Budgeting Nikah: Cara Menyusun Anggaran Lamaran, Akad, dan Resepsi
Panduan budgeting nikah dari lamaran, akad, sampai resepsi: daftar pos biaya, biaya resmi KUA, 8 langkah menyusun anggaran, dan cara menabungnya berdua.

Budgeting nikah adalah menyusun anggaran seluruh biaya pernikahan, dari lamaran, akad, sampai resepsi, lalu mencocokkannya dengan dana yang benar-benar kalian punya. Caranya: tetapkan total dana yang sanggup disiapkan, daftar semua pos biaya per tahap, beri batas maksimal tiap pos, sisakan cadangan, lalu tabung selisihnya sampai hari H.
Kedengarannya sederhana, tetapi di praktik budgeting pernikahan sering melenceng karena dua hal. Pertama, anggaran disusun dari keinginan, bukan dari dana yang ada. Kedua, banyak pos kecil yang tidak tercatat, dari ongkos fitting busana sampai uang lelah panitia keluarga, dan baru terasa ketika semuanya dijumlahkan.
Artikel ini membahas pos-pos biaya nikah per tahap, biaya resmi di KUA menurut aturan pemerintah, delapan langkah menyusun anggaran, contoh tabel alokasi, cara menabung untuk menikah, dan cara membicarakan uang dengan pasangan. Ini bagian dari seri keuangan keluarga. Tulisan ini edukasi, bukan saran investasi.
Kenapa budgeting nikah perlu dimulai sebelum memilih vendor
Godaan terbesar saat merencanakan pernikahan adalah langsung berburu gedung, katering, dan dekorasi, lalu menghitung biayanya belakangan. Urutan ini hampir selalu berakhir dengan anggaran yang membengkak, karena setiap vendor menawarkan paket yang sedikit lebih mahal dari rencana, dan semua terasa wajar satu per satu.
Budgeting yang benar dimulai dari angka total yang sanggup kalian siapkan tanpa berutang. Dari angka itu baru ditentukan skala acara, jumlah tamu, lalu vendor. Dengan urutan ini, setiap tawaran vendor punya pembanding yang jelas: masuk batas pos atau tidak.
Artikel Sikapi Uangmu OJK tentang merencanakan pernikahan mengingatkan agar pesta dilangsungkan semampunya dan jangan sampai memberatkan pasangan maupun keluarga, karena kehidupan rumah tangga yang sebenarnya baru dimulai setelah pesta selesai. Kalimat itu sebenarnya inti dari budgeting nikah. Pesta berlangsung satu hari, sementara keuangan keluarga harus berjalan bertahun-tahun sesudahnya.
Ada alasan praktis lain. Begitu menikah, muncul kebutuhan baru yang sama pentingnya: tempat tinggal, perabot, dana darurat keluarga, dan mungkin persiapan anak. Kalau seluruh tabungan habis untuk resepsi, kebutuhan itu terpaksa dimulai dari nol atau dari utang. Rencana jangka panjang semacam ini dibahas lebih lengkap di perencanaan keuangan.
Pos-pos biaya nikah: lamaran, akad, dan resepsi
Langkah pertama budgeting wedding adalah membuat daftar pos selengkap mungkin. Pos yang tidak tertulis tidak akan dianggarkan, dan pos yang tidak dianggarkan akan diambil dari pos lain. Tabel berikut mengelompokkan pos umum per tahap. Isinya bisa berbeda menurut adat dan kesepakatan keluarga, jadi coret yang tidak relevan dan tambahkan yang khas di daerahmu.
| Tahap | Pos biaya | Yang memengaruhi besarnya |
|---|---|---|
| Lamaran | Konsumsi tamu keluarga | Jumlah orang yang hadir |
| Lamaran | Seserahan atau hantaran | Adat dan kesepakatan keluarga |
| Lamaran | Cincin lamaran atau tunangan | Bahan dan berat cincin |
| Lamaran | Transportasi rombongan | Jarak dan jumlah kendaraan |
| Akad | Mahar | Kesepakatan kedua mempelai |
| Akad | Biaya nikah di KUA | Lokasi akad (lihat seksi KUA di bawah) |
| Akad | Busana dan rias pengantin | Beli, sewa, atau paket vendor |
| Akad | Dokumen dan pemeriksaan kesehatan | Persyaratan administrasi daerah |
| Resepsi | Tempat atau gedung | Kapasitas, lokasi, dan hari |
| Resepsi | Katering | Jumlah tamu dan menu |
| Resepsi | Dekorasi dan pelaminan | Adat, ukuran, dan vendor |
| Resepsi | Dokumentasi foto dan video | Durasi dan jumlah fotografer |
| Resepsi | Hiburan, MC, dan pengeras suara | Jenis hiburan dan durasi |
| Resepsi | Undangan dan suvenir | Jumlah undangan, cetak atau digital |
| Semua tahap | Cadangan biaya tak terduga | Ditetapkan sendiri sejak awal |
Perhatikan kolom ketiga. Hampir semua pos besar dipengaruhi satu variabel yang sama, yaitu jumlah tamu. Itulah sebabnya daftar undangan sebaiknya diputuskan lebih dulu, sebelum memilih gedung atau katering.

Budgeting lamaran
Lamaran sering dianggap acara kecil sehingga tidak masuk anggaran nikah. Padahal konsumsi, seserahan, cincin, dan transportasi rombongan bisa menjadi pengeluaran yang terasa, apalagi kalau lamaran digelar sebagai acara keluarga besar. Cara paling aman dalam budgeting lamaran adalah memasukkannya sebagai tahap pertama dari anggaran yang sama, bukan sebagai pengeluaran terpisah yang dibayar dari tabungan lain.
Sepakati juga sejak awal siapa menanggung apa. Di banyak keluarga, sebagian biaya lamaran ditanggung pihak laki-laki dan sebagian biaya resepsi ditanggung pihak perempuan, tetapi kebiasaan ini berbeda antardaerah dan antarkeluarga. Yang penting bukan pembagiannya, melainkan semuanya tertulis sehingga tidak ada pos yang dikira ditanggung pihak lain.
Kalau mahar berupa perhiasan, misalnya cincin emas, pahami dulu cara membaca kadar dan harga jualnya di cincin emas.
Biaya nikah di KUA menurut aturan resmi
Ini satu-satunya pos yang besarnya diatur negara, jadi pastikan angkanya benar. Dasarnya Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2018 tentang jenis dan tarif penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di Kementerian Agama. Pasal 5 menyebut setiap warga negara yang menikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan atau di luar kantor KUA tidak dikenai biaya pencatatan nikah. Kalau akad dilaksanakan di luar kantor KUA, barulah dikenakan biaya transportasi dan jasa profesi sesuai lampiran peraturan.
| Lokasi dan kondisi akad | Biaya resmi | Dasar |
|---|---|---|
| Di kantor KUA Kecamatan | Rp0 (tidak dikenai biaya pencatatan) | PP 59/2018 Pasal 5 ayat (1) |
| Di luar kantor KUA (rumah, masjid, gedung) | Rp600.000 per peristiwa nikah | PP 59/2018 Pasal 5 ayat (2) dan Lampiran |
| Di luar kantor KUA bagi warga tidak mampu secara ekonomi | Dapat dikenakan Rp0 | PP 59/2018 Pasal 6 ayat (2) |
Laman SIMKAH Kementerian Agama menjelaskan alur pembayarannya: akad di kantor KUA gratis, sedangkan akad di luar kantor KUA membayar Rp600.000 memakai kode billing PNBP yang dikeluarkan KUA, lalu slip setorannya diserahkan ke KUA tempat akad. Jadi pembayaran tidak dititipkan kepada petugas. Kanwil Kemenag Jawa Barat juga menegaskan bahwa layanan gratis berlaku untuk akad di kantor KUA pada hari dan jam kerja, sementara Rp600.000 berlaku untuk akad di luar kantor dan/atau di luar jam kerja atas permintaan pasangan.
Untuk budgeting nikah, artinya pos KUA hanya bernilai Rp0 atau Rp600.000. Kalau ada pungutan lain di luar ketentuan itu, tanyakan dasarnya ke KUA setempat. Aturan bisa berubah, jadi cek ulang di laman resmi Kemenag menjelang pendaftaran.

8 langkah menyusun budgeting pernikahan
Setelah daftar pos lengkap, susun anggarannya dengan urutan berikut. Kerjakan berdua, dan kalau keluarga ikut menyumbang, libatkan mereka sejak langkah pertama.
- Hitung dana yang benar-benar tersedia. Jumlahkan tabungan yang memang dialokasikan untuk menikah, setoran yang sanggup ditambahkan tiap bulan sampai hari H, dan kontribusi keluarga yang sudah pasti. Jangan masukkan angpau tamu, karena jumlahnya tidak bisa dipastikan.
- Tetapkan total anggaran dan cadangan. Total anggaran tidak boleh melebihi dana tersedia. Sisihkan sebagian kecil sebagai cadangan biaya tak terduga sebelum membagi ke pos lain.
- Putuskan skala acara dan jumlah tamu. Ini keputusan anggaran paling besar. Tentukan apakah resepsi digelar, seberapa besar, dan berapa undangan yang realistis.
- Urutkan prioritas. Pilih dua atau tiga pos yang paling penting bagi kalian, misalnya dokumentasi atau konsumsi tamu. Pos lain dibuat sederhana supaya pos prioritas bisa maksimal.
- Beri batas maksimal untuk tiap pos. Bagi total anggaran ke pos-pos di tabel sebelumnya. Batas ini yang dipakai saat menerima penawaran vendor.
- Bandingkan beberapa penawaran. Minta rincian tertulis dari setidaknya dua atau tiga vendor per pos besar, termasuk biaya tambahan seperti lembur, ongkos kirim, dan pajak.
- Buat jadwal pembayaran. Catat kapan uang muka dan pelunasan tiap vendor jatuh tempo, supaya tabungan tidak habis di satu bulan.
- Catat realisasi dan tinjau rutin. Setiap pembayaran dicatat di samping rencana. Tinjau setiap bulan; kalau satu pos melebihi batas, kurangi pos lain, jangan menambah total.
Langkah kedelapan sejalan dengan panduan Cara Merencanakan Keuangan di Sikapi Uangmu OJK: rencana dilaksanakan dengan disiplin lalu ditinjau secara periodik. Tanpa catatan realisasi, anggaran hanya menjadi daftar harapan. Kalau kalian belum terbiasa mencatat, mulai dari pola sederhana di cara membuat anggaran bulanan.

Contoh tabel anggaran nikah (angka ilustrasi)
Tabel berikut memakai angka ilustrasi untuk menunjukkan cara membagi total anggaran ke pos-pos dan menyisakan cadangan. Angkanya bukan patokan harga, bukan rata-rata biaya nikah, dan tidak bersumber dari survei. Biaya nyata sangat bergantung pada kota, adat, dan jumlah tamu. Satu-satunya angka resmi di tabel ini adalah biaya KUA.
| Tahap | Pos | Alokasi (ilustrasi) |
|---|---|---|
| Lamaran | Konsumsi, seserahan, transportasi | Rp4.000.000 |
| Lamaran | Cincin | Rp3.000.000 |
| Akad | Mahar | Rp2.000.000 |
| Akad | Biaya KUA (akad di luar kantor KUA) | Rp600.000 |
| Akad | Busana dan rias | Rp4.000.000 |
| Resepsi | Tempat dan katering | Rp18.000.000 |
| Resepsi | Dekorasi dan pelaminan | Rp5.000.000 |
| Resepsi | Dokumentasi | Rp3.500.000 |
| Resepsi | Hiburan dan pengeras suara | Rp2.000.000 |
| Resepsi | Undangan dan suvenir | Rp1.900.000 |
| Semua tahap | Cadangan tak terduga | Rp4.000.000 |
| Total | Rp48.000.000 |
Cara membaca tabel ini lebih penting daripada angkanya. Pertama, pos tempat dan katering memakan porsi terbesar karena mengikuti jumlah tamu. Kedua, ada pos cadangan sejak awal, bukan dicari belakangan. Ketiga, kalau total ini melebihi dana tersedia, yang pertama dikurangi adalah skala resepsi, bukan cadangan.
Kalau kalian memilih akad di kantor KUA pada jam kerja, pos biaya KUA menjadi Rp0 dan Rp600.000 itu bisa dipindahkan ke pos lain. Pola memberi tugas pada setiap rupiah seperti ini sama dengan prinsip zero based budgeting, yang cocok dipakai untuk anggaran acara besar.

Cara menabung untuk menikah
Laman Masa Dewasa di Sikapi Uangmu OJK menyebut dana menikah sebagai salah satu kebutuhan dana jangka pendek pada masa lajang dan bekerja. Kata kuncinya jangka pendek: uangnya dipakai pada tanggal tertentu yang sudah dekat, jadi cara menyimpannya harus mengutamakan keamanan dan kemudahan dicairkan.
Hitung setoran bulanannya dengan rumus sederhana: target dana dikurangi tabungan yang sudah ada, lalu dibagi jumlah bulan sampai pembayaran vendor terbesar jatuh tempo. Contoh dengan angka ilustrasi: target Rp48.000.000, tabungan awal Rp12.000.000, waktu 18 bulan. Kekurangannya Rp36.000.000, jadi setoran yang dibutuhkan sekitar Rp2.000.000 per bulan, bisa dibagi berdua sesuai kesepakatan.
Beberapa kebiasaan yang membantu:
- Sisihkan di awal, bukan menunggu sisa. Materi dana darurat OJK menyarankan menyisihkan uang saat menerima pendapatan, bukan menyisakan setelah pengeluaran. Prinsip yang sama berlaku untuk dana nikah.
- Pisahkan rekeningnya. Dana nikah yang tercampur dengan uang harian mudah terpakai. Pilihan tempatnya bisa dibaca di cara menabung di bank dan tabungan berjangka, yang setorannya otomatis tiap bulan.
- Pilih tempat yang sesuai jangka waktu. Untuk dana yang dipakai dalam satu sampai dua tahun, instrumen yang nilainya naik turun tajam kurang cocok. Pembaca yang ingin membandingkan bisa mulai dari deposito atau reksadana pasar uang, dengan memahami risikonya masing-masing.
- Jangan pakai dana darurat. Dana darurat untuk kejadian tak terduga, sedangkan pernikahan adalah rencana. Sikapi Uangmu OJK menyebut dana darurat ideal 6 sampai 12 kali pengeluaran bulanan, dan untuk lajang cukup 6 kali. Hitung kebutuhanmu di kalkulator dana darurat.
Teknik menabung untuk tujuan bertenggat seperti ini sering disebut sinking fund. Kalau target terasa terlalu besar, lihat juga strategi bertahap di cara menabung.
Membicarakan keuangan dengan pasangan
Anggaran nikah yang rapi tidak akan bertahan kalau kedua calon mempelai punya gambaran berbeda tentang uang. Artikel Sikapi Uangmu OJK tentang merencanakan pernikahan merangkum beberapa hal yang perlu dibicarakan sebelum menikah, dan sebagian besar langsung berkaitan dengan budgeting nikah.
- Transparan dan jujur. OJK menyebut ini kunci utama: ceritakan kondisi keuangan masing-masing, penghasilan, pengeluaran, hingga utang. Utang pribadi sebaiknya diselesaikan lebih dulu agar tidak membebani pasangan.
- Tentukan tujuan bersama. Setelah tahu kebiasaan masing-masing, sepakati tujuan setelah menikah, misalnya tempat tinggal dan rencana anak, lalu siapkan anggarannya sesegera mungkin.
- Bagi tugas keuangan. Sepakati siapa yang mencatat arus kas, apakah perlu tabungan bersama, dan bagaimana anggaran rumah tangga disusun.
- Pertimbangkan perjanjian pranikah. OJK menjelaskan bahwa tanpa perjanjian pranikah, harta dan utang yang didapat selama pernikahan menjadi milik bersama. Perjanjian ini bisa melindungi hak kedua pihak bila dirasa perlu.
Untuk budgeting pernikahan, obrolan ini menjawab pertanyaan praktis: berapa yang disumbang masing-masing, dari rekening mana, dan pos mana yang menjadi prioritas. Lakukan di suasana tenang, bawa angka, dan tulis kesepakatannya. Setelah menikah, pola yang sama dilanjutkan dalam cara menyusun anggaran rumah tangga.

Kesalahan umum saat budgeting nikah dan cara menghindarinya
Beberapa kesalahan berikut paling sering membuat anggaran nikah jebol, padahal semuanya bisa dicegah sejak awal.
- Menghitung angpau sebagai sumber dana. Jumlah angpau tidak bisa dipastikan, dan kebiasaan di tiap keluarga berbeda. Anggap saja bonus setelah acara, misalnya untuk dana awal rumah tangga.
- Lupa biaya kecil. Ongkos fitting, transportasi vendor, konsumsi panitia keluarga, dan biaya lembur gedung jarang ada di daftar awal. Pos cadangan dibuat untuk menampung ini.
- Daftar undangan terus bertambah. Setiap tambahan tamu menambah porsi katering dan suvenir. Kunci daftar undangan sebelum menandatangani kontrak katering.
- Membayar dengan utang konsumtif. Cicilan pesta akan terbawa ke awal pernikahan. Laman Masa Dewasa Sikapi Uangmu OJK menyebut aturan umum bahwa total cicilan sebaiknya tidak melebihi 30% dari pendapatan, termasuk pendapatan gabungan suami dan istri. Kalau anggaran hanya bisa ditutup dengan pinjaman, tanda paling jelas bahwa skala acaranya perlu dikecilkan.
- Tidak menyisakan dana setelah acara. Rencanakan juga biaya bulan pertama menikah: sewa atau cicilan tempat tinggal, perabot, dan awal dana darurat keluarga.
- Kontrak vendor tanpa rincian. Mintalah penawaran tertulis yang menyebut apa saja yang termasuk dan tidak termasuk dalam harga.
Setelah acara selesai, ada baiknya kalian berdua melakukan financial check up sebagai pasangan baru dan menghitung rasio keuangan pribadi keluarga, supaya tahu posisi keuangan sejak hari pertama.
Kesimpulan
Budgeting nikah dimulai dari dana yang tersedia, bukan dari daftar keinginan. Tulis semua pos per tahap (lamaran, akad, resepsi), putuskan jumlah tamu lebih dulu karena paling menentukan biaya, beri batas maksimal tiap pos, dan sisakan cadangan. Satu-satunya biaya yang diatur negara adalah biaya KUA: Rp0 untuk akad di kantor KUA dan Rp600.000 untuk akad di luar kantor, sesuai PP 59/2018.
Tabung dananya di rekening terpisah sejak jauh hari, jangan memakai dana darurat, dan hindari menutup biaya pesta dengan utang. Yang tidak kalah penting, bicarakan keuangan dengan pasangan secara terbuka sebelum menikah. Kalau ada pertanyaan, kamu bisa tanya lewat WhatsApp.
Tulisan ini bersifat edukasi, bukan nasihat keuangan, bukan saran investasi, dan tidak merekomendasikan produk atau vendor apa pun. Angka dalam contoh adalah ilustrasi untuk menjelaskan cara menghitung, bukan patokan biaya pernikahan. Baca juga disclaimer kami.
Apa yang dimaksud budgeting nikah?
Berapa biaya nikah di KUA?
Pos apa saja yang perlu masuk anggaran nikah?
Bagaimana cara budgeting lamaran?
Pos mana yang biasanya paling besar?
Berapa lama sebaiknya menabung untuk menikah?
Bolehkah biaya nikah ditutup dengan pinjaman?
Perlukah calon pengantin membuka keuangan masing-masing sebelum menikah?
Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.
Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab
Sumber
Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2018 (peraturan.go.id)Pasal 5: nikah di KUA atau di luar KUA tidak dikenai biaya pencatatan, di luar KUA dikenakan biaya transportasi dan jasa profesi; Pasal 6 ayat (2): tarif Rp0 bagi warga tidak mampu; Lampiran: layanan nikah atau rujuk di luar KUA Kecamatan Rp600.000 per peristiwa, diakses 19 Oktober 2026Kementerian Agama - Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH)Alur pendaftaran nikah: di kantor KUA gratis, di luar kantor KUA membayar Rp600.000 dengan kode billing PNBP dan menyerahkan slip setoran ke KUA, diakses 19 Oktober 2026Kanwil Kemenag Jawa Barat - Kakankemenag Subang Tegaskan Peran Penyuluh dan ASNBiaya nikah gratis bila dilakukan di kantor KUA pada hari dan jam kerja; Rp600.000 bila di luar kantor dan/atau di luar jam kerja atas permintaan pasangan, diakses 19 Oktober 2026OJK Sikapi Uangmu - Sudah Mulai Merencanakan Pernikahan? Bicarakan Keuangan dengan PasanganTransparan soal penghasilan, pengeluaran, dan utang; menentukan tujuan bersama; pembagian tugas keuangan; perjanjian pranikah; pesta semampunya dan dana disiapkan jauh hari, diakses 19 Oktober 2026OJK Sikapi Uangmu - Masa DewasaDana menikah sebagai kebutuhan dana jangka pendek pada masa lajang dan bekerja; aturan umum total cicilan tidak melebihi 30% dari pendapatan, diakses 19 Oktober 2026OJK Sikapi Uangmu - Dana DaruratDana darurat ideal 6 sampai 12 kali pengeluaran bulanan, lajang 6 kali; sisihkan saat menerima pendapatan, bukan sisakan setelah pengeluaran, diakses 19 Oktober 2026OJK Sikapi Uangmu - Cara Merencanakan KeuanganLangkah menyusun perencanaan keuangan, termasuk melaksanakan rencana dengan disiplin dan meninjaunya secara periodik, diakses 19 Oktober 2026Setiap angka dan klaim di artikel ini dirujuk ke sumber resmi di atas beserta tanggalnya.
Panduan lain yang berkaitan.
Cara Menyusun Anggaran Rumah Tangga: Membagi Penghasilan Keluarga Tanpa Ribut
Cara Menabung Dana Pendidikan Anak Sejak Dini: Hitung Target dan Pilih Wadahnya
Asuransi Jiwa Adalah: Pengertian, Jenis, dan Siapa yang Butuh (Panduan Pemula)
Masih ada yang ingin ditanyakan soal keuangan keluarga? Ceritakan kondisimu, kami bantu arahkan langkah yang masuk akal.
Tanya via WhatsApp