Lompat ke konten
Belajar Saham

Aplikasi Saham Terbaik untuk Pemula: Cara Menilai Biaya, Izin OJK, dan Fiturnya

Tidak ada aplikasi saham terbaik untuk semua orang. Ini kerangka menilai sendiri: cek izin sekuritas, bongkar biaya beli dan jual, kenali tanda bahaya.

Tim Redaksi Uang Bijak13 menit bacaDitinjau Ahmad Thariq Syauqi
Ponsel pada penyangga menampilkan pola grafik abstrak di atas meja

Tidak ada satu aplikasi saham terbaik yang berlaku untuk semua orang, dan artikel ini sengaja tidak memberi peringkat. Yang ada adalah aplikasi yang paling masuk akal untuk cara kamu berinvestasi. Karena itu yang kami berikan adalah kerangka menilainya sendiri, dengan empat saringan berurutan: legalitas perusahaan sekuritasnya di OJK dan Bursa Efek Indonesia, biaya yang benar-benar kamu bayar saat membeli dan menjual, fitur yang relevan untuk pemula, serta tanda bahaya yang menandakan sebuah "aplikasi saham" sebenarnya bukan aplikasi saham. Satu fakta yang mengubah cara pandang sejak awal: perdagangan efek di bursa hanya dapat dilakukan oleh Anggota Bursa (IDX). Jadi yang wajib kamu periksa adalah sekuritasnya, bukan tampilan aplikasinya.

Kenapa kami tidak memberi peringkat aplikasi saham

Coba cari kata kunci ini di mesin pencari. Hampir semua hasilnya berupa daftar peringkat: "10 aplikasi saham terbaik", lengkap dengan juara satu dan tombol daftar. Kami memilih tidak ikut, dan alasannya struktural, bukan soal kesopanan.

Menyusun peringkat produk keuangan memaksa penerbit menjawab pertanyaan yang sebenarnya tidak bisa dijawab dari luar: terbaik untuk siapa, dengan gaya investasi apa, dan pada nominal berapa. Aplikasi yang murah untuk seseorang yang bertransaksi tiap hari bisa jadi pilihan yang menyusahkan bagi orang yang membeli tiga kali setahun lalu menahannya bertahun-tahun. Peringkat tunggal menyembunyikan pertanyaan itu, bukan menjawabnya.

Ada juga soal insentif yang jarang diakui terbuka. Rujukan pembukaan rekening efek adalah salah satu kanal pemasaran yang lazim di industri keuangan. Kami tidak akan menuduh penerbit mana pun, karena kami tidak tahu isi kesepakatan mereka. Tetapi kamu berhak bertanya pada setiap daftar peringkat yang kamu baca: siapa yang membayar halaman ini, dan apakah urutannya berubah kalau pembayarnya berubah. Kalau jawabannya tidak tersedia, perlakukan urutan itu sebagai iklan, bukan sebagai penilaian.

Maka posisi kami sederhana. Kami tidak memberi tahu kamu aplikasi mana yang harus dipakai. Kami memberi tahu kamu cara membaca aplikasi mana pun yang sedang kamu pertimbangkan, memakai sumber yang bisa kamu buka sendiri. Setelah membaca ini, kamu seharusnya bisa menilai aplikasi yang bahkan belum ada saat artikel ini terbit.

Poin kunci: kata "terbaik" pada produk keuangan selalu punya kelanjutan yang tersembunyi, yaitu "terbaik untuk siapa". Begitu kamu memaksa kalimat itu lengkap, sebagian besar daftar peringkat kehilangan maknanya.

Yang berizin itu sekuritasnya, bukan aplikasinya

Ini kesalahpahaman yang paling sering dan paling mahal. Banyak pemula mengira yang mereka pilih adalah aplikasi. Padahal aplikasi hanyalah etalase. Yang punya izin, yang menyimpan datamu, dan yang bertanggung jawab atas transaksimu adalah perusahaan sekuritasnya.

Aturannya tegas di tingkat bursa. Perdagangan efek di bursa hanya dapat dilakukan oleh Anggota Bursa yang juga menjadi Anggota Kliring KPEI, dan Anggota Bursa bertanggung jawab terhadap seluruh transaksi yang dilakukan di bursa, baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah (IDX). Artinya, order yang kamu kirim dari layar ponsel tidak langsung masuk ke bursa. Order itu masuk lewat sekuritas yang menjadi Anggota Bursa. Aplikasi hanyalah pintu masuknya.

OJK menggambarkan hal yang sama dari sisi pemilihan. Sekuritas, atau broker, adalah perusahaan yang aktivitas utamanya melakukan jual beli efek yang tercatat di bursa dan memiliki izin serta wewenang untuk melakukan transaksi tersebut. Yang perlu dipertimbangkan saat memilihnya adalah kredibilitasnya, keanggotaannya sebagai Anggota Bursa, serta pencatatannya di Bursa Efek Indonesia. Barulah setelah itu kamu mengunduh aplikasi yang disediakan oleh sekuritas tersebut (OJK Sikapi Uangmu). Perhatikan urutannya: pilih sekuritas dulu, aplikasi belakangan. Kebanyakan orang melakukannya terbalik, tergoda antarmuka yang rapi di iklan.

Konsekuensi praktisnya penting. Satu sekuritas bisa punya lebih dari satu aplikasi, dan aplikasi bisa berganti nama, tampilan, atau versi. Izinnya tetap melekat pada badan hukum sekuritasnya. Jadi saat kamu memeriksa legalitas, yang kamu cari di daftar resmi adalah nama perusahaan sekuritasnya, bukan nama merek aplikasinya. Kalau di halaman unduhan kamu tidak menemukan nama perusahaan sekuritas yang jelas, itu sendiri sudah temuan.

Uangmu juga tidak tinggal di aplikasi. Dana transaksi ditempatkan di Rekening Dana Nasabah atas namamu sendiri, yang terpisah dari rekening perusahaan efek (OJK Sikapi Uangmu). Sahammu tercatat di KSEI. Kalau kamu baru mengenal mekanismenya, mulai dari penjelasan apa itu saham, lalu lihat urutan praktiknya di panduan membuka rekening lewat HP.

Ilustrasi alur order dari aplikasi ke perusahaan sekuritas lalu ke bursa
Aplikasi hanyalah etalase, yang berizin dan bertanggung jawab adalah perusahaan sekuritasnya

Cara mengecek izin sekuritas sendiri, langkah demi langkah

Ini bagian terpenting dari seluruh artikel, dan satu-satunya yang bersifat mutlak. Biaya bisa dinegosiasikan dengan kenyataan, fitur bisa dikompromikan, tetapi legalitas tidak. Kalau saringan ini gagal, tidak ada gunanya melanjutkan ke saringan berikutnya.

Kabar baiknya, pengecekan ini gratis, terbuka untuk umum, dan bisa selesai dalam beberapa menit. Lakukan berurutan.

  1. Temukan nama badan hukumnya. Buka halaman resmi atau halaman toko aplikasi, lalu cari nama perusahaan sekuritas penerbitnya, biasanya diawali "PT". Kalau nama ini disamarkan atau tidak ada, hentikan di sini.
  2. Cocokkan ke Daftar Perusahaan Efek OJK. Buka Daftar Perusahaan Efek di situs OJK. Daftar ini dirilis berkala per periode, jadi ambil terbitan terbaru. Nama yang kamu cari harus benar-benar ada di sana, ditulis persis.
  3. Cocokkan ke daftar Anggota Bursa IDX. Buka Profil Anggota Bursa di situs Bursa Efek Indonesia. Karena hanya Anggota Bursa yang boleh bertransaksi di bursa, sekuritas yang tidak ada di daftar ini tidak bisa mengeksekusi order sahammu, apa pun klaim aplikasinya.
  4. Silang cek lewat direktori FIND. OJK menyediakan Financial Institutions Directory, direktori pelaku usaha jasa keuangan yang berizin, terdaftar, atau diawasi OJK. Ini berguna sebagai pemeriksaan kedua kalau kamu ragu membaca daftar per periode.
  5. Bertanya kalau masih ragu. OJK mengingatkan untuk memastikan lembaga yang menawarkan produk sudah punya izin sesuai bidang usahanya dan memahami siapa regulatornya. Kalau bingung, hubungi Kontak OJK (OJK) di 1500-655 atau 157, WhatsApp 081-157-157-157.

Ada satu jebakan yang perlu kamu ketahui sebelum melakukan langkah di atas: nama yang cocok belum tentu berarti aplikasinya asli. Satgas PASTI mencatat modus penipuan berupa meniru atau menduplikasi nama produk, situs, maupun media sosial milik entitas berizin, dengan tujuan menipu, praktik yang mereka sebut impersonation (Satgas PASTI). Jadi cocokkan dua arah: bukan cuma "apakah nama ini ada di daftar OJK", tetapi juga "apakah tautan unduhan ini benar-benar berasal dari situs resmi sekuritas tersebut". Mulailah dari situs resmi sekuritas menuju aplikasi, jangan dari iklan menuju aplikasi.

Skalanya bukan main-main. Sejak 2017 sampai 12 November 2025, Satgas PASTI telah menghentikan 14.005 entitas keuangan ilegal, di antaranya 1.882 entitas investasi ilegal (Satgas PASTI). Lima menit pengecekan adalah harga yang murah.

Membongkar biaya: kenapa fee jual selalu lebih besar dari fee beli

Kalau kamu memperhatikan daftar biaya sekuritas mana pun, kamu akan melihat pola yang seragam: biaya jual selalu lebih besar daripada biaya beli. Banyak orang mengira itu strategi sekuritas untuk menahan nasabah menjual. Bukan. Selisih itu adalah pajak.

Menurut Direktorat Jenderal Pajak, atas penghasilan dari transaksi penjualan saham di bursa efek dipungut Pajak Penghasilan yang bersifat final sebesar 0,1% dari jumlah bruto nilai transaksi penjualan, dan penyelenggara bursa efek wajib memungutnya di setiap transaksi penjualan. Perhatikan tiga kata pentingnya: final, bruto, dan penjualan. Final berarti selesai di situ, tidak dihitung lagi di SPT tahunanmu. Bruto berarti dipungut dari nilai transaksi, bukan dari untungmu, jadi kamu tetap membayarnya walaupun kamu menjual dalam keadaan rugi. Dan penjualan berarti tidak ada pungutan ini saat membeli.

Angka bakunya cocok persis. Berdasarkan IDX, biaya transaksi baku adalah 0,0433% untuk beli dan 0,1433% untuk jual. Selisihnya tepat 0,1%, yaitu PPh final tadi. Sisanya, 0,0433%, adalah komponen bursa, kliring, dan penyelesaian yang dikenakan di kedua arah.

KomponenSaat beliSaat jualKe mana perginya
Biaya bursa, kliring, penyelesaian0,0433%0,0433%Infrastruktur pasar modal
PPh final penjualan sahamtidak ada0,1%Kas negara
Total biaya baku (IDX)0,0433%0,1433%
Komisi sekuritasbervariasibervariasiPerusahaan sekuritas

Implikasinya tajam dan jarang disebut: bagian yang bisa kamu bandingkan antar aplikasi hanyalah baris terakhir. Biaya baku dan PPh final besarnya sama di semua sekuritas. Jadi saat sebuah aplikasi mengiklankan "biaya jual 0,25%", yang benar-benar menjadi pendapatan mereka bukan 0,25%, melainkan sisanya setelah dikurangi 0,1433%. Membandingkan angka total tanpa memisahkan komponen ini membuat perbedaan antar aplikasi terlihat lebih kecil daripada sebenarnya.

Sekarang bagian yang jujur soal skala. Kami tidak mengutip tarif komisi sekuritas mana pun di sini, karena tarif berubah dan kamu wajib membacanya langsung di daftar biaya resmi sekuritas yang kamu pertimbangkan. Yang bisa kami tunjukkan adalah cara menghitung dampaknya.

Contoh hitungan (angka ilustrasi, bukan tarif sekuritas mana pun): misalkan kamu membandingkan dua aplikasi dengan selisih komisi 0,1%, dan nilai tiap transaksimu Rp10.000.000. Selisih biayanya Rp10.000 per transaksi. Kalau kamu investor jangka panjang yang membeli 4 kali setahun, selisihnya Rp40.000 setahun. Kalau kamu bertransaksi 20 kali sebulan, atau 240 kali setahun, selisihnya menjadi Rp2.400.000 setahun. Angka yang sama, dampak yang jauh berbeda.

Inilah alasan pertanyaan "mana yang biayanya paling murah" tidak punya jawaban tunggal. Untuk trader aktif, selisih 0,1% adalah salah satu variabel terbesar yang bisa mereka kendalikan. Untuk investor jangka panjang, selisih itu kalah penting dibanding hal lain: apakah aplikasinya tetap bisa diakses saat pasar sedang ramai, apakah laporan transaksinya jelas saat kamu butuh untuk arsip, dan apakah layanan pelanggannya bisa dihubungi manusia. Mengejar komisi termurah sambil bertransaksi lebih sering dari rencana adalah cara klasik menghemat di satu kolom dan boros di kolom lain.

Tiga biaya lain yang sering luput dan harus kamu tanyakan sebelum setor:

  • Minimum fee per transaksi. Banyak sekuritas menetapkan biaya minimum per order. Efeknya baru terasa pada nominal kecil. Sebagai ilustrasi, kalau minimum fee-nya Rp5.000 dan kamu membeli senilai Rp500.000, biaya efektifmu menjadi 1% dari transaksi, jauh di atas persentase yang tertulis di iklan. Semakin kecil nominal rutinmu, semakin penting angka ini.
  • Biaya administrasi RDN. RDN adalah rekening bank, dan bank bisa mengenakan biaya administrasi bulanan. Tanyakan bank mana saja yang tersedia dan berapa biayanya, karena ini beban rutin yang tidak bergantung pada aktivitasmu.
  • Biaya dan aturan penarikan dana. Cek biaya per penarikan, batas waktu pengajuan harian, dan berapa lama dana sampai ke rekeningmu. Sekuritas boleh menetapkan setoran awal yang berbeda-beda (OJK Sikapi Uangmu), dan aturan penarikannya juga bervariasi.

Kalau kamu ingin melihat bagaimana biaya ini muncul di layar saat kamu benar-benar bertransaksi, baca mekanisme pembelian saham yang membahas alurnya per langkah.

Ilustrasi perbandingan porsi biaya transaksi saham beli dan jual
Selisih biaya jual dan beli berasal dari PPh final 0,1% yang masuk ke kas negara

Fitur yang penting untuk pemula dan yang cuma gimmick

Setelah legalitas lolos dan biaya kamu pahami, barulah fitur relevan. Di sinilah pemasaran bekerja paling keras, karena fitur mudah dipamerkan dalam tangkapan layar. Saringnya dengan satu pertanyaan: apakah fitur ini membantu saya mengambil keputusan yang lebih baik, atau membuat saya bertransaksi lebih sering?

Perbedaannya penting karena kepentingan kedua belah pihak tidak selalu searah. Sebagian pendapatan sekuritas berasal dari komisi per transaksi. Fitur yang mendorong frekuensi transaksi menguntungkan mereka secara langsung, sementara buat kamu belum tentu. Ini bukan tuduhan, hanya kenyataan struktural yang perlu kamu sadari saat menilai deretan fitur.

KebutuhanFitur yang benar-benar bergunaSering dijual, jarang berguna untuk pemula
Legalitas & keamananNama sekuritas jelas, verifikasi dua langkah, notifikasi loginLencana "aman" tanpa keterangan regulator
Transparansi biayaRincian biaya per transaksi yang bisa dilihat sebelum konfirmasiKlaim "biaya termurah" tanpa daftar biaya lengkap
RisetTautan laporan keuangan dan keterbukaan informasi emitenSkor atau peringkat saham otomatis tanpa metode yang dijelaskan
PencatatanRiwayat transaksi dan laporan yang bisa diunduhPapan peringkat keuntungan antar pengguna
Kendali diriWatchlist, order antre, pengaturan notifikasiNotifikasi harga agresif dan elemen permainan yang mendorong transaksi

Tiga fitur yang menurut kami paling kurang dihargai pemula, justru karena membosankan. Pertama, rincian biaya sebelum konfirmasi order. Aplikasi yang menampilkan biaya secara gamblang di layar konfirmasi membuat kamu belajar ekonomi transaksimu sendiri, tiap kali. Kedua, laporan yang bisa diunduh. Kamu akan membutuhkannya saat merapikan catatan keuangan, dan aplikasi yang menyulitkan ekspor data membuat kamu tersandera pada tampilannya. Ketiga, keandalan saat pasar ramai. Aplikasi tercantik sekalipun tidak berguna kalau tidak bisa diakses tepat di hari kamu perlu mengaksesnya. Ini justru yang paling sulit dinilai dari iklan, dan paling mudah dinilai dengan mencoba nominal kecil lebih dulu.

Sebaliknya, waspadai fitur yang membingkai investasi sebagai permainan: papan peringkat keuntungan, lencana, hitungan mundur, atau notifikasi yang mendesak. IDX sendiri membagi profil risiko investor menjadi sangat konservatif, konservatif, moderat, dan agresif (IDX), dan aplikasi tidak tahu kamu yang mana. Fitur yang mendorong semua orang bertransaksi dengan tempo yang sama mengabaikan perbedaan itu. Kalau kamu ingin memperkuat dasarnya lebih dulu, hub belajar kami menyusun materinya dari nol.

Tanda bahaya: saat "aplikasi saham" sebenarnya penipuan

Sampai di sini kita membahas pilihan di antara aplikasi yang sah. Bagian ini berbeda. Ada kategori penawaran yang menyebut dirinya saham, tetapi sama sekali bukan, dan menilainya dengan kerangka biaya atau fitur adalah kesalahan kategori. Ini yang perlu langsung kamu tolak.

Janji imbal hasil tetap. Saham berfluktuasi. Tidak ada pihak yang bisa menjanjikan persentase keuntungan tetap per hari, minggu, atau bulan dari saham, karena tidak ada yang mengendalikan harga pasar. Satgas PASTI secara khusus mengimbau masyarakat mewaspadai penawaran yang memberikan iming-iming imbal hasil atau bunga tinggi yang tidak logis (Satgas PASTI). Begitu ada angka pasti yang dijanjikan, yang sedang ditawarkan bukan saham.

Robot trading dan skema otomatis "tinggal duduk". Kalau sebuah penawaran menjanjikan hasil otomatis tanpa risiko turun, klaim itu bertabrakan dengan sifat dasar instrumennya. Perlakukan janji semacam ini sebagai penawaran yang perlu kamu verifikasi legalitasnya ke OJK lebih dulu, bukan sebagai fitur.

Titip dana ke "trader" atau "pengelola". Ini yang paling licin, karena sering datang dari orang yang tampak kredibel dan benar-benar punya sertifikat. Satgas PASTI pernah menghentikan kegiatan seseorang yang melakukan penawaran investasi serta penghimpunan dan pengelolaan dana masyarakat tanpa izin OJK, dengan dana yang dikelola sekitar Rp71 miliar. Yang bersangkutan sebenarnya memegang izin Wakil Manajer Investasi dan Wakil Perantara Pedagang Efek. Tetapi OJK menegaskan kedua izin itu berlaku untuk bertindak mewakili kepentingan perusahaan efek, dan bukan merupakan izin untuk menawarkan investasi, menghimpun, atau mengelola dana masyarakat atas nama pribadi (Satgas PASTI). Dalam kasus itu, penghimpunan dana bahkan dilakukan dengan membuka rekening efek nasabah memakai nama-nama pegawai di beberapa perusahaan sekuritas.

Pelajarannya layak diulang, karena melawan intuisi: sertifikat individu tidak sama dengan izin lembaga. Seseorang boleh saja punya izin profesi di pasar modal dan tetap melanggar hukum ketika mengelola danamu atas nama pribadi. Kalau seseorang meminta kamu mentransfer dana ke rekening pribadinya untuk "dikelola", pertanyaannya bukan seberapa hebat rekam jejaknya, melainkan izin lembaga apa yang dia punya untuk melakukan itu.

Dana tidak masuk ke RDN atas namamu. Ini penguji paling sederhana. Pada mekanisme yang sah, dana ditempatkan di rekening atas namamu sendiri, terpisah dari rekening perusahaan efek (OJK Sikapi Uangmu). Kalau kamu diminta transfer ke rekening pribadi atau rekening penampung, apa pun alasannya, itu bukan cara kerja pasar modal.

Waspada: kamu bisa melaporkan penawaran yang mencurigakan atau diduga ilegal melalui sipasti.ojk.go.id, Kontak OJK 157, WhatsApp 081-157-157-157, atau email konsumen@ojk.go.id (Satgas PASTI). Melapor lebih awal berguna bahkan kalau kamu belum jadi korban.
Ilustrasi tanda bahaya penawaran investasi ilegal berkedok aplikasi saham
Janji imbal hasil tetap dan permintaan titip dana adalah tanda penawaran ilegal

Kerangka penilaian: ceklis sebelum kamu setor dana

Rangkum semuanya menjadi urutan yang bisa kamu jalankan. Urutannya sengaja tidak boleh dibalik. Saringan pertama bersifat gugur: kalau gagal, tidak usah lanjut menilai yang lain.

UrutanYang dinilaiCara memeriksanyaKalau gagal
1Legalitas sekuritasAda di Daftar Perusahaan Efek OJK dan Profil Anggota Bursa IDXBerhenti, jangan lanjut
2Keaslian aplikasiUnduh dari tautan di situs resmi sekuritas, bukan dari iklanBerhenti, jangan lanjut
3Alur danaMasuk ke RDN atas namamu sendiriBerhenti, jangan lanjut
4BiayaKomisi beli dan jual, minimum fee, biaya RDN, biaya penarikanBandingkan dengan frekuensimu
5FiturRincian biaya, laporan terunduh, keandalan saat pasar ramaiNilai sesuai kebutuhanmu
6Kecocokan gayaSesuai frekuensi transaksi dan profil risikomuPertimbangkan ulang

Perhatikan bahwa tiga baris pertama tidak ada kaitannya dengan kenyamanan, dan tiga baris terakhir sepenuhnya bergantung pada kamu. Itulah sebabnya artikel ini berbentuk kerangka, bukan peringkat. Dua orang yang menjalankan ceklis yang sama bisa sampai pada kesimpulan berbeda, dan keduanya benar.

Beberapa pengingat penutup. Uji dengan nominal kecil dulu sebelum memindahkan dana besar, karena satu transaksi nyata mengajarkan lebih banyak daripada sepuluh ulasan. Kamu juga boleh membuka rekening di lebih dari satu sekuritas untuk membandingkan, dengan konsekuensi ada biaya administrasi di tiap rekening. Sebelum semuanya, pastikan fondasimu siap: amankan dana darurat lebih dulu, karena uang yang kamu masukkan ke pasar sebaiknya uang yang siap kamu tinggalkan bekerja untuk waktu lama. Kalau ternyata kamu belum punya waktu menganalisis perusahaan satu per satu, pelajari juga reksa dana sebagai alternatif yang pengelolaannya diserahkan ke manajer investasi berizin. Untuk gambaran menyeluruh, hub saham kami menghimpun materi lanjutannya, dan kamu bisa menguji rencanamu lewat simulasi investasi.

Disclaimer: artikel ini bersifat edukasi dan bukan saran, ajakan, atau rekomendasi investasi. Uang Bijak tidak memberi peringkat, menilai, atau menganjurkan aplikasi maupun perusahaan sekuritas mana pun, dan tidak menyarankan pembelian atau penjualan saham tertentu. Investasi saham mengandung risiko, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal. Tarif biaya dan ketentuan tiap sekuritas dapat berubah sewaktu-waktu, jadi selalu periksa langsung ke sumber resminya. Kenali profil risikomu, gunakan hanya dana yang siap kamu risikokan, dan bila perlu konsultasikan keputusanmu dengan pihak yang berizin dan diawasi OJK.
Pertanyaan yang sering diajukan
Aplikasi saham terbaik untuk pemula yang mana?
Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua orang, dan Uang Bijak tidak memberi peringkat produk keuangan. Yang bisa kamu lakukan adalah menilai sendiri dengan urutan saringan yang jelas: pastikan sekuritasnya berizin OJK dan menjadi Anggota Bursa, baca daftar biaya beli dan jualnya, cek fitur yang benar-benar kamu pakai, lalu periksa tanda bahayanya. Aplikasi yang cocok untuk trader harian sering justru mahal untuk investor jangka panjang, dan sebaliknya.
Bagaimana cara memastikan aplikasi saham benar-benar berizin OJK?
Jangan menilai dari tampilan aplikasi atau rating di toko aplikasi. Cari nama perusahaan sekuritasnya, lalu cocokkan ke Daftar Perusahaan Efek di situs OJK dan daftar Profil Anggota Bursa di situs Bursa Efek Indonesia. Kamu juga bisa mencarinya di direktori FIND OJK. Kalau masih ragu, hubungi Kontak OJK di 157 atau 1500-655.
Kenapa biaya jual saham lebih besar daripada biaya beli?
Karena ada Pajak Penghasilan final yang hanya dikenakan saat menjual. Menurut Direktorat Jenderal Pajak, tarifnya 0,1% dari jumlah bruto nilai transaksi penjualan dan bersifat final. Itulah sebabnya biaya baku bursa versi IDX adalah 0,0433% untuk beli dan 0,1433% untuk jual: selisih 0,1% persis sama dengan pajak tersebut. Pajak ini masuk ke kas negara, bukan ke sekuritas, jadi besarnya sama di semua aplikasi.
Apakah aplikasi dengan biaya paling murah otomatis paling bagus?
Tidak selalu. Selisih komisi 0,1% terasa besar kalau kamu bertransaksi puluhan kali sebulan, tetapi hampir tidak terasa kalau kamu membeli beberapa kali setahun dan menahannya lama. Untuk investor jangka panjang, keandalan aplikasi saat bursa ramai dan kejelasan laporan biasanya lebih bernilai daripada selisih komisi yang kecil. Periksa juga minimum fee per transaksi, biaya RDN, dan biaya penarikan dana.
Apakah robot trading dan titip dana ke trader itu legal?
Menghimpun dan mengelola dana masyarakat memerlukan izin dari OJK. Satgas PASTI pernah menghentikan kegiatan seseorang yang mengelola dana masyarakat sekitar Rp71 miliar tanpa izin, padahal yang bersangkutan memegang izin Wakil Manajer Investasi dan Wakil Perantara Pedagang Efek. OJK menegaskan izin perorangan seperti itu bukan izin untuk menghimpun atau mengelola dana masyarakat atas nama pribadi. Skema yang menjanjikan keuntungan pasti juga bertentangan dengan sifat saham yang berfluktuasi.
Apakah saya boleh punya lebih dari satu aplikasi saham?
Boleh. Kamu dapat membuka rekening efek di lebih dari satu perusahaan sekuritas, dan seluruh kepemilikanmu tetap tercatat dalam satu Single Investor Identification di KSEI. Banyak investor memakai cara ini untuk membandingkan pengalaman memakai aplikasi sebelum memusatkan dananya. Konsekuensinya, kamu perlu memantau biaya administrasi di tiap rekening.
Kalau perusahaan sekuritasnya bermasalah, bagaimana dengan uang saya?
Dana transaksimu ditempatkan di Rekening Dana Nasabah atas namamu sendiri, yang menurut OJK terpisah dari rekening perusahaan efek. Sahammu sendiri tercatat di KSEI, bukan di aplikasi. Karena itu kamu bisa memverifikasi kepemilikanmu secara mandiri lewat fasilitas AKSes KSEI dan mencocokkannya dengan tampilan aplikasi. Pemisahan ini bentuk perlindungan, tetapi tidak menghapus risiko harga sahamnya sendiri turun.
Tentang penulis
Tim Redaksi Uang Bijak
Redaksi Editorial · Profil & kredensial

Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.

Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab

Masih ada yang ingin ditanyakan soal belajar saham? Ceritakan kondisimu, kami bantu arahkan langkah yang masuk akal.

Tanya via WhatsApp