Reksadana vs Deposito: Tabel Jaminan, Pajak, Pencairan, dan Cocok untuk Siapa
Deposito adalah simpanan bank berjangka yang dijamin LPS sampai Rp2 miliar per nasabah per bank, dengan bunga yang dipotong pajak final 20%. Reksadana adalah produk pasar modal yang nilainya naik turun dan tidak dijamin LPS, tetapi keuntungannya bukan objek pajak bagi pemegang unit. Pilihan yang cocok bergantung pada kebutuhan kepastian, jangka waktu, dan kesiapanmu menerima fluktuasi.

Membandingkan reksadana vs deposito paling jujur dimulai dari satu pertanyaan: kamu butuh kepastian atau butuh peluang? Deposito adalah simpanan bank berjangka dengan bunga yang disepakati di awal dan dijamin LPS sampai Rp2 miliar per nasabah per bank. Reksadana adalah produk pasar modal yang dikelola manajer investasi, nilainya bisa naik dan turun, dan tidak dijamin LPS. Dari perbedaan itu lahir perbedaan pajak, kecepatan pencairan, dan risiko yang kami rangkum dalam tabel di bawah.
Semua angka di halaman ini diambil dari situs resmi LPS, Direktorat Jenderal Pajak, Bursa Efek Indonesia, dan OJK, diakses 1 Oktober 2026. Ketentuan bisa berubah, jadi cocokkan lagi dengan sumber yang ditautkan sebelum menempatkan dana.

Tabel perbandingan reksadana dan deposito
Tabel ini membandingkan deposito rupiah di bank umum dengan reksadana secara umum. Karena reksadana punya beberapa jenis dengan risiko berbeda, baris jenis dan isi portofolio menyebut porsi resminya.
| Kriteria | Deposito | Reksadana | Sumber, diakses 1 Okt 2026 |
|---|---|---|---|
| Jenis produk | Simpanan bank berjangka | Unit penyertaan dana bersama, produk pasar modal | LPS, IDX |
| Penjaminan LPS | Dijamin sampai Rp2 miliar per nasabah per bank | Bukan simpanan bank, jadi di luar objek penjaminan | LPS Kalkulator 3T, LPS FAQ: LPS hanya menjamin simpanan bank (tabungan, deposito, giro, sertifikat deposito) |
| Batas bunga agar dijamin | 3,75% untuk rupiah bank umum, 6,25% untuk BPR (1 Okt 2026 sampai 31 Jan 2027) | Tidak berlaku | LPS |
| Kepastian hasil | Bunga disepakati di awal | Nilai aktiva bersih naik turun mengikuti efek | IDX |
| Pajak atas hasil | PPh final 20% atas bunga | Keuntungan bukan objek pajak bagi pemegang unit | DJP PP 131/2000, DJP |
| Pengecualian pajak | Tidak dipotong bila deposito dan tabungan tidak melebihi Rp7.500.000 | Tidak relevan | DJP PP 131/2000 |
| Pencairan | Saat jatuh tempo, pencairan awal mengikuti aturan bank | Dibayar paling lambat 7 hari bursa setelah perintah lengkap | POJK 23/2016 Pasal 24 |
| Isi portofolio | Uangmu sendiri di satu bank | Pasar uang: hanya efek utang di bawah 1 tahun. Pendapatan tetap: minimal 80% efek utang. Saham: minimal 80% efek ekuitas | IDX |
| Siapa yang mengelola | Bank | Manajer investasi | IDX |
| Nilai pokok bisa turun karena pasar | Tidak, bunga disepakati di awal dan tidak ikut harga pasar | Bisa, nilai aktiva bersih mengikuti harga efek | IDX |
Jaminan LPS: garis pemisah paling tegas
Perbedaan yang paling menentukan ada di penjaminan. Menurut LPS, yang dijamin adalah simpanan nasabah bank yang berbentuk tabungan, deposito, giro, sertifikat deposito, dan bentuk lain yang dipersamakan dengan itu. Kalkulator 3T LPS menyebut batasnya Rp2 miliar per nasabah per bank. Kalau totalmu di satu bank melebihi Rp2 miliar, LPS hanya menjamin sampai jumlah itu, dan sisanya diselesaikan lewat proses likuidasi.
Penjaminan itu punya syarat yang sering terlupa, yaitu syarat 3T: simpanan tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunganya tidak melebihi tingkat bunga penjaminan, dan nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank. Untuk periode 1 Oktober 2026 sampai 31 Januari 2027, tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum adalah 3,75%, simpanan valuta asing 2%, dan simpanan rupiah di BPR 6,25%.
Bagian berikut yang paling penting: LPS menegaskan bahwa kalau nasabah memperoleh bunga melebihi batas itu, simpanannya tidak dijamin secara keseluruhan, baik pokok maupun bunga. Jadi deposito dengan bunga promosi yang jauh di atas 3,75% di bank umum bukan sekadar "lebih untung", ia juga keluar dari jaring pengaman. Penjelasan lengkapnya ada di artikel deposito adalah.
Reksadana berada di luar seluruh skema ini. Walaupun kamu membelinya lewat aplikasi bank, yang kamu pegang adalah unit penyertaan, bukan simpanan bank. Perlindungannya datang dari bentuk lain, yaitu pengawasan OJK dan kewajiban manajer investasi mengelola dana sesuai kebijakan yang tertulis di prospektus. Itu perlindungan dari penyalahgunaan, bukan perlindungan dari turunnya harga.
Praktisnya, sebelum menempatkan deposito, ada tiga hal sederhana yang bisa kamu cek sendiri. Pertama, pastikan banknya peserta penjaminan LPS. Kedua, bandingkan bunga yang ditawarkan dengan tingkat bunga penjaminan periode berjalan. Ketiga, jumlahkan seluruh simpananmu di bank yang sama, karena batas Rp2 miliar berlaku per nasabah per bank, bukan per rekening. Kalau dananya melebihi batas, menyebarnya ke beberapa bank adalah cara yang umum dipakai agar seluruhnya tetap dalam cakupan penjaminan.
Untuk reksadana, pemeriksaan yang setara adalah memastikan manajer investasi dan agen penjualnya terdaftar di OJK, membaca prospektus, dan memahami jenis efek yang dibeli. Pemeriksaan ini tidak menghilangkan risiko harga, tetapi memastikan kamu berurusan dengan lembaga yang diawasi dan produk yang jelas aturannya.
Pajak: yang dipotong di depan dan yang sudah dibayar di dalam
Bunga deposito dipotong pajak sebelum sampai ke rekeningmu. Berdasarkan PP Nomor 131 Tahun 2000, bunga deposito dan tabungan dikenakan pajak final sebesar 20% dari jumlah bruto untuk wajib pajak dalam negeri. Pengecualiannya, pajak tidak dipotong bila jumlah deposito dan tabungan tidak melebihi Rp7.500.000.
Reksadana bekerja berbeda. Menurut artikel Direktorat Jenderal Pajak, keuntungan yang diperoleh dari reksa dana tidak termasuk objek pajak, merujuk UU PPh Pasal 4 ayat 3. Alasannya, pajak atas hasil investasi sudah dikenakan pada level portofolio reksa dana, sehingga investor sebenarnya sudah menanggungnya secara tidak langsung. Meski begitu, DJP mengingatkan bahwa investasi tetap wajib dilaporkan di SPT Tahunan.
Jangan berhenti di pajak. Bebas pajak di tangan investor tidak berarti reksadana pasti memberi hasil lebih tinggi. Hasil bersih reksadana sudah dikurangi biaya pengelolaan dan biaya lain yang tercantum di prospektus, dan bisa negatif kalau nilai efeknya turun. Pajak hanyalah satu baris dalam perbandingan, bukan penentu tunggal.
Ada satu catatan tambahan untuk penabung dengan saldo kecil. Karena pengecualian pajak PP Nomor 131 Tahun 2000 dihitung dari jumlah deposito dan tabungan yang tidak melebihi Rp7.500.000, saldo kecil bisa saja tidak dipotong pajak bunga sama sekali. Begitu jumlahnya melewati batas itu, potongan 20% berlaku atas bunga bruto. Jadi untuk saldo kecil, selisih perlakuan pajak antara deposito dan reksadana bisa jauh lebih tipis daripada yang sering digambarkan.

Pencairan dana dan jangka waktu
Deposito dirancang dengan tanggal jatuh tempo. Kamu menyepakati tenor di awal, dan bunga penuh dibayar kalau dana dibiarkan sampai jatuh tempo. Pencairan sebelum tanggal itu umumnya bisa dilakukan, tetapi bank dapat mengenakan penalti atau memotong bunga sesuai ketentuan produknya. Besarnya berbeda di tiap bank, jadi baca syarat produk sebelum menempatkan dana. Bentuk bukti kepemilikannya kami jelaskan di artikel bilyet deposito.
Reksadana tidak punya tanggal jatuh tempo. Kamu bisa menjual kembali unit kapan saja pada hari bursa, dan POJK Nomor 23/POJK.04/2016 Pasal 24 mewajibkan pembayaran dilakukan paling lambat 7 hari bursa sejak perintah penjualan kembali diterima manajer investasi secara lengkap. Dalam praktik banyak yang lebih cepat, tetapi batas hukumnya adalah 7 hari bursa.
Masalahnya, fleksibilitas reksadana dibayar dengan ketidakpastian nilai. Kamu bebas menjual kapan saja, tetapi kamu tidak bisa memilih harga. Kalau nilai aktiva bersih sedang turun tepat ketika kamu butuh uang, kerugiannya terealisasi. Deposito sebaliknya: kurang fleksibel soal waktu, tetapi nominalnya tidak turun karena gejolak pasar.
Ada juga perbedaan kecil yang terasa dalam keseharian. Deposito biasanya bisa diperpanjang otomatis saat jatuh tempo, sehingga dana yang lupa kamu urus akan terus berputar dengan bunga yang berlaku saat perpanjangan. Reksadana tidak punya mekanisme perpanjangan karena memang tidak ada tanggal jatuh tempo, jadi dana tetap berada di sana sampai kamu memutuskan menjualnya. Keduanya menuntut disiplin yang berbeda: deposito menuntut kamu mengingat tanggal, reksadana menuntut kamu tenang saat nilainya bergerak.
Karena itu, untuk dana darurat yang bisa dibutuhkan kapan saja, pertimbangkan instrumen yang nilainya stabil dan mudah dicairkan. Untuk tujuan dengan tanggal jelas, deposito dengan tenor yang pas sering lebih tenang. Untuk tujuan yang masih bertahun-tahun lagi, reksadana memberi ruang lebih luas.
Reksadana pasar uang: tetangga terdekat deposito
Kalau kamu sedang membandingkan deposito dengan reksadana, kemungkinan besar yang ada di pikiranmu adalah reksadana pasar uang. Menurut Bursa Efek Indonesia, reksadana pasar uang hanya berinvestasi pada efek bersifat utang dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun, dengan tujuan menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal. Isinya bisa mencakup deposito dan surat utang jangka pendek.
Karena itu reksadana pasar uang sering disebut "mirip deposito", tetapi tiga hal tetap berbeda. Pertama, kamu memegang unit reksadana, bukan deposito atas namamu, sehingga tidak ada penjaminan LPS. Kedua, nilainya tetap bisa berubah walaupun biasanya pergerakannya kecil. Ketiga, hasilnya tidak disepakati di awal, melainkan mengikuti kinerja portofolio setelah biaya.
Di atas pasar uang ada reksadana pendapatan tetap, yang menurut IDX menempatkan sekurang-kurangnya 80% asetnya pada efek bersifat utang dan risikonya relatif lebih besar dari pasar uang. Lalu ada reksadana saham dengan minimal 80% pada efek bersifat ekuitas dan risiko lebih tinggi lagi. Semakin jauh dari pasar uang, semakin jauh pula karakternya dari deposito. Ulasan lengkapnya ada di reksadana pasar uang dan reksadana adalah.
Simulasi sederhana: melihat dua cara kerja yang berbeda
Supaya perbedaannya terasa nyata, bayangkan dua orang yang sama-sama menyisihkan Rp10.000.000 selama satu tahun. Angka di bagian ini sengaja ilustrasi, bukan bunga bank tertentu dan bukan kinerja reksadana tertentu, karena keduanya berubah setiap waktu.
Orang pertama menaruh dananya di deposito bertenor 12 bulan dengan bunga 3% per tahun, di bawah batas penjaminan LPS untuk bank umum. Sejak hari pertama ia sudah tahu hasilnya: bunga kotor Rp300.000, dipotong pajak final 20% menjadi Rp240.000. Di akhir tahun saldonya Rp10.240.000, dan selama setahun itu ia tidak perlu memantau apa pun.
Orang kedua membeli reksadana. Ia tidak tahu hasil akhirnya di hari pertama. Kalau nilai aktiva bersih per unit naik 4% dalam setahun setelah biaya, nilainya menjadi Rp10.400.000 tanpa potongan pajak di tangannya. Kalau nilai itu turun 2%, nilainya menjadi Rp9.800.000. Keduanya mungkin terjadi, dan tidak ada pihak yang menjamin salah satunya.
| Skenario ilustrasi | Hasil akhir setahun | Kepastian di awal |
|---|---|---|
| Deposito, bunga 3%, pajak 20% | Rp10.240.000 | Pasti, selama syarat penjaminan terpenuhi |
| Reksadana, nilai naik 4% setelah biaya | Rp10.400.000 | Tidak pasti |
| Reksadana, nilai turun 2% setelah biaya | Rp9.800.000 | Tidak pasti |
Tabel ini bukan perkiraan, melainkan cara berpikir. Pelajarannya: reksadana bisa unggul dan bisa tertinggal, sedangkan deposito memberi angka yang bisa kamu rencanakan. Pertanyaannya bukan mana yang lebih tinggi di atas kertas, melainkan apakah kamu sanggup menerima baris ketiga ketika dana itu sudah dijadwalkan untuk dipakai.
Kesalahan umum saat membandingkan reksadana dan deposito
Membandingkan imbal hasil kotor dengan imbal hasil bersih. Iklan deposito biasanya menampilkan bunga sebelum pajak, sementara kinerja reksadana biasanya ditampilkan setelah biaya. Bandingkan keduanya dalam bentuk yang sama, yaitu hasil bersih yang benar-benar sampai ke tanganmu.
Mengira semua yang dibeli di bank dijamin LPS. Bank juga menjadi agen penjual reksadana dan produk lain. Yang dijamin LPS hanya simpanan, sedangkan reksadana yang dibeli di aplikasi bank tetap produk pasar modal tanpa penjaminan.
Mengejar bunga deposito tertinggi tanpa melihat batas LPS. Bunga yang jauh di atas tingkat bunga penjaminan memang menggoda, tetapi konsekuensinya simpanan itu tidak dijamin sama sekali. Perbandingan bunga antarbank kami bahas di artikel bunga deposito tertinggi.
Memilih jenis reksadana yang tidak sesuai jangka waktu. Reksadana saham untuk dana yang akan dipakai tiga bulan lagi sama berisikonya dengan menaruh uang belanja di pasar saham. Cocokkan jenis reksadana dengan jarak waktu tujuanmu.
Melupakan biaya di dalam reksadana. Biaya pengelolaan dan biaya lain dibebankan ke dana dan sudah tercermin dalam nilai aktiva bersih. Biaya itu tetap berjalan walaupun nilai reksadana sedang turun, jadi baca bagian biaya di prospektus sebelum membeli.
Reksadana cocok untuk siapa, deposito cocok untuk siapa?
Setelah melihat tabel dan uraian di atas, pertanyaannya bergeser dari "mana yang lebih untung" menjadi "dana ini untuk apa dan kapan dipakai".
Deposito cenderung lebih cocok kalau kamu butuh kepastian nominal pada tanggal tertentu, misalnya biaya sekolah tahun depan atau uang muka yang jadwalnya sudah jelas. Deposito juga cocok kalau kamu tidak nyaman melihat nilai simpanan turun walau sementara, dan kamu ingin perlindungan penjaminan LPS selama bunganya di bawah batas. Konsekuensinya, hasil bersihnya terbatas setelah pajak 20%, dan pencairan sebelum jatuh tempo bisa terkena penalti.
Reksadana cenderung lebih cocok kalau jangka waktu tujuanmu lebih panjang, kamu siap menerima nilai yang naik turun, dan kamu ingin fleksibilitas menjual kapan saja pada hari bursa. Jenisnya bisa disesuaikan dengan jangka waktu: pasar uang untuk yang pendek, pendapatan tetap atau saham untuk yang lebih panjang. Konsekuensinya, tidak ada penjaminan LPS dan tidak ada hasil yang pasti.
Memakai keduanya juga wajar. Deposito bisa menjadi tempat dana dengan tanggal pakai yang jelas, sementara reksadana menjadi tempat dana untuk tujuan jangka panjang. Kalau kamu sedang menimbang reksadana dengan saham, baca juga reksadana atau saham. Pilihan jenis reksadana lain ada di halaman reksadana, dan dasar menabung di bank ada di halaman menabung.
Langkah sebelum memutuskan
- Tulis tujuan dan tanggal pakainya. Dana yang dipakai kurang dari setahun lagi berbeda kebutuhannya dengan dana untuk lima tahun lagi.
- Pastikan dana darurat terpisah. Jangan mencampur dana darurat dengan dana investasi.
- Untuk deposito, cek bunganya terhadap batas LPS. Bunga di atas 3,75% untuk rupiah di bank umum pada periode ini berarti simpanannya tidak dijamin.
- Untuk reksadana, baca prospektus dan fund fact sheet. Lihat jenis, kebijakan investasi, dan biayanya.
- Bandingkan hasil bersih. Hitung bunga deposito setelah pajak 20%, dan lihat kinerja reksadana setelah biaya, dengan sadar bahwa kinerja masa lalu tidak menjamin hasil ke depan.
- Gunakan lembaga berizin. Bank peserta penjaminan LPS untuk deposito, manajer investasi dan agen penjual terdaftar OJK untuk reksadana.

Apa beda reksadana dan deposito secara sederhana?
Apakah reksadana dijamin LPS seperti deposito?
Berapa batas deposito yang dijamin LPS?
Mana yang pajaknya lebih ringan, reksadana atau deposito?
Berapa lama dana reksadana cair dibanding deposito?
Apakah reksadana pasar uang sama dengan deposito?
Lebih baik reksadana atau deposito untuk pemula?
Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.
Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab
Sumber
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) - FAQBentuk simpanan yang dijamin, batas Rp2 miliar, bunga di atas batas tidak dijaminLPS - Tingkat Bunga Penjaminan per Periode3,75% rupiah bank umum, 2% valas, 6,25% BPR, periode 1 Oktober 2026 sampai 31 Januari 2027LPS - Kalkulator 3T dan Batas Simpanan DijaminSimpanan dijamin hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, syarat 3TDJP - PP Nomor 131 Tahun 2000 tentang PPh atas Bunga Deposito dan TabunganPPh final 20%, pengecualian di bawah Rp7.500.000Bursa Efek Indonesia (IDX) - Reksa DanaJenis reksa dana dan porsi minimal 80% untuk pendapatan tetap dan sahamJDIH BPK - POJK Nomor 23/POJK.04/2016 tentang Reksa Dana Berbentuk KIKPasal 24, pembayaran pembelian kembali paling lambat 7 hari bursaDirektorat Jenderal Pajak - Sisi Pajak Reksa Dana dan Saham bagi Orang PribadiKeuntungan reksa dana tidak termasuk objek pajakSetiap angka dan klaim di artikel ini dirujuk ke sumber resmi di atas beserta tanggalnya.
Panduan lain yang berkaitan.
Reksadana Saham: Cara Kerja, Risiko, dan Siapa yang Cocok
Reksadana Indeks: Cara Kerja, Biaya, dan Bedanya dari Reksadana Aktif
Switching Reksadana: Kapan Masuk Akal dan Berapa Biayanya
Masih ada yang ingin ditanyakan soal reksadana? Ceritakan kondisimu, kami bantu arahkan langkah yang masuk akal.
Tanya via WhatsApp