Reksadana BRI: Beda Dijual Lewat BRI dan Dikelola BRI-MI
Panduan reksadana BRI: beda dijual lewat BRI sebagai agen penjual dan dikelola PT BRI Manajemen Investasi, cara beli lewat InvestASIK, dan risikonya.

Reksadana BRI adalah salah satu kata kunci yang sebenarnya menyimpan kebingungan kecil: banyak orang mengira ini satu produk tunggal, padahal istilah ini bisa merujuk ke dua hal berbeda. Artikel ini meluruskannya dari sumber resminya langsung, sekaligus membedah cara beli, jenis produk, biaya, dan risikonya.
Semua informasi produk di sini diambil langsung dari laman resmi bri.co.id, bri-mi.co.id, dan laman edukasi OJK pada 2 September 2026. Detail produk bisa berubah sewaktu-waktu, jadi jadikan artikel ini peta awal, lalu cek ketentuan terbarunya di aplikasi atau situs resmi sebelum mengambil keputusan.
Dua arti "reksadana BRI" yang sering tertukar
Kalau kamu mengetik "reksadana BRI" di mesin pencari, kamu sebenarnya bisa mendarat di dua dunia yang berbeda perannya, meski sama-sama sah dan sama-sama berhubungan dengan BRI.
Pertama, reksa dana yang dijual lewat BRI sebagai bank, dengan BRI berperan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana atau APERD. Di sini BRI hanyalah etalase dan pintu transaksi; produknya sendiri diterbitkan dan dikelola Manajer Investasi lain, sama seperti pola yang sudah kami bahas di artikel reksadana BCA.
Kedua, reksa dana yang benar-benar diterbitkan dan dikelola oleh PT BRI Manajemen Investasi, disingkat BRI-MI, sebuah perusahaan Manajer Investasi berizin OJK yang sahamnya mayoritas dimiliki BRI. Produk-produk ini punya nama berawalan "BRI", misalnya BRI Seruni atau BRI Mawar, dan ini yang paling sering dimaksud orang saat mencari "reksadana BRI" secara spesifik.
Dua jalur ini sama-sama sah, tetapi penting dibedakan karena memengaruhi ke mana kamu harus mengunduh aplikasi, siapa yang mengelola uangmu, dan produk apa saja yang tersedia. Mari kupas satu per satu.
Kenapa ada dua jalur sekaligus? Karena aturan pasar modal memang membolehkan sebuah bank menjalankan dua peran berbeda: menjadi APERD untuk menjual produk Manajer Investasi mana pun (termasuk pesaingnya), sekaligus memiliki anak usaha Manajer Investasi sendiri yang menerbitkan produk ber-merek bank itu. Pola ini bukan cuma di BRI; kamu akan menemukan struktur serupa di bank besar lain, dan itu sebabnya penting membaca dengan teliti siapa penerbit sesungguhnya di setiap fund fact sheet, bukan cuma nama bank yang tertera di aplikasi tempat kamu bertransaksi.
Reksadana yang dijual lewat BRI (bank) sebagai APERD
Di laman resmi reksa dana bri.co.id, BRI menegaskan posisinya dengan jelas: "Reksa dana adalah pasar modal dan bukan merupakan produk Bank sehingga tidak dijamin oleh Bank serta tidak termasuk dalam cakupan obyek program penjaminan Pemerintah atau penjaminan simpanan." Laman itu juga menyebut bank sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana tidak bertanggung jawab atas tuntutan dan risiko pengelolaan portofolio reksa dana.
Fund fact sheet, yaitu laporan bulanan kinerja produk, di laman itu diarahkan ke enam Manajer Investasi: PT Danareksa Investment Management, PT Trimegah Asset Management, PT Bahana TCW Investment Management, PT Schroder Investment Management Indonesia, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, dan PT Ashmore Asset Management Indonesia. Artinya, sebagian produk yang tersedia lewat kanal BRI diterbitkan pihak-pihak eksternal ini, persis seperti bank lain yang menjual reksa dana dari beragam Manajer Investasi mitra.
Laman investasi individu BRI menempatkan reksa dana sebagai satu dari tiga pilihan investasi individu, di samping DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) dan ORI/SR (Obligasi Negara Ritel dan Sukuk Negara Ritel). Kalau kamu ingin memahami dulu konsep dasar reksa dana sebelum masuk ke detail BRI, mulai dari artikel reksadana adalah.
Reksadana yang dikelola PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI)
Ini bagian yang jarang dijelaskan tuntas di artikel lain. PT BRI Manajemen Investasi, disingkat BRI-MI, BUKAN sekadar nama dagang, melainkan badan hukum Manajer Investasi sungguhan yang menerbitkan dan mengelola reksa dananya sendiri, berizin dan diawasi OJK.
Menurut laman resmi bri-mi.co.id, perusahaan ini punya sejarah panjang: berdiri sejak 1992 dengan nama awal PT Danareksa Investment Management (DIM), menjadikannya salah satu pelopor industri reksa dana di Indonesia. Perusahaan ini resmi berganti nama jadi PT BRI Manajemen Investasi pada 5 Juli 2023, tindak lanjut dari perubahan struktur kepemilikan saham di penghujung 2022, saat sahamnya beralih ke BRI (Persero) sebesar 65 persen dan PT Danareksa (Persero) sebesar 35 persen.
Skalanya cukup besar untuk ukuran Manajer Investasi lokal. Per 1 Juni 2025, BRI-MI menyebut dirinya mengelola lebih dari 70 produk investasi. Dari sisi sumber daya manusia, per 1 Juni 2026 perusahaan ini punya 60 pemegang lisensi Wakil Manajer Investasi (WMI), 43 pemegang lisensi Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD), dan 2 pegawai bersertifikat Chartered Financial Analyst (CFA).
Angka-angka lisensi ini bukan sekadar pamer, melainkan penanda yang relevan untuk kamu cek. WMI adalah orang yang berwenang mengambil keputusan pengelolaan portofolio, sedangkan WAPERD adalah orang yang berwenang menjual dan menjelaskan produk reksa dana ke calon investor. Kalau suatu saat kamu dihubungi seseorang yang mengaku mewakili BRI-MI untuk menawarkan produk investasi, wajar untuk menanyakan nomor lisensi WAPERD-nya, karena orang yang benar-benar berwenang semestinya bisa menunjukkannya tanpa ragu.

Jadi kalau kamu menemukan nama produk seperti "BRI Seruni Pasar Uang III" atau "BRI Mawar Fokus 10", itu bukan produk yang BRI (bank) jual sebagai perantara pihak lain, melainkan produk buatan BRI-MI sendiri, meski proses belinya bisa saja tetap lewat bank atau agen penjual lain sebagai APERD.
Jenis dan contoh produk reksa dana BRI-MI
Katalog resmi bri-mi.co.id mengelompokkan produknya ke enam kategori, mengikuti klasifikasi umum reksa dana yang sudah kami jelaskan lengkap di artikel jenis reksadana:
| Kategori | Contoh produk (bri-mi.co.id) | Profil risiko yang dicantumkan |
|---|---|---|
| Pasar Uang | BRI Seruni Pasar Uang III, BRI Gebyar Dana Likuid | Rendah |
| Pendapatan Tetap | BRI Brawijaya Abadi Pendapatan Tetap, BRI Gebyar Indonesia II | Rendah ke sedang |
| Campuran | BRI Anggrek Fleksibel, BRI Balanced Regular Income Fund | Sedang |
| Saham | BRI Mawar, BRI Mawar Fokus 10, BRI Syariah Saham | Tinggi |
| Pasar Uang Syariah | BRI Seruni Pasar Uang Syariah | Rendah |
| ETF & Index Fund | BRI ETF Indonesia TOP 40, BRI Indeks Syariah | Tinggi |
Pola bacanya sama seperti reksa dana pada umumnya: makin besar porsi saham dalam portofolionya, makin lebar naik turun nilainya. Kalau kamu baru mulai dan ingin instrumen paling kalem, pelajari dulu reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap. Kalau kamu mencari versi sesuai prinsip syariah, BRI-MI juga punya lini Pasar Uang Syariah dan beberapa produk saham serta indeks syariah; konsepnya kami jelaskan di reksadana syariah dan tinjauan hukumnya di apakah reksadana halal.
Catatan penting: daftar di atas hanya contoh dari puluhan produk yang tercantum di katalog resmi saat artikel ini ditulis. NAV (nilai aktiva bersih per unit) dan kinerja tiap produk berubah setiap hari bursa, jadi jangan jadikan angka pada tanggal tertentu sebagai janji imbal hasil. Katalog resmi juga menampilkan kolom filter berdasarkan nama, jenis, NAV, profil risiko, dan dokumen, jadi kamu bisa menyaring sendiri produk mana yang paling relevan dengan tujuan dan jangka waktu investasimu sebelum membandingkannya lebih lanjut lewat prospektus masing-masing.
Cara beli reksadana BRI-MI
Menurut laman resmi bri-mi.co.id, ada tiga jalur pembelian:
- Layanan digital InvestASIK. Ini aplikasi resmi BRI-MI untuk transaksi reksa dana, terpisah dari aplikasi mobile banking BRImo. Sebagian besar produk di katalog resmi bertombol "Beli" yang mengarah langsung ke InvestASIK.
- Layanan Call Center. Untuk nasabah yang lebih nyaman dibantu lewat telepon.
- Agen-agen penjual (APERD), yang menurut laman resmi terdiri dari bank serta Sentra Investasi Reksa Dana yang sudah bekerja sama dengan BRI-MI. Sebagian produk di katalog, biasanya kelas tertentu, justru mengarahkan calon pembeli ke kontak "Hubungi Kami" alih-alih tombol beli langsung, tanda produk itu perlu diproses lewat agen atau layanan konsultasi dulu.

Alur pembukaan akunnya mengikuti pola umum reksa dana di Indonesia. Menurut laman edukasi resmi OJK, calon investor perlu menyiapkan kartu identitas dan NPWP untuk pembukaan rekening, ditambah proses KYC alias verifikasi mengenal nasabah. Kamu juga akan mengisi kuesioner profil risiko, yang hasilnya menentukan produk mana yang pantas ditawarkan kepadamu. Langkah-langkah umum berinvestasi dari nol, termasuk menyiapkan mental menghadapi fluktuasi nilai, sudah kami tulis runtut di cara investasi reksadana.
Soal nominal, laman edukasi OJK menyebut investasi reksa dana bisa dimulai dengan dana awal sekitar Rp100.000, angka yang membuat instrumen ini ramah untuk pemula. Nominal minimum tiap produk BRI-MI bisa berbeda, jadi cek keterangan produk di InvestASIK sebelum membeli.
Biaya, pajak, dan risiko yang wajib dipahami
Sama seperti reksa dana pada umumnya, ada beberapa komponen biaya yang tidak selalu terasa karena dipotong langsung dari nilai investasi: biaya pembelian saat masuk, biaya pengelolaan tahunan yang dipotong dari aset reksa dana, dan kadang biaya penjualan kembali saat keluar. Besarannya berbeda per produk dan tercantum di prospektus dan fund fact sheet masing-masing, jadi bandingkan sebelum memilih, terutama kalau dua produk sejenis (misalnya sama-sama Pasar Uang) dikelola dengan strategi yang berbeda.
Dari sisi pajak, keuntungan reksa dana umumnya diperlakukan berbeda dari bunga deposito yang kena pajak penghasilan atas bunga; penjelasan konsep keuntungannya ada di keuntungan reksadana. Sebelum membeli produk apa pun, selalu buka dulu prospektus dan fund fact sheet terbarunya lewat tombol "Unduh" di katalog resmi bri-mi.co.id; dari situ kamu tahu persis kebijakan investasi, biaya, dan risiko produk, bukan dari ringkasan pihak ketiga mana pun termasuk artikel ini.
Soal risiko, baik yang dijual lewat BRI sebagai APERD maupun yang dikelola BRI-MI sendiri, keduanya sama-sama produk pasar modal, bukan simpanan bank. Laman resmi bri.co.id menegaskan reksa dana tidak dijamin bank dan tidak termasuk cakupan penjaminan LPS, berbeda dengan tabungan atau deposito yang dijamin sampai Rp2 miliar per nasabah per bank. Laman resmi bri-mi.co.id juga mencantumkan disclaimer yang gamblang: semua investasi mengandung risiko dan kemungkinan kerugian nilai investasi, kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan, dan kinerja historikal maupun proyeksi probabilitas hanya disediakan untuk tujuan informasi dan ilustrasi.
Laman edukasi OJK menyebutnya sebagai risiko berkurangnya nilai unit penyertaan, yang bisa terjadi karena perubahan suku bunga, jatuhnya harga saham, sampai gagal bayar penerbit obligasi di portofolio. Risiko lain yang jarang dibicarakan adalah likuiditas pada kondisi ekstrem: bila sebagian besar pemegang unit menjual kembali secara serentak, Manajer Investasi bisa kesulitan menyediakan uang tunai seketika. Pada hari normal, pencairan berjalan lancar dalam beberapa hari bursa sesuai ketentuan produk, tetapi kondisi pasar yang panik bisa memperlambatnya. Sebelum menambah porsi instrumen berisiko, cek dulu kondisi keuanganmu menyeluruh lewat financial check up.
Risiko terakhir justru soal kebiasaan, bukan soal produk: mengisi kuesioner profil risiko asal-asalan supaya bisa membeli produk kategori Saham yang terlihat menjanjikan adalah cara paling cepat menyesal. Kalau hasil profil risikomu ternyata konservatif, hormati hasil itu dulu; produk kategori Pasar Uang atau Pendapatan Tetap yang lebih kalem bukan berarti kalah, melainkan sesuai kapasitasmu saat ini. Kamu selalu bisa menambah porsi kategori yang lebih agresif secara bertahap begitu terbiasa membaca fund fact sheet dan merasakan sendiri naik turunnya nilai investasi.
Menempatkan reksadana BRI di rencana keuanganmu
Apa pun jalur yang kamu pilih, lewat BRI sebagai APERD atau langsung ke produk BRI-MI via InvestASIK, urutan prioritas keuangan yang sehat tetap sama: kebutuhan pokok dan cicilan aman dulu, dana darurat terisi, baru porsi investasi diisi bertahap. Kerangka pembagiannya bisa mengikuti aturan 50 30 20 supaya porsi investasi tidak memakan pos hidup harian.
Untuk pemula, jalur yang paling sering berhasil justru yang paling membosankan: mulai dari reksa dana berisiko rendah seperti kategori Pasar Uang, dengan nominal kecil, rutin setiap bulan, sambil belajar membaca fund fact sheet dan merasakan naik turunnya nilai. Kebiasaan menabung dan berinvestasi yang konsisten kami bahas lebih dalam di cara menabung. Setelah beberapa bulan terbiasa dan paham cara membaca laporan bulanan Bank Kustodian, barulah pertimbangkan menambah porsi ke kategori yang lebih agresif sesuai profil risikomu sendiri, sedikit demi sedikit, bukan sekaligus dalam jumlah besar.
Jadwalkan juga evaluasi ringan setahun sekali untuk portofolio reksa dana BRI-MI atau APERD BRI-mu: apakah tujuan keuanganmu masih sama, apakah komposisi portofoliomu masih sesuai profil risiko hasil kuesioner terakhir, dan apakah ada produk yang kinerjanya tertinggal jauh dari sejenisnya selama beberapa tahun berturut-turut. Kalau jawabannya berubah, sesuaikan pelan-pelan lewat pembelian atau penjualan berikutnya, bukan lewat keputusan mendadak yang dipicu berita atau tren sesaat.
Kalau kamu masih membandingkan mau lewat bank mana, perbandingan pola serupa di bank lain sudah kami tulis di reksadana BCA. Prinsipnya sama di bank mana pun: pahami dulu siapa sebenarnya yang mengelola uangmu, apakah itu Manajer Investasi eksternal (seperti pola APERD BRI) atau anak usaha bank itu sendiri (seperti pola BRI-MI), baca prospektusnya, dan sesuaikan dengan profil risiko serta jangka waktu tujuanmu, bukan sekadar mengejar nama besar bank.
Apakah reksadana BRI itu produk milik BRI?
Apa itu PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI)?
Bagaimana cara beli reksadana BRI-MI?
Apakah reksadana BRI dijamin LPS?
Reksa dana jenis apa saja yang dikelola BRI-MI?
Berapa minimal beli reksa dana untuk pemula?
Apakah uang saya bisa berkurang di reksadana BRI?
Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.
Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab
Sumber
BRI - Reksadana (bri.co.id)Peran BRI sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana, daftar 6 Manajer Investasi penerbit fund fact sheet, disclaimer risiko dan status tidak dijamin LPS, diakses 2 September 2026BRI - Investasi Individu (bri.co.id)Reksadana sebagai salah satu pilihan investasi individu BRI di samping DPLK dan ORI/SR, diakses 2 September 2026PT BRI Manajemen Investasi - Sekilas BRI-MI (bri-mi.co.id)Sejarah berdiri 1992 sebagai PT Danareksa Investment Management, ganti nama jadi BRI-MI 5 Juli 2023, komposisi saham BRI 65% dan Danareksa Persero 35%, lebih dari 70 produk per 1 Juni 2025, cara beli via InvestASIK/Call Center/APERD, diakses 2 September 2026PT BRI Manajemen Investasi - Katalog Reksa Dana (bri-mi.co.id)Daftar produk reksa dana BRI-MI per kategori (Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, Saham, Pasar Uang Syariah, ETF & Index Fund) beserta profil risiko dan tombol beli InvestASIK, diakses 2 September 2026OJK Sikapi Uangmu - Reksa DanaDefinisi reksa dana, dana awal sekitar Rp100.000, syarat KTP NPWP dan KYC, risiko nilai unitSetiap angka dan klaim di artikel ini dirujuk ke sumber resmi di atas beserta tanggalnya.
Panduan lain yang berkaitan.
Manajer Investasi: Siapa Sebenarnya yang Mengelola Uangmu di Reksa Dana
NAB Reksadana: Arti Nilai Aktiva Bersih, Rumus, dan Cara Membacanya
Reksadana BCA: Cara Beli lewat myBCA dan Hal yang Perlu Dicek
Masih ada yang ingin ditanyakan soal reksadana? Ceritakan kondisimu, kami bantu arahkan langkah yang masuk akal.
Tanya via WhatsApp