BPS, dan LPS, lengkap dengan tanggalnya.
- 03Satu sumber angka, tanpa angka mentah. Semua statistik disimpan terpusat dengan sumber dan tanggal. Kalau sebuah klaim tidak bisa dirujuk ke sumber resmi, klaim itu tidak tayang.
- 04Ditinjau sebelum terbit. Bahasa disederhanakan untuk pemula, lalu konten diperiksa ulang terhadap sumber terbaru. Penulis dan tanggal tinjauan ditampilkan terbuka.
- 05Data pasar diberi atribusi dan tanggal. Harga dan indeks yang bergerak (IHSG, kurs, emas) ditampilkan dengan sumber dan waktu. Bila data live gagal diambil, kami tampilkan nilai tersimpan bertanggal, bukan angka karangan.
- 06Selalu ada disclaimer. Setiap halaman keuangan mengingatkan bahwa ini edukasi, bukan nasihat investasi, dan kinerja masa lalu tidak menjamin hasil masa depan. Kami tidak pernah merekomendasikan membeli atau menjual efek tertentu.
Ditinjau Tim Redaksi, dicocokkan ke OJK dan Bank Indonesia.
Peninjau konten Uang Bijak adalah Tim Redaksi Uang Bijak sebagai satu tim, dengan Ahmad Thariq Syauqi sebagai editor penanggung jawab. Kami tidak memakai peninjau perorangan bergelar perencana keuangan (CFP atau QWP), dan kami tidak akan menampilkan nama atau gelar yang tidak benar-benar terikat dengan kami.
Sebagai gantinya, halaman inti membawa blok "Ditinjau Tim Redaksi" yang menyebut tanggal tinjauan, sumber resmi yang dipakai (OJK dan Bank Indonesia), dan apa persisnya yang dicocokkan ke tiap sumber. Tautannya langsung ke situs resmi lembaga, jadi kamu bisa memeriksa ulang tanpa harus percaya pada kami. Tim Redaksi bukan perencana keuangan berlisensi dan tidak memberi rekomendasi produk.
Reksadana untuk pemula
Ditinjau 4 Oktober 2026 terhadap OJK Sikapi Uangmu - Mengenal Reksa Dana dan Cara Transaksinya; OJK - Waspada Investasi.Belajar saham untuk pemula
Ditinjau 4 Oktober 2026 terhadap OJK Sikapi Uangmu - Kanal Saham; OJK - Waspada Investasi.Investasi emas untuk pemula
Ditinjau 4 Oktober 2026 terhadap OJK Sikapi Uangmu - Investasi Emas Jangka Panjang; Bank Indonesia - Data Inflasi.Cara menabung dan dana darurat
Ditinjau 4 Oktober 2026 terhadap OJK Sikapi Uangmu - Dana Darurat; Bank Indonesia - Data Inflasi.Cara mengatur uang
Ditinjau 4 Oktober 2026 terhadap OJK Sikapi Uangmu - Periksa Kesehatan Keuangan Pribadi; OJK Sikapi Uangmu - Kalkulator Periksa Anggaran.Keuangan keluarga
Ditinjau 4 Oktober 2026 terhadap OJK Sikapi Uangmu - Ayo Rencanakan Keuangan Keluarga; OJK Sikapi Uangmu - Dana Darurat; Bank Indonesia - Data Inflasi.Dana darurat
Ditinjau 4 Oktober 2026 terhadap OJK Sikapi Uangmu - Dana Darurat; Bank Indonesia - Data Inflasi.Institusi resmi, bukan katalog produk.
Angka pasar dan aturan keuangan hanya kami ambil dari lembaga resmi yang datanya bisa dicek publik. Kami menautkan sumbernya supaya kamu bisa memverifikasi sendiri, bukan sekadar percaya pada kami. Kami juga tidak menempelkan logo otoritas untuk mengesankan afiliasi; menyebut dan menautkan sumber sudah cukup.
Kenali orang di balik konten di Redaksi & Penulis, atau pelajari penerbitnya di halaman Tentang.
Sumber institusional
OJK & Sikapi UangmuLiterasi & produkBank IndonesiaKurs & suku bungaBursa Efek Indonesia (IDX)Data sahamKSEIData investorBPSStatistik & inflasiLembaga Penjamin Simpanan (LPS)Penjaminan simpananSemua tautan dibuka ke situs resmi masing-masing. Angka bertanggal karena data pasar dan aturan bisa berubah.
Soal cara kami bekerja.
Dari mana Uang Bijak mengambil angka dan datanya?
Dari sumber resmi: OJK dan Sikapi Uangmu, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, KSEI, BPS, dan LPS. Setiap angka statistik disimpan terpusat dengan tautan sumber dan tanggal, sehingga bisa diverifikasi pembaca.Apakah Uang Bijak memberi rekomendasi saham atau produk untuk dibeli?
Tidak. Uang Bijak adalah portal edukasi, bukan penasihat investasi. Kami tidak pernah menyarankan membeli atau menjual efek tertentu. Semua konten membantu memahami, keputusan tetap di tangan pembaca.Bagaimana kalau ada angka yang salah atau sudah kedaluwarsa?
Angka pasar memang bergerak. Data yang bergerak diberi tanggal dan sumber, dan diperbarui saat sumbernya berubah. Kalau kamu menemukan angka yang keliru, beri tahu redaksi dan kami perbaiki.Siapa yang menulis dan meninjau kontennya?
Tim Redaksi Uang Bijak menyusun, menyunting, dan meninjau konten, dengan Ahmad Thariq Syauqi sebagai editor penanggung jawab. Peninjau halaman adalah Tim Redaksi sebagai satu tim, bukan perorangan yang mengaku bergelar perencana keuangan. Profil dan kredensial jujur mereka ada di halaman Redaksi & Penulis.Apakah konten Uang Bijak ditinjau perencana keuangan bersertifikat?
Tidak. Kami tidak menampilkan peninjau bergelar CFP atau QWP karena saat ini memang tidak ada yang terikat dengan kami, dan kami tidak mau mengarang nama atau gelar. Sebagai gantinya, setiap klaim keuangan di halaman inti dicocokkan Tim Redaksi dengan sumber resmi seperti OJK dan Bank Indonesia, dan sumbernya ditautkan langsung agar kamu bisa mengeceknya sendiri.Menemukan angka yang keliru atau punya masukan editorial? Beri tahu kami, kami cek dan perbaiki.
Sampaikan ke redaksi