Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah satu angka yang merangkum pergerakan harga seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Kalau IHSG naik, secara rata-rata harga saham di bursa sedang menguat; kalau turun, rata-rata sedang melemah. IHSG dipakai sebagai patokan kondisi pasar saham Indonesia secara keseluruhan.
- Bukan harga satu saham, melainkan rata-rata gabungan
- Bergerak setiap hari bursa, wajar naik dan turun
- Berguna untuk membaca suasana pasar, bukan aba-aba beli
Angka IHSG itu artinya apa?
IHSG bukan rupiah dan bukan harga sebuah saham. Ia adalah nilai indeks: satuan buatan yang dihitung dari harga banyak saham sekaligus, dengan bobot mengikuti ukuran tiap perusahaan.
Karena dihitung dari banyak saham, IHSG bergerak lebih halus daripada satu saham tunggal. Saham besar (kapitalisasi pasar besar) memberi pengaruh lebih kuat ke pergerakan indeks dibanding saham kecil. Itu sebabnya IHSG bisa naik walau banyak saham kecil sedang turun, kalau beberapa saham raksasa sedang menguat.
Yang penting dipahami pemula: kenaikan IHSG tidak otomatis berarti sahammu ikut naik, dan penurunan IHSG tidak otomatis berarti sahammu ikut turun. IHSG adalah gambaran rata-rata pasar, bukan cermin persis portofoliomu.
Sumber data
Bursa Efek Indonesia (IDX)IHSG resmiYahoo Finance / IDXNilai di panelNilai IHSG di panel diambil 16 Sep 2026, 09.01.
Kenapa IHSG naik dan turun?
Beberapa hal yang paling sering menggerakkan indeks, dijelaskan tanpa jargon.
- 01Kondisi ekonomi dan suku bunga. Saat ekonomi diperkirakan membaik atau suku bunga acuan turun, minat pada saham cenderung naik. Sebaliknya, ketidakpastian ekonomi bisa menekan indeks.
- 02Arus dana investor asing. Masuk-keluarnya dana asing dalam jumlah besar bisa mendorong atau menekan IHSG, terutama pada saham-saham besar yang likuid.
- 03Kinerja emiten besar. Karena bobotnya besar, laporan keuangan dan aksi korporasi perusahaan raksasa berpengaruh kuat ke arah indeks.
- 04Sentimen global. Peristiwa di pasar dunia, harga komoditas, sampai kabar geopolitik ikut memengaruhi suasana pasar dalam negeri.
Emiten berkapitalisasi besar yang memengaruhi arah IHSG.
IHSG dihitung dari harga seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, dengan bobot mengikuti kapitalisasi pasar (metode free float) tiap perusahaan. Semakin besar kapitalisasinya, semakin besar pula pengaruhnya terhadap arah indeks. Berikut sebagian emiten berkapitalisasi besar yang profilnya sudah tersedia di Uang Bijak.
Bank Central Asia
KeuanganBank Rakyat Indonesia
KeuanganBank Mandiri
KeuanganBank Negara Indonesia
KeuanganTelkom Indonesia
InfrastrukturAstra International
PerindustrianUnilever Indonesia
Barang Konsumen PrimerAneka Tambang
Barang BakuBukit Asam
EnergiPerusahaan Gas Negara
EnergiGoTo Gojek Tokopedia
TeknologiPertanyaan seputar IHSG.
Apa itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)?
IHSG adalah indeks yang merangkum pergerakan harga seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) ke dalam satu angka. Ia dipakai sebagai patokan (benchmark) untuk melihat kondisi pasar saham Indonesia secara keseluruhan. Ketika IHSG naik, secara rata-rata harga saham di bursa sedang menguat; ketika turun, rata-rata sedang melemah.Kenapa nilai IHSG naik dan turun setiap hari?
IHSG bergerak mengikuti perubahan harga saham-saham penyusunnya, yang dipengaruhi banyak hal: kondisi ekonomi, suku bunga, arus dana investor asing, laporan keuangan emiten, sampai sentimen global. Karena itu IHSG bergerak setiap hari bursa dan wajar berfluktuasi.Apakah IHSG sama dengan harga satu saham?
Tidak. IHSG adalah rata-rata gabungan seluruh saham di bursa, bukan harga satu perusahaan tertentu. IHSG bisa naik meski beberapa saham turun, dan sebaliknya. Untuk melihat satu perusahaan, kamu perlu membuka harga dan profil emiten tersebut secara terpisah.Bagaimana pemula sebaiknya membaca IHSG?
Gunakan IHSG untuk membaca suasana pasar secara umum, bukan sebagai aba-aba beli atau jual. Pergerakan harian sering kali hanya riak jangka pendek. Untuk pemula yang berinvestasi jangka panjang, arah dan konteks jangka panjang lebih berguna daripada naik-turun satu hari.Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.
Nilai indeks pada halaman ini selalu diambil dari penyedia data pasar ber-atribusi lengkap dengan waktu pengambilannya, tidak pernah dikarang. Edukasi, bukan sinyal beli/jual.
Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab · Terakhir ditinjau
Ingin paham lebih jauh cara membaca pasar sebelum mulai? Kami bantu jelaskan dari dasar, tanpa istilah yang bikin pusing.
Tanya lewat WhatsApp