Satuan Emas di Indonesia: Arti Suku, Mayam, dan Cara Menghitungnya ke Gram
1 emas berapa gram? Suku, mayam, dan emas adalah konvensi pasar, bukan standar resmi. Ini angka yang lazim, sumbernya, dan cara mengeceknya.

Pertanyaan 1 emas berapa gram tidak punya satu jawaban yang berlaku di seluruh Indonesia, dan itu bukan karena informasinya susah dicari. Penyebabnya lebih mendasar. Kata emas, mayam, dan suku bukan satuan resmi. Satu-satunya satuan massa yang sah menurut hukum Indonesia adalah kilogram beserta turunannya, yaitu gram, sebagaimana ditetapkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal. Satuan daerah hidup di luar sistem itu sebagai kebiasaan dagang yang diwariskan turun-temurun, tanpa lembaga yang pernah membakukan angkanya. Akibatnya konversinya berbeda antar daerah, dan kadang berbeda antar toko di kota yang sama. Artikel ini menunjukkan angka apa yang lazim dipakai, dari mana angka itu datang, di mana sumber-sumber resmi justru saling bertentangan, dan kenapa kamu tetap wajib mengonfirmasi ke toko sebelum uangmu berpindah.
Kenapa pertanyaan ini tidak punya jawaban tunggal
Kebanyakan artikel di internet menjawab pertanyaan ini dengan satu angka mantap, lalu berhenti di situ. Masalahnya, angka mantap itu tidak pernah punya penerbit. Tidak ada lembaga negara yang pernah mengeluarkan keputusan bahwa satu mayam adalah sekian gram. Tidak ada standar nasional yang mengaturnya. Yang ada hanyalah kesepakatan tidak tertulis di antara pedagang emas di suatu wilayah, yang diteruskan dari generasi ke generasi lewat kebiasaan.
Kesepakatan semacam itu bisa bertahan lama dan bekerja dengan baik, selama semua orang di ruangan yang sama memakai angka yang sama. Ia mulai bermasalah begitu kamu membawanya keluar wilayah. Emas yang kamu beli di Bukittinggi dengan sebutan satu emas akan ditimbang ulang dalam gram ketika kamu menjualnya di Jakarta. Mahar dua puluh mayam yang disepakati di Banda Aceh akan berubah menjadi angka gram di layar timbangan begitu masuk ke toko yang tidak mengenal istilah mayam.
Ada tiga lapisan yang sering tercampur di kepala orang, dan memisahkannya membuat semuanya jauh lebih jelas.
- Satuan hukum. Ini gram dan kilogram. Punya dasar undang-undang, punya standar induk, punya petugas yang menera alat timbang. Berlaku sama di Sabang sampai Merauke.
- Satuan kamus. Ini kata-kata yang tercatat di Kamus Besar Bahasa Indonesia seperti mayam, suku, tahil, kati, dan bungkal. Kamus mencatat maknanya sebagai kosakata, bukan menetapkannya sebagai standar pengukuran.
- Satuan pasar. Ini angka yang benar-benar dipakai pedagang emas saat menghitung harga. Angka inilah yang paling menentukan uangmu, dan justru ini yang paling tidak punya dokumen resmi.
Ketiganya tidak selalu sejalan. Bagian paling menarik dari artikel ini adalah menunjukkan bahwa di beberapa titik, ketiganya bahkan bertabrakan secara langsung. Kalau kamu sedang mencari kepastian, jawaban jujurnya adalah kepastian itu hanya ada di satu lapisan, yaitu gram.
Satuan yang sah menurut hukum Indonesia hanya gram
Dasarnya tegas dan tidak ambigu. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal, yang menurut basis data hukum Kementerian Perdagangan berstatus masih berlaku sampai hari ini, mengatur soal ini di Bab II. Pasal 2 menyatakan setiap satuan ukuran yang berlaku sah harus berdasarkan desimal, dengan menggunakan satuan-satuan SI. Pasal 3 ayat (1) huruf b menetapkan satuan dasar besaran massa adalah kilogram. Pasal 5 ayat (2) melengkapinya: seperseribu bagian dari kilogram adalah gram, dinyatakan dengan lambang satuan g.
Perhatikan apa yang tidak ada di sana. Tidak ada mayam. Tidak ada suku. Tidak ada bungkal, tahil, atau emas sebagai satuan. Undang-undang ini menutup daftarnya dan tidak menyediakan pintu untuk satuan warisan lokal.
Yang lebih jarang diketahui, undang-undang ini tidak berhenti pada penetapan. Ia juga melarang beberapa hal. Pasal 29 ayat (1) melarang menggunakan sebutan dan lambang satuan selain yang berlaku, pada pengumuman tentang barang yang dijual dengan cara diukur, ditakar, atau ditimbang, baik di surat kabar, majalah, surat tempelan, etiket yang dilekatkan pada barang, maupun pemberitahuan lain yang menyatakan ukuran atau berat. Penjelasan resmi pasal itu menyebutkan tujuannya adalah mencapai keseragaman penulisan dan penyebutan satuan ukuran yang berdasarkan Satuan Sistem Internasional.
Lalu ada satu pasal yang menjelaskan hampir seluruh kejanggalan yang kamu rasakan di toko emas. Pasal 25 melarang mempunyai, menaruh, memamerkan, atau memakai alat timbang yang tidak bertanda tera sah di tempat usaha. Pasal yang sama, pada huruf f, juga melarang alat timbang yang mempunyai tanda khusus yang memungkinkan orang menentukan timbangan menurut dasar dan sebutan lain daripada satuan yang berlaku. Artinya timbangan yang skalanya bertuliskan mayam tidak boleh berdiri di meja toko. Alat timbangnya wajib bekerja dalam gram, dan wajib bertanda tera sah. Urusan tera dan tera ulang itu sendiri diatur lebih teknis lewat Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2024 tentang kegiatan tera dan tera ulang alat ukur, alat timbang, dan alat perlengkapan metrologi legal.
Jadi ada pembagian kerja yang rapi dan sebenarnya masuk akal. Ucapan penjual bebas memakai bahasa daerahnya. Alat timbang dan dokumen tidak bebas. Begitu angka harus dicatat dan dipertanggungjawabkan, gram yang mengambil alih.

Arti suku, mayam, dan emas menurut kamus resmi negara
Kalau undang-undang tidak mengenal satuan lokal, adakah dokumen resmi lain yang mencatatnya? Ada satu, dan hasilnya mengejutkan. Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dikelola Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, mencatat kata-kata ini sebagai kosakata. Tapi cara kamus mendefinisikannya justru membuktikan bahwa angkanya memang tidak pernah dibakukan.
Mari kita telusuri satu per satu, langsung dari entrinya.
Untuk kata emas, kamus memberi tujuh makna, dan makna kelimanya adalah yang kita cari: satuan berat emas murni sama dengan 2,5 gram, dengan label Mk yang berarti Minangkabau. Ini menarik karena inilah satu-satunya satuan lokal dalam daftar ini yang kamusnya berani menyebut angka gramnya secara langsung. Jadi kalau ada yang bertanya satu emas berapa gram dalam konteks Minangkabau, kamus resmi negara punya jawaban: 2,5 gram.
Untuk kata mayam, kamus jauh lebih pelit. Definisinya hanya satu baris: satuan ukuran berat emas sama dengan 1/16 bungkal. Tidak ada gram di sana. Untuk tahu berapa gramnya, kamu harus tahu dulu berapa gram satu bungkal.
Maka kita buka bungkal. Salah satu maknanya adalah ukuran berat emas, dan kamus menjelaskannya dalam kurung sebagai tahil, setengah kati. Masih belum ada gram. Sekarang ada dua jalan yang bisa ditempuh, dan di sinilah semuanya berantakan.
Jalan pertama lewat tahil, yang oleh kamus disebut satuan ukuran berat 37,8 g. Jalan kedua lewat kati, yang oleh kamus disebut ukuran berat yang berbobot 6¼ ons, sementara ons sendiri didefinisikan kamus sebagai satuan ukuran berat yang sama dengan seratus gram. Ikuti jalan pertama, satu bungkal adalah 37,8 gram. Ikuti jalan kedua, setengah kati adalah 312,5 gram. Dua jalan dari satu entri kamus yang sama, dan hasilnya berbeda lebih dari delapan kali lipat.
Untuk suku, kamus punya makna yang berbunyi sebagian dari empat atau seperempat, dan makna lain yang berbunyi uang emas yang dipakai juga sebagai ukuran berat emas. Contoh yang diberikan kamus adalah gelang lima suku, yaitu gelang yang beratnya sama dengan lima keping uang suku. Perhatikan bahwa kamus mendefinisikan berat lewat jumlah keping uang, bukan lewat gram. Seperempat dari apa pun tidak pernah disebutkan.
| Satuan | Definisi menurut KBBI | Nilai gram yang disebut kamus |
|---|---|---|
| emas (Minangkabau) | satuan berat emas murni | 2,5 gram, disebut langsung |
| tahil | satuan ukuran berat | 37,8 gram, disebut langsung |
| ons | satuan ukuran berat (massa) | 100 gram, disebut langsung |
| kati | ukuran berat yang berbobot 6¼ ons | tidak disebut, harus diturunkan |
| bungkal | ukuran berat emas (tahil, setengah kati) | tidak disebut, dua jalan berbeda |
| mayam | satuan ukuran berat emas sama dengan 1/16 bungkal | tidak disebut sama sekali |
| suku | seperempat, dan uang emas yang dipakai sebagai ukuran berat emas | tidak disebut sama sekali |
Inilah temuan yang jarang ditulis orang. Rantai definisi kamus untuk mayam tidak pernah mendarat di gram, dan ketika dipaksa mendarat, ia mendarat di dua tempat sekaligus. Ini bukan kesalahan kamus. Kamus memang bertugas mencatat bagaimana kata dipakai, bukan menetapkan berapa beratnya. Yang salah adalah asumsi kita bahwa di suatu tempat pasti ada angka resminya.
Angka konversi yang lazim dipakai pasar, dan kenapa ia bukan standar
Sekarang kita turun ke lapisan yang paling menentukan uangmu, yaitu angka yang benar-benar dipakai pedagang. Sumber paling kredibel yang bisa dirujuk di sini adalah Pegadaian, karena ia badan usaha milik negara yang memang berbisnis emas dan mempublikasikan konversinya secara terbuka.
Untuk mayam, Pegadaian menyebut satu mayam setara 3,33 gram emas. Yang membuat sumber ini pantas dipercaya bukan angkanya, melainkan kejujurannya: di halaman yang sama Pegadaian menegaskan mayam bukan satuan massa resmi yang ditetapkan undang-undang metrologi legal atau BSN, dan menyebut statusnya diakui secara de facto oleh pelaku pasar. Pegadaian juga mengakui masih ada kemungkinan variasi di daerah lain.
Untuk suku, Pegadaian menyebut satu suku emas setara 3,75 gram. Dan lagi-lagi, di halaman yang sama, Pegadaian menambahkan kalimat yang seharusnya kamu ingat baik-baik: nilai satu suku bisa berbeda di tiap daerah. Halaman itu juga menyebut satu ons emas setara 7,5 suku, yang kalau dikalikan menghasilkan 28,125 gram, padahal ons menurut kamus adalah 100 gram. Sebutan ons di perdagangan emas jelas bukan ons yang sama dengan yang kamu pakai saat membeli sayur.
| Satuan | Angka yang lazim dipakai | Asal angka | Status |
|---|---|---|---|
| 1 gram | 1 gram | UU No. 2 Tahun 1981 | satu-satunya yang sah secara hukum |
| 1 emas (Minangkabau) | 2,5 gram | KBBI | catatan kamus, bukan standar metrologi |
| 1 mayam | 3,33 gram | Pegadaian | konvensi pasar, diakui Pegadaian bukan satuan resmi |
| 1 suku | 3,75 gram | Pegadaian | konvensi pasar, Pegadaian sendiri menyebut bisa beda tiap daerah |
Tabel di atas adalah konvensi yang lazim dipakai, bukan standar resmi, dan angkanya bervariasi. Tolong baca kalimat itu dua kali sebelum memakai tabelnya.
Sekarang uji tabel itu dengan aritmetika sederhana. Kalau satu mayam benar 3,33 gram, dan kamus bilang satu mayam adalah 1/16 bungkal, maka bungkal versi pasar adalah 3,33 dikali 16, yaitu 53,28 gram. Padahal kamus menyamakan bungkal dengan tahil yang beratnya 37,8 gram. Kalau kita balik arahnya dan mengikuti kamus, satu mayam seharusnya 37,8 dibagi 16, yaitu sekitar 2,36 gram. Selisihnya dengan angka pasar hampir empat puluh persen. Perhitungan ini murni turunan dari dua definisi yang sama-sama bisa kamu buka sendiri, dan hasilnya tidak cocok.

Cara menghitung satuan lokal ke gram tanpa salah paham
Menghitungnya sendiri sebenarnya mudah. Yang sulit adalah memastikan angka yang kamu pakai memang angka yang dipakai lawan bicaramu. Urutan yang aman seperti ini.
Pertama, tanyakan konversinya sebelum menanyakan harga. Bukan sesudah. Kalimatnya bisa sesederhana ini: di toko ini, satu mayam dihitung berapa gram? Pertanyaan ini wajar, sering ditanyakan, dan tidak akan membuatmu terlihat aneh. Kalau jawabannya berbeda dari yang kamu baca di internet, jawaban tokolah yang berlaku untuk transaksi itu, karena merekalah yang menimbang.
Kedua, kalikan atau bagi dengan angka yang baru saja kamu dapatkan, bukan dengan angka yang kamu hafal.
Ketiga, minta beratnya ditulis dalam gram di nota. Ini bukan permintaan yang berlebihan, dan justru sejalan dengan semangat undang-undang metrologi legal yang mewajibkan keseragaman satuan di setiap pemberitahuan tertulis soal berat. Gram di nota adalah satu-satunya angka yang akan diakui semua pihak nanti, termasuk toko lain, Pegadaian, atau pembeli berikutnya.
Contoh terakhir itu sengaja ditaruh di sini. Ia menunjukkan bahwa perdebatan soal 3,33 atau 3,4 bukan perdebatan akademis. Semakin besar transaksimu, semakin besar rupiah yang tergantung pada satu angka yang tidak pernah dibakukan siapa pun.
Satu kebiasaan lagi yang layak kamu bawa: catat berat gram emas yang kamu miliki di tempat yang tidak hilang, terpisah dari notanya. Kalau nanti kamu perlu memperkirakan nilainya, kamu bisa mengalikannya dengan harga emas hari ini tanpa perlu menerjemahkan satuan apa pun lebih dulu.
Kenapa toko emas tetap memakai satuan lokal padahal timbangannya gram
Pertanyaan yang wajar: kalau gram sudah sah, sudah seragam, dan sudah dipakai timbangannya, kenapa satuan lama tidak punah saja?
Alasan pertama adalah harga, bukan berat. Di banyak toko, satuan lokal berfungsi sebagai satuan penawaran, semacam kemasan harga. Menyebut harga per mayam terasa lebih pas dengan ukuran perhiasan yang benar-benar dijual di sana, sama seperti orang lebih nyaman menyebut sekilo beras daripada seribu gram beras. Satuannya bertahan karena nyaman diucapkan, bukan karena ia mengukur lebih baik.
Alasan kedua adalah adat. Di Aceh, mayam melekat pada jeulamee atau mahar pernikahan. Angka mahar disebut dalam mayam dalam pembicaraan keluarga, di undangan, dan dalam ingatan orang sekampung. Mengganti sebutan itu dengan gram bukan sekadar mengganti satuan, tapi memutus rujukan sosial yang sudah dipakai lintas generasi. Hal serupa berlaku untuk suku di beberapa wilayah Sumatra. Kebiasaan bahasa jauh lebih lambat berubah daripada peraturan.
Alasan ketiga, dan ini yang sering dilupakan, adalah bahwa undang-undang sebenarnya tidak melarang orang berbicara. Yang diatur Undang-Undang Metrologi Legal adalah alat timbangnya, pengumuman tertulisnya, dan label yang menyertai barangnya. Percakapan lisan antara penjual dan pembeli tidak masuk cakupan itu. Jadi satuan lokal punya ruang hidup yang sah secara praktis: ia boleh ada di mulut, tidak boleh ada di timbangan.
Konsekuensinya sederhana dan perlu kamu terima apa adanya. Selama satuan lokal cuma hidup di percakapan, tidak akan pernah ada pihak yang berwenang membakukan angkanya, karena tidak ada yang berwenang mengatur percakapan. Situasi ini kemungkinan besar akan terus begini. Jadi jangan menunggu angka resmi keluar. Yang bisa kamu lakukan adalah selalu menurunkan setiap kesepakatan lisan menjadi gram tertulis sebelum uang berpindah.
Begitu emasmu masuk ke jalur formal, satuan lokal langsung hilang total. Tabungan Emas Pegadaian mencatat saldo dan pembelian dalam gram, bahkan sampai pecahan sekecil 0,01 gram. Emas batangan dijual dalam pecahan gram, dan begitu pula ketika kamu membeli emas Antam atau membandingkan emas UBS dengan Antam. Saat kamu menggadaikan emas, yang ditaksir petugas juga berat gram dan kadarnya. Perhitungan zakat emas pun memakai nisab dalam gram. Tidak ada satu pun sistem formal yang mau menerima mayam sebagai masukan.
Emas muda, emas tua, dan hal yang wajib kamu cek sendiri
Ada satu kekeliruan yang sering menempel pada topik ini, dan sebaiknya diluruskan sekarang. Banyak orang bertanya emas muda 1 gram berapa, seolah beratnya bisa berbeda. Tidak bisa. Satu gram emas muda tetap satu gram, persis sama dengan satu gram emas tua, karena gram mengukur massa dan tidak peduli isinya apa. Yang berbeda bukan beratnya, melainkan kadarnya, yaitu berapa persen emas murni di dalam logam itu.
Kadar diatur di jalur yang sama sekali terpisah dari satuan berat. BSN telah menetapkan SNI 8880:2020 tentang barang-barang emas, dengan persyaratan mutu yang mencakup rentang mulai 8 karat sampai 24 karat. Karat di sini adalah sistem pengukuran tingkat kemurnian emas berdasarkan persentase emas murni yang terkandung dalam logam, bukan ukuran berat. Perlu dicatat, standar ini mengurus kadar dan pengujiannya, dan sama sekali tidak menyentuh urusan satuan massa. Jadi tidak ada standar nasional yang membakukan mayam, dan memang bukan itu tugasnya.
Karena kandungan emas murninya lebih sedikit, harga per gram emas muda memang lebih rendah daripada emas tua. Itulah kenapa berat saja tidak cukup untuk menilai. Kamu butuh dua angka sekaligus: berapa gram, dan berapa kadarnya. Pembahasan lengkap soal arti angka kadar yang tercetak di perhiasan, cara membacanya, dan cara mengenali yang bermasalah sudah kami bahas terpisah di panduan ciri emas palsu, jadi tidak diulang di sini.
Kalau kamu meringkas seluruh artikel ini menjadi kebiasaan, kira-kira begini urutannya:
- Anggap setiap angka konversi sebagai klaim, bukan fakta. Termasuk 3,33 dan 3,75 di artikel ini. Keduanya lazim dipakai, tetapi tidak ada yang menjaminnya.
- Tanyakan konversi toko sebelum menanyakan harga. Ini gratis, cepat, dan menghilangkan hampir semua potensi salah paham.
- Minta berat gram tertulis di nota. Gram adalah satu-satunya satuan yang bisa kamu bawa ke mana pun tanpa perlu diterjemahkan ulang.
- Pisahkan berat dari kadar. Gram menjawab seberapa banyak, karat menjawab seberapa murni. Keduanya tidak saling menggantikan.
- Bandingkan lintas toko dalam gram, bukan dalam satuan lokal. Membandingkan harga per mayam antar dua toko yang memakai konversi berbeda adalah membandingkan dua hal yang berbeda.
- Simpan catatanmu dalam gram. Kalau suatu saat kamu mewariskan atau menjualnya, penerimanya tidak perlu menebak.
Kesimpulan jujurnya begini. Kalau kamu datang ke artikel ini berharap menemukan satu angka pasti, jawabannya memang mengecewakan: angka itu tidak ada, dan siapa pun yang menyajikannya seolah baku sedang melebihi apa yang bisa dibuktikan. Tetapi ada kabar yang lebih berguna dari kepastian palsu. Kamu tidak butuh angka baku itu sama sekali, karena alat timbang di depanmu sudah bekerja dalam gram, dan gram itulah yang berlaku sah. Satuan lokal hanyalah cara orang berbicara tentang emas, bukan cara emas diukur. Selama kamu memindahkan setiap kesepakatan ke gram sebelum membayar, kamu aman tanpa perlu menunggu ada yang membakukan apa pun. Kalau kamu ingin menelusuri topik emas lebih jauh, mulai saja dari halaman emas kami.
Terakhir, dan ini penting: artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan bukan saran, ajakan, atau rekomendasi investasi. Uang Bijak tidak menjual emas dan tidak berafiliasi dengan toko emas, Pegadaian, maupun produsen mana pun. Angka konversi satuan lokal yang disebutkan di sini adalah konvensi pasar yang kami kutip dari sumber yang bisa kamu periksa sendiri, bukan standar yang kami tetapkan, dan kami tidak bisa menjamin angka itu berlaku di tempat kamu bertransaksi. Selalu konfirmasikan langsung ke toko dan minta bukti tertulis dalam gram. Baca juga disclaimer kami.
1 emas berapa gram?
1 suku emas berapa gram?
1 mayam berapa gram?
Emas muda 1 gram berapa?
Apakah mayam dan suku satuan yang diakui hukum?
Kenapa nota toko emas memakai gram padahal penjualnya menyebut mayam?
Bagaimana cara memastikan timbangan toko emas benar sebelum saya bertransaksi?
Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.
Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab
Sumber
UU No. 2 Tahun 1981 tentang Metrologi LegalSatuan sah adalah SI, satuan dasar massa kilogram, larangan sebutan satuan lainJDIH Kemendag - UU No. 2 Tahun 1981 tentang Metrologi LegalStatus undang-undang masih berlakuJDIH Kemendag - Permendag No. 24 Tahun 2024 tentang Kegiatan Tera dan Tera UlangAturan tera dan tera ulang alat timbangKBBI Daring - entri emasEmas sebagai satuan berat Minangkabau 2,5 gramKBBI Daring - entri mayamMayam didefinisikan 1/16 bungkal tanpa nilai gramKBBI Daring - entri sukuSuku berarti seperempat dan uang emas sebagai ukuran beratKBBI Daring - entri tahilTahil sama dengan 37,8 gramKBBI Daring - entri bungkalBungkal didefinisikan lewat tahil dan setengah katiPegadaian - 1 Mayam Berapa Gram EmasMayam 3,33 gram dan pengakuan bahwa mayam bukan satuan resmiPegadaian - Emas 1 Suku Berapa GramSuku 3,75 gram dan nilainya bisa berbeda tiap daerahPegadaian - Tabungan EmasSaldo dan pembelian emas dicatat dalam gram mulai 0,01 gramBSN - BSN Tetapkan SNI 8880:2020 Untuk Jamin Kualitas Barang EmasSNI 8880:2020 mengatur kadar karat, bukan satuan beratSetiap angka dan klaim di artikel ini dirujuk ke sumber resmi di atas beserta tanggalnya.
Panduan lain yang berkaitan.
Gadai Emas di Pegadaian: Cara Kerja Taksiran, Biaya, dan Cara Menebusnya
Tabungan Emas BSI: Cara Buka, Biaya, Setoran Awal, dan Bedanya dengan Pegadaian
Zakat Emas: Nisab, Haul, Cara Menghitung, dan Contoh Perhitungannya
Masih ada yang ingin ditanyakan soal emas? Ceritakan kondisimu, kami bantu arahkan langkah yang masuk akal.
Tanya via WhatsApp