Saham CDIA
PT Chandra Daya Investasi Tbk
CDIA adalah perusahaan induk yang berinvestasi di infrastruktur pendukung industri: energi dan kelistrikan, air industri, pelabuhan dan penyimpanan, serta logistik. Perusahaan ini bagian dari Chandra Asri Group dan memusatkan pengembangan asetnya di kawasan industri Cilegon.
Harga saham CDIA terakhir tercatat Rp645 per 16 Sep 2026, 16.14 WIB menurut Yahoo Finance / IDX. Di Bursa Efek Indonesia, CDIA tercatat di sektor Infrastruktur dengan subsektor Utilitas.
CDIA saham apa?
Bagian ini menjawab identitas emiten secara langsung: nama perusahaan, kode perdagangan, sektor, dan kegiatan usahanya. Informasi diringkas dari profil Bursa Efek Indonesia dan dokumen perusahaan agar pembaca pemula memahami bisnisnya sebelum melihat harga atau menghitung modal. Konteks ini membantu kamu membaca data berikutnya secara proporsional.
CDIA adalah kode saham PT Chandra Daya Investasi Tbk di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan ini tercatat di sektor Infrastruktur dengan subsektor Utilitas, di Papan Pengembangan, sejak 9 Juli 2025.
Kegiatan usaha utamanya tertulis di profil emiten BEI sebagai “Aktivitas Perusahaan Holding dan Konsultasi Manajemen Lainnya”. Kami mengutipnya apa adanya, tanpa memperhalus, karena itu redaksi administratif yang dipakai bursa.
Harga terakhirnya Rp645 per lembar, diambil 16 Sep 2026, 16.14 WIB dari Yahoo Finance / IDX. Rincian lengkapnya, termasuk sumber tiap baris data, ada di tabel data emiten di bawah.
Halaman ini edukasi, bukan rekomendasi beli atau jual saham CDIA.
Data apa yang tersedia untuk emiten CDIA?
Ringkasan ini memisahkan data perusahaan yang relatif tetap dari harga pasar yang bergerak. Profil dan pencatatan dirujuk ke Bursa Efek Indonesia, sedangkan harga menyertakan penyedia data dan waktu pengambilan agar setiap angka bisa diperiksa kembali dengan benar. Konteks ini membantu kamu membaca data berikutnya secara proporsional.
| Kode saham | CDIA |
| Nama perusahaan | PT Chandra Daya Investasi Tbk |
| Sektor (IDX-IC) | Infrastruktur |
| Subsektor (IDX-IC) | Utilitas |
| Industri (IDX-IC) | Utilitas Listrik |
| Papan pencatatan | Papan Pengembangan |
| Tanggal pencatatan (IPO) | 9 Juli 2025 |
| Kegiatan usaha utama | Aktivitas Perusahaan Holding dan Konsultasi Manajemen Lainnya |
| Harga terakhir | Rp645 |
| Modal minimal 1 lot | Rp64.500 (100 lembar, belum termasuk biaya transaksi) |
| Tanggal ambil data pasar | 16 Sep 2026, 16.14 WIB |
| Sumber data profil | Profil perusahaan tercatat CDIA, Bursa Efek Indonesia |
| Sumber data harga | Yahoo Finance / IDX |
| Situs resmi perusahaan | chandradaya-investasi.com/id |
Angka harga di atas adalah kutipan pasar per waktu yang tertera, bukan harga penutupan resmi dan bukan penilaian nilai wajar. Untuk data perdagangan resmi, rujuk ringkasan saham di situs Bursa Efek Indonesia.
Harga saham CDIA berapa hari ini?
Jawaban harga memakai data pasar terakhir yang tersedia, bukan angka buatan atau rekomendasi transaksi. Perhatikan mata uang, waktu data, status tersimpan, dan sumbernya karena harga dapat berubah selama jam perdagangan serta mungkin berbeda dari harga yang muncul di aplikasimu. Konteks ini membantu kamu membaca data berikutnya secara proporsional.
Harga saham CDIA terakhir tercatat Rp645 per lembar, diambil pada 16 Sep 2026, 16.14 WIB dari Yahoo Finance / IDX.
Tiga hal yang perlu kamu pahami saat membaca angka ini. Pertama, harga saham berubah sepanjang jam bursa, jadi angka di halaman ini adalah potret pada waktu pengambilan data, bukan harga saat kamu membacanya. Kedua, harga per lembar yang rendah tidak berarti sebuah saham murah, karena murah atau mahal ditentukan oleh perbandingan harga dengan kinerja perusahaannya. Ketiga, harga resmi yang dipakai untuk perhitungan bursa adalah harga penutupan yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia, bukan kutipan dari penyedia data pihak ketiga.
Kami tidak menerbitkan target harga, harga wajar, maupun prediksi arah harga CDIA. Itu ranah rekomendasi investasi dan bukan wewenang kami.
1 lot saham CDIA berapa rupiah?
Perhitungan modal satu lot mengalikan harga terakhir dengan jumlah saham dalam satu lot di pasar reguler. Nilainya hanya perkiraan sebelum biaya broker dan perubahan harga, jadi gunakan angka ini untuk memahami skala transaksi, bukan sebagai ajakan membeli saham tertentu. Konteks ini membantu kamu membaca data berikutnya secara proporsional.
Di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, saham dibeli per lot, dan satu lot berisi 100 efek menurut ketentuan Bursa Efek Indonesia (IDX). Dengan harga terakhir Rp645 per lembar, modal minimal untuk satu lot CDIA adalah Rp64.500, yaitu Rp645 dikali 100 lembar.
Tiga catatan supaya angka ini tidak salah dibaca. Pertama, itu belum termasuk biaya transaksi, yang besarnya berbeda antar perusahaan sekuritas dan biasanya dihitung sebagai persentase dari nilai transaksi. Kedua, harga bergerak sepanjang jam bursa, sehingga hitungan ini ikut berubah; angka di atas memakai harga yang diambil 16 Sep 2026, 16.14 WIB dari Yahoo Finance / IDX. Ketiga, modal minimal yang kecil bukan alasan untuk membeli; murah atau mahal ditentukan perbandingan harga dengan kinerja perusahaannya, bukan oleh nominal per lembar.
CDIA bergerak di bidang apa?
Bidang usaha menjelaskan sumber pendapatan utama perusahaan dan posisi industrinya. Kami memakai klasifikasi IDX-IC serta ringkasan resmi emiten, lalu menyederhanakannya untuk pembaca pemula tanpa menebak prospek, kualitas bisnis, atau potensi kenaikan harga sahamnya. Konteks ini membantu kamu membaca data berikutnya secara proporsional.
Di klasifikasi IDX-IC milik Bursa Efek Indonesia, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) masuk sektor Infrastruktur dengan subsektor Utilitas dan industri Utilitas Listrik. Kegiatan usaha utamanya tertulis di profil emiten BEI sebagai “Aktivitas Perusahaan Holding dan Konsultasi Manajemen Lainnya”.
CDIA adalah perusahaan induk yang berinvestasi di infrastruktur pendukung industri: energi dan kelistrikan, air industri, pelabuhan dan penyimpanan, serta logistik. Perusahaan ini bagian dari Chandra Asri Group dan memusatkan pengembangan asetnya di kawasan industri Cilegon.
Menurut situs resmi perusahaan, lini usahanya terbagi seperti ini:
- 01Energi. Bisnis dan operasi energi kelompok usaha ini dijalankan lewat PT Krakatau Chandra Energi.
- 02Air industri. Perusahaan memegang 49 persen saham yang diakuisisi dari PT Krakatau Sarana Infrastruktur untuk lini bisnis air.
- 03Pelabuhan dan penyimpanan. Menyediakan layanan pelabuhan dan tangki penyimpanan untuk produk kimia serta minyak bumi olahan.
- 04Logistik. Layanan pengiriman dan pergudangan untuk kebutuhan pelanggan industri.
Memahami bidang usaha penting karena risiko sebuah saham banyak ditentukan oleh industrinya. Rincian resmi kegiatan usaha, alamat, dan susunan pengurus bisa kamu baca di profil perusahaan tercatat CDIA di Bursa Efek Indonesia.
Siapa pemilik saham CDIA?
Bagian kepemilikan membedakan pengendali perusahaan dari pemegang saham publik. Nama yang ditampilkan harus berasal dari dokumen resmi dan dapat berubah setelah aksi korporasi, sehingga pembaca tetap perlu memeriksa laporan terbaru sebelum memakai informasi ini untuk keputusan keuangan. Konteks ini membantu kamu membaca data berikutnya secara proporsional.
Menurut informasi resmi perusahaan, PT Chandra Daya Investasi Tbk merupakan bagian dari Chandra Asri Group. Nama grup bukan jaminan kinerja: yang menentukan tetap bisnis dan keuangan perusahaannya sendiri.
Dua tempat resmi untuk mengeceknya sendiri kapan saja. Pertama, profil perusahaan tercatat CDIA di Bursa Efek Indonesia, yang memuat susunan pengurus dan pemegang saham. Kedua, keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, tempat perusahaan menyampaikan laporan bulanan registrasi pemegang efek serta setiap perubahan kepemilikan yang wajib dilaporkan.
Aksi korporasi CDIA terakhir apa saja?
Aksi korporasi adalah keputusan perusahaan yang mengubah jumlah, harga, atau hak atas sahammu: penerbitan saham baru lewat rights issue, pembelian kembali saham, pemecahan atau penggabungan nilai saham, pembagian dividen, penawaran tender, sampai perubahan nama dan pengendali. Buat pemegang saham pemula, ini bagian yang paling sering luput dibaca padahal paling langsung terasa.
Sampai pengecekan terakhir, kami belum memverifikasi satu pun aksi korporasi CDIA yang punya dokumen sumber yang bisa kami tautkan di sini. Kami memilih mengosongkannya daripada mengutip berita tanpa dokumen resminya.
Penting: daftar di halaman ini bukan riwayat lengkap dan tidak diperbarui otomatis. Catatan resmi dan paling baru selalu ada di halaman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, yang bisa kamu saring per kode emiten, serta di situs resmi perusahaan. Jadikan itu rujukan utamamu, bukan halaman ini.
Bagaimana cara membeli saham CDIA?
Bagian ini menjelaskan mekanisme umum membeli saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, mulai dari memilih perusahaan efek berizin, membuka rekening dana nasabah, mencari kode, sampai memasukkan pesanan. Ini penjelasan prosedur untuk pemula, bukan ajakan membeli saham CDIA. Konteks ini membantu kamu membaca data berikutnya secara proporsional.
- 01Buka rekening efek di perusahaan sekuritas berizin OJK. Perusahaan sekuritas yang boleh mengeksekusi transaksi di bursa adalah Anggota Bursa yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan. Cek status izinnya lebih dulu di situs resmi OJK, jangan hanya percaya materi promosi aplikasinya.
- 02Lengkapi SID dan Rekening Dana Nasabah (RDN). Sekuritas akan mengurus Single Investor Identification lewat KSEI dan membukakan RDN atas namamu di bank. Dana transaksimu mengendap di RDN itu, bukan di rekening perusahaan sekuritas.
- 03Setor dana, lalu pahami satuan perdagangannya. Di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, transaksi harus dalam satuan perdagangan atau lot, yaitu 100 efek atau kelipatannya menurut Bursa Efek Indonesia (IDX). Jadi kebutuhan dana paling kecil adalah harga satu lembar dikali 100, ditambah biaya transaksi yang besarnya berbeda antar sekuritas.
- 04Masukkan pesanan lewat aplikasi sekuritas. Pesanan beli kamu diteruskan ke sistem perdagangan bursa dan baru terjadi transaksi kalau bertemu dengan pesanan jual pada harga yang cocok. Pesanan yang tidak bertemu harga tidak otomatis tereksekusi.
- 05Ketahui kapan saham benar-benar berpindah. Penyelesaian transaksi bursa dilakukan pada hari bursa ke-2 setelah transaksi terjadi atau dikenal sebagai T+2, sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia (IDX). Kepemilikanmu tercatat di KSEI, bukan berupa lembar kertas.
Lima langkah di atas menjelaskan cara kerja mekanismenya, bukan saran untuk membeli saham CDIA. Apakah sebuah saham layak masuk portofoliomu adalah keputusanmu sendiri, idealnya setelah kamu paham bisnisnya, sanggup menanggung risikonya, dan memakai uang yang tidak kamu butuhkan dalam waktu dekat.
Apakah saham CDIA layak dibeli?
Pertanyaan kelayakan tidak punya satu jawaban untuk semua orang karena tujuan, jangka waktu, kemampuan menanggung kerugian, dan harga masuk berbeda. Kami membantu menunjukkan bahan pemeriksaan yang relevan, tetapi tidak memberi rekomendasi beli, jual, atau tahan untuk emiten mana pun. Konteks ini membantu kamu membaca data berikutnya secara proporsional.
Kami tidak menjawab pertanyaan itu, untuk CDIA maupun saham mana pun. Bukan karena tidak mau membantu, tetapi karena jawabannya berbeda untuk tiap orang dan menjawabnya sama saja dengan memberi rekomendasi investasi, sesuatu yang bukan wewenang kami. Kami juga tidak menerbitkan target harga, harga wajar, maupun prediksi arah harga.
Yang bisa kami bantu adalah bahan pertimbangannya. Empat pertanyaan berikut lebih berguna daripada mencari jawaban ya atau tidak dari orang lain: apakah kamu bisa menjelaskan bisnis CDIA dengan kalimatmu sendiri; apakah kamu paham dari mana perusahaan ini menghasilkan uang dan apa risiko industrinya; apakah kamu sanggup melihat nilainya turun tanpa panik menjual; dan apakah uang yang dipakai benar-benar tidak kamu butuhkan dalam waktu dekat. Kalau ada satu saja yang jawabannya belum jelas, belajar lebih dulu adalah langkah yang masuk akal.
Kalau kamu butuh analisis yang disesuaikan dengan kondisi keuanganmu, bicarakan dengan perusahaan sekuritas atau penasihat keuangan yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan. Cek status izinnya di situs resmi OJK sebelum mengikuti sarannya.
Apa yang perlu dipahami sebelum melihat saham CDIA?
Poin-poin berikut membantu pembaca membedakan cerita perusahaan, fakta operasional, dan risiko yang masih perlu diperiksa. Tujuannya adalah membaca CDIA secara lebih tertib sebelum mengambil keputusan sendiri, bukan membangun keyakinan bahwa harga pasti naik atau mendorong transaksi. Konteks ini membantu kamu membaca data berikutnya secara proporsional.
- 01Ini termasuk emiten yang baru melantai di bursa pada 2025, sehingga jejak rekamnya sebagai perusahaan publik masih pendek dan datanya belum sebanyak emiten lama.
- 02Saham yang baru IPO sering bergerak sangat fluktuatif di awal perdagangan. Volatilitas tinggi berarti risiko naik-turun harganya juga besar.
- 03Karena terhubung dengan grup konglomerasi besar, penting memahami model bisnis perusahaannya sendiri, bukan sekadar nama grupnya.
- 04Di profil emiten BEI, kegiatan usaha utama CDIA tercatat sebagai aktivitas perusahaan holding. Artinya pendapatannya bergantung pada kinerja anak-anak usahanya, bukan dari satu pabrik atau satu produk tunggal.
Bagaimana cara membaca profil emiten CDIA?
Mulai dari memahami bisnis, membaca angka laporan, mengenali risiko, lalu membandingkan sumber resmi. Empat langkah sederhana ini membuat profil perusahaan tercatat seperti CDIA lebih mudah dipahami tanpa menyederhanakan ketidakpastian investasi atau mengubah materi edukasi menjadi rekomendasi transaksi. Konteks ini membantu kamu membaca data berikutnya secara proporsional.
- 01Bisnis intinya. Dari mana perusahaan menghasilkan uang? CDIA bergerak di sektor Infrastruktur, jadi kinerjanya banyak dipengaruhi kondisi industri itu. Kalau kamu tidak bisa menjelaskan bisnisnya dengan kalimat sederhana, itu tanda untuk belajar lebih dulu.
- 02Cara ia menghasilkan laba. Pahami sumber pendapatan dan biayanya. Perusahaan yang bertumbuh tidak selalu langsung untung, jadi lihat trennya, bukan satu angka saja.
- 03Likuiditas sahamnya. Seberapa mudah saham dibeli dan dijual. Saham besar biasanya lebih likuid, sementara saham dengan harga per lembar rendah bisa bergerak sangat aktif dalam persen.
- 04Risiko dan aksi korporasi. Dividen, pembelian kembali saham, atau penggabungan saham bisa mengubah nilai dan jumlah lembar sahammu. Selalu baca informasi resmi dari BEI dan perusahaannya.
Emiten lain apa yang bisa dibandingkan dengan CDIA?
Daftar ini memberi jalur ke profil emiten lain agar pembaca tidak menilai satu perusahaan secara terpisah. Perbandingan sebaiknya mempertimbangkan sektor, model bisnis, ukuran, risiko, dan periode data yang sama, bukan hanya harga saham atau popularitas kodenya. Konteks ini membantu kamu membaca data berikutnya secara proporsional.
PT Barito Renewables Energy Tbk
InfrastrukturPT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
InfrastrukturPT Pertamina Geothermal Energy Tbk
InfrastrukturPT Indokripto Koin Semesta Tbk
KeuanganPT Petrindo Jaya Kreasi Tbk
EnergiPT Diamond Citra Propertindo Tbk
Properti & Real EstatApa pertanyaan umum seputar saham CDIA?
Ringkasan tanya jawab ini mengulang informasi penting tentang identitas, harga, sektor, kepemilikan, dan cara membeli dengan bahasa singkat. Jawabannya tetap memakai batas edukasi yang sama, mencantumkan konteks sumber, dan tidak menjanjikan hasil atau memberi arahan transaksi. Konteks ini membantu kamu membaca data berikutnya secara proporsional.
CDIA saham apa?
CDIA adalah kode saham PT Chandra Daya Investasi Tbk di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan ini tercatat di sektor Infrastruktur subsektor Utilitas, di Papan Pengembangan, sejak 9 Juli 2025. Kegiatan usaha utamanya tertulis di profil emiten BEI sebagai "Aktivitas Perusahaan Holding dan Konsultasi Manajemen Lainnya".Apa bisnis utama CDIA?
CDIA adalah perusahaan induk yang berinvestasi di infrastruktur pendukung industri: energi dan kelistrikan, air industri, pelabuhan dan penyimpanan, serta logistik. Perusahaan ini bagian dari Chandra Asri Group dan memusatkan pengembangan asetnya di kawasan industri Cilegon.1 lot saham CDIA berapa rupiah?
Satu lot berisi 100 lembar menurut ketentuan Bursa Efek Indonesia (IDX). Dengan harga terakhir Rp645 per lembar (diambil 16 Sep 2026, 16.14 WIB dari Yahoo Finance / IDX), satu lot CDIA setara Rp64.500, belum termasuk biaya transaksi yang besarnya berbeda antar sekuritas. Harga bergerak tiap hari bursa, jadi hitungan ini ikut berubah.Saham CDIA milik siapa?
Kami tidak menyimpan daftar pemegang saham CDIA di halaman ini karena komposisinya berubah-ubah dan data yang basi bisa menyesatkan. Sumber resminya ada dua: profil perusahaan tercatat di situs Bursa Efek Indonesia, dan laporan bulanan registrasi pemegang efek yang perusahaan sampaikan ke bursa.CDIA termasuk saham sektor apa?
CDIA berada di sektor Infrastruktur (subsektor Utilitas), tercatat di Papan Pengembangan. Sektor membantu kamu memahami dari mana perusahaan ini menghasilkan uang dan risiko apa yang melekat pada industrinya.Apakah saham CDIA cocok untuk pemula?
Tidak ada saham yang otomatis cocok atau tidak cocok untuk semua pemula. Yang penting adalah kamu memahami bisnis CDIA, risikonya, dan tujuan investasimu sendiri, serta hanya memakai uang dingin. Halaman ini bersifat edukasi, bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual sahamnya.Kapan saham CDIA mulai tercatat di bursa?
PT Chandra Daya Investasi Tbk tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2025, di Papan Pengembangan. Tanggal pencatatan ini mengacu pada profil perusahaan tercatat di situs Bursa Efek Indonesia.Saham CDIA bagian dari grup usaha mana?
Menurut informasi resmi perusahaan, PT Chandra Daya Investasi Tbk merupakan bagian dari Chandra Asri Group. Perlu diingat bahwa nama grup bukan jaminan kinerja: yang menentukan tetap bisnis dan keuangan perusahaannya sendiri. Susunan pengurus dan pemegang saham terbaru selalu bisa kamu cek di profil emiten Bursa Efek Indonesia.Apakah saham CDIA layak dibeli?
Uang Bijak tidak menjawab pertanyaan itu untuk saham mana pun, termasuk CDIA, karena jawabannya berbeda untuk tiap orang dan menjawabnya sama saja dengan memberi rekomendasi investasi. Yang bisa kami bantu adalah bahannya: bisnis apa yang dijalankan perusahaan, sektor dan papan pencatatannya, harga terakhir beserta sumber dan waktunya, serta risiko yang melekat. Keputusan tetap milikmu, idealnya setelah kamu paham bisnisnya, sanggup menanggung risikonya, dan memakai uang yang tidak dibutuhkan dalam waktu dekat. Kalau butuh analisis pribadi, bicarakan dengan perusahaan sekuritas atau penasihat keuangan berizin OJK.Apakah CDIA membagikan dividen?
Kami tidak menerbitkan kalender dividen dan tidak menjanjikan ada tidaknya dividen CDIA. Pembagian dividen adalah keputusan Rapat Umum Pemegang Saham dan bisa berbeda tiap tahun. Sumber resminya adalah pengumuman perusahaan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia serta jadwal aksi korporasi yang diterbitkan bursa dan KSEI.Berapa target harga saham CDIA?
Uang Bijak tidak menerbitkan target harga untuk saham mana pun, termasuk CDIA. Target harga adalah proyeksi analis yang bisa meleset dan menerbitkannya berarti memberi rekomendasi investasi, sesuatu yang bukan wewenang kami. Yang kami tampilkan hanya harga terakhir beserta sumber dan waktu pengambilan datanya. Kalau kamu butuh analisis pribadi, bicarakan dengan perusahaan sekuritas atau penasihat keuangan yang berizin OJK.Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.
Data profil CDIA dirujuk ke profil perusahaan tercatat Bursa Efek Indonesia, dan harga dirujuk ke penyedia data pasar lengkap dengan waktu pengambilannya. Halaman ini edukasi, bukan rekomendasi beli/jual.
Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab · Terakhir ditinjau
Ingin belajar cara membaca emiten seperti CDIA dari dasar? Ceritakan sejauh mana pemahamanmu, kami bantu arahkan langkah belajarnya.
Tanya lewat WhatsApp