Lompat ke konten
Reksadana untuk pemula

Jenis reksadana untuk pemula, dijelaskan apa adanya.

Ada empat jenis reksadana yang perlu kamu kenali: pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham. Perbedaannya ada pada ke mana dananya ditempatkan, potensi imbal hasil, dan seberapa besar nilainya bisa naik-turun. Halaman ini menjelaskan jenisnya untuk membantumu memahami, bukan menyuruhmu membeli produk tertentu.

Ini bukan rekomendasi beli. Uang Bijak tidak menyarankan produk reksadana tertentu dan tidak menampilkan angka imbal hasil karangan. Halaman ini juga tidak memuat tautan afiliasi. Bila suatu saat ada tautan afiliasi (misalnya ke platform seperti Ajaib), akan kami tandai jelas sebagai afiliasi.
Empat jenis

Kenali karakter tiap jenis.

Urutan di bawah kira-kira dari yang paling stabil ke yang paling fluktuatif. Profil risiko bersifat kualitatif, sengaja tanpa angka return, karena kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Reksadana Campuran

Jenis 01
Profil risiko: MenengahCocok untuk: Menengah sampai panjang

Jenis reksadana yang membagi dana ke beberapa kelas aset sekaligus, yaitu saham, obligasi, dan pasar uang, dengan komposisi yang bisa berubah sesuai kebijakan manajer investasi. Profil risiko dan potensi imbal hasilnya berada di antara reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham. Imbal hasil tidak dijamin dan nilainya berfluktuasi. Halaman ini menjelaskan karakter jenisnya, bukan merekomendasikan produk tertentu.

Pelajari lebih lanjut di OJK Sikapi Uangmu →

Reksadana Pasar Uang

Jenis 02
Profil risiko: Paling rendahCocok untuk: Jangka pendek / dana darurat

Jenis reksadana yang menempatkan dana pada instrumen pasar uang dan surat utang jatuh tempo di bawah satu tahun, seperti deposito dan Surat Berharga Negara jangka pendek. Umumnya berisiko paling rendah di antara jenis reksadana dan nilainya relatif stabil, sehingga sering dipakai untuk tujuan jangka pendek atau menyimpan dana darurat. Perlu diingat, imbal hasil tidak dijamin dan bukan simpanan bank, jadi tidak ditanggung LPS. Halaman ini menjelaskan jenisnya, bukan merekomendasikan produk tertentu.

Pelajari lebih lanjut di OJK Sikapi Uangmu →

Reksadana Pendapatan Tetap

Jenis 03
Profil risiko: Menengah-rendahCocok untuk: Jangka menengah

Jenis reksadana yang mayoritas dananya ditempatkan pada efek bersifat utang seperti obligasi pemerintah dan korporasi. Potensi imbal hasilnya cenderung lebih tinggi dari pasar uang, tetapi nilainya bisa naik turun mengikuti pergerakan suku bunga dan harga obligasi. Cocok dipahami sebagai opsi jangka menengah. Imbal hasil tidak dijamin. Halaman ini bersifat edukasi jenis, bukan ajakan membeli produk apa pun.

Pelajari lebih lanjut di OJK Sikapi Uangmu →

Reksadana Saham

Jenis 04
Profil risiko: Paling tinggiCocok untuk: Jangka panjang

Jenis reksadana yang sebagian besar dananya ditempatkan pada saham. Punya potensi pertumbuhan paling besar dalam jangka panjang, tetapi juga paling fluktuatif dan bisa merugi dalam jangka pendek. Umumnya dipahami untuk tujuan jangka panjang dan investor yang siap dengan naik turunnya nilai. Kinerja masa lalu bukan jaminan hasil masa depan. Konten ini edukasi jenis, bukan rekomendasi produk.

Pelajari lebih lanjut di OJK Sikapi Uangmu →

Cara memilih

Empat langkah sebelum memutuskan.

  1. 01Tentukan tujuan dan jangka waktunya dulu. Dana yang dipakai dalam waktu dekat beda kebutuhannya dengan dana jangka panjang.
  2. 02Cocokkan dengan profil risikomu. Makin tinggi potensi imbal hasil, makin besar juga naik-turun nilainya.
  3. 03Pastikan produk dan penjualnya (APERD/manajer investasi) terdaftar dan diawasi OJK.
  4. 04Baca prospektus dan fund fact sheet: kebijakan investasi, biaya, dan risikonya, sebelum memutuskan apa pun.

Masih bingung jenis reksadana mana yang cocok dengan tujuanmu? Ceritakan kondisimu, kami bantu jelaskan bedanya tanpa menyuruh beli apa pun.

Tanya via WhatsApp