Simulasikan kebiasaan investasi rutin, bukan janji hasil.
Bandingkan setoran bulanan, modal awal, waktu, dan asumsi return yang kamu pilih. Kalkulator memakai bunga majemuk bulanan agar kontribusi setoran dan asumsi pertumbuhan terlihat terpisah.
Gunakan nominal yang tidak mengganggu kebutuhan pokok dan dana darurat.
Perhitungan memakai setoran di akhir setiap bulan.
Ini skenario buatanmu, bukan janji atau prediksi produk.
Hasil nyata bisa lebih rendah, termasuk rugi pokok. Perhitungan ini belum memasukkan biaya, pajak, perubahan setoran, dan inflasi.
Pisahkan uang yang kamu setor dari hasil skenario.
Total setoran adalah uang yang benar-benar kamu masukkan. Selisihnya adalah hasil simulasi dari asumsi return, bukan uang yang sudah pasti diterima. Bandingkan juga dengan 3,28%• agar tidak hanya melihat saldo nominal.
Investasi berkala, dijawab ringkas.
Bagaimana rumus investasi berkala ini?
Kalkulator menghitung nilai masa depan modal awal dan setoran bulanan dengan bunga majemuk bulanan. Setoran dianggap masuk pada akhir bulan.
Apakah return di kalkulator adalah prediksi?
Bukan. Return adalah asumsi pengguna untuk membandingkan skenario. Nilai investasi bisa naik atau turun dan hasil nyata dapat lebih rendah, termasuk rugi pokok.
Mengapa inflasi perlu diperhatikan?
Saldo nominal yang bertambah belum tentu membeli lebih banyak barang. Sebagai konteks, inflasi Indonesia tercatat 3,28% year on year pada September 2026 menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Ini snapshot bertanggal, bukan prediksi, dan angka bulanan dapat berubah.
Sumber rujukan
OJK - Pengelolaan InvestasiDefinisi investasi dan pengawasanOJK Sikapi Uangmu - Mengenal Reksa Dana dan Cara TransaksinyaMekanisme dan risiko reksa danaBadan Pusat Statistik (BPS) - Inflasi September 2026Snapshot inflasi September 2026: 3,28%Rumus matematika adalah model ilustrasi. Setiap angka return, biaya, pajak, dan inflasi perlu dibaca sebagai asumsi atau snapshot bertanggal, bukan kepastian.
Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.
Halaman kalkulator disusun redaksi dan menautkan sumber OJK serta BPS untuk konteks edukasi.
Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab · Terakhir ditinjau