Cara Beli Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap dari Buka Rekening sampai Order Pertama
Cara beli saham untuk pemula: buka Rekening Dana Nasabah (RDN) dan akun efek di sekuritas berizin OJK, setor dana, lalu beli minimal 1 lot yang di Bursa Efek Indonesia setara 100 lembar saham. Panduan ini menjelaskan mekanisme, jam bursa, dan biaya transaksinya, bukan rekomendasi saham tertentu.

Cara beli saham untuk pemula sebenarnya ringkas: buka Rekening Dana Nasabah (RDN) sekaligus rekening efek di perusahaan sekuritas yang berizin OJK dan berstatus Anggota Bursa, setor dana ke RDN, lalu beli saham lewat aplikasi minimal 1 lot yang di Bursa Efek Indonesia setara 100 lembar saham. Transaksi hanya bisa terjadi pada jam bursa, dan setiap pembelian maupun penjualan dikenai biaya. Jumlah investor saham Indonesia sendiri sudah mencapai 9.735.902 orang per akhir Mei 2026 menurut KSEI, dan mayoritasnya berusia muda. Panduan ini menjelaskan langkah, mekanisme lot, jam bursa, dan biaya secara teknis, bukan sebagai ajakan membeli saham tertentu.
Sebelum masuk ke langkahnya, penting dipahami bahwa membeli saham berarti kamu jadi pemilik sebagian kecil dari sebuah perusahaan. Karena itu, memilih di mana dan bagaimana bertransaksi sama pentingnya dengan memahami apa yang kamu beli. Kamu bisa mendalami dasar-dasarnya lebih dulu di halaman pilar saham dan memantau kondisi pasar lewat halaman IHSG.
Apa itu saham sebelum belajar cara beli saham
Menurut Bursa Efek Indonesia, saham adalah tanda penyertaan modal seseorang atau badan usaha dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal, kamu memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas aset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Sederhananya, satu lembar saham adalah satu potong kepemilikan atas bisnis yang sudah terdaftar di bursa.
Sebagai instrumen investasi, saham menawarkan dua sumber keuntungan sekaligus dua sisi risiko. Memahaminya sejak awal membuat kamu tidak kaget saat harga bergerak.
- Dividen, yaitu pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham yang disetujui dalam RUPS. Dividen bisa berupa uang tunai atau tambahan saham.
- Capital gain, yaitu selisih positif antara harga jual dan harga beli. Contohnya, saham dibeli Rp3.000 lalu dijual Rp3.500, sehingga ada selisih Rp500 per lembar.
- Capital loss, kebalikan dari capital gain, saat saham terpaksa dijual lebih rendah dari harga beli.
- Risiko likuidasi, saat perusahaan bangkrut atau dibubarkan, dan hak pemegang saham berada di urutan terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dilunasi.
Karena harganya naik-turun mengikuti permintaan dan penawaran, saham cocok untuk tujuan jangka panjang, bukan untuk uang yang kamu butuhkan dalam waktu dekat. Amankan dulu dana darurat sebelum menaruh uang di saham.
Langkah-langkah cara beli saham untuk pemula
Inti dari cara beli saham bisa dipecah menjadi empat langkah utama. Semuanya kini bisa dilakukan dari ponsel, tetapi tetap harus melalui jalur resmi.
- Buka rekening efek dan RDN di sekuritas berizin OJK. Pilih perusahaan sekuritas yang berstatus Anggota Bursa. Saat mendaftar, kamu akan sekaligus membuka rekening efek (tempat saham dicatat) dan Rekening Dana Nasabah atau RDN (tempat uangmu disimpan). Siapkan KTP, NPWP jika ada, dan nomor rekening bank untuk pencairan.
- Setor dana ke RDN. Transaksi saham memakai saldo di RDN, bukan saldo tabungan biasa. Isi RDN dengan nominal yang kamu siapkan khusus untuk berinvestasi, terpisah dari kebutuhan sehari-hari.
- Cari kode emiten yang ingin kamu pelajari. Setiap perusahaan tercatat punya kode saham unik berisi empat huruf. Gunakan fitur pencarian di aplikasi sekuritas untuk membaca profil, harga, dan riwayat perusahaan. Fokus memahami bisnisnya, bukan sekadar ikut tren.
- Masukkan order beli dalam satuan lot. Tentukan jumlah lot (ingat, 1 lot = 100 lembar), tentukan harga beli, lalu kirim order. Kalau ada penjual di harga yang cocok, order akan match dan saham resmi masuk ke rekening efekmu.
Perlu dicatat, membuka rekening lewat perusahaan efek adalah jalur yang diatur resmi. OJK bahkan menerbitkan pedoman khusus soal pembukaan rekening efek dan RDN secara elektronik lewat Surat Edaran OJK Nomor 6/SEOJK.04/2019. Jadi jangan pernah menitipkan uang ke "trader pribadi" atau grup yang menjanjikan keuntungan pasti di luar mekanisme ini.
Rekening Dana Nasabah (RDN) dan sekuritas yang diawasi OJK
Banyak pemula bingung membedakan rekening efek dan RDN. Keduanya dibuka bersamaan tetapi berbeda fungsi. Rekening efek mencatat saham yang kamu miliki, sedangkan RDN adalah rekening bank atas namamu yang khusus menampung dana untuk bertransaksi. Pemisahan ini penting: uangmu tersimpan di bank atas nama pribadimu, bukan bercampur dengan kas perusahaan sekuritas.
Untuk memulai, kamu memilih salah satu perusahaan efek yang terdaftar. KSEI mempublikasikan daftar puluhan perusahaan efek yang ikut Program Simplifikasi Pembukaan Rekening Efek dan Rekening Dana Nasabah, lengkap dengan tautan pendaftaran online masing-masing. Daftar ini bisa jadi titik awal yang aman karena semuanya perusahaan efek resmi, bukan aplikasi abal-abal.
Cara cepat memverifikasi legalitas sebuah sekuritas:
- Pastikan namanya tercantum sebagai perusahaan efek di kanal resmi KSEI atau OJK.
- Pastikan ada RDN atas namamu sendiri, bukan sekadar transfer ke rekening perusahaan atau perorangan.
- Waspadai janji "pasti untung", "bunga tetap harian", atau paksaan setor cepat. Ciri-ciri ini justru bertentangan dengan sifat saham yang harganya berfluktuasi.
Sinyal keamanannya ada pada tata kelola: dana di RDN terpisah dan saham tercatat di penyimpanan sentral. Ini fondasi yang membedakan investasi saham resmi dari skema investasi bodong.
Mekanisme lot: 1 lot berapa lembar saham
Di Bursa Efek Indonesia, kamu tidak bisa membeli saham per satu lembar di Pasar Reguler. Aturan perdagangan menetapkan satuan perdagangan (round lot) sebesar 100 efek atau kelipatannya. Jadi 1 lot sama dengan 100 lembar, dan pembelian selalu dalam kelipatan lot.
Konsep lot ini menentukan modal minimal yang teknis untuk sebuah saham. Rumusnya sederhana:
Sebagai ilustrasi (angka contoh, bukan rekomendasi saham): kalau harga sebuah saham Rp1.200 per lembar, maka 1 lot berharga Rp1.200 x 100 = Rp120.000, sebelum biaya. Kalau harganya Rp500 per lembar, 1 lot cukup Rp50.000. Ganti angka ini dengan harga saham nyata yang kamu amati di aplikasi untuk memperkirakan kebutuhan dananya.
Harga saham sendiri bergerak dalam kelipatan tertentu yang disebut fraksi harga. Fraksi ini menjadi patokan seberapa besar harga bisa naik atau turun dalam sekali langkah. Berikut fraksi harga yang berlaku di Pasar Reguler menurut Bursa Efek Indonesia:
| Kelompok harga saham | Fraksi harga |
|---|---|
| Di bawah Rp200 | Rp1 |
| Rp200 sampai di bawah Rp500 | Rp2 |
| Rp500 sampai di bawah Rp2.000 | Rp5 |
| Rp2.000 sampai di bawah Rp5.000 | Rp10 |
| Rp5.000 ke atas | Rp25 |
Sebagai catatan, harga terendah sebuah saham yang boleh ditransaksikan di Pasar Reguler adalah Rp50 per lembar. Angka ini penting supaya kamu tidak salah paham menganggap saham "murah" pasti "bagus", karena harga rendah kerap berkaitan dengan likuiditas dan kondisi perusahaan tertentu.
Jam bursa dan cara order saham
Setelah RDN terisi dan kamu paham lot, langkah berikutnya adalah mengirim order pada waktu yang tepat. Order boleh kamu susun kapan saja di aplikasi, tetapi eksekusinya menyesuaikan jam perdagangan. Berikut jam Pasar Reguler menurut Bursa Efek Indonesia:
| Sesi | Senin sampai Kamis | Jumat |
|---|---|---|
| Prapembukaan | 08.45 sampai 08.59.59 WIB | 08.45 sampai 08.59.59 WIB |
| Sesi I | 09.00 sampai 12.00 WIB | 09.00 sampai 11.30 WIB |
| Sesi II | 13.30 sampai 15.49.59 WIB | 14.00 sampai 15.49.59 WIB |
Bursa tidak beroperasi pada Sabtu, Minggu, dan hari libur bursa. Ada pula sesi prapenutupan dan pascapenutupan di sore hari untuk pembentukan harga penutupan.
Cara kerja order sendiri mengikuti dua prinsip antrean: prioritas harga dan prioritas waktu. Permintaan beli di harga lebih tinggi didahulukan, dan bila harganya sama, order yang masuk lebih dulu yang diproses. Order beli baru berubah jadi transaksi ketika bertemu (match) dengan order jual di harga yang cocok.
Satu hal yang sering terlewat pemula adalah waktu penyelesaian. Di Pasar Reguler, kepemilikan saham diselesaikan pada hari bursa ke-2 setelah transaksi, atau dikenal dengan istilah T+2. Artinya, meski order beli sudah match hari ini, penyelesaian administratifnya rampung dua hari bursa kemudian.
Biaya transaksi beli dan jual saham
Setiap kali beli atau jual, ada biaya yang otomatis dipotong. Memahami ini membantu kamu menghitung titik impas dengan realistis. Menurut Bursa Efek Indonesia, biaya wajib di Pasar Reguler (di luar komisi sekuritas) adalah sebagai berikut:
| Jenis transaksi | Total biaya wajib bursa | Termasuk PPh final penjualan |
|---|---|---|
| Beli | 0,0433% dari nilai transaksi | Tidak ada |
| Jual | 0,1433% dari nilai transaksi | 0,1% (hanya saat jual) |
Biaya di atas mencakup biaya transaksi BEI, biaya kliring KPEI, biaya penyelesaian KSEI, dana jaminan, dan PPN. Selisih antara jual dan beli berasal dari Pajak Penghasilan (PPh) final penjualan saham sebesar 0,1% yang hanya dikenakan ketika kamu menjual. Perlu digarisbawahi, angka ini belum termasuk komisi yang dikenakan sekuritas kepada nasabah, dan besar komisi berbeda-beda antar perusahaan efek.
Karena ada biaya di kedua sisi, sering membeli dan menjual dalam waktu singkat bisa menggerus hasil. Inilah salah satu alasan banyak investor pemula memilih pendekatan jangka panjang ketimbang jual-beli harian. Kalau kamu ingin mensimulasikan pertumbuhan dana dari waktu ke waktu, coba simulasi investasi sebelum menaruh uang sungguhan.
Kesalahan pemula dan cara mulai yang aman
Data menunjukkan minat berinvestasi saham tumbuh pesat. Jumlah investor pasar modal (Single Investor Identification) mencapai 27.750.857 dan investor saham 9.735.902 per akhir Mei 2026 menurut KSEI, dengan mayoritas berusia 30 tahun ke bawah. Sayangnya, antusiasme sering tidak dibarengi pemahaman. Indeks literasi keuangan nasional baru 66,46% menurut SNLIK 2025, sehingga kesenjangan antara ikut-ikutan dan benar-benar paham masih lebar.
Beberapa kesalahan yang paling sering menjebak pemula:
- Memakai uang kebutuhan pokok atau utang. Saham berfluktuasi, jadi hanya pantas diisi dengan dana yang tidak kamu perlukan dalam waktu dekat.
- Beli karena rekomendasi grup tanpa mengerti bisnisnya. Kode saham yang viral belum tentu cocok dengan tujuan dan profil risikomu.
- Mengabaikan biaya transaksi. Terlalu sering jual-beli membuat biaya menumpuk dan menekan hasil.
- Tergiur "pasti untung". Tidak ada imbal hasil pasti di saham. Klaim semacam itu justru ciri penipuan.
- Menaruh semua dana di satu saham. Konsentrasi berlebih memperbesar dampak bila satu perusahaan bermasalah.
Kalau kamu ingin memulai dengan lebih tenang, lakukan bertahap: mulai dari nominal kecil untuk belajar, pahami satu perusahaan sebelum menambah, dan naikkan porsi seiring pemahamanmu bertambah. Untuk yang ingin praktik langsung dari ponsel, baca lanjutan panduannya di cara main saham pemula di HP. Kamu juga bisa membandingkan pendekatan lain yang lebih terdiversifikasi lewat reksadana, misalnya dengan memahami dulu apa itu reksadana dan cara investasi reksadana, atau instrumen lindung nilai seperti emas.
Penutup: mulai dari paham, bukan dari ikut-ikutan
Cara beli saham secara teknis memang sederhana: buka rekening efek dan RDN di sekuritas berizin OJK, setor dana, cari kode emiten, lalu beli minimal 1 lot pada jam bursa. Yang membedakan investor yang bertahan dengan yang cepat menyerah bukan kecepatan membeli, melainkan kesabaran memahami apa yang dibeli, disiplin memakai uang dingin, dan konsistensi belajar. Pahami dulu mekanisme, lot, jam, dan biayanya, baru melangkah dengan nominal yang kamu siap kehilangan saat belajar.
Berapa modal minimal untuk mulai beli saham?
1 lot saham itu berapa lembar?
Apa itu RDN dan kenapa harus punya?
Jam berapa bisa beli saham di bursa?
Berapa biaya beli dan jual saham?
Bagaimana cara memastikan sekuritas yang saya pilih legal?
Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.
Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab
Sumber
Bursa Efek Indonesia - Jam dan Mekanisme PerdaganganLot, jam bursa, biaya transaksiBursa Efek Indonesia - SahamDefinisi, keuntungan, risiko sahamKSEI - Pembukaan Rekening OnlineRDN dan perusahaan efekOJK - SEOJK 6/SEOJK.04/2019 Pembukaan Rekening Efek dan RDNAturan RDNKSEI - Statistik Pasar Modal Mei 2026Jumlah investor sahamOJK & BPS - SNLIK 2025Literasi keuanganOJK Satgas PASTIWaspada investasi ilegalSetiap angka dan klaim di artikel ini dirujuk ke sumber resmi di atas beserta tanggalnya.
Panduan lain yang berkaitan.
Cara Main Saham Pemula di HP: Panduan Langkah demi Langkah dari Nol
Asuransi Jiwa Adalah: Pengertian, Jenis, dan Siapa yang Butuh (Panduan Pemula)
Cara Beli Emas Antam untuk Pemula: Kanal Resmi, Cek Keaslian, dan Biaya
Masih ada yang ingin ditanyakan soal belajar saham? Ceritakan kondisimu, kami bantu arahkan langkah yang masuk akal.
Tanya via WhatsApp