Deposito Mandiri: Jenis, Cara Buka, dan Pertimbangannya
Panduan deposito Mandiri: bunga per tenor dari laman resmi, setoran minimal, opsi bunga di muka vs bulanan, syarat buka, dan penjaminan LPS.

Deposito Mandiri sering jadi pertimbangan nasabah Bank Mandiri yang uangnya mulai mengendap dan ingin bunga lebih tinggi daripada tabungan biasa, tanpa berkenalan dengan risiko pasar. Artikel ini merangkum yang perlu kamu tahu sebelum datang ke cabang atau membuka lewat Livin' by Mandiri: jenis dan tenornya, suku bunga terbaru dari laman resminya, syarat pembukaan, sampai cara membaca bunga itu lewat kacamata penjaminan LPS, sisi yang paling sering dilewatkan orang.
Seluruh angka di artikel ini diambil langsung dari laman resmi Bank Mandiri, LPS, dan laman edukasi OJK pada 2 September 2026. Suku bunga dan ketentuan bisa berubah kapan saja mengikuti kebijakan bank, jadi perlakukan angka di sini sebagai potret ber-tanggal, bukan janji.
Apa itu deposito Mandiri dan cara kerjanya
Deposito adalah simpanan yang pencairannya hanya bisa dilakukan pada jangka waktu dan syarat tertentu, begitu definisi di laman edukasi resmi OJK. Kamu menitipkan sejumlah uang untuk jangka waktu yang disepakati, bank memakainya untuk menyalurkan kredit, dan kamu menerima bunga yang lebih tinggi daripada tabungan sebagai imbalannya. Konsep dasarnya sudah kami kupas di artikel deposito.
Laman resmi Bank Mandiri menyebut produknya sebagai pilihan investasi yang memberi keuntungan dan rasa aman, dengan bunga dihitung berdasarkan jumlah hari sebenarnya (satu tahun dihitung 365 hari). Ada beberapa fasilitas yang membuatnya lebih fleksibel daripada sekadar simpanan berjangka biasa: kamu bisa memilih menginvestasikan kembali bunga ke pokok deposito, atau mentransfernya ke rekening Mandiri Giro maupun Mandiri Tabungan yang bisa ditarik setiap saat. Deposito ini juga bisa dijadikan jaminan lewat fasilitas Kredit Agunan Surat Berharga, jadi kalau suatu saat butuh dana cepat, kamu tidak harus mencairkan depositonya lebih dulu.
Satu fitur yang jarang dimiliki bank lain: laman resmi Bank Mandiri menyebut bunga deposito dapat diterima di muka, sehingga kamu tidak perlu membayar penuh sesuai nominal yang ingin ditempatkan. Ini berbeda dari skema umum di mana bunga baru cair setiap periode atau saat jatuh tempo. Kita bahas detail selisih bunganya di bagian suku bunga.
Cara membaca dua skema ini sederhana. Kalau kamu memilih bunga dibayar bulanan atau jatuh tempo, uang yang kamu setorkan sama persis dengan nominal deposito yang tercatat, dan bunganya menyusul belakangan. Kalau kamu memilih bunga di muka, bank memotong dulu nilai kini dari bunga yang akan kamu terima, sehingga uang tunai yang perlu kamu setorkan sedikit lebih kecil dari nominal deposito yang tercatat, tetapi kamu sudah menikmati manfaatnya sejak hari pertama. Pilihan mana yang lebih menguntungkan tergantung untuk apa uangnya dipakai; kalau kamu butuh dana segar segera untuk keperluan lain, skema di muka bisa membantu arus kas jangka pendek meski persentase bunganya sedikit lebih rendah.
Jenis deposito Mandiri: tenor, ARO, dan fasilitas digital
Bank Mandiri tidak memecah Deposito Rupiah perorangan jadi banyak nama dagang. Pembedanya ada pada tenor dan cara perpanjangannya.
Dari sisi jangka waktu, laman resmi mencantumkan pilihan tenor 1, 3, 6, 12, atau 24 bulan. Tenor pendek memberi fleksibilitas mengatur ulang rencana tiap beberapa bulan; tenor panjang mengunci bunga hari ini lebih lama. Perhitungan mana yang lebih menguntungkan tergantung arah bunga ke depan, dan cara menghitungnya kami tulis lengkap di cara hitung bunga deposito.
Dari sisi perpanjangan, kamu bebas memilih Automatic Roll Over (ARO) saat jatuh tempo. Menurut laman resmi Bank Mandiri, tersedia juga layanan informasi dan pembatalan perpanjangan ARO lewat Livin' by Mandiri, jadi kamu tidak harus datang ke cabang hanya untuk mengubah keputusan ARO.

Dari sisi kanal, pembukaan dan penutupan deposito bisa dilakukan lewat Livin' by Mandiri (perorangan) dan Kopra by Mandiri (nasabah bisnis/korporat), dengan pengamanan biometrik. Deposito yang dibuka lewat channel digital mendapat e-Bilyet sebagai bukti kepemilikan, menggantikan bilyet fisik yang biasanya diserahkan di cabang; konsep bilyet sebagai bukti kepemilikan deposito kami jelaskan terpisah di bilyet deposito. Fitur lain yang disebutkan laman resmi: Deposito Rupiah Mandiri bisa dibuka atas nama 2 orang pribadi sekaligus (joint account), pilihan yang berguna untuk pasangan atau keluarga yang mengelola dana bersama.
Suku bunga dan setoran minimal deposito Mandiri
Sekarang angka yang paling dicari. Menurut laman resmi produk Bank Mandiri, minimum penempatan Deposito Rupiah adalah Rp10.000.000 kalau dibuka lewat kantor cabang atau Kopra by Mandiri, dan Rp1.000.000 kalau dibuka lewat e-Banking Livin' by Mandiri, dengan kelipatan penambahan Rp100.000.
Untuk suku bunganya, laman resmi Suku Bunga Dana Bank Mandiri (berlaku efektif 15 Juli 2025, diakses 2 September 2026) mencantumkan dua skema. Pertama, Deposito Rupiah dengan bunga dibayar bulanan dan saat jatuh tempo, seragam untuk semua tingkatan nominal dari di bawah Rp100 juta sampai di atas Rp5 miliar:
| Tenor | Bunga per tahun (bulanan/jatuh tempo) |
|---|---|
| 1 bulan | 2,25% |
| 3 bulan | 2,25% |
| 6 bulan | 2,50% |
| 12 bulan | 2,50% |
| 24 bulan | 2,50% |
Kedua, Deposito Rupiah dengan bunga dibayar di muka, tarifnya sedikit lebih rendah karena kamu menerima manfaatnya lebih cepat:
| Tenor | Bunga per tahun (dibayar di muka) |
|---|---|
| 1 bulan | 2,24% |
| 3 bulan | 2,23% |
| 6 bulan | 2,46% |
| 12 bulan | 2,43% |
| 24 bulan | 2,37% |
Perhatikan dua hal dari tabel resmi ini. Pertama, sama seperti kebanyakan bank besar, bunganya seragam untuk semua tingkatan nominal; menaruh uang lebih besar tidak otomatis memberi bunga lebih tinggi di tarif dasar ini. Kedua, opsi bunga di muka selalu sedikit di bawah opsi bulanan/jatuh tempo pada tenor yang sama, karena bank membayar nilai kininya lebih awal. Sebagai gambaran kasar memakai tabel pertama: Rp10 juta di tenor 6 bulan dengan bunga 2,50% per tahun menghasilkan bunga kotor sekitar Rp125.000 selama enam bulan, sebelum dipotong pajak penghasilan atas bunga sesuai ketentuan yang berlaku. Bandingkan dengan peta bunga bank lain di bunga deposito tertinggi dan suku bunga deposito.
Membaca bunga Mandiri lewat kacamata penjaminan LPS
Di sinilah banyak nasabah berhenti membaca, padahal justru paling penting. LPS menjamin simpanan di bank umum, termasuk Bank Mandiri, sampai Rp2 miliar per nasabah per bank. Tapi laman resmi Bank Mandiri sendiri mencantumkan dua kondisi di mana deposito nasabah TIDAK termasuk program penjaminan LPS:
- Nominal seluruh saldo simpanan nasabah melebihi (setara) Rp2 miliar pada satu bank, baik untuk rekening tunggal maupun rekening gabungan (joint account).
- Suku bunga yang diterima nasabah melebihi tingkat bunga maksimum penjaminan LPS.
Berapa tingkat bunga penjaminan sekarang? Laman resmi LPS mencantumkan untuk periode 1 Juli sampai 30 September 2026: 3,75% untuk simpanan rupiah di bank umum, 2% untuk valuta asing di bank umum, dan 6,25% untuk BPR. Angka ini dievaluasi berkala mengikuti kondisi ekonomi, jadi biasakan mengecek periode berjalan langsung di situs resmi LPS setiap kali membuka atau memperpanjang deposito.
Sekarang sandingkan dengan tarif Mandiri di atas. Bunga Deposito Rupiah Mandiri, baik skema bulanan/jatuh tempo (2,25%-2,50%) maupun bunga di muka (2,23%-2,46%), semuanya berada di bawah tingkat penjaminan 3,75%. Artinya dari sisi syarat bunga, deposito rupiah Mandiri berada di dalam batas penjaminan LPS.
Laman edukasi OJK menyarankan kebiasaan yang sama: selalu pastikan tingkat bunga deposito yang kamu ambil sesuai ketentuan LPS. Bunga tinggi memang menggoda, tetapi kalau angkanya keluar dari payung penjaminan, kamu sedang menukar keamanan dengan imbal hasil, dan pertukaran itu harus dilakukan sadar, bukan karena tidak tahu.
Cara buka deposito Mandiri dan syaratnya
Syarat resminya cukup pendek. Menurut laman Bank Mandiri, kamu perlu:
- Sudah punya rekening Mandiri Tabungan atau Mandiri Giro.
- Memenuhi minimum penempatan: Rp10.000.000 (cabang/Kopra) atau Rp1.000.000 (Livin').
- Identitas untuk WNI: e-KTP dengan NIK yang terdaftar di Sistem Informasi Administrasi Kependudukan, dan NPWP untuk nasabah yang wajib memilikinya.
- Identitas untuk WNA: paspor dan KITAS/KITAP/Golden Visa yang masih berlaku.
- Untuk perusahaan: e-KTP pejabat berwenang, SIUP, NPWP, serta akta pendirian perusahaan dan perubahan terakhirnya.

Alur praktisnya: siapkan dulu dananya di rekening Mandiri Tabungan atau Giro, lalu tentukan tenor, pilihan ARO, dan skema bunga (bulanan/jatuh tempo atau di muka) sebelum membuka lewat cabang, Livin' by Mandiri, atau Kopra by Mandiri. Kalau dibuka lewat channel digital, kamu akan menerima e-Bilyet sebagai bukti kepemilikan; kalau lewat cabang, pastikan menerima bilyet fisiknya dan menyimpan baik-baik, sesuai anjuran laman edukasi OJK.
Perhatikan juga dua biaya yang disebut laman resmi: biaya meterai pada saat pembukaan dan pencairan deposito sesuai ketentuan yang berlaku, dan pajak atas bunga sesuai ketentuan perpajakan. Sebelum meninggalkan meja layanan atau menutup aplikasi, cek ulang nominal pokok, tenor dan tanggal jatuh tempo, status ARO, skema bunga yang dipilih, serta rekening tujuan pencairan.
Pertimbangan sebelum menempatkan uang di deposito Mandiri
Pertama, soal likuiditas. Deposito dirancang untuk dicairkan saat jatuh tempo; laman edukasi OJK menyebut pencairan lebih awal umumnya dikenai denda atau pinalti. Karena itu jangan memasukkan uang yang mungkin kamu butuhkan mendadak. Dana darurat idealnya tetap di tabungan yang bisa ditarik kapan saja, dan deposito diisi uang di atas lapisan itu.
Kedua, soal imbal hasil setelah pajak dan inflasi. Dengan bunga 2,23% sampai 2,50% per tahun sebelum pajak, deposito rupiah Mandiri lebih berfungsi sebagai pengaman nilai daripada mesin pertumbuhan. Itu bukan kelemahan yang memalukan; setiap rencana keuangan butuh lapisan uang yang aman dan pasti. Yang keliru adalah berharap deposito mengejar target pertumbuhan jangka panjang yang seharusnya jadi tugas instrumen lain. Peran tiap lapisan ini kami petakan di aturan 50 30 20.
Ketiga, pilih skema bunga sesuai kebutuhan. Bunga di muka cocok kalau kamu punya rencana pemakaian dana di awal periode, misalnya untuk menutup biaya tertentu segera, meski tarifnya sedikit lebih rendah. Bunga bulanan/jatuh tempo cocok untuk pola menabung rutin yang membiarkan bunga menggulung ke pokok atau tersalur ke tabungan setiap periode.
Keempat, manfaatkan Kredit Agunan Surat Berharga hanya untuk kebutuhan mendesak yang benar-benar terukur, bukan sebagai alasan untuk mengambil kredit konsumtif baru. Menjaminkan deposito tetap berarti kamu menanggung bunga pinjaman di atas bunga deposito yang kamu terima, jadi hitung dulu selisihnya sebelum memutuskan. Fasilitas ini paling masuk akal dipakai untuk kebutuhan yang sifatnya sementara dan kamu yakin bisa melunasinya cepat, misalnya menutup selisih dana sambil menunggu pencairan aset lain, bukan untuk kebutuhan konsumtif yang sebenarnya bisa ditunda.
Kelima, bandingkan antar bank dengan adil. Sebagai pembanding sesama bank besar, kami pernah membedah deposito BNI yang memakai skema bunga konvensional serupa, dan deposito BSI yang memakai skema bagi hasil, bukan bunga. Saat membandingkan, sandingkan juga fasilitas tambahannya (ARO digital, e-Bilyet, joint account, agunan kredit), jangan hanya angka bunganya.
Menempatkan deposito Mandiri di rencana keuanganmu
Deposito Mandiri paling masuk akal untuk uang yang tanggal kebutuhannya sudah kelihatan: dana sekolah semester depan, setoran rumah tahun depan, atau uang usaha yang menganggur beberapa bulan. Tenornya tinggal dicocokkan dengan tanggal kebutuhan, dan pilihan non-ARO memastikan dananya cair tepat waktu tanpa harus diingat-ingat.
Fasilitas seperti bunga di muka dan Kredit Agunan Surat Berharga membuat produk ini sedikit lebih fleksibel dibanding deposito konvensional biasa, tetapi jangan sampai fleksibilitas itu membuatmu lupa prinsip dasarnya: deposito adalah instrumen pengaman nilai, bukan mesin pertumbuhan cepat. Untuk tujuan yang lebih jauh dari dua tahun, pertimbangkan kombinasinya dengan instrumen lain sesuai profil risikomu; kebiasaan menabung yang konsisten kami bahas runtut di cara menabung.
Kalau kamu sudah nasabah lama Bank Mandiri dan uangnya sudah menganggur di rekening tabungan, memindahkan sebagian ke deposito lewat Livin' by Mandiri hanya butuh beberapa menit, jauh lebih cepat dibanding harus antre ke cabang seperti dulu. Tapi kemudahan ini juga berarti kamu perlu lebih disiplin sendiri: tidak ada petugas yang mengingatkanmu secara langsung soal tanggal jatuh tempo atau opsi ARO, jadi pasang pengingat sendiri di kalender atau manfaatkan notifikasi aplikasi supaya keputusan perpanjang atau cairkan tetap kamu yang pegang kendali, bukan berjalan otomatis begitu saja tanpa kamu sadari.
Kalau nominalmu belum menyentuh Rp1 juta sekalipun, tidak perlu memaksakan diri. Menabung rutin di rekening biasa sampai setorannya cukup adalah jalur yang wajar. Terakhir, jadikan kebiasaan mengecek tiga hal setiap kali depositomu mau jatuh tempo: tarif bunga terbaru di laman resmi Bank Mandiri, tingkat bunga penjaminan LPS periode berjalan, dan rencana pemakaian uangnya. Tiga menit pengecekan ini membuat keputusan perpanjang atau cairkan selalu berbasis data terbaru, bukan kebiasaan. Panduan menabung lainnya bisa kamu lanjutkan di halaman menabung kami.
Satu pengingat penutup: laman resmi Bank Mandiri secara eksplisit menyebut suku bunga dan biaya bisa berubah sewaktu-waktu. Artikel ini adalah potret per 2 September 2026, bukan tarif yang berlaku selamanya. Selalu buka kembali laman suku bunga dana resmi sebelum membuka atau memperpanjang deposito, terutama kalau kamu membaca artikel ini beberapa bulan setelah tanggal terbitnya.
Berapa setoran minimal deposito Mandiri?
Berapa bunga deposito Mandiri sekarang?
Apa beda bunga dibayar di muka dan bunga dibayar bulanan di deposito Mandiri?
Apakah deposito Mandiri dijamin LPS?
Pilihan jangka waktu deposito Mandiri apa saja?
Apa syarat buka deposito Mandiri?
Bisakah deposito Mandiri dibuka atas nama dua orang?
Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.
Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab
Sumber
Bank Mandiri - Deposito Rupiah (bankmandiri.co.id)Fitur, fasilitas, persyaratan, minimum penempatan Rp10 juta (cabang/Kopra) dan Rp1 juta (Livin'), joint account, e-Bilyet, informasi risiko penjaminan LPS, diakses 2 September 2026Bank Mandiri - Suku Bunga Dana (bankmandiri.co.id)Tabel suku bunga Deposito Rupiah bunga dibayar bulanan/jatuh tempo (2,25%-2,50%) dan bunga dibayar di muka (2,23%-2,46%), berlaku efektif 15 Juli 2025, diakses 2 September 2026LPS - Beranda (Tingkat Bunga Penjaminan)Tingkat bunga penjaminan periode 1 Juli sampai 30 September 2026: bank umum rupiah 3,75%, valas 2%, BPR 6,25%, diakses 2 September 2026LPS - Simpanan yang DijaminTiga syarat penjaminan: tercatat di pembukuan bank, bunga tidak melebihi tingkat penjaminan, tidak melakukan fraudOJK Sikapi Uangmu - DepositoDefinisi deposito, karakteristik ARO, bilyet, pajak atas bunga, dan denda pencairan sebelum jatuh tempoSetiap angka dan klaim di artikel ini dirujuk ke sumber resmi di atas beserta tanggalnya.
Panduan lain yang berkaitan.
Deposito BCA: Bunga per Tenor, Setoran Minimal, Simulasi, dan Cara Bukanya
Penjaminan LPS: Simpanan yang Dijamin, Batas Nilainya, dan Syarat yang Harus Kamu Penuhi
Deposito BRI: Jenis, Bunga, Cara Buka, dan Pertimbangannya
Masih ada yang ingin ditanyakan soal menabung? Ceritakan kondisimu, kami bantu arahkan langkah yang masuk akal.
Tanya via WhatsApp