Gadai Emas di Pegadaian: Cara Kerja Taksiran, Biaya, dan Cara Menebusnya
Gadai emas 1 gram di pegadaian dapat berapa? Pahami cara kerja taksiran, rasio taksir, sewa modal, cara menebus, dan risiko telat tebus.

Pertanyaan gadai emas 1 gram di pegadaian dapat berapa adalah salah satu yang paling sering diketik orang sebelum berangkat ke outlet, dan jawaban jujurnya mengecewakan sekaligus melegakan: tidak ada satu angka yang berlaku sepanjang waktu. Uang yang kamu terima bukan harga jual emasmu, melainkan hasil perkalian nilai taksiran dengan rasio taksir. Nilai taksirannya sendiri bergantung pada berat, kadar atau karat, kondisi barang, dan harga emas yang berlaku di hari kamu datang. Karena harga emas bergerak tiap hari dan tarif adalah kebijakan perusahaan yang bisa berubah, angka pasti untuk 1 gram hanya keluar dari penaksir di outlet atau simulasi resmi. Yang bisa kamu kuasai sekarang adalah mekanismenya, dan itulah isi panduan ini: bagaimana taksiran dihitung, biaya apa saja yang menempel, bagaimana cara menebus, dan apa yang terjadi kalau kamu telat.
Kenapa jawaban "dapat berapa" tidak bisa satu angka
Banyak orang membayangkan gadai emas seperti menjual emas: bawa 1 gram, terima harga 1 gram. Bukan begitu cara kerjanya, dan perbedaan ini penting dipahami sebelum kamu kecewa di depan loket.
OJK mendefinisikan gadai sebagai suatu hak yang diperoleh atas suatu benda bergerak, yang digunakan sebagai jaminan atas pinjaman yang diberikan oleh penerima gadai. Benda bergerak artinya benda yang dapat dipindahkan, bukan benda tetap seperti tanah atau bangunan. Emas jelas masuk kategori itu. Jadi yang sedang terjadi bukan transaksi jual beli, melainkan pinjam meminjam dengan emasmu sebagai jaminan.
Konsekuensinya langsung terasa di angka. Pemberi pinjaman harus menjaga jarak aman antara uang yang dia keluarkan dan nilai barang yang dia pegang. Kalau dia meminjamkan persis senilai emasmu, dia tidak punya ruang sama sekali ketika harga emas turun atau ketika barang harus dicairkan. Karena itu uang pinjaman selalu berada di bawah nilai taksiran, dan selisih itu bukan potongan yang dicuri darimu, melainkan bantalan risiko yang wajar dalam skema utang beragun.
Ada tiga variabel yang membuat angkanya berpindah-pindah bahkan untuk berat yang sama persis:
- Kadar atau karat. Emas 24 karat dan perhiasan berkadar rendah punya kandungan emas murni yang jauh berbeda meski beratnya sama-sama 1 gram. Taksirannya ikut berbeda.
- Harga emas yang berlaku saat itu. Penaksiran memakai harga acuan yang bergerak. Angka minggu lalu bukan janji untuk minggu ini.
- Kondisi dan bentuk barang. Batangan, perhiasan, dan koin tidak selalu diperlakukan identik.
OJK juga mencatat nilai pinjaman di perusahaan pergadaian bervariasi mulai dari Rp50.000 sampai Rp500.000.000 atau lebih, dengan proses yang bisa selesai dalam waktu singkat, sekitar 15 menit, tanpa perlu membuka rekening. Rentang selebar itu justru menegaskan poinnya: besaran pinjaman ditentukan barang yang kamu bawa, bukan tarif seragam untuk semua orang.
Cara kerja taksiran, dari berat dan kadar sampai uang pinjaman
Di sinilah pertanyaan "dapat berapa" benar-benar dijawab. Pegadaian menguraikan perhitungan gadai ke dalam beberapa komponen utama, dan memahami empat yang pertama sudah cukup membuatmu bisa memperkirakan sendiri.
Nilai taksiran adalah perkiraan nilai barang berdasarkan harga pasar dan kondisi barang. Ini fondasinya. Petugas menaksir emasmu, dan angka inilah yang jadi dasar penentuan pinjaman.
Rasio taksir adalah persentase pinjaman dari nilai taksiran yang menentukan besar dana yang bisa kamu terima. Semakin tinggi rasio taksir, semakin besar dana yang bisa kamu terima dari nilai barang yang digadaikan. Pegadaian mencontohkan rasio taksir untuk emas berada di kisaran 90 sampai 99 persen, sementara barang non emas maksimal 90 persen dan barang elektronik maksimal 94 persen. Perhatikan bahwa Pegadaian menuliskannya sebagai contoh dan memakai kata "sekitar", bukan angka final yang mengikat. Ini menjelaskan kenapa emas dianggap agunan yang disukai: likuid, mudah dinilai, dan nilainya relatif jelas, sehingga porsi pinjamannya bisa lebih besar dibanding barang lain.
Uang pinjaman adalah jumlah dana yang akhirnya diterima nasabah berdasarkan hasil taksiran dan rasio taksir yang berlaku.
Jadi alurnya begini. Berat dan kadar emasmu diterjemahkan menjadi nilai taksiran memakai harga acuan hari itu. Nilai taksiran dikalikan rasio taksir, hasilnya uang pinjaman. Untuk 1 gram, semua langkah ini tetap sama, hanya angkanya yang kecil. Perhatikan bahwa perhitungan ini tidak menyentuh nomor rekening, slip gaji, atau riwayat kreditmu sama sekali. Pegadaian menyebut sistem gadai emas tidak memerlukan pemeriksaan skor kredit, dan syarat utamanya hanya dua: Kartu Tanda Penduduk sebagai bukti identitas, serta emas sebagai barang jaminan yang bisa berupa batangan, perhiasan, koin, atau perhiasan dengan berlian.
Bagaimana kalau surat emasmu hilang? Pegadaian menyatakan tetap menerima pengajuan gadai tanpa surat, karena nilai emas akan ditaksir langsung oleh petugas di gerai. Surat pembelian membantu, tetapi bukan penentu, sebab yang dinilai adalah barangnya. Kalau kamu ragu dengan keaslian emas yang kamu pegang, ada baiknya memahami dulu ciri emas palsu sebelum membawanya ke loket, karena penaksiran resmi akan menyingkap hal itu.
| Komponen | Apa artinya | Yang membuatnya berubah |
|---|---|---|
| Nilai taksiran | Perkiraan nilai emas berdasarkan harga pasar dan kondisi barang | Berat, kadar atau karat, harga emas hari itu |
| Rasio taksir | Persentase pinjaman terhadap nilai taksiran | Jenis barang jaminan dan kebijakan perusahaan |
| Uang pinjaman | Dana yang benar-benar kamu terima | Hasil taksiran dikali rasio taksir |
| Sewa modal | Biaya pinjaman yang berjalan seiring waktu | Besar pinjaman, lama pinjaman, tarif yang berlaku |
| Biaya administrasi | Biaya awal saat pencairan dana | Nilai pinjaman |
| Tenor | Jangka waktu pinjaman sebelum jatuh tempo | Produk yang kamu pilih |
Aturannya juga menuntut penaksiran dilakukan orang yang memang bertugas untuk itu. POJK Nomor 39 Tahun 2024 tentang Pergadaian mewajibkan perusahaan pergadaian memiliki paling sedikit satu orang Penaksir pada setiap Kantor Cabang, dan Penaksir dilarang merangkap jabatan pada Kantor Cabang lain. Ini bukan detail administratif belaka. Ia adalah alasan kenapa angka taksiran final memang hanya bisa keluar dari cabang, bukan dari kalkulator di internet.

Biaya yang menempel pada gadai emas
Uang pinjaman yang cair bukan uang yang kamu bayar kembali. Ada dua lapis biaya yang perlu kamu hitung sejak awal, dan keduanya sering baru disadari orang saat hendak menebus.
Sewa modal adalah biaya pinjaman, padanan dari bunga. Pegadaian menjelaskan sewa modal dihitung harian sejak pencairan dana, dan pada produk gadai emas umumnya perhitungannya didasarkan pada periode per 15 hari untuk tenor 120 hari. Tarifnya, kata Pegadaian, dapat berbeda tergantung jenis barang dan jumlah pinjaman. Dua hal ini yang perlu kamu tangkap: biayanya berjalan mengikuti waktu, dan tarifnya bukan angka tunggal.
Biaya administrasi adalah biaya awal yang dikenakan saat pencairan dana, dan besarannya menyesuaikan nilai pinjaman.
Saya sengaja tidak menuliskan tarif persisnya sebagai fakta yang bisa kamu pegang, dan ini keputusan sadar. Tarif sewa modal dan biaya administrasi adalah kebijakan perusahaan yang dapat berubah sewaktu-waktu, berbeda antar produk gadai, dan berbeda menurut besar pinjaman. Angka yang beredar di artikel lama atau di kolom komentar sering sudah tidak berlaku, dan sebagian saling bertentangan. Menyalinnya ke sini hanya akan membuatmu salah hitung. Pegadaian sendiri mengarahkan pembacanya menghitung lewat fitur simulasi gadai emas di situs resmi mereka.
Yang lebih berguna daripada menghafal tarif adalah memahami perilaku biayanya:
- Biaya tumbuh mengikuti waktu, bukan sekali bayar. Karena sewa modal dihitung berjalan, menebus lebih cepat berarti membayar lebih sedikit. Menunda berarti menambah.
- Tenor bukan target, tapi batas. Pegadaian menyebut pilihan tenor gadai antara lain 30 hari, 120 hari, hingga 180 hari khusus emas, dan bisa diperpanjang sesuai kebutuhan. Jatuh tempo adalah batas akhir, bukan anjuran menunggu sampai hari terakhir.
- Besar pinjaman memengaruhi tarif. Karena tarif menyesuaikan jumlah pinjaman, meminjam lebih besar dari kebutuhanmu bukan hanya menambah pokok, tapi juga bisa memindahkanmu ke lapis tarif yang berbeda.
- Angka final ada di dokumen, bukan di brosur. Yang mengikat adalah rincian di Surat Bukti Gadai yang kamu tanda tangani.
Gadai, jual, dan Tabungan Emas, tiga hal yang sering tertukar
Ketiganya tersedia di Pegadaian dan sama-sama melibatkan emas. Di situlah kekacauannya bermula. Padahal arah uangnya berlawanan, dan salah pilih berarti membayar biaya untuk sesuatu yang sebenarnya tidak kamu butuhkan.
Gadai emas adalah utang beragun emas. Kamu menerima uang sekarang, emasmu disimpan sebagai jaminan, kepemilikan tetap milikmu, dan kamu wajib mengembalikan pokok ditambah sewa modal untuk menebusnya. OJK merumuskannya ringkas: gadai adalah perjanjian pinjam meminjam dengan jaminan berupa barang berharga, dan barang itu akan dikembalikan setelah pinjaman beserta bunga dilunasi. Jadi gadai menambah kewajiban.
Jual emas adalah pelepasan kepemilikan. Kamu menerima uang, emasnya bukan milikmu lagi, dan selesai. Tidak ada sewa modal, tidak ada jatuh tempo, tidak ada risiko lelang. Kalau kamu sebenarnya tidak berencana menebus emas itu kembali, gadai justru membuatmu membayar biaya untuk menunda keputusan yang ujungnya sama saja.
Tabungan Emas adalah produk menabung, bukan pinjaman sama sekali. Kamu menyetor uang untuk membeli emas sedikit demi sedikit dan menjadi pemilik saldo emas. Arahnya berkebalikan dengan gadai: yang satu membuatmu berutang, yang satu membuatmu punya aset. Kalau yang kamu cari adalah cara mengumpulkan emas dan bukan cara mendapatkan dana cepat, bahasannya ada di panduan cara menabung emas di Pegadaian, bukan di halaman ini.
| Aspek | Gadai emas | Jual emas | Tabungan Emas |
|---|---|---|---|
| Arah uang | Kamu menerima pinjaman | Kamu menerima pembayaran | Kamu menyetor dana |
| Kepemilikan emas | Tetap milikmu, disimpan sebagai jaminan | Lepas permanen | Menjadi milikmu secara bertahap |
| Kewajiban setelahnya | Pokok ditambah sewa modal | Tidak ada | Tidak ada, ini menabung |
| Ada jatuh tempo | Ya | Tidak | Tidak |
| Risiko kehilangan emas | Ada, lewat lelang bila tidak ditebus | Sudah dilepas sejak awal | Tidak relevan |
| Cocok untuk | Butuh dana sementara dan yakin bisa menebus | Butuh dana dan tidak berniat menebus | Mengumpulkan aset jangka panjang |
Pertanyaan penyaringnya cuma satu, dan sebaiknya kamu jawab jujur sebelum berangkat: apakah kamu punya rencana konkret untuk menebus emas ini, dengan sumber dana yang jelas dan tanggal yang masuk akal? Kalau jawabannya ya, gadai adalah alat yang tepat karena kamu membayar sewa modal sebagai harga untuk mempertahankan emasmu. Kalau jawabannya tidak atau belum tahu, kamu sedang mempertimbangkan gadai untuk pekerjaan yang sebenarnya milik penjualan. Dan kalau kebutuhanmu berulang setiap bulan, akar masalahnya bukan di pilihan produk, melainkan di ketiadaan dana darurat yang membuat setiap kejutan kecil harus dibayar dengan menggadaikan aset.
Cara menebus emasmu, dan pilihan kalau belum sanggup
Ini bagian yang paling sering ditanyakan setelah dana cair, dan kabar baiknya OJK sudah menjelaskannya dengan gamblang.
OJK meluruskan anggapan bahwa gadai harus langsung lunas saat jatuh tempo. Dalam praktiknya, gadai memberikan fleksibilitas bagi nasabah untuk mengelola pinjamannya, mulai dari melunasi, mengangsur, hingga memperpanjang jangka waktu. Prosesnya mengikuti tahapan yang terstruktur.
Langkah awalnya adalah mendatangi kantor atau outlet perusahaan gadai. Kehadiran langsung diperlukan untuk memastikan keaslian data dan kelengkapan dokumen serta memudahkan verifikasi oleh petugas, meski kanal digital dapat dimanfaatkan bila tersedia untuk transaksi tertentu seperti pembayaran bunga atau angsuran. Berikutnya kamu menyerahkan Surat Bukti Gadai (SBG), dokumen yang berisi informasi terkait pinjaman seperti nilai pinjaman, jangka waktu, dan ketentuan lainnya. SBG harus diserahkan sebagai dasar penghitungan dan pembaruan data transaksi. Setelah SBG diverifikasi, petugas menghitung besarnya bunga yang harus dibayarkan berdasarkan jumlah pinjaman, jangka waktu pinjaman, dan ketentuan bunga yang berlaku. Untuk gadai syariah, komponen ini berupa biaya penyimpanan atau pemeliharaan.
Barulah kamu memilih satu dari tiga opsi, dan OJK menuliskan rumusnya:
- Pelunasan, kalau kamu ingin menebus kembali barang secara penuh. Rumusnya pokok pinjaman ditambah bunga. Setelah dibayar, barang jaminan langsung dikembalikan.
- Angsuran, kalau belum mampu melunasi seluruhnya. Rumusnya angsuran ditambah bunga ditambah biaya administrasi. Jumlah pinjaman berkurang, tetapi kewajiban belum selesai.
- Perpanjangan jangka waktu, kalau belum bisa melunasi maupun mengangsur dalam jumlah signifikan. Rumusnya bunga ditambah biaya administrasi. Kamu mendapat tambahan waktu sebelum jatuh tempo berikutnya.
Perhatikan baik-baik rumus perpanjangan, karena di sinilah orang paling sering keliru menilai. Perpanjangan hanya membayar bunga dan administrasi. Pokok pinjamanmu tidak berkurang sepeser pun. OJK menegaskan kewajiban pinjaman tetap ada dan perlu diselesaikan di kemudian hari. Artinya perpanjangan berulang membuatmu terus membayar tanpa pernah mendekati garis akhir, dan total biaya yang kamu keluarkan bisa jauh melampaui perkiraan awalmu. Perpanjangan adalah alat untuk mengulur waktu ketika dana penebusan benar-benar sedang di jalan, bukan strategi jangka panjang.
Simpan buktinya. OJK menyebut untuk angsuran atau perpanjangan, nasabah akan menerima bukti pembayaran berupa struk serta SBG yang telah diperbarui atau addendum perjanjian gadai sebagai bukti perubahan kondisi pinjaman, dan dokumen ini penting disimpan sebagai referensi transaksi di masa mendatang.

Kalau tidak ditebus: perpanjangan, lelang, dan hak yang kamu punya
Bagian ini perlu ditulis apa adanya, tanpa dibesar-besarkan dan tanpa disembunyikan.
Kalau kamu tidak melunasi, tidak mengangsur, dan tidak memperpanjang, barang jaminanmu bisa dilelang. OJK menyebut hal ini sebagai salah satu kasus yang memang muncul di lapangan: barang jaminan dilelang karena pinjaman tidak ditebus tepat waktu, atau konsumen merasa dirugikan karena tidak memahami struktur biaya yang dikenakan sejak awal. Dua sebab itu berkaitan erat, dan keduanya berakar pada informasi yang tidak dibaca di awal.
Tapi lelang bukan hukuman mendadak, dan kamu bukan pihak yang tidak berdaya. OJK menegaskan bahwa sebagai konsumen kamu berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai besar pinjaman, bunga atau sewa modal yang dikenakan, jangka waktu gadai, serta konsekuensi jika gagal membayar. Kamu juga berhak mendapatkan bukti gadai resmi sebagai dokumen yang menunjukkan hak atas barang yang dijaminkan, berhak atas layanan yang adil dan transparan, serta berhak atas perlindungan data pribadi. Perhatikan bahwa "konsekuensi jika gagal membayar" secara eksplisit termasuk hak informasimu. Kalau petugas tidak menjelaskannya, kamu berhak bertanya sampai jelas sebelum menandatangani apa pun.
Hak itu berjalan seimbang dengan kewajiban. OJK menyebut kamu wajib memberikan informasi dan data yang benar termasuk identitas diri dan kepemilikan sah atas barang yang dijaminkan, membaca dan memahami seluruh ketentuan dalam perjanjian gadai, membayar bunga dan biaya layanan sesuai kesepakatan, serta melunasi pinjaman sebelum jatuh tempo agar barang jaminan bisa dikembalikan.
Perlindungan formalnya juga ada. POJK Nomor 39 Tahun 2024 mewajibkan seluruh perjanjian antara perusahaan dan nasabah dituangkan dalam perjanjian tertulis, salah satunya Surat Bukti Gadai, dan perjanjian itu wajib memenuhi cakupan informasi minimum. Jadi SBG bukan sekadar tanda terima, melainkan dokumen yang secara regulasi harus memuat informasi minimum tentang pinjamanmu. Bacalah sebelum menandatangani, bukan setelah.
Yang paling menentukan justru terjadi jauh sebelum lelang, yaitu di pemilihan tempat. OJK menyebut Perusahaan Pergadaian, baik swasta maupun pemerintah, termasuk yang berdasarkan prinsip syariah, diatur dan diawasi oleh OJK, dan tidak seluruh usaha gadai yang beredar memiliki izin serta legalitas hukum. OJK merinci ciri usaha pergadaian gelap yang harus dihindari:
- Outlet atau tempat usaha tidak memiliki tempat penyimpanan barang gadai.
- Penaksiran atas barang jaminan gadai tidak tersertifikasi.
- Suku bunga yang dikenakan nilainya tinggi.
- Uang kelebihan dari lelang atau penjualan barang gadai tidak transparan dan dikembalikan kepada konsumen.
- Barang jaminan gadai tidak diasuransikan.
- Surat Bukti Gadai tidak terstandar dan cenderung menguntungkan pelaku usaha pergadaian.
- Tidak memiliki tanda terdaftar atau izin usaha pergadaian dari otoritas yang berwenang, yaitu OJK.
Butir keempat pantas kamu baca dua kali. Ketika barang gadai dilelang dan hasilnya melebihi kewajibanmu, ada uang kelebihan yang semestinya transparan dan dikembalikan kepada konsumen. Ketidaktransparanan soal ini justru dijadikan OJK sebagai penanda gadai gelap. Artinya lelang di lembaga resmi pun bukan berarti seluruh nilai emasmu lenyap begitu saja, dan kamu berhak tahu perhitungannya.
Langkah praktis sebelum kamu berangkat ke outlet
Kalau setelah membaca semua di atas gadai emas terasa cocok dengan situasimu, ini urutan yang masuk akal.
- Pastikan dulu ini gadai, bukan jual. Tanyakan pada dirimu apakah ada rencana konkret menebus, dengan sumber dana dan tanggal yang jelas. Kalau tidak ada, kamu sedang membayar sewa modal untuk menunda keputusan menjual.
- Pinjam sebesar kebutuhan, bukan sebesar plafon. Karena tarif menyesuaikan besar pinjaman dan sewa modal berjalan mengikuti waktu, setiap rupiah ekstra yang tidak kamu butuhkan adalah biaya yang tidak perlu.
- Pilih tenor yang realistis, lalu targetkan lebih cepat. Pegadaian menyebut tenor gadai antara lain 30 hari, 120 hari, hingga 180 hari khusus emas. Jatuh tempo adalah batas, bukan jadwal.
- Bawa yang diminta. Menurut Pegadaian, cukup KTP dan emasnya. Surat pembelian disertakan bila ada, tetapi pengajuan tanpa surat tetap diterima karena emas ditaksir langsung oleh petugas.
- Cek angka lewat jalur resmi. Pakai simulasi Pegadaian untuk memperkirakan, lalu konfirmasi ke outlet untuk angka yang mengikat. Nominal taksiran final memang keluar dari penaksir di cabang.
- Minta tiga angka sebelum tanda tangan. Uang yang cair, total tebus di jatuh tempo, dan total tebus kalau kamu perpanjang sekali. Kalau ada yang tidak bisa dijawab hitam di atas putih, tunda dulu.
- Baca Surat Bukti Gadai, jangan cuma tanda tangani. SBG wajib memuat informasi minimum sesuai POJK, dan di sanalah nilai pinjaman, jangka waktu, serta ketentuan lain tercatat resmi.
- Catat tanggal jatuh tempo di ponselmu hari itu juga. Pasang pengingat beberapa hari sebelumnya. Sebagian besar cerita buruk soal gadai berawal dari tanggal yang terlewat, bukan dari tarif yang mahal.
Sebagai catatan penutup soal angka: tarif sewa modal, biaya administrasi, rasio taksir, dan harga acuan emas semuanya bergerak. Tidak ada angka evergreen yang bisa kamu pegang selamanya dari artikel mana pun, termasuk artikel ini. Rumusnya yang tetap, bukan hasilnya. Kalau kamu sedang membandingkan langkah lain dengan emasmu, misalnya menambah simpanan lewat pembelian emas Antam atau sekadar memahami lanskap produk emas yang tersedia, telusuri panduan emas kami.
Terakhir, dan ini penting: artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan bukan saran, ajakan, atau rekomendasi produk keuangan. Uang Bijak tidak menjual produk gadai dan tidak berafiliasi dengan perusahaan pergadaian mana pun. Keputusan menggadaikan emas ada di tanganmu, sebaiknya diambil setelah membaca ketentuan resmi produk, memastikan lembaganya berizin OJK, dan menyesuaikannya dengan kondisi keuanganmu sendiri. Baca juga disclaimer kami.
Gadai emas 1 gram di Pegadaian dapat berapa?
Apa bedanya gadai emas dan jual emas?
Apakah gadai emas sama dengan Tabungan Emas?
Apa saja syarat gadai emas di Pegadaian?
Berapa biaya sewa modal gadai emas?
Apa yang terjadi kalau emas gadai tidak ditebus?
Bagaimana cara memastikan tempat gadai itu resmi?
Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.
Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab
Sumber
OJK Sikapi Uangmu - Yuk Kenali Usaha GadaiDefinisi gadai dan rentang nilai pinjamanOJK Sikapi Uangmu - Memahami Tahap Pelunasan, Angsuran, dan Perpanjangan Jangka Waktu GadaiAlur menebus, mengangsur, dan memperpanjangOJK Sikapi Uangmu - Gadai Nyaman, Konsumen Tenang: Ini Hak & KewajibanmuHak konsumen gadai dan risiko lelangOJK Sikapi Uangmu - Tertarik Gadai di Perusahaan Gadai Swasta? Cek Dulu Legalitas Perusahaannya!Ciri usaha pergadaian gelapOJK - POJK Nomor 39 Tahun 2024 tentang PergadaianSurat Bukti Gadai dan kewajiban penaksirPegadaian - Simulasi Perhitungan Gadai di Pegadaian & Komponen BiayanyaKomponen taksiran, rasio taksir, sewa modal, tenorPegadaian - Sistem Gadai Emas di Pegadaian: Syarat, Cara, dan BiayaSyarat dan alur gadai emasPegadaian - Simulasi resmiAlat simulasi resmi PegadaianSetiap angka dan klaim di artikel ini dirujuk ke sumber resmi di atas beserta tanggalnya.
Panduan lain yang berkaitan.
Tabungan Emas BSI: Cara Buka, Biaya, Setoran Awal, dan Bedanya dengan Pegadaian
Zakat Emas: Nisab, Haul, Cara Menghitung, dan Contoh Perhitungannya
Ciri Emas Palsu dan Investasi Emas Bodong: Cara Cek Keaslian dan Izin ke OJK
Masih ada yang ingin ditanyakan soal emas? Ceritakan kondisimu, kami bantu arahkan langkah yang masuk akal.
Tanya via WhatsApp