Lompat ke konten
Belajar Saham

Cara Beli Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap dari Buka Rekening sampai Order Pertama

Cara beli saham untuk pemula: buka Rekening Dana Nasabah (RDN) dan akun efek di sekuritas berizin OJK, setor dana, lalu beli minimal 1 lot yang di Bursa Efek Indonesia setara 100 lembar saham. Panduan ini menjelaskan mekanisme, jam bursa, dan biaya transaksinya, bukan rekomendasi saham tertentu.

Tim Redaksi Uang Bijak12 menit bacaDitinjau Ahmad Thariq Syauqi
Anak muda melihat grafik pasar saham di ponsel dari sebuah kafe

Cara beli saham untuk pemula sebenarnya ringkas: buka Rekening Dana Nasabah (RDN) sekaligus rekening efek di perusahaan sekuritas yang berizin OJK dan berstatus Anggota Bursa, setor dana ke RDN, lalu beli saham lewat aplikasi minimal 1 lot yang di Bursa Efek Indonesia setara 100 lembar saham. Transaksi hanya bisa terjadi pada jam bursa, dan setiap pembelian maupun penjualan dikenai biaya. Jumlah investor saham Indonesia sendiri sudah mencapai 9.735.902 orang per akhir Mei 2026 menurut KSEI, dan mayoritasnya berusia muda. Panduan ini menjelaskan langkah, mekanisme lot, jam bursa, dan biaya secara teknis, bukan sebagai ajakan membeli saham tertentu.

Sebelum masuk ke langkahnya, penting dipahami bahwa membeli saham berarti kamu jadi pemilik sebagian kecil dari sebuah perusahaan. Karena itu, memilih di mana dan bagaimana bertransaksi sama pentingnya dengan memahami apa yang kamu beli. Kamu bisa mendalami dasar-dasarnya lebih dulu di halaman pilar saham dan memantau kondisi pasar lewat halaman IHSG.

Apa itu saham sebelum belajar cara beli saham

Menurut Bursa Efek Indonesia, saham adalah tanda penyertaan modal seseorang atau badan usaha dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal, kamu memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas aset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Sederhananya, satu lembar saham adalah satu potong kepemilikan atas bisnis yang sudah terdaftar di bursa.

Sebagai instrumen investasi, saham menawarkan dua sumber keuntungan sekaligus dua sisi risiko. Memahaminya sejak awal membuat kamu tidak kaget saat harga bergerak.

  • Dividen, yaitu pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham yang disetujui dalam RUPS. Dividen bisa berupa uang tunai atau tambahan saham.
  • Capital gain, yaitu selisih positif antara harga jual dan harga beli. Contohnya, saham dibeli Rp3.000 lalu dijual Rp3.500, sehingga ada selisih Rp500 per lembar.
  • Capital loss, kebalikan dari capital gain, saat saham terpaksa dijual lebih rendah dari harga beli.
  • Risiko likuidasi, saat perusahaan bangkrut atau dibubarkan, dan hak pemegang saham berada di urutan terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dilunasi.

Karena harganya naik-turun mengikuti permintaan dan penawaran, saham cocok untuk tujuan jangka panjang, bukan untuk uang yang kamu butuhkan dalam waktu dekat. Amankan dulu dana darurat sebelum menaruh uang di saham.

Langkah-langkah cara beli saham untuk pemula

Inti dari cara beli saham bisa dipecah menjadi empat langkah utama. Semuanya kini bisa dilakukan dari ponsel, tetapi tetap harus melalui jalur resmi.

  1. Buka rekening efek dan RDN di sekuritas berizin OJK. Pilih perusahaan sekuritas yang berstatus Anggota Bursa. Saat mendaftar, kamu akan sekaligus membuka rekening efek (tempat saham dicatat) dan Rekening Dana Nasabah atau RDN (tempat uangmu disimpan). Siapkan KTP, NPWP jika ada, dan nomor rekening bank untuk pencairan.
  2. Setor dana ke RDN. Transaksi saham memakai saldo di RDN, bukan saldo tabungan biasa. Isi RDN dengan nominal yang kamu siapkan khusus untuk berinvestasi, terpisah dari kebutuhan sehari-hari.
  3. Cari kode emiten yang ingin kamu pelajari. Setiap perusahaan tercatat punya kode saham unik berisi empat huruf. Gunakan fitur pencarian di aplikasi sekuritas untuk membaca profil, harga, dan riwayat perusahaan. Fokus memahami bisnisnya, bukan sekadar ikut tren.
  4. Masukkan order beli dalam satuan lot. Tentukan jumlah lot (ingat, 1 lot = 100 lembar), tentukan harga beli, lalu kirim order. Kalau ada penjual di harga yang cocok, order akan match dan saham resmi masuk ke rekening efekmu.

Perlu dicatat, membuka rekening lewat perusahaan efek adalah jalur yang diatur resmi. OJK bahkan menerbitkan pedoman khusus soal pembukaan rekening efek dan RDN secara elektronik lewat Surat Edaran OJK Nomor 6/SEOJK.04/2019. Jadi jangan pernah menitipkan uang ke "trader pribadi" atau grup yang menjanjikan keuntungan pasti di luar mekanisme ini.

Poin kunci: kamu tidak membeli saham langsung ke bursa, melainkan lewat perusahaan sekuritas (Anggota Bursa) yang berizin OJK. Dua hal yang wajib kamu miliki sebelum order pertama adalah rekening efek dan RDN atas namamu sendiri.

Rekening Dana Nasabah (RDN) dan sekuritas yang diawasi OJK

Banyak pemula bingung membedakan rekening efek dan RDN. Keduanya dibuka bersamaan tetapi berbeda fungsi. Rekening efek mencatat saham yang kamu miliki, sedangkan RDN adalah rekening bank atas namamu yang khusus menampung dana untuk bertransaksi. Pemisahan ini penting: uangmu tersimpan di bank atas nama pribadimu, bukan bercampur dengan kas perusahaan sekuritas.

Untuk memulai, kamu memilih salah satu perusahaan efek yang terdaftar. KSEI mempublikasikan daftar puluhan perusahaan efek yang ikut Program Simplifikasi Pembukaan Rekening Efek dan Rekening Dana Nasabah, lengkap dengan tautan pendaftaran online masing-masing. Daftar ini bisa jadi titik awal yang aman karena semuanya perusahaan efek resmi, bukan aplikasi abal-abal.

Cara cepat memverifikasi legalitas sebuah sekuritas:

  • Pastikan namanya tercantum sebagai perusahaan efek di kanal resmi KSEI atau OJK.
  • Pastikan ada RDN atas namamu sendiri, bukan sekadar transfer ke rekening perusahaan atau perorangan.
  • Waspadai janji "pasti untung", "bunga tetap harian", atau paksaan setor cepat. Ciri-ciri ini justru bertentangan dengan sifat saham yang harganya berfluktuasi.

Sinyal keamanannya ada pada tata kelola: dana di RDN terpisah dan saham tercatat di penyimpanan sentral. Ini fondasi yang membedakan investasi saham resmi dari skema investasi bodong.

Mekanisme lot: 1 lot berapa lembar saham

Di Bursa Efek Indonesia, kamu tidak bisa membeli saham per satu lembar di Pasar Reguler. Aturan perdagangan menetapkan satuan perdagangan (round lot) sebesar 100 efek atau kelipatannya. Jadi 1 lot sama dengan 100 lembar, dan pembelian selalu dalam kelipatan lot.

Konsep lot ini menentukan modal minimal yang teknis untuk sebuah saham. Rumusnya sederhana:

Modal 1 lot = harga per lembar x 100 lembar (belum termasuk biaya)

Sebagai ilustrasi (angka contoh, bukan rekomendasi saham): kalau harga sebuah saham Rp1.200 per lembar, maka 1 lot berharga Rp1.200 x 100 = Rp120.000, sebelum biaya. Kalau harganya Rp500 per lembar, 1 lot cukup Rp50.000. Ganti angka ini dengan harga saham nyata yang kamu amati di aplikasi untuk memperkirakan kebutuhan dananya.

Harga saham sendiri bergerak dalam kelipatan tertentu yang disebut fraksi harga. Fraksi ini menjadi patokan seberapa besar harga bisa naik atau turun dalam sekali langkah. Berikut fraksi harga yang berlaku di Pasar Reguler menurut Bursa Efek Indonesia:

Kelompok harga sahamFraksi harga
Di bawah Rp200Rp1
Rp200 sampai di bawah Rp500Rp2
Rp500 sampai di bawah Rp2.000Rp5
Rp2.000 sampai di bawah Rp5.000Rp10
Rp5.000 ke atasRp25

Sebagai catatan, harga terendah sebuah saham yang boleh ditransaksikan di Pasar Reguler adalah Rp50 per lembar. Angka ini penting supaya kamu tidak salah paham menganggap saham "murah" pasti "bagus", karena harga rendah kerap berkaitan dengan likuiditas dan kondisi perusahaan tertentu.

Jam bursa dan cara order saham

Setelah RDN terisi dan kamu paham lot, langkah berikutnya adalah mengirim order pada waktu yang tepat. Order boleh kamu susun kapan saja di aplikasi, tetapi eksekusinya menyesuaikan jam perdagangan. Berikut jam Pasar Reguler menurut Bursa Efek Indonesia:

SesiSenin sampai KamisJumat
Prapembukaan08.45 sampai 08.59.59 WIB08.45 sampai 08.59.59 WIB
Sesi I09.00 sampai 12.00 WIB09.00 sampai 11.30 WIB
Sesi II13.30 sampai 15.49.59 WIB14.00 sampai 15.49.59 WIB

Bursa tidak beroperasi pada Sabtu, Minggu, dan hari libur bursa. Ada pula sesi prapenutupan dan pascapenutupan di sore hari untuk pembentukan harga penutupan.

Cara kerja order sendiri mengikuti dua prinsip antrean: prioritas harga dan prioritas waktu. Permintaan beli di harga lebih tinggi didahulukan, dan bila harganya sama, order yang masuk lebih dulu yang diproses. Order beli baru berubah jadi transaksi ketika bertemu (match) dengan order jual di harga yang cocok.

Satu hal yang sering terlewat pemula adalah waktu penyelesaian. Di Pasar Reguler, kepemilikan saham diselesaikan pada hari bursa ke-2 setelah transaksi, atau dikenal dengan istilah T+2. Artinya, meski order beli sudah match hari ini, penyelesaian administratifnya rampung dua hari bursa kemudian.

Biaya transaksi beli dan jual saham

Setiap kali beli atau jual, ada biaya yang otomatis dipotong. Memahami ini membantu kamu menghitung titik impas dengan realistis. Menurut Bursa Efek Indonesia, biaya wajib di Pasar Reguler (di luar komisi sekuritas) adalah sebagai berikut:

Jenis transaksiTotal biaya wajib bursaTermasuk PPh final penjualan
Beli0,0433% dari nilai transaksiTidak ada
Jual0,1433% dari nilai transaksi0,1% (hanya saat jual)

Biaya di atas mencakup biaya transaksi BEI, biaya kliring KPEI, biaya penyelesaian KSEI, dana jaminan, dan PPN. Selisih antara jual dan beli berasal dari Pajak Penghasilan (PPh) final penjualan saham sebesar 0,1% yang hanya dikenakan ketika kamu menjual. Perlu digarisbawahi, angka ini belum termasuk komisi yang dikenakan sekuritas kepada nasabah, dan besar komisi berbeda-beda antar perusahaan efek.

Karena ada biaya di kedua sisi, sering membeli dan menjual dalam waktu singkat bisa menggerus hasil. Inilah salah satu alasan banyak investor pemula memilih pendekatan jangka panjang ketimbang jual-beli harian. Kalau kamu ingin mensimulasikan pertumbuhan dana dari waktu ke waktu, coba simulasi investasi sebelum menaruh uang sungguhan.

Kesalahan pemula dan cara mulai yang aman

Data menunjukkan minat berinvestasi saham tumbuh pesat. Jumlah investor pasar modal (Single Investor Identification) mencapai 27.750.857 dan investor saham 9.735.902 per akhir Mei 2026 menurut KSEI, dengan mayoritas berusia 30 tahun ke bawah. Sayangnya, antusiasme sering tidak dibarengi pemahaman. Indeks literasi keuangan nasional baru 66,46% menurut SNLIK 2025, sehingga kesenjangan antara ikut-ikutan dan benar-benar paham masih lebar.

Beberapa kesalahan yang paling sering menjebak pemula:

  • Memakai uang kebutuhan pokok atau utang. Saham berfluktuasi, jadi hanya pantas diisi dengan dana yang tidak kamu perlukan dalam waktu dekat.
  • Beli karena rekomendasi grup tanpa mengerti bisnisnya. Kode saham yang viral belum tentu cocok dengan tujuan dan profil risikomu.
  • Mengabaikan biaya transaksi. Terlalu sering jual-beli membuat biaya menumpuk dan menekan hasil.
  • Tergiur "pasti untung". Tidak ada imbal hasil pasti di saham. Klaim semacam itu justru ciri penipuan.
  • Menaruh semua dana di satu saham. Konsentrasi berlebih memperbesar dampak bila satu perusahaan bermasalah.
Waspada: jangan pernah mentransfer dana ke pihak yang mengaku bisa "mengelola saham" dengan janji untung tetap. Sepanjang 2017 sampai 12 November 2025, Satgas PASTI OJK telah menghentikan 14.005 entitas keuangan ilegal, dengan total kerugian penipuan yang dilaporkan mencapai Rp7,8 triliun. Investasi saham yang sah selalu lewat sekuritas berizin dengan RDN atas namamu sendiri.

Kalau kamu ingin memulai dengan lebih tenang, lakukan bertahap: mulai dari nominal kecil untuk belajar, pahami satu perusahaan sebelum menambah, dan naikkan porsi seiring pemahamanmu bertambah. Untuk yang ingin praktik langsung dari ponsel, baca lanjutan panduannya di cara main saham pemula di HP. Kamu juga bisa membandingkan pendekatan lain yang lebih terdiversifikasi lewat reksadana, misalnya dengan memahami dulu apa itu reksadana dan cara investasi reksadana, atau instrumen lindung nilai seperti emas.

Penutup: mulai dari paham, bukan dari ikut-ikutan

Cara beli saham secara teknis memang sederhana: buka rekening efek dan RDN di sekuritas berizin OJK, setor dana, cari kode emiten, lalu beli minimal 1 lot pada jam bursa. Yang membedakan investor yang bertahan dengan yang cepat menyerah bukan kecepatan membeli, melainkan kesabaran memahami apa yang dibeli, disiplin memakai uang dingin, dan konsistensi belajar. Pahami dulu mekanisme, lot, jam, dan biayanya, baru melangkah dengan nominal yang kamu siap kehilangan saat belajar.

Disclaimer: artikel ini bersifat edukasi dan bukan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham tertentu. Semua contoh angka adalah ilustrasi mekanisme, bukan proyeksi keuntungan. Investasi saham mengandung risiko, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal, dan kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Pelajari profil risikomu, gunakan hanya dana yang tidak kamu butuhkan dalam waktu dekat, dan bertransaksilah hanya melalui perusahaan efek yang diawasi OJK.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa modal minimal untuk mulai beli saham?
Tidak ada patokan resmi yang seragam. Secara mekanis, modal beli paling kecil adalah harga 1 lot, yaitu harga satu lembar saham dikali 100 lembar, ditambah biaya transaksi. Kalau harga sebuah saham Rp1.000 per lembar, maka 1 lot berharga sekitar Rp100.000 plus biaya. Banyak sekuritas kini tidak mensyaratkan setoran awal minimal untuk membuka rekening, tetapi kebijakannya berbeda-beda antar perusahaan efek.
1 lot saham itu berapa lembar?
Menurut aturan perdagangan Bursa Efek Indonesia, satuan perdagangan (round lot) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai adalah 100 efek atau kelipatannya. Artinya 1 lot sama dengan 100 lembar saham, dan pembelian dilakukan dalam kelipatan lot: 1 lot, 2 lot, 10 lot, dan seterusnya.
Apa itu RDN dan kenapa harus punya?
Rekening Dana Nasabah (RDN) adalah rekening dana atas nama Anda di bank yang dipakai khusus untuk menampung uang transaksi saham, terpisah dari rekening tabungan harian dan terpisah dari kas perusahaan sekuritas. RDN dibuka bersamaan dengan rekening efek dan diatur OJK, sehingga dana Anda tidak bercampur dengan dana perusahaan efek.
Jam berapa bisa beli saham di bursa?
Pasar Reguler Bursa Efek Indonesia buka Sesi I pukul 09.00 sampai 12.00 WIB (Senin sampai Kamis) atau 09.00 sampai 11.30 WIB (Jumat), lalu Sesi II pukul 13.30 sampai 15.49.59 WIB (Senin sampai Kamis) atau 14.00 sampai 15.49.59 WIB (Jumat). Bursa tutup pada Sabtu, Minggu, dan hari libur bursa. Order boleh diinput kapan saja lewat aplikasi, tetapi baru diproses saat jam bursa.
Berapa biaya beli dan jual saham?
Di luar komisi sekuritas, biaya wajib bursa di Pasar Reguler adalah sekitar 0,0433% dari nilai transaksi saat beli dan 0,1433% saat jual. Selisihnya berasal dari Pajak Penghasilan (PPh) final penjualan saham sebesar 0,1% yang hanya dikenakan pada transaksi jual. Di atas itu, setiap sekuritas menambahkan komisi sendiri yang besarnya berbeda-beda.
Bagaimana cara memastikan sekuritas yang saya pilih legal?
Pastikan perusahaan sekuritas berstatus Anggota Bursa dan memiliki izin dari OJK sebagai Perantara Pedagang Efek. Anda bisa mengecek daftar perusahaan efek yang terdaftar di kanal resmi KSEI dan OJK, serta menghindari pihak yang menjanjikan keuntungan pasti atau meminta transfer dana ke rekening pribadi di luar RDN.
Tentang penulis
Tim Redaksi Uang Bijak
Redaksi Editorial · Profil & kredensial

Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.

Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab

Masih ada yang ingin ditanyakan soal belajar saham? Ceritakan kondisimu, kami bantu arahkan langkah yang masuk akal.

Tanya via WhatsApp