Deposito BRI: Jenis, Bunga, Cara Buka, dan Pertimbangannya
Panduan deposito BRI: bunga per tenor dari laman resmi, setoran minimal, cara buka lewat cabang atau BRImo, dan syarat penjaminan LPS.

Deposito BRI biasanya masuk pertimbangan ketika uang di rekening tabungan mulai mengendap dan kamu ingin bunga yang lebih tinggi tanpa berkenalan dengan naik turunnya harga pasar. Artikel ini merangkum yang perlu kamu tahu sebelum datang ke unit kerja BRI atau membukanya lewat BRImo: jenis produknya, suku bunga terbaru dari laman resmi berikut tanggalnya, setoran minimal, syarat pembukaan, sampai cara membaca bunga itu lewat kacamata penjaminan LPS, sisi yang paling sering dilewatkan orang. Ini panduan edukasi, bukan nasihat keuangan.
Seluruh angka di bawah diambil langsung dari laman resmi BRI, LPS, dan laman edukasi OJK pada 2 September 2026. Suku bunga dan ketentuan bisa berubah kapan saja mengikuti kebijakan bank, dan laman resmi BRI sendiri mencantumkan bahwa suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu. Perlakukan angka di sini sebagai potret ber-tanggal, bukan janji.
Apa itu deposito BRI dan cara kerjanya
Deposito adalah simpanan yang pencairannya hanya dapat dilakukan pada jangka waktu tertentu dan syarat tertentu, begitu definisi di laman edukasi resmi OJK. Kamu menitipkan sejumlah uang untuk jangka waktu yang disepakati, bank memakainya untuk menyalurkan kredit, dan kamu menerima bunga yang umumnya lebih tinggi daripada tabungan biasa sebagai imbalannya. Konsep dasarnya sudah kami kupas lebih dalam di artikel deposito.
Laman edukasi OJK juga menyebut tiga karakteristik yang membedakannya dari tabungan: deposito baru dapat dicairkan setelah jangka waktunya berakhir, deposito yang akan jatuh tempo dapat diperpanjang secara otomatis lewat mekanisme Automatic Roll Over, dan deposito bisa dalam mata uang rupiah maupun mata uang asing. Ketiganya berlaku di BRI, dan ketiganya juga yang menentukan apakah produk ini cocok untuk uangmu.
Di sisi BRI sendiri, laman resmi Deposito Rupiah mencantumkan beberapa hal praktis yang berguna diketahui sejak awal. Pembukaan deposito rupiah tidak dikenakan biaya administrasi. Penempatan dananya bisa dilakukan secara tunai, lewat pemindahbukuan dari rekening lain di BRI, atau lewat transfer dan kliring dari rekening bank lain. Tersedia pula fasilitas pencairan sebagian nominal deposito tanpa mengubah nomor rekening depositonya, sesuatu yang berguna kalau kamu butuh sebagian dana tetapi tidak ingin membubarkan seluruh penempatan.
Satu hal yang sering luput: deposito bukan rekening pertama. Laman resmi BRI menyebut syarat pembukaannya adalah memiliki rekening tabungan atau giro BRI lebih dulu. Jadi kalau kamu belum jadi nasabah, urutannya buka tabungan dulu, baru deposito. Panduan langkah dasarnya ada di cara menabung di bank.
Jenis deposito BRI: rupiah, valas, dan pembukaan lewat BRImo
Halaman deposito untuk nasabah individu di situs resmi BRI menampilkan tiga pilihan, dan ketiganya sebaiknya kamu bedakan sejak awal supaya tidak salah pilih.
Deposito Rupiah adalah simpanan berjangka dalam mata uang rupiah. Inilah produk yang dimaksud kebanyakan orang ketika menyebut deposito BRI, dan seluruh angka setoran serta bunga rupiah di artikel ini merujuk padanya.
Deposito Valas adalah simpanan berjangka dalam mata uang asing yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada jangka waktu tertentu. Produk ini punya lapisan pertimbangan tambahan, yaitu nilai tukar, dan seperti akan kita lihat nanti, tarif bunga valas yang tercantum di laman resmi berada di atas tingkat bunga penjaminan LPS untuk valuta asing.
Deposito via BRImo bukan produk yang berbeda secara mendasar, melainkan jalur pembukaan lewat aplikasi. Laman resminya menjelaskan produk ini menawarkan suku bunga yang kompetitif dan bisa dibuka sendiri dari ponsel tanpa harus antre ke unit kerja.
Di luar tiga pilihan untuk nasabah individu itu, situs BRI juga menyediakan halaman deposito terpisah untuk segmen usaha mikro kecil menengah dan untuk nasabah bisnis. Kalau uang yang ingin kamu tempatkan adalah dana usaha atas nama badan, halaman itulah yang perlu kamu buka, bukan halaman individu.

Dari sisi jangka waktu, laman resmi Deposito Rupiah BRI mencantumkan keleluasaan memilih tenor 1, 3, 6, 12, 24, dan 36 bulan. Rentang sampai 36 bulan ini lebih panjang daripada yang ditawarkan beberapa bank besar lain. Tenor pendek memberi keleluasaan mengatur ulang rencana setiap beberapa bulan, sedangkan tenor panjang mengunci tarif hari ini lebih lama. Mana yang lebih menguntungkan bergantung pada arah bunga ke depan, dan cara menghitung dampaknya kami tulis lengkap di cara hitung bunga deposito.
Soal perpanjangan, fasilitas Automatic Roll Over membuat deposito diperpanjang otomatis saat jatuh tempo. Fasilitas ini nyaman, tetapi jangan dianggap gratis dari konsekuensi: kalau kamu sebenarnya membutuhkan uangnya di tanggal jatuh tempo, perpanjangan otomatis justru mengunci dananya kembali. Tentukan jenis perpanjangan sejak awal pembukaan, dan pasang pengingat sendiri di kalender.
Suku bunga deposito BRI dan setoran minimalnya
Sekarang angka yang paling dicari. Laman Suku Bunga di situs resmi BRI mencantumkan keterangan pembaruan terakhir 4 Agustus 2026, dan kami mengaksesnya pada 2 September 2026. Berikut tarif Deposito Rupiah menurut laman tersebut.
| Tenor | Bunga per tahun |
|---|---|
| 1 bulan | 3,00% |
| 3 bulan | 3,00% |
| 6 bulan | 3,00% |
| 12 bulan | 2,50% |
| 24 bulan | 2,50% |
| 36 bulan | 2,50% |
Ada hal menarik yang layak kamu perhatikan, dan ini pelajaran bagus tentang cara membaca tabel bunga mana pun. Tarif tenor pendek justru lebih tinggi daripada tenor panjang. Banyak orang menganggap mengunci uang lebih lama otomatis dibayar lebih mahal, padahal tabel resmi ini menunjukkan sebaliknya. Membaca tabel sampai selesai sebelum memilih tenor jauh lebih berguna daripada mengikuti asumsi umum.
Untuk Deposito Valas, laman yang sama mencantumkan tarif 4,00% per tahun untuk seluruh tingkatan saldo pada tenor 1, 3, 6, dan 12 bulan.
| Produk | Tenor | Bunga per tahun |
|---|---|---|
| Deposito Valas, seluruh tingkatan saldo | 1, 3, 6, dan 12 bulan | 4,00% |
Soal setoran, laman resmi Deposito Rupiah BRI mencantumkan dua pintu dengan angka berbeda. Pembukaan melalui unit kerja BRI membutuhkan setoran awal Rp10.000.000. Pembukaan melalui Internet Banking BRI membutuhkan minimal Rp5.000.000 dan maksimal Rp100.000.000. Jadi kalau dana yang ingin kamu tempatkan berada di antara lima dan sepuluh juta rupiah, jalur digital adalah pintunya. Sebaliknya, penempatan di atas seratus juta rupiah perlu dilakukan lewat unit kerja.
Mari pakai ilustrasi kasar supaya terasa. Dana Rp10.000.000 di tenor 6 bulan dengan bunga 3,00% per tahun menghasilkan bunga kotor sekitar Rp150.000 selama enam bulan. Dana yang sama di tenor 12 bulan dengan bunga 2,50% per tahun menghasilkan bunga kotor sekitar Rp250.000 selama setahun. Keduanya belum dipotong pajak atas bunga.
Perhatikan juga jebakan berpikir yang muncul dari tabel tadi. Menggulung tenor 6 bulan dua kali di tarif 3,00% memang terlihat lebih besar daripada satu kali tenor 12 bulan di 2,50%, tetapi itu hanya berlaku kalau tarif enam bulan berikutnya masih sama. Tidak ada yang menjamin itu, karena tarif bisa berubah sewaktu-waktu. Perbandingan antar bank bisa kamu lanjutkan di bunga deposito tertinggi dan peta umumnya di suku bunga deposito.
Membaca bunga BRI lewat kacamata penjaminan LPS
Di sinilah banyak nasabah berhenti membaca, padahal bagian ini yang paling menentukan rasa aman. Situs resmi BRI menyatakan BRI berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta Bank Indonesia, dan merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan dengan nilai simpanan dijamin maksimum Rp2 miliar per nasabah.
Tetapi status peserta saja belum cukup. Laman resmi LPS mencantumkan tiga syarat agar simpananmu benar-benar dijamin, sering disingkat sebagai 3T. Pertama, simpanan tercatat pada pembukuan bank, sehingga menyimpan bukti transaksi itu penting. Kedua, tingkat bunga yang kamu terima tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS. Ketiga, nasabah tidak terindikasi dan tidak terbukti melakukan kecurangan di bidang perbankan.
Berapa tingkat bunga penjaminannya sekarang? Laman resmi LPS mencantumkan untuk periode 1 Juli sampai 30 September 2026: 3,75% untuk simpanan rupiah di bank umum, 2% untuk valuta asing di bank umum, dan 6,25% untuk bank perkreditan rakyat. Angka ini dievaluasi berkala, jadi biasakan mengeceknya langsung di situs LPS setiap kali membuka atau memperpanjang deposito.
Sekarang sandingkan dengan tarif BRI di atas. Seluruh tarif Deposito Rupiah, baik 3,00% maupun 2,50%, berada di bawah tingkat penjaminan rupiah 3,75%. Artinya dari sisi syarat bunga, deposito rupiah BRI berada di dalam batas penjaminan LPS.
Yang berbeda adalah produk valasnya. Tarif Deposito Valas 4,00% yang tercantum di laman resmi BRI per pembaruan 4 Agustus 2026 berada di atas tingkat bunga penjaminan LPS untuk valuta asing di bank umum yang sebesar 2% pada periode berjalan. Berdasarkan syarat penjaminan LPS, bunga yang melebihi tingkat penjaminan membuat simpanan tersebut tidak memenuhi syarat dijamin. Ini bukan berarti produknya bermasalah atau bank-nya bermasalah, dan bukan pula alasan untuk panik. Ini soal kamu tahu persis apa yang kamu dapat dan apa yang tidak. Kalau kamu mempertimbangkan penempatan valas, tanyakan hal ini secara eksplisit ke petugas BRI dan cek sendiri periode berjalan di situs LPS sebelum dana berpindah.
Laman edukasi OJK menganjurkan kebiasaan yang sama: perhatikan tingkat suku bunga deposito yang berlaku dan pastikan telah sesuai dengan ketentuan LPS. Bunga tinggi memang menggoda, tetapi kalau angkanya keluar dari payung penjaminan, kamu sedang menukar keamanan dengan imbal hasil, dan pertukaran itu harus dilakukan sadar.
Cara buka deposito BRI dan syaratnya
Syarat resminya cukup pendek. Menurut laman Deposito Rupiah di situs resmi BRI, kamu perlu:
- Memiliki rekening tabungan atau giro BRI.
- Memenuhi setoran awal: Rp10.000.000 lewat unit kerja BRI, atau Rp5.000.000 sampai Rp100.000.000 lewat Internet Banking BRI.
- Identitas untuk WNI: KTP, SIM, atau paspor asli, beserta NPWP bila kamu memilikinya.
- Identitas untuk WNA: paspor dan kartu izin tinggal sementara yang masih berlaku.
Dua biaya juga disebut terbuka di laman yang sama. Ada biaya meterai pada saat pembukaan dan pencairan deposito sesuai ketentuan yang berlaku, dan atas bunga yang diterima nasabah dikenakan pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Keduanya bukan biaya tersembunyi, tetapi sering terlewat saat orang menghitung hasil bersihnya.

Kalau kamu memilih jalur aplikasi, laman resmi Deposito via BRImo merinci langkahnya: masuk ke BRImo lalu pilih menu Investasi, pilih Deposito kemudian Buka Rekening Deposito, centang syarat dan ketentuan produk, lalu masukkan penempatan awal, jangka waktu, dan jenis perpanjangan deposito. Semuanya selesai dalam hitungan menit selama dana sudah tersedia di rekening tabunganmu.
Baik lewat unit kerja maupun aplikasi, ada satu kebiasaan yang sebaiknya kamu jalankan sebelum menutup transaksi. Cek ulang lima hal: nominal pokok, tenor dan tanggal jatuh tempo, jenis perpanjangan yang dipilih, tarif bunga yang berlaku, dan rekening tujuan pencairan. Laman edukasi OJK juga mengingatkan untuk memastikan kamu menerima bilyet atau bukti kepemilikan depositonya. Apa itu bilyet dan kenapa penting kami jelaskan terpisah di bilyet deposito.
Pertimbangan sebelum menempatkan uang di deposito BRI
Pertama, soal likuiditas. Deposito dirancang untuk dicairkan saat jatuh tempo. Laman edukasi OJK menyebut pencairan sebelum jatuh tempo umumnya dikenakan denda. BRI memang menyediakan fasilitas pencairan sebagian, tetapi tetap tanyakan konsekuensinya sebelum menandatangani apa pun. Karena itu jangan memasukkan uang yang mungkin kamu butuhkan mendadak. Dana darurat idealnya tetap di rekening yang bisa ditarik kapan saja, dan deposito diisi uang di atas lapisan itu.
Kedua, soal imbal hasil setelah pajak. Dengan tarif 2,50% sampai 3,00% per tahun sebelum pajak, deposito rupiah lebih berfungsi sebagai pengaman nilai daripada mesin pertumbuhan. Itu bukan kelemahan yang memalukan, karena setiap rencana keuangan memang butuh lapisan uang yang aman dan hasilnya bisa diperkirakan. Yang keliru adalah berharap deposito mengejar target pertumbuhan jangka panjang yang seharusnya jadi tugas instrumen lain. Peran tiap lapisan ini kami petakan di aturan 50 30 20.
Ketiga, pilih tenor berdasarkan tanggal kebutuhan, bukan berdasarkan tarif tertinggi. Godaan mengambil tenor dengan bunga paling besar itu wajar, tetapi kalau uangnya kamu butuhkan dalam empat bulan sementara kamu memilih tenor 12 bulan, kamu justru menciptakan masalah baru. Cocokkan tenor dengan tanggal kebutuhan lebih dulu, baru lihat tarifnya.
Keempat, waspadai tawaran di luar bank. Kalau ada pihak menawarkan produk yang disebut deposito dengan imbal hasil jauh di atas tingkat bunga penjaminan LPS, apalagi lewat aplikasi atau perusahaan yang bukan bank, berhenti dulu. Cek daftar bank peserta penjaminan di situs LPS dan cek izin lembaganya di OJK sebelum uang berpindah.
Kelima, bandingkan antar bank dengan adil. Sebagai pembanding sesama bank besar, kami pernah membedah deposito Mandiri yang menyediakan opsi bunga dibayar di muka, deposito BNI dengan skema bunga konvensional, dan deposito BSI yang memakai skema bagi hasil, bukan bunga. Saat membandingkan, sandingkan juga fasilitas tambahannya seperti rentang tenor, jalur pembukaan digital, dan opsi pencairan sebagian, jangan hanya angka bunganya.
Menempatkan deposito BRI di rencana keuanganmu
Deposito BRI paling masuk akal untuk uang yang tanggal kebutuhannya sudah kelihatan: dana sekolah semester depan, setoran rumah tahun depan, atau uang usaha yang menganggur beberapa bulan. Tenornya tinggal dicocokkan dengan tanggal kebutuhan, dan pilihan tidak memperpanjang otomatis memastikan dananya cair tepat waktu tanpa harus kamu ingat-ingat.
Rentang tenor sampai 36 bulan membuat produk ini juga bisa dipakai mengunci tarif untuk rencana yang agak jauh. Tetapi ingat tabel tadi: di tarif per 4 Agustus 2026, tenor panjang justru dibayar lebih rendah. Mengunci lebih lama berarti kamu membeli kepastian, bukan membeli hasil yang lebih besar, dan kepastian itu ada harganya.
Kalau nominalmu belum menyentuh lima juta rupiah, tidak perlu memaksakan diri. Menabung rutin di rekening biasa sampai setorannya cukup adalah jalur yang wajar dan tidak kalah terhormat. Kebiasaan menabung yang konsisten kami bahas runtut di cara menabung.
Terakhir, jadikan kebiasaan mengecek tiga hal setiap kali depositomu mendekati jatuh tempo: tarif terbaru di laman Suku Bunga resmi BRI, tingkat bunga penjaminan LPS periode berjalan, dan rencana pemakaian uangnya. Tiga menit pengecekan itu membuat keputusan memperpanjang atau mencairkan selalu berbasis data terbaru, bukan berjalan otomatis tanpa kamu sadari. Artikel ini adalah potret per 2 September 2026 dan bersifat edukasi, bukan nasihat keuangan, jadi selalu buka kembali laman resminya sebelum memutuskan. Panduan menabung lainnya bisa kamu lanjutkan di halaman menabung kami.
Berapa setoran minimal deposito BRI?
Berapa bunga deposito BRI sekarang?
Berapa pilihan jangka waktu deposito BRI?
Apakah deposito BRI dijamin LPS?
Bisakah buka deposito BRI lewat BRImo?
Apakah deposito BRI bisa dicairkan sebagian?
Apa saja syarat buka deposito BRI?
Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.
Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab
Sumber
Bank BRI - Deposito RupiahJangka waktu 1, 3, 6, 12, 24, 36 bulan, Automatic Roll Over, setoran awal Rp10 juta lewat unit kerja dan Rp5 juta sampai Rp100 juta lewat Internet Banking, syarat identitas, biaya meterai, pajak bunga, pencairan sebagian, diakses 2 September 2026Bank BRI - Suku BungaTabel suku bunga Deposito Rupiah 3,00% untuk tenor 1, 3, 6 bulan dan 2,50% untuk tenor 12, 24, 36 bulan, serta Deposito Valas 4,00% untuk seluruh tiering saldo, pembaruan terakhir 4 Agustus 2026, diakses 2 September 2026Bank BRI - Deposito via BRImoLangkah pembukaan deposito lewat aplikasi BRImo dari menu Investasi sampai pengisian penempatan awal, jangka waktu, dan jenis perpanjangan, diakses 2 September 2026Bank BRI - DepositoTiga varian deposito untuk nasabah individu: Deposito Rupiah, Deposito Valas, dan Deposito via BRImo, serta pernyataan BRI diawasi OJK dan Bank Indonesia dan peserta penjaminan LPS maksimum Rp2 miliar per nasabah, diakses 2 September 2026LPS - Beranda (Tingkat Bunga Penjaminan)Tingkat bunga penjaminan periode 1 Juli sampai 30 September 2026: bank umum rupiah 3,75%, bank umum valas 2%, BPR 6,25%, diakses 2 September 2026LPS - Simpanan yang DijaminTiga syarat penjaminan: tercatat pada pembukuan bank, tingkat bunga tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS, dan tidak terindikasi atau terbukti melakukan kecurangan perbankan, diakses 2 September 2026OJK Sikapi Uangmu - DepositoDefinisi deposito, karakteristik Automatic Roll Over, bilyet, pajak atas bunga, denda pencairan sebelum jatuh tempo, dan anjuran memastikan bunga sesuai ketentuan LPS, diakses 2 September 2026Setiap angka dan klaim di artikel ini dirujuk ke sumber resmi di atas beserta tanggalnya.
Panduan lain yang berkaitan.
Deposito BCA: Bunga per Tenor, Setoran Minimal, Simulasi, dan Cara Bukanya
Penjaminan LPS: Simpanan yang Dijamin, Batas Nilainya, dan Syarat yang Harus Kamu Penuhi
Deposito Mandiri: Jenis, Cara Buka, dan Pertimbangannya
Masih ada yang ingin ditanyakan soal menabung? Ceritakan kondisimu, kami bantu arahkan langkah yang masuk akal.
Tanya via WhatsApp