Lompat ke konten
Menabung

Deposito BNI: Jenis, Cara Buka, dan Pertimbangannya

Panduan deposito BNI: jenis rupiah dan valas, bunga per tenor dari laman resmi, setoran minimal, syarat buka, dan cara membacanya lewat penjaminan LPS.

Tim Redaksi Uang Bijak11 menit bacaDitinjau Ahmad Thariq Syauqi
Dokumen sertifikat polos bergaya bilyet dengan pulpen perak, kalkulator, dan tumpukan koin di meja kayu gelap

Deposito BNI sering jadi pertimbangan pertama nasabah BNI yang uangnya mulai mengendap dan ingin bunga lebih tinggi daripada tabungan biasa, tanpa berkenalan dengan risiko pasar. Artikel ini merangkum yang perlu kamu tahu sebelum datang ke cabang atau membuka aplikasi: jenis deposito BNI dan tenornya, suku bunga terbaru menurut laman resminya, syarat pembukaan, sampai cara membaca bunga itu lewat kacamata penjaminan LPS, sisi yang paling sering dilewatkan orang.

Seluruh angka di artikel ini diambil langsung dari laman resmi BNI, LPS, dan laman edukasi OJK pada 31 Agustus 2026. Suku bunga dan ketentuan bisa berubah kapan saja mengikuti kebijakan bank, jadi perlakukan angka di sini sebagai potret ber-tanggal, bukan janji.

Apa itu deposito BNI dan cara kerjanya

Deposito adalah simpanan yang pencairannya hanya bisa dilakukan pada jangka waktu dan syarat tertentu; begitu definisi di laman edukasi resmi OJK. Kamu menitipkan sejumlah uang untuk jangka waktu yang disepakati, bank memakainya untuk menyalurkan kredit, dan kamu menerima bunga yang lebih tinggi daripada tabungan sebagai imbalannya. Konsep dasarnya sudah kami kupas di artikel deposito.

BNI menyebut produknya BNI Deposito, simpanan berjangka dengan bunga yang menurut laman resminya kompetitif. Ada beberapa sifat yang membuatnya berbeda dari tabungan biasa. Uangmu terkunci sampai jatuh tempo, bukan bisa ditarik kapan pun lewat ATM. Sebagai gantinya, bunganya pasti sesuai kesepakatan di awal, tidak ikut naik turun pasar seperti reksa dana atau saham.

Laman resmi BNI juga mencantumkan beberapa kegunaan tambahan yang jarang disadari. Deposito BNI bisa dijadikan jaminan kredit, jadi kalau suatu saat butuh pinjaman, kamu tidak harus mencairkan deposito lebih dulu. Bunganya pun fleksibel mau diapakan: ditransfer ke rekening tabungan atau giro setiap periode, atau ditambahkan ke pokok simpanan supaya bunga berikutnya dihitung dari nominal yang lebih besar.

Dua pilihan pembayaran bunga itu punya rasa yang berbeda. Bunga yang ditransfer tiap periode cocok untuk kamu yang ingin merasakan hasil rutin, misalnya pensiunan yang memakai bunganya untuk belanja bulanan. Bunga yang menggulung ke pokok cocok untuk uang yang memang diparkir lama, karena efek bunga berbunga membuat hasilnya menumpuk sedikit lebih cepat tanpa kamu sentuh. Pilihannya ditetapkan di awal, jadi pikirkan dulu fungsinya sebelum tanda tangan.

Satu lagi yang penting: sebagai simpanan bank, deposito masuk cakupan penjaminan LPS, berbeda kelas keamanannya dengan produk investasi. Tapi penjaminan ini bersyarat, dan syaratnya justru bagian paling menarik dari artikel ini. Kita bahas khusus setelah melihat angka bunganya.

Jenis deposito BNI: rupiah, valas, dan pilihan tenornya

Di halaman produknya, BNI tidak memecah deposito perorangan jadi banyak nama dagang. Pembedanya ada tiga hal: mata uang, jangka waktu, dan cara perpanjangannya.

Dari sisi mata uang, deposito BNI tersedia dalam rupiah dan tujuh valuta asing: dolar AS (USD), yen Jepang (JPY), pound Inggris (GBP), dolar Singapura (SGD), dolar Hong Kong (HKD), euro (EUR), dan dolar Australia (AUD). Deposito valas biasanya dipakai orang yang memang punya kebutuhan dalam mata uang itu, misalnya biaya sekolah anak di luar negeri, karena menyimpan valas sambil berharap kurs naik adalah spekulasi tersendiri.

Dari sisi jangka waktu, pilihan tenornya 1, 3, 6, 12, atau 24 bulan. Tenor pendek memberi fleksibilitas mengatur ulang rencana tiap beberapa bulan, misalnya untuk uang usaha yang ritmenya belum pasti; tenor panjang mengunci bunga hari ini lebih lama, cocok untuk dana yang jelas tidak akan diganggu. Perhitungan mana yang lebih menguntungkan tergantung arah bunga ke depan, dan cara menghitungnya kami tulis lengkap di cara hitung bunga deposito.

Dari sisi perpanjangan, kamu memilih sejak awal: perpanjang otomatis saat jatuh tempo alias automatic roll over (ARO), atau berhenti di jatuh tempo (non-ARO) sehingga dananya cair ke rekeningmu. Menurut laman edukasi OJK, ARO adalah karakteristik umum deposito di bank mana pun; praktisnya, ARO cocok untuk uang yang memang belum ada rencananya, sementara non-ARO cocok kalau tanggal kebutuhannya sudah jelas.

Jam pasir, kalender meja, dan tumpukan koin menggambarkan pilihan jangka waktu deposito

Untuk nasabah bisnis, BNI menyediakan deposito non perorangan yang ketentuannya berbeda. Artikel ini fokus ke deposito perorangan, jenis yang paling relevan untuk keuangan rumah tangga.

Suku bunga dan setoran minimal deposito BNI

Sekarang angka yang paling dicari. Menurut laman tarif resmi BNI yang kami akses 31 Agustus 2026, ketentuan yang berlaku efektif sejak 5 November 2025 adalah: setoran awal pembukaan deposito rupiah Rp5.000.000, dan suku bunga rupiah per tahun sebagai berikut.

TenorBunga per tahun (semua tingkatan nominal)
1 bulan2,25%
3 bulan2,50%
6 bulan2,75%
12 bulan2,50%
24 bulan2,50%

Ada dua hal yang menarik dari tabel resmi itu. Pertama, bunganya seragam untuk semua tingkatan nominal, dari di bawah Rp100 juta sampai di atas Rp100 miliar; menaruh uang lebih besar tidak otomatis memberi bunga lebih tinggi di tarif dasar ini. Kedua, bunga tertinggi justru ada di tenor 6 bulan (2,75%), bukan di tenor terpanjang. Mengunci dana 24 bulan malah mendapat 2,50%, sama dengan tenor 3 bulan.

Untuk valas, laman yang sama mencantumkan deposito USD berbunga 4,00% per tahun untuk tenor 1 sampai 12 bulan dengan setoran awal 1.000 dolar AS, sementara mayoritas valuta lain berbunga sangat tipis, antara 0% dan 0,80%. Ingat sekali lagi: semua angka ini potret per tanggal akses, bukan angka abadi. Bandingkan selalu dengan tarif terbaru di laman resmi sebelum memutuskan, dan lihat peta bunga antar bank di bunga deposito tertinggi.

Sebagai gambaran kasar memakai angka di atas: Rp10 juta di tenor 6 bulan dengan bunga 2,75% per tahun menghasilkan bunga kotor sekitar Rp137.500 selama enam bulan, sebelum dipotong pajak penghasilan atas bunga sesuai ketentuan. Laman edukasi OJK mengingatkan bahwa bunga deposito dengan nominal tertentu memang dikenai pajak, jadi angka yang mendarat di rekeningmu lebih kecil dari hitungan kotor.

Membaca bunga BNI lewat kacamata penjaminan LPS

Di sinilah banyak nasabah berhenti membaca, padahal justru paling penting. LPS menjamin simpanan di bank umum, termasuk BNI, sampai Rp2 miliar per nasabah per bank. Tapi laman resmi LPS menegaskan penjaminan itu bersyarat, dikenal dengan tiga syarat: simpananmu tercatat pada pembukuan bank, bunga yang kamu terima tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS, dan kamu tidak terindikasi atau terbukti melakukan fraud yang merugikan bank.

Berapa tingkat bunga penjaminan sekarang? Laman resmi LPS mencantumkan untuk periode 1 Juli sampai 30 September 2026: 3,75% untuk simpanan rupiah di bank umum, 2% untuk valuta asing di bank umum, dan 6,25% untuk BPR. Angka ini dievaluasi berkala mengikuti kondisi ekonomi, jadi biasakan mengecek periode berjalan langsung di situs resmi LPS setiap kali membuka atau memperpanjang deposito.

Sekarang sandingkan dengan tarif BNI di atas. Bunga deposito rupiah BNI antara 2,25% dan 2,75%, semuanya di bawah tingkat penjaminan 3,75%. Artinya dari sisi syarat bunga, deposito rupiah BNI berada di dalam batas penjaminan. Ini konsisten dengan posisi BNI sebagai bank besar: bunga yang ditawarkan kalem, tapi tidur nyenyak.

Perhatikan deposito valasnya: laman BNI mencantumkan bunga USD 4,00%, sementara tingkat bunga penjaminan LPS untuk valuta asing di periode yang sama 2%. Aturan LPS menyebut simpanan dengan bunga melebihi tingkat penjaminan tidak memenuhi syarat penjaminan. Sebelum membuka deposito valas di bank mana pun, tanyakan tertulis ke banknya bagaimana status penjaminan simpananmu.

Laman edukasi OJK menyarankan kebiasaan yang sama: selalu pastikan tingkat bunga deposito yang kamu ambil sesuai dengan ketentuan LPS. Bunga tinggi memang menggoda, tetapi kalau harganya keluar dari payung penjaminan, kamu sedang menukar keamanan dengan imbal hasil, dan pertukaran itu harus dilakukan sadar, bukan karena tidak tahu.

Cara buka deposito BNI dan syaratnya

Syarat resminya pendek. Laman BNI mencantumkan tiga hal: mengisi formulir aplikasi pembukaan rekening, menunjukkan bukti identitas asli, yaitu KTP elektronik untuk WNI atau paspor beserta KIMS/KITAS/KITAP untuk WNA, plus menyerahkan fotokopinya, lalu melakukan setoran pembukaan sesuai ketentuan. Untuk badan usaha, yang diminta bukti legalitasnya.

Alur praktisnya kira-kira begini. Siapkan dulu uangnya di rekening, minimal Rp5.000.000 untuk deposito rupiah sesuai tarif yang berlaku saat artikel ini ditulis. Tentukan tenor dan pilihan perpanjangannya sebelum bertemu petugas, supaya kamu tidak memutuskan hal penting secara terburu-buru di meja layanan. Tentukan juga ke mana bunga dibayarkan: masuk tabungan setiap periode atau menggulung ke pokok.

Celengan dan tumpukan koin yang tersusun makin tinggi menggambarkan simpanan berjangka yang tumbuh

Setelah rekening deposito terbit, pastikan kamu menerima bukti kepemilikannya dan menyimpannya baik-baik. Laman edukasi OJK mengingatkan nasabah untuk memastikan menerima bilyet untuk deposito berjangka; seluk-beluk dokumen ini kami bahas terpisah di bilyet deposito. Saat pencairan nanti, kamu akan diminta menandatangani formulir pencairan, dan pokok plus bunga setelah pajak masuk ke rekeningmu.

Sebelum meninggalkan meja layanan, biasakan mengecek ulang empat hal di dokumenmu: nominal pokok, tenor dan tanggal jatuh tempo, status perpanjangan ARO atau non-ARO, serta rekening tujuan pencairan bunga dan pokok. Salah tulis kecil di salah satu kolom itu bisa berujung urusan administrasi yang panjang di kemudian hari. Simpan juga nomor bilyet di catatan terpisah; kalau dokumen fisiknya hilang, nomor itu mempercepat pengurusan penggantiannya di bank.

Satu catatan zaman digital: bank besar umumnya juga menyediakan kanal pembukaan deposito lewat aplikasi. Apa pun kanalnya, pastikan kamu bertransaksi hanya lewat aplikasi resmi bank dari toko aplikasi resmi, dan jangan pernah menyerahkan kode OTP kepada siapa pun yang mengaku petugas bank. Prinsip memilih kanal menabung yang aman kami rangkum di cara menabung di bank.

Pertimbangan sebelum menempatkan uang di deposito BNI

Pertama, soal likuiditas. Deposito dirancang untuk dicairkan saat jatuh tempo; laman edukasi OJK menyebut pencairan lebih awal umumnya dikenai denda, dan artikel edukasi OJK lainnya menyebut adanya biaya pinalti. Karena itu jangan memasukkan uang yang mungkin kamu butuhkan mendadak. Dana darurat idealnya tetap di tabungan yang bisa ditarik kapan saja, dan deposito diisi uang di atas lapisan itu.

Kedua, soal imbal hasil setelah pajak dan inflasi. Dengan bunga 2,25% sampai 2,75% per tahun sebelum pajak, deposito rupiah BNI lebih berfungsi sebagai pengaman nilai daripada mesin pertumbuhan. Itu bukan kelemahan yang memalukan; setiap rencana keuangan butuh lapisan uang yang aman dan pasti. Yang keliru adalah berharap deposito mengejar target pertumbuhan jangka panjang yang seharusnya jadi tugas instrumen lain. Peran tiap lapisan ini kami petakan di aturan 50 30 20.

Ketiga, bandingkan antar bank dengan adil. Bunga deposito berubah mengikuti kebijakan tiap bank dan arah suku bunga acuan; cara membaca pergerakannya kami jelaskan di suku bunga deposito. Saat membandingkan, sandingkan juga profil banknya, jangan hanya angkanya. Sebagai pembanding sesama bank besar, kami pernah membedah deposito BSI yang memakai skema bagi hasil, bukan bunga.

Kalau ada pihak menawarkan "deposito" dengan imbal hasil jauh di atas tingkat bunga penjaminan LPS, apalagi lewat aplikasi atau perusahaan yang bukan bank, berhenti dulu. Cek daftar bank peserta penjaminan di situs LPS dan izin lembaganya di OJK sebelum uang berpindah. Simpanan yang aman selalu bisa diverifikasi di dua lembaga itu.

Keempat, perhatikan nominal penjaminan. Rp2 miliar per nasabah per bank terdengar jauh, tetapi kalau total simpananmu di satu bank mendekati angka itu, menyebar ke bank lain adalah manajemen risiko yang sehat, bukan tanda tidak setia. Ingat juga bahwa batas itu dihitung dari seluruh simpananmu di bank yang sama: tabungan, giro, dan semua deposito digabung, bukan Rp2 miliar per produk.

Kelima, hitung dulu sebelum tergiur tenor mana pun. Selisih bunga 0,25% terdengar kecil, tetapi pada nominal besar dan tenor panjang jumlahnya lumayan; sebaliknya, memburu bunga tertinggi dengan mengorbankan kecocokan tanggal kebutuhan sering berakhir dengan pencairan dini yang kena pinalti. Rumus dan contoh perhitungannya, termasuk cara memperhitungkan pajak, sudah kami siapkan di cara hitung bunga deposito supaya kamu bisa menghitung skenariomu sendiri sebelum ke bank.

Menempatkan deposito BNI di rencana keuanganmu

Deposito BNI paling masuk akal untuk uang yang tanggal kebutuhannya sudah kelihatan: dana sekolah semester depan, setoran rumah tahun depan, atau uang usaha yang menganggur beberapa bulan. Tenornya tinggal dicocokkan dengan tanggal kebutuhan, dan pilihan non-ARO memastikan dananya cair tepat waktu tanpa harus diingat-ingat.

Untuk tujuan yang lebih jauh dari dua tahun, pertimbangkan kombinasinya dengan instrumen lain sesuai profil risikomu. Banyak orang memakai pola sederhana: dana darurat di tabungan, kebutuhan berjangka di deposito, dan porsi pertumbuhan jangka panjang di instrumen pasar modal. Tidak ada rumus tunggal; yang penting tiap rupiah tahu tugasnya.

Kalau nominalmu belum menyentuh Rp5 juta, tidak perlu memaksakan diri. Menabung rutin di rekening biasa sampai setorannya cukup adalah jalur yang wajar, dan sebagian bank kini juga menawarkan produk berjangka dengan setoran lebih kecil. Bandingkan dulu pilihan yang ada, hitung dengan tenang, lalu pilih yang paling cocok dengan ritme uangmu; kebiasaan menabungnya sendiri kami bahas runtut di cara menabung.

Terakhir, jadikan kebiasaan mengecek tiga hal setiap kali depositomu mau jatuh tempo: tarif bunga terbaru di laman resmi BNI, tingkat bunga penjaminan LPS periode berjalan, dan rencana pemakaian uangnya. Tiga menit pengecekan ini membuat keputusan perpanjang atau cairkan selalu berbasis data terbaru, bukan kebiasaan. Panduan menabung lainnya bisa kamu lanjutkan di halaman menabung kami.

Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa setoran minimal deposito BNI?
Menurut laman tarif resmi BNI yang kami akses akhir Agustus 2026, setoran awal pembukaan deposito rupiah adalah Rp5.000.000. Untuk valuta asing berbeda-beda, misalnya 1.000 dolar AS atau 1.000 euro. Ketentuan ini bisa berubah, jadi cek laman resmi atau cabang sebelum datang.
Berapa bunga deposito BNI sekarang?
Per laman resmi BNI yang berlaku efektif 5 November 2025 dan masih tayang saat artikel ini ditulis, bunga deposito rupiah 2,25% untuk tenor 1 bulan, 2,50% untuk 3 bulan, 2,75% untuk 6 bulan, dan 2,50% untuk 12 serta 24 bulan per tahun, sama untuk semua tingkatan nominal. Angka ini bisa berubah sewaktu-waktu.
Apakah deposito BNI dijamin LPS?
BNI peserta penjaminan LPS dengan nilai simpanan dijamin maksimum Rp2 miliar per nasabah. Penjaminan berlaku selama syarat LPS terpenuhi: simpanan tercatat di pembukuan bank, bunga tidak melebihi tingkat bunga penjaminan, dan nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank seperti fraud.
Pilihan jangka waktu deposito BNI apa saja?
Laman resmi BNI mencantumkan tenor 1, 3, 6, 12, dan 24 bulan. Saat jatuh tempo, deposito bisa diperpanjang otomatis lewat fasilitas automatic roll over atau dicairkan tanpa perpanjangan, tergantung pilihanmu saat membuka rekening.
Apakah deposito BNI bisa dalam mata uang asing?
Bisa. Laman resmi BNI menyebut deposito tersedia dalam rupiah dan tujuh valuta asing: USD, JPY, GBP, SGD, HKD, EUR, dan AUD. Perhatikan bahwa bunga valas berbeda jauh dari rupiah, dan tingkat bunga penjaminan LPS untuk valas juga lebih rendah.
Apa syarat buka deposito BNI?
Menurut laman resminya: mengisi formulir aplikasi pembukaan rekening, menunjukkan bukti identitas asli berupa KTP elektronik untuk WNI atau paspor dengan KITAS/KITAP untuk WNA, lalu melakukan setoran pembukaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Apakah deposito BNI bisa dicairkan sebelum jatuh tempo?
Deposito memang dirancang dicairkan saat jatuh tempo. Laman edukasi OJK menyebut pencairan sebelum jatuh tempo umumnya dikenai denda atau penalti. Besarannya berbeda tiap bank dan produk, jadi tanyakan ketentuan pinaltinya sebelum membuka rekening.
Tentang penulis
Tim Redaksi Uang Bijak
Redaksi Editorial · Profil & kredensial

Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.

Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab

Masih ada yang ingin ditanyakan soal menabung? Ceritakan kondisimu, kami bantu arahkan langkah yang masuk akal.

Tanya via WhatsApp