Lompat ke konten
Keuangan Keluarga

Budgeting Nikah: Cara Menyusun Anggaran Lamaran, Akad, dan Resepsi

Panduan budgeting nikah dari lamaran, akad, sampai resepsi: daftar pos biaya, biaya resmi KUA, 8 langkah menyusun anggaran, dan cara menabungnya berdua.

Tim Redaksi Uang Bijak12 menit bacaDitinjau Ahmad Thariq Syauqi
Pelaminan adat Minangkabau berukir emas dengan kursi pengantin bersandaran merah dan tirai berumbai
Dekorasi pelaminan termasuk pos resepsi yang biayanya paling lebar rentangnya, tergantung adat, ukuran, dan vendor yang dipilih. Foto: Abdul harits / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Budgeting nikah adalah menyusun anggaran seluruh biaya pernikahan, dari lamaran, akad, sampai resepsi, lalu mencocokkannya dengan dana yang benar-benar kalian punya. Caranya: tetapkan total dana yang sanggup disiapkan, daftar semua pos biaya per tahap, beri batas maksimal tiap pos, sisakan cadangan, lalu tabung selisihnya sampai hari H.

Kedengarannya sederhana, tetapi di praktik budgeting pernikahan sering melenceng karena dua hal. Pertama, anggaran disusun dari keinginan, bukan dari dana yang ada. Kedua, banyak pos kecil yang tidak tercatat, dari ongkos fitting busana sampai uang lelah panitia keluarga, dan baru terasa ketika semuanya dijumlahkan.

Artikel ini membahas pos-pos biaya nikah per tahap, biaya resmi di KUA menurut aturan pemerintah, delapan langkah menyusun anggaran, contoh tabel alokasi, cara menabung untuk menikah, dan cara membicarakan uang dengan pasangan. Ini bagian dari seri keuangan keluarga. Tulisan ini edukasi, bukan saran investasi.

Kenapa budgeting nikah perlu dimulai sebelum memilih vendor

Godaan terbesar saat merencanakan pernikahan adalah langsung berburu gedung, katering, dan dekorasi, lalu menghitung biayanya belakangan. Urutan ini hampir selalu berakhir dengan anggaran yang membengkak, karena setiap vendor menawarkan paket yang sedikit lebih mahal dari rencana, dan semua terasa wajar satu per satu.

Budgeting yang benar dimulai dari angka total yang sanggup kalian siapkan tanpa berutang. Dari angka itu baru ditentukan skala acara, jumlah tamu, lalu vendor. Dengan urutan ini, setiap tawaran vendor punya pembanding yang jelas: masuk batas pos atau tidak.

Artikel Sikapi Uangmu OJK tentang merencanakan pernikahan mengingatkan agar pesta dilangsungkan semampunya dan jangan sampai memberatkan pasangan maupun keluarga, karena kehidupan rumah tangga yang sebenarnya baru dimulai setelah pesta selesai. Kalimat itu sebenarnya inti dari budgeting nikah. Pesta berlangsung satu hari, sementara keuangan keluarga harus berjalan bertahun-tahun sesudahnya.

Ada alasan praktis lain. Begitu menikah, muncul kebutuhan baru yang sama pentingnya: tempat tinggal, perabot, dana darurat keluarga, dan mungkin persiapan anak. Kalau seluruh tabungan habis untuk resepsi, kebutuhan itu terpaksa dimulai dari nol atau dari utang. Rencana jangka panjang semacam ini dibahas lebih lengkap di perencanaan keuangan.

Pos-pos biaya nikah: lamaran, akad, dan resepsi

Langkah pertama budgeting wedding adalah membuat daftar pos selengkap mungkin. Pos yang tidak tertulis tidak akan dianggarkan, dan pos yang tidak dianggarkan akan diambil dari pos lain. Tabel berikut mengelompokkan pos umum per tahap. Isinya bisa berbeda menurut adat dan kesepakatan keluarga, jadi coret yang tidak relevan dan tambahkan yang khas di daerahmu.

TahapPos biayaYang memengaruhi besarnya
LamaranKonsumsi tamu keluargaJumlah orang yang hadir
LamaranSeserahan atau hantaranAdat dan kesepakatan keluarga
LamaranCincin lamaran atau tunanganBahan dan berat cincin
LamaranTransportasi rombonganJarak dan jumlah kendaraan
AkadMaharKesepakatan kedua mempelai
AkadBiaya nikah di KUALokasi akad (lihat seksi KUA di bawah)
AkadBusana dan rias pengantinBeli, sewa, atau paket vendor
AkadDokumen dan pemeriksaan kesehatanPersyaratan administrasi daerah
ResepsiTempat atau gedungKapasitas, lokasi, dan hari
ResepsiKateringJumlah tamu dan menu
ResepsiDekorasi dan pelaminanAdat, ukuran, dan vendor
ResepsiDokumentasi foto dan videoDurasi dan jumlah fotografer
ResepsiHiburan, MC, dan pengeras suaraJenis hiburan dan durasi
ResepsiUndangan dan suvenirJumlah undangan, cetak atau digital
Semua tahapCadangan biaya tak terdugaDitetapkan sendiri sejak awal

Perhatikan kolom ketiga. Hampir semua pos besar dipengaruhi satu variabel yang sama, yaitu jumlah tamu. Itulah sebabnya daftar undangan sebaiknya diputuskan lebih dulu, sebelum memilih gedung atau katering.

Rombongan keluarga berbusana Jawa membawa hantaran dan seserahan menuju rumah mempelai
Seserahan dan hantaran sering muncul sejak tahap lamaran, jadi pos ini perlu dihitung terpisah dari resepsi. Foto: IrmaRosalina / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Budgeting lamaran

Lamaran sering dianggap acara kecil sehingga tidak masuk anggaran nikah. Padahal konsumsi, seserahan, cincin, dan transportasi rombongan bisa menjadi pengeluaran yang terasa, apalagi kalau lamaran digelar sebagai acara keluarga besar. Cara paling aman dalam budgeting lamaran adalah memasukkannya sebagai tahap pertama dari anggaran yang sama, bukan sebagai pengeluaran terpisah yang dibayar dari tabungan lain.

Sepakati juga sejak awal siapa menanggung apa. Di banyak keluarga, sebagian biaya lamaran ditanggung pihak laki-laki dan sebagian biaya resepsi ditanggung pihak perempuan, tetapi kebiasaan ini berbeda antardaerah dan antarkeluarga. Yang penting bukan pembagiannya, melainkan semuanya tertulis sehingga tidak ada pos yang dikira ditanggung pihak lain.

Kalau mahar berupa perhiasan, misalnya cincin emas, pahami dulu cara membaca kadar dan harga jualnya di cincin emas.

Biaya nikah di KUA menurut aturan resmi

Ini satu-satunya pos yang besarnya diatur negara, jadi pastikan angkanya benar. Dasarnya Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2018 tentang jenis dan tarif penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di Kementerian Agama. Pasal 5 menyebut setiap warga negara yang menikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan atau di luar kantor KUA tidak dikenai biaya pencatatan nikah. Kalau akad dilaksanakan di luar kantor KUA, barulah dikenakan biaya transportasi dan jasa profesi sesuai lampiran peraturan.

Lokasi dan kondisi akadBiaya resmiDasar
Di kantor KUA KecamatanRp0 (tidak dikenai biaya pencatatan)PP 59/2018 Pasal 5 ayat (1)
Di luar kantor KUA (rumah, masjid, gedung)Rp600.000 per peristiwa nikahPP 59/2018 Pasal 5 ayat (2) dan Lampiran
Di luar kantor KUA bagi warga tidak mampu secara ekonomiDapat dikenakan Rp0PP 59/2018 Pasal 6 ayat (2)

Laman SIMKAH Kementerian Agama menjelaskan alur pembayarannya: akad di kantor KUA gratis, sedangkan akad di luar kantor KUA membayar Rp600.000 memakai kode billing PNBP yang dikeluarkan KUA, lalu slip setorannya diserahkan ke KUA tempat akad. Jadi pembayaran tidak dititipkan kepada petugas. Kanwil Kemenag Jawa Barat juga menegaskan bahwa layanan gratis berlaku untuk akad di kantor KUA pada hari dan jam kerja, sementara Rp600.000 berlaku untuk akad di luar kantor dan/atau di luar jam kerja atas permintaan pasangan.

Untuk budgeting nikah, artinya pos KUA hanya bernilai Rp0 atau Rp600.000. Kalau ada pungutan lain di luar ketentuan itu, tanyakan dasarnya ke KUA setempat. Aturan bisa berubah, jadi cek ulang di laman resmi Kemenag menjelang pendaftaran.

Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Kebumen bercat hijau dengan papan nama di atas pintu
Akad di balai nikah KUA pada hari dan jam kerja tidak dikenai biaya pencatatan. Foto: SBM9 / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

8 langkah menyusun budgeting pernikahan

Setelah daftar pos lengkap, susun anggarannya dengan urutan berikut. Kerjakan berdua, dan kalau keluarga ikut menyumbang, libatkan mereka sejak langkah pertama.

  1. Hitung dana yang benar-benar tersedia. Jumlahkan tabungan yang memang dialokasikan untuk menikah, setoran yang sanggup ditambahkan tiap bulan sampai hari H, dan kontribusi keluarga yang sudah pasti. Jangan masukkan angpau tamu, karena jumlahnya tidak bisa dipastikan.
  2. Tetapkan total anggaran dan cadangan. Total anggaran tidak boleh melebihi dana tersedia. Sisihkan sebagian kecil sebagai cadangan biaya tak terduga sebelum membagi ke pos lain.
  3. Putuskan skala acara dan jumlah tamu. Ini keputusan anggaran paling besar. Tentukan apakah resepsi digelar, seberapa besar, dan berapa undangan yang realistis.
  4. Urutkan prioritas. Pilih dua atau tiga pos yang paling penting bagi kalian, misalnya dokumentasi atau konsumsi tamu. Pos lain dibuat sederhana supaya pos prioritas bisa maksimal.
  5. Beri batas maksimal untuk tiap pos. Bagi total anggaran ke pos-pos di tabel sebelumnya. Batas ini yang dipakai saat menerima penawaran vendor.
  6. Bandingkan beberapa penawaran. Minta rincian tertulis dari setidaknya dua atau tiga vendor per pos besar, termasuk biaya tambahan seperti lembur, ongkos kirim, dan pajak.
  7. Buat jadwal pembayaran. Catat kapan uang muka dan pelunasan tiap vendor jatuh tempo, supaya tabungan tidak habis di satu bulan.
  8. Catat realisasi dan tinjau rutin. Setiap pembayaran dicatat di samping rencana. Tinjau setiap bulan; kalau satu pos melebihi batas, kurangi pos lain, jangan menambah total.

Langkah kedelapan sejalan dengan panduan Cara Merencanakan Keuangan di Sikapi Uangmu OJK: rencana dilaksanakan dengan disiplin lalu ditinjau secara periodik. Tanpa catatan realisasi, anggaran hanya menjadi daftar harapan. Kalau kalian belum terbiasa mencatat, mulai dari pola sederhana di cara membuat anggaran bulanan.

Prosesi akad nikah di atas pelaminan berornamen emas, disaksikan wali, penghulu, dan keluarga
Akad yang digelar di luar kantor KUA, misalnya di pelaminan rumah atau gedung, dikenai biaya layanan sesuai tarif resmi dan butuh pos dekorasi sendiri. Foto: Government of Indonesia / Wikimedia Commons, domain publik

Contoh tabel anggaran nikah (angka ilustrasi)

Tabel berikut memakai angka ilustrasi untuk menunjukkan cara membagi total anggaran ke pos-pos dan menyisakan cadangan. Angkanya bukan patokan harga, bukan rata-rata biaya nikah, dan tidak bersumber dari survei. Biaya nyata sangat bergantung pada kota, adat, dan jumlah tamu. Satu-satunya angka resmi di tabel ini adalah biaya KUA.

TahapPosAlokasi (ilustrasi)
LamaranKonsumsi, seserahan, transportasiRp4.000.000
LamaranCincinRp3.000.000
AkadMaharRp2.000.000
AkadBiaya KUA (akad di luar kantor KUA)Rp600.000
AkadBusana dan riasRp4.000.000
ResepsiTempat dan kateringRp18.000.000
ResepsiDekorasi dan pelaminanRp5.000.000
ResepsiDokumentasiRp3.500.000
ResepsiHiburan dan pengeras suaraRp2.000.000
ResepsiUndangan dan suvenirRp1.900.000
Semua tahapCadangan tak terdugaRp4.000.000
TotalRp48.000.000

Cara membaca tabel ini lebih penting daripada angkanya. Pertama, pos tempat dan katering memakan porsi terbesar karena mengikuti jumlah tamu. Kedua, ada pos cadangan sejak awal, bukan dicari belakangan. Ketiga, kalau total ini melebihi dana tersedia, yang pertama dikurangi adalah skala resepsi, bukan cadangan.

Kalau kalian memilih akad di kantor KUA pada jam kerja, pos biaya KUA menjadi Rp0 dan Rp600.000 itu bisa dipindahkan ke pos lain. Pola memberi tugas pada setiap rupiah seperti ini sama dengan prinsip zero based budgeting, yang cocok dipakai untuk anggaran acara besar.

Deretan wadah lauk prasmanan di meja panjang, pengunjung mengambil makanan sendiri
Konsumsi dengan sistem prasmanan dihitung per porsi, sehingga jumlah undangan paling menentukan besar pos ini. Foto: Aqilla Rahmi / Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Cara menabung untuk menikah

Laman Masa Dewasa di Sikapi Uangmu OJK menyebut dana menikah sebagai salah satu kebutuhan dana jangka pendek pada masa lajang dan bekerja. Kata kuncinya jangka pendek: uangnya dipakai pada tanggal tertentu yang sudah dekat, jadi cara menyimpannya harus mengutamakan keamanan dan kemudahan dicairkan.

Hitung setoran bulanannya dengan rumus sederhana: target dana dikurangi tabungan yang sudah ada, lalu dibagi jumlah bulan sampai pembayaran vendor terbesar jatuh tempo. Contoh dengan angka ilustrasi: target Rp48.000.000, tabungan awal Rp12.000.000, waktu 18 bulan. Kekurangannya Rp36.000.000, jadi setoran yang dibutuhkan sekitar Rp2.000.000 per bulan, bisa dibagi berdua sesuai kesepakatan.

Beberapa kebiasaan yang membantu:

  • Sisihkan di awal, bukan menunggu sisa. Materi dana darurat OJK menyarankan menyisihkan uang saat menerima pendapatan, bukan menyisakan setelah pengeluaran. Prinsip yang sama berlaku untuk dana nikah.
  • Pisahkan rekeningnya. Dana nikah yang tercampur dengan uang harian mudah terpakai. Pilihan tempatnya bisa dibaca di cara menabung di bank dan tabungan berjangka, yang setorannya otomatis tiap bulan.
  • Pilih tempat yang sesuai jangka waktu. Untuk dana yang dipakai dalam satu sampai dua tahun, instrumen yang nilainya naik turun tajam kurang cocok. Pembaca yang ingin membandingkan bisa mulai dari deposito atau reksadana pasar uang, dengan memahami risikonya masing-masing.
  • Jangan pakai dana darurat. Dana darurat untuk kejadian tak terduga, sedangkan pernikahan adalah rencana. Sikapi Uangmu OJK menyebut dana darurat ideal 6 sampai 12 kali pengeluaran bulanan, dan untuk lajang cukup 6 kali. Hitung kebutuhanmu di kalkulator dana darurat.

Teknik menabung untuk tujuan bertenggat seperti ini sering disebut sinking fund. Kalau target terasa terlalu besar, lihat juga strategi bertahap di cara menabung.

Membicarakan keuangan dengan pasangan

Anggaran nikah yang rapi tidak akan bertahan kalau kedua calon mempelai punya gambaran berbeda tentang uang. Artikel Sikapi Uangmu OJK tentang merencanakan pernikahan merangkum beberapa hal yang perlu dibicarakan sebelum menikah, dan sebagian besar langsung berkaitan dengan budgeting nikah.

  • Transparan dan jujur. OJK menyebut ini kunci utama: ceritakan kondisi keuangan masing-masing, penghasilan, pengeluaran, hingga utang. Utang pribadi sebaiknya diselesaikan lebih dulu agar tidak membebani pasangan.
  • Tentukan tujuan bersama. Setelah tahu kebiasaan masing-masing, sepakati tujuan setelah menikah, misalnya tempat tinggal dan rencana anak, lalu siapkan anggarannya sesegera mungkin.
  • Bagi tugas keuangan. Sepakati siapa yang mencatat arus kas, apakah perlu tabungan bersama, dan bagaimana anggaran rumah tangga disusun.
  • Pertimbangkan perjanjian pranikah. OJK menjelaskan bahwa tanpa perjanjian pranikah, harta dan utang yang didapat selama pernikahan menjadi milik bersama. Perjanjian ini bisa melindungi hak kedua pihak bila dirasa perlu.

Untuk budgeting pernikahan, obrolan ini menjawab pertanyaan praktis: berapa yang disumbang masing-masing, dari rekening mana, dan pos mana yang menjadi prioritas. Lakukan di suasana tenang, bawa angka, dan tulis kesepakatannya. Setelah menikah, pola yang sama dilanjutkan dalam cara menyusun anggaran rumah tangga.

Kelompok pemain gamelan berbaju batik memainkan gamelan di sebuah resepsi pernikahan adat Jawa
Hiburan seperti gamelan, musik, atau MC adalah pos vendor yang bisa disesuaikan dengan adat dan anggaran keluarga. Foto: Gunawan Kartapranata / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0

Kesalahan umum saat budgeting nikah dan cara menghindarinya

Beberapa kesalahan berikut paling sering membuat anggaran nikah jebol, padahal semuanya bisa dicegah sejak awal.

  • Menghitung angpau sebagai sumber dana. Jumlah angpau tidak bisa dipastikan, dan kebiasaan di tiap keluarga berbeda. Anggap saja bonus setelah acara, misalnya untuk dana awal rumah tangga.
  • Lupa biaya kecil. Ongkos fitting, transportasi vendor, konsumsi panitia keluarga, dan biaya lembur gedung jarang ada di daftar awal. Pos cadangan dibuat untuk menampung ini.
  • Daftar undangan terus bertambah. Setiap tambahan tamu menambah porsi katering dan suvenir. Kunci daftar undangan sebelum menandatangani kontrak katering.
  • Membayar dengan utang konsumtif. Cicilan pesta akan terbawa ke awal pernikahan. Laman Masa Dewasa Sikapi Uangmu OJK menyebut aturan umum bahwa total cicilan sebaiknya tidak melebihi 30% dari pendapatan, termasuk pendapatan gabungan suami dan istri. Kalau anggaran hanya bisa ditutup dengan pinjaman, tanda paling jelas bahwa skala acaranya perlu dikecilkan.
  • Tidak menyisakan dana setelah acara. Rencanakan juga biaya bulan pertama menikah: sewa atau cicilan tempat tinggal, perabot, dan awal dana darurat keluarga.
  • Kontrak vendor tanpa rincian. Mintalah penawaran tertulis yang menyebut apa saja yang termasuk dan tidak termasuk dalam harga.

Setelah acara selesai, ada baiknya kalian berdua melakukan financial check up sebagai pasangan baru dan menghitung rasio keuangan pribadi keluarga, supaya tahu posisi keuangan sejak hari pertama.

Kesimpulan

Budgeting nikah dimulai dari dana yang tersedia, bukan dari daftar keinginan. Tulis semua pos per tahap (lamaran, akad, resepsi), putuskan jumlah tamu lebih dulu karena paling menentukan biaya, beri batas maksimal tiap pos, dan sisakan cadangan. Satu-satunya biaya yang diatur negara adalah biaya KUA: Rp0 untuk akad di kantor KUA dan Rp600.000 untuk akad di luar kantor, sesuai PP 59/2018.

Tabung dananya di rekening terpisah sejak jauh hari, jangan memakai dana darurat, dan hindari menutup biaya pesta dengan utang. Yang tidak kalah penting, bicarakan keuangan dengan pasangan secara terbuka sebelum menikah. Kalau ada pertanyaan, kamu bisa tanya lewat WhatsApp.

Tulisan ini bersifat edukasi, bukan nasihat keuangan, bukan saran investasi, dan tidak merekomendasikan produk atau vendor apa pun. Angka dalam contoh adalah ilustrasi untuk menjelaskan cara menghitung, bukan patokan biaya pernikahan. Baca juga disclaimer kami.

Pertanyaan yang sering diajukan
Apa yang dimaksud budgeting nikah?
Budgeting nikah adalah proses menyusun anggaran seluruh biaya pernikahan, mulai dari lamaran, akad, sampai resepsi, lalu mencocokkannya dengan dana yang benar-benar tersedia. Hasilnya berupa daftar pos biaya, batas maksimal tiap pos, dan rencana menabung sampai hari pernikahan. Tujuannya supaya pesta tidak dibiayai utang dan kehidupan setelah menikah tidak dimulai dengan beban.
Berapa biaya nikah di KUA?
Menurut PP Nomor 59 Tahun 2018, nikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan tidak dikenai biaya pencatatan. Kalau akad dilangsungkan di luar kantor KUA, dikenakan biaya transportasi dan jasa profesi Rp600.000 per peristiwa nikah yang dibayar lewat kode billing PNBP, bukan kepada petugas. Warga yang tidak mampu secara ekonomi dapat dikenakan tarif Rp0 untuk nikah di luar kantor KUA.
Pos apa saja yang perlu masuk anggaran nikah?
Pos umumnya dibagi tiga tahap. Lamaran berisi konsumsi tamu, seserahan atau hantaran, dan cincin. Akad berisi mahar, biaya administrasi di KUA, busana, dan rias. Resepsi berisi tempat, katering, dekorasi, dokumentasi, hiburan, undangan, dan suvenir. Tambahkan pos cadangan untuk biaya tak terduga.
Bagaimana cara budgeting lamaran?
Tentukan dulu skala lamarannya: hanya dua keluarga inti atau mengundang kerabat. Jumlah orang menentukan konsumsi, sementara adat menentukan isi seserahan. Tulis setiap pos dengan batas maksimal, sepakati dengan kedua keluarga siapa menanggung apa, lalu masukkan totalnya ke anggaran nikah keseluruhan, bukan dianggap pengeluaran terpisah.
Pos mana yang biasanya paling besar?
Pada banyak pernikahan, pos terbesar ada di resepsi, terutama tempat dan konsumsi tamu, karena biayanya mengikuti jumlah undangan. Karena itu, jumlah tamu adalah keputusan anggaran paling penting. Mengurangi daftar undangan biasanya menghemat lebih banyak daripada memangkas pos kecil seperti suvenir.
Berapa lama sebaiknya menabung untuk menikah?
Tidak ada angka baku. Hitung dari target dana dan tanggal pernikahan: target dibagi jumlah bulan yang tersisa. Kalau setoran bulanannya terlalu berat, ada tiga pilihan, yaitu menurunkan skala acara, menambah waktu menabung, atau menambah penghasilan. Materi Sikapi Uangmu OJK menyebut dana menikah sebagai kebutuhan dana jangka pendek pada masa lajang dan bekerja.
Bolehkah biaya nikah ditutup dengan pinjaman?
Sebaiknya dihindari. Cicilan pesta akan terbawa ke awal pernikahan, saat kebutuhan baru seperti tempat tinggal dan dana darurat keluarga justru muncul. Kalau terpaksa berutang, OJK mengingatkan aturan umum bahwa total cicilan sebaiknya tidak melebihi 30% dari pendapatan, dan pastikan pemberi pinjamannya berizin OJK.
Perlukah calon pengantin membuka keuangan masing-masing sebelum menikah?
Perlu. Artikel Sikapi Uangmu OJK tentang merencanakan pernikahan menyebut sikap transparan dan jujur sebagai kunci utama, termasuk menceritakan penghasilan, pengeluaran, dan utang. Utang pribadi sebaiknya diselesaikan lebih dulu agar tidak membebani pasangan. Obrolan ini juga menjadi dasar menentukan siapa menyumbang berapa untuk dana nikah.
Tentang penulis
Tim Redaksi Uang Bijak
Redaksi Editorial · Profil & kredensial

Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.

Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab

Sumber

Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2018 (peraturan.go.id)Pasal 5: nikah di KUA atau di luar KUA tidak dikenai biaya pencatatan, di luar KUA dikenakan biaya transportasi dan jasa profesi; Pasal 6 ayat (2): tarif Rp0 bagi warga tidak mampu; Lampiran: layanan nikah atau rujuk di luar KUA Kecamatan Rp600.000 per peristiwa, diakses 19 Oktober 2026Kementerian Agama - Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH)Alur pendaftaran nikah: di kantor KUA gratis, di luar kantor KUA membayar Rp600.000 dengan kode billing PNBP dan menyerahkan slip setoran ke KUA, diakses 19 Oktober 2026Kanwil Kemenag Jawa Barat - Kakankemenag Subang Tegaskan Peran Penyuluh dan ASNBiaya nikah gratis bila dilakukan di kantor KUA pada hari dan jam kerja; Rp600.000 bila di luar kantor dan/atau di luar jam kerja atas permintaan pasangan, diakses 19 Oktober 2026OJK Sikapi Uangmu - Sudah Mulai Merencanakan Pernikahan? Bicarakan Keuangan dengan PasanganTransparan soal penghasilan, pengeluaran, dan utang; menentukan tujuan bersama; pembagian tugas keuangan; perjanjian pranikah; pesta semampunya dan dana disiapkan jauh hari, diakses 19 Oktober 2026OJK Sikapi Uangmu - Masa DewasaDana menikah sebagai kebutuhan dana jangka pendek pada masa lajang dan bekerja; aturan umum total cicilan tidak melebihi 30% dari pendapatan, diakses 19 Oktober 2026OJK Sikapi Uangmu - Dana DaruratDana darurat ideal 6 sampai 12 kali pengeluaran bulanan, lajang 6 kali; sisihkan saat menerima pendapatan, bukan sisakan setelah pengeluaran, diakses 19 Oktober 2026OJK Sikapi Uangmu - Cara Merencanakan KeuanganLangkah menyusun perencanaan keuangan, termasuk melaksanakan rencana dengan disiplin dan meninjaunya secara periodik, diakses 19 Oktober 2026

Setiap angka dan klaim di artikel ini dirujuk ke sumber resmi di atas beserta tanggalnya.

Masih ada yang ingin ditanyakan soal keuangan keluarga? Ceritakan kondisimu, kami bantu arahkan langkah yang masuk akal.

Tanya via WhatsApp