Lompat ke konten
Mengatur Uang

Template Budgeting Bulanan: Contoh Tabel Siap Salin untuk Lajang, Pasangan, dan Keluarga

Template budgeting bulanan siap salin untuk lajang, pasangan, dan keluarga, lengkap dengan kolom rencana, realisasi, selisih, dan rumus spreadsheet sederhana.

Tim Redaksi Uang Bijak12 menit bacaDitinjau Ahmad Thariq Syauqi
Layar komputer menampilkan tabel lembar kerja berisi daftar barang, kolom jumlah, harga, dan angka total di kanan atas
Template anggaran pada dasarnya tabel sederhana: daftar pos di kiri, angka di kanan, dan satu angka total yang dihitung otomatis. Di foto ini tabelnya daftar buku dan harga di sebuah toko buku. Foto: Gerard van de Bruinhorst / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0 Adaptasi: dipotong dan dikompresi.

Template budgeting bulanan adalah tabel tetap yang kamu isi setiap bulan untuk mencatat rencana pemakaian uang per pos, lalu membandingkannya dengan pengeluaran nyata. Bentuk paling sederhana hanya punya empat kolom: pos, rencana, realisasi, dan selisih. Di artikel ini ada tiga contoh tabel siap salin (lajang, pasangan, dan keluarga), cara membuat template sendiri di Excel atau Google Spreadsheet, dan cara mengevaluasinya di akhir bulan.

Artikel ini fokus pada bentuk tabel dan cara memakainya. Kalau kamu belum pernah menyusun anggaran sama sekali dan ingin memahami urutan berpikirnya dulu, mulai dari cara membuat anggaran bulanan, lalu kembali ke sini untuk mengambil templatenya. Artikel ini bagian dari pilar mengatur uang dan bersifat edukasi, bukan saran investasi.

Template Google Sheets siap pakai dan bisa disalin

Kalau ingin langsung mulai tanpa menyusun rumus, buka Template Anggaran Bulanan Uang Bijak di Google Sheets. File induk gratis dan hanya-baca. Google biasanya meminta kamu masuk ke akun Google sendiri untuk membuat salinan; setelah itu, perubahan disimpan di salinanmu, bukan di file induk.

Template memiliki empat tab: Panduan, Anggaran, Transaksi, dan Ringkasan. Di Anggaran, pilih bulan dan masukkan rencana pemasukan serta jatah per kategori. Catat transaksi di baris 5 sampai 504 pada tab Transaksi. Ringkasan menjumlahkan pemasukan, pengeluaran, dan alokasi tabungan hanya untuk bulan pilihan. Kolom selisih memperlihatkan rencana dikurangi realisasi, sehingga angka negatif menandai pos yang perlu ditinjau.

Pilih jenis transaksi dengan benar: Pemasukan untuk uang masuk, Pengeluaran untuk belanja atau tagihan, dan Alokasi untuk uang yang disisihkan ke tujuan tabungan. Catat alokasi satu kali; transfer antar rekening sendiri bukan penghasilan baru. Nama kategori pada Transaksi perlu sama dengan kategori di Anggaran agar rumus mengelompokkannya dengan tepat.

File induk sengaja tidak berisi nominal pribadi atau angka rekomendasi. Isi hanya salinanmu dan jangan masukkan nomor rekening, PIN, atau OTP. Template ini alat pencatatan sederhana, bukan pembukuan pajak atau saran investasi. Tiga tabel ilustrasi di bawah tetap bisa disalin secara terpisah kalau kamu lebih nyaman memakai Excel atau membuat format sendiri.

Kolom wajib dalam template budgeting bulanan

Template yang baik tidak harus rumit. Yang penting setiap kolom punya fungsi yang jelas dan bisa diisi dalam beberapa menit. Berikut kolom yang dipakai di semua contoh budgeting di artikel ini.

KolomIsiKapan diisi
PosNama kelompok pengeluaran, misalnya sewa, makan, transportasi, dana daruratSekali, di awal, lalu jarang diubah
RencanaJatah uang untuk pos itu bulan iniAwal bulan, setelah gajian
RealisasiJumlah yang benar-benar terpakaiDicicil tiap minggu atau di akhir bulan
SelisihRencana dikurangi realisasiOtomatis lewat rumus
Catatan (opsional)Penyebab selisih besar, misalnya ada acara keluargaSaat evaluasi akhir bulan

Kolom selisih sengaja dihitung sebagai rencana dikurangi realisasi. Dengan cara ini, angka positif berarti kamu lebih hemat dari rencana, sedangkan angka negatif berarti pos itu melebihi jatah. Kamu cukup mencari tanda minus untuk menemukan pos yang bermasalah.

Selain kolom, ada tiga kelompok baris yang sebaiknya selalu ada. Pertama, baris penghasilan bersih di paling atas. Kedua, pos tabungan dan dana darurat yang ditulis sejajar dengan pos wajib, bukan di bawah sebagai "kalau ada sisa". Ketiga, pos cadangan kecil untuk pengeluaran tak terduga yang nominalnya kecil.

Kebiasaan mencatat inilah yang menjadi poin pertama dalam artikel kebiasaan keuangan di Sikapi Uangmu OJK: catat semua pemasukan dan pengeluaran secara teratur supaya kamu tahu kondisi keuanganmu dari waktu ke waktu. Template hanyalah wadah agar catatan itu rapi dan mudah dibandingkan.

Contoh budgeting untuk lajang

Contoh pertama untuk pekerja lajang yang tinggal di kamar kos dengan penghasilan bersih Rp4.500.000 per bulan. Semua angka di tabel ini adalah ilustrasi, bukan patokan biaya hidup dan bukan rekomendasi. Gunanya hanya untuk memperlihatkan cara mengisi template dan membaca selisihnya.

PosRencana (ilustrasi)Realisasi (ilustrasi)Selisih
Sewa kamar kosRp1.200.000Rp1.200.000Rp0
Makan dan kebutuhan dapurRp1.100.000Rp1.240.000-Rp140.000
TransportasiRp350.000Rp310.000Rp40.000
Pulsa dan internetRp150.000Rp150.000Rp0
Kebutuhan pribadi (sabun, potong rambut)Rp150.000Rp175.000-Rp25.000
Kiriman untuk orang tuaRp300.000Rp300.000Rp0
Dana daruratRp500.000Rp500.000Rp0
Tabungan tujuanRp300.000Rp300.000Rp0
Hiburan dan makan di luarRp250.000Rp330.000-Rp80.000
Cadangan lain-lainRp200.000Rp95.000Rp105.000
TotalRp4.500.000Rp4.600.000-Rp100.000

Cara membacanya: total rencana sama dengan penghasilan bersih, jadi setiap rupiah sudah punya tugas. Di akhir bulan, realisasi ternyata Rp100.000 lebih besar. Kolom selisih langsung menunjukkan sumbernya, yaitu pos makan (minus Rp140.000) dan hiburan (minus Rp80.000), yang sebagian tertutup oleh sisa pos cadangan dan transportasi.

Untuk profil lajang, dua pos yang paling sering meleset adalah makan dan hiburan, karena transaksinya kecil, sering, dan jarang dicatat satu per satu. Kalau kamu sering membayar dengan QRIS, riwayat transaksi di aplikasi pembayaran bisa jadi sumber angka realisasi yang cepat.

Nasi bungkus beralas daun pisang berisi nasi putih, ayam goreng berbumbu, lauk bersantan, dan potongan mentimun
Untuk profil lajang, pos makan harian sering menjadi pos kedua terbesar setelah sewa kamar, dan paling mudah bocor kalau tidak dicatat. Foto: Sakurai Midori / Wikimedia Commons, CC BY 3.0 Adaptasi: dipotong dan dikompresi.

Contoh budgeting untuk pasangan tanpa anak

Contoh kedua untuk pasangan yang baru menikah, tinggal di rumah kontrakan, dengan penghasilan bersih gabungan Rp9.000.000 per bulan. Lagi-lagi, angkanya ilustrasi. Bedanya dengan template lajang ada pada pos bersama, kiriman untuk dua pihak orang tua, dan jatah pribadi masing-masing.

PosRencana (ilustrasi)Realisasi (ilustrasi)Selisih
Sewa rumah kontrakanRp2.500.000Rp2.500.000Rp0
Belanja dapurRp1.800.000Rp1.950.000-Rp150.000
Listrik, air, dan gasRp500.000Rp470.000Rp30.000
Internet dan pulsa berduaRp300.000Rp300.000Rp0
Transportasi berduaRp700.000Rp760.000-Rp60.000
Kiriman orang tua kedua pihakRp600.000Rp600.000Rp0
Cicilan kendaraanRp800.000Rp800.000Rp0
Dana daruratRp900.000Rp900.000Rp0
Tabungan tujuan bersamaRp500.000Rp500.000Rp0
Jatah pribadi masing-masingRp400.000Rp420.000-Rp20.000
TotalRp9.000.000Rp9.200.000-Rp200.000

Perhatikan pos cicilan. Laman Masa Dewasa di Sikapi Uangmu OJK menyebut aturan umum bahwa total cicilan sebaiknya tidak melebihi 30% dari total pendapatan, termasuk pendapatan gabungan suami dan istri. Di contoh ini cicilan Rp800.000 dari Rp9.000.000, atau sekitar 9%, jadi masih jauh di bawah batas itu. Tambahkan satu baris persentase cicilan di template supaya angka ini selalu terlihat.

Pasangan juga perlu menyepakati siapa yang mengisi kolom realisasi. Cara paling sederhana adalah satu template bersama di Google Spreadsheet yang bisa diedit berdua. Cara membagi rekening dan kontribusi ada di cara menyusun anggaran rumah tangga, dan kalau kalian sedang menabung untuk acara nikah, pos-posnya dibahas di budgeting pernikahan.

Rumah tapak satu lantai bercat krem dan hijau beratap genteng merah di kompleks perumahan yang baru dibangun
Bagi pasangan, tempat tinggal biasanya menjadi pos bersama terbesar, entah sewa kontrakan atau tabungan untuk uang muka rumah. Foto: Tommytricipta / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0 Adaptasi: dipotong dan dikompresi.

Contoh budgeting untuk keluarga dengan anak

Contoh ketiga untuk keluarga dengan dua anak usia sekolah, penghasilan bersih Rp12.000.000 per bulan, dan cicilan rumah. Angka ilustrasi, bukan patokan. Template keluarga punya lebih banyak pos karena ada biaya anak, kesehatan, dan pengeluaran tahunan yang perlu dicicil tiap bulan.

PosRencana (ilustrasi)Realisasi (ilustrasi)Selisih
Cicilan rumahRp2.800.000Rp2.800.000Rp0
Belanja dapurRp2.800.000Rp3.050.000-Rp250.000
Listrik, air, dan gasRp650.000Rp700.000-Rp50.000
Internet dan pulsaRp350.000Rp350.000Rp0
Transportasi dan bensinRp800.000Rp760.000Rp40.000
Biaya sekolah dan les anakRp1.200.000Rp1.200.000Rp0
Kesehatan dan obatRp300.000Rp120.000Rp180.000
Kiriman orang tuaRp500.000Rp500.000Rp0
Dana daruratRp1.000.000Rp1.000.000Rp0
Dana pendidikan anakRp700.000Rp700.000Rp0
Pos tahunan (pajak kendaraan, hari raya)Rp500.000Rp500.000Rp0
Hiburan keluargaRp400.000Rp470.000-Rp70.000
TotalRp12.000.000Rp12.150.000-Rp150.000

Cicilan rumah Rp2.800.000 dari Rp12.000.000 setara sekitar 23%, masih di bawah batas umum 30% yang disebut OJK. Pos dana darurat sengaja lebih besar dibanding contoh lajang, karena materi dana darurat Sikapi Uangmu menyebut keluarga atau yang punya tanggungan membutuhkan setidaknya 9 sampai 12 kali pengeluaran bulanan, sementara lajang cukup 6 kali.

Pos tahunan adalah baris yang paling sering hilang dari template keluarga. Pajak kendaraan, perlengkapan sekolah tahun ajaran baru, dan kebutuhan hari raya datang sekaligus. Kalau dicicil sebagai pos bulanan, bulan jatuh temponya tidak lagi menjebol anggaran. Cara menghitung setorannya ada di sinking fund, dan untuk dana pendidikan jangka panjang lihat cara menabung dana pendidikan anak.

Tabung gas elpiji merah muda dengan regulator terpasang di atas katupnya, difoto dari atas
Gas masak, listrik, dan air adalah pos rutin keluarga yang nominalnya relatif stabil, jadi cocok dijadikan patokan awal kolom rencana. Foto: DARMAS SB 9 / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0 Adaptasi: dipotong dan dikompresi.

Cara membuat template sendiri di Excel atau Google Spreadsheet

Tiga tabel di atas bisa langsung kamu salin ke lembar kerja. Tapi membuat sendiri dari nol juga bisa membantu menyesuaikan format dengan pos-posmu. Langkah berikut berlaku untuk Excel maupun Google Spreadsheet, karena keduanya memakai fungsi SUM dengan cara yang sama.

  1. Buka lembar kerja kosong dan beri nama sesuai bulan, misalnya "Anggaran Oktober". Satu tab untuk satu bulan memudahkan perbandingan nanti.
  2. Tulis judul kolom di baris 1: A1 Pos, B1 Rencana, C1 Realisasi, D1 Selisih, E1 Catatan.
  3. Isi nama pos di kolom A, mulai dari A2. Urutkan dari pos wajib, lalu tabungan dan dana darurat, lalu pos keinginan, dan terakhir pos cadangan.
  4. Isi kolom Rencana dengan jatah tiap pos. Ambil angkanya dari catatan pengeluaran dari beberapa bulan terakhir, bukan dari tebakan.
  5. Tulis rumus selisih di D2: =B2-C2. Lalu tarik pegangan kecil di pojok sel ke bawah sampai baris pos terakhir, supaya rumusnya tersalin otomatis.
  6. Buat baris total di bawah pos terakhir. Kalau posmu ada di baris 2 sampai 11, tulis =SUM(B2:B11) di kolom Rencana, =SUM(C2:C11) di kolom Realisasi, dan =SUM(D2:D11) di kolom Selisih.
  7. Tambahkan pengecekan penghasilan. Tulis penghasilan bersih di satu sel, misalnya B14, lalu di B15 tulis =B14-B12 (penghasilan dikurangi total rencana). Hasilnya harus nol atau positif. Kalau negatif, rencanamu melebihi penghasilan.
  8. Format angka sebagai mata uang lewat menu format angka, supaya titik ribuan muncul dan angka mudah dibaca.
  9. Duplikat tab di awal bulan berikutnya, kosongkan kolom Realisasi, lalu sesuaikan kolom Rencana berdasarkan hasil evaluasi.

Halaman bantuan Google Spreadsheet berbahasa Indonesia mencontohkan penulisan seperti SUM(1;2;3), yaitu memakai titik koma sebagai pemisah argumen. Ini penting kalau kamu menulis fungsi dengan lebih dari satu argumen. Rumus berbasis rentang seperti =SUM(B2:B11) tidak memakai pemisah, jadi aman di setelan bahasa apa pun. Di Excel, pemisahnya mengikuti pengaturan wilayah komputer, jadi bisa koma atau titik koma.

Halaman luas sekolah dasar negeri dengan deretan gedung kelas beratap genteng di bawah langit biru
Pada profil keluarga, biaya sekolah dan kegiatan anak sebaiknya punya baris sendiri di template supaya tidak tercampur dengan belanja dapur. Foto: Kiki Rextika / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0 Adaptasi: dipotong dan dikompresi.

Rumus tambahan yang membuat template lebih berguna

Rumus pengurangan dan SUM sudah cukup untuk menjalankan template. Kalau ingin sedikit lebih nyaman, ada beberapa rumus sederhana yang bisa ditambahkan tanpa perlu keahlian khusus. Contoh di tabel memakai titik koma sebagai pemisah, sesuai halaman bantuan Google Spreadsheet berbahasa Indonesia. Ganti dengan koma kalau lembar kerjamu memakai setelan bahasa Inggris.

KebutuhanRumus contohHasil
Total satu kolom=SUM(B2:B11)Jumlah semua rencana
Selisih per pos=B2-C2Positif berarti hemat, negatif berarti melebihi jatah
Penanda pos jebol=IF(D2<0;"Lebih";"Aman")Tulisan Lebih muncul kalau selisih negatif
Persentase pos terhadap penghasilan=B2/$B$14Porsi pos itu dari penghasilan (format sebagai persen)
Persentase cicilan (kalau cicilan ada di baris 8)=B8/$B$14Bandingkan dengan batas umum 30% dari OJK
Sisa penghasilan tanpa tugas=B14-B12Idealnya nol

Tanda dolar di $B$14 membuat rujukan ke sel penghasilan tetap terkunci saat rumus ditarik ke bawah. Tanpa tanda itu, rujukannya ikut bergeser ke B15, B16, dan seterusnya, sehingga hasilnya salah. Fungsi IF di atas mengikuti sintaks yang dijelaskan di halaman bantuan Google: ekspresi logika, nilai jika benar, lalu nilai jika salah.

Kalau kamu memakai rumus persentase, kamu juga bisa membandingkan porsi tiap kelompok dengan kerangka aturan 50/30/20. Kerangka itu bukan aturan wajib, tetapi berguna sebagai pembanding kasar: apakah pos kebutuhan memakan porsi yang terlalu besar dibanding penghasilanmu.

Cara memakai template sepanjang bulan

Template hanya berguna kalau dipakai, bukan hanya diisi di tanggal gajian lalu dilupakan. Berikut ritme sederhana yang bisa kamu ikuti.

  1. Hari gajian. Isi kolom Rencana, pastikan sisa penghasilan tanpa tugas nol, lalu pindahkan pos dana darurat dan tabungan ke rekening terpisah di hari yang sama. Materi dana darurat OJK menyarankan menyisihkan uang saat menerima pendapatan, bukan menyisakan setelah pengeluaran.
  2. Setiap akhir pekan. Tambahkan pengeluaran minggu itu ke kolom Realisasi. Ambil angkanya dari mutasi rekening, riwayat dompet digital, atau struk yang kamu simpan.
  3. Pertengahan bulan. Lihat kolom Selisih. Kalau satu pos sudah hampir habis padahal bulan masih panjang, kurangi pos keinginan lebih dulu, bukan pos tabungan.
  4. Akhir bulan. Lengkapi kolom Realisasi, baca kolom Selisih, dan tulis penyebab selisih besar di kolom Catatan.

Ada dua cara mengisi realisasi. Cara pertama mencatat setiap transaksi di tab terpisah lalu menjumlahkannya per pos. Cara kedua langsung menambah angka di kolom Realisasi setiap minggu. Cara kedua lebih cepat dan cukup untuk kebanyakan orang. Kalau kamu ingin rincian yang lebih ketat, pelajari metode zero based budgeting yang memberi tugas pada setiap rupiah.

Untuk pos tabungan, pilih tempat yang terpisah dari rekening harian supaya tidak ikut terpakai. Beberapa pilihan yang umum dibahas di tabungan berjangka. Kalau tujuanmu jangka panjang, ingat juga bahwa nilai uang bisa tergerus kenaikan harga, seperti dijelaskan di inflasi dan tabungan.

Buku agenda mingguan terbuka di meja kayu dengan pensil warna, kacamata, dan botol kecil merah di sampingnya
Evaluasi akhir bulan tidak perlu lama: bandingkan kolom rencana dan realisasi, lalu tulis satu perubahan untuk bulan depan. Foto: Shixart1985 / Wikimedia Commons, CC BY 2.0 Adaptasi: dipotong dan dikompresi.

Cara mengevaluasi template di akhir bulan

Langkah kelima dalam panduan Cara Merencanakan Keuangan OJK adalah mereviu dan menyempurnakan rencana secara periodik, karena kondisi keuangan bisa berubah. Template bulanan adalah tempat paling praktis untuk melakukannya. Agar evaluasi tetap sederhana, pakai pertanyaan yang sama setiap bulan.

  1. Berapa selisih totalnya? Kalau total realisasi lebih besar dari penghasilan, tandai bulan ini sebagai bulan defisit dan cari penyebabnya sebelum menyusun bulan berikutnya.
  2. Pos mana yang selisih negatifnya terbesar? Fokus pada satu atau dua pos saja. Memperbaiki semua pos sekaligus jarang berhasil.
  3. Apakah rencananya yang tidak realistis, atau kebiasaannya? Kalau pos makan selalu minus tiga bulan berturut-turut, mungkin rencananya terlalu kecil. Naikkan rencananya dan kurangi pos lain secara sadar.
  4. Apakah ada pengeluaran yang tidak punya pos? Kalau ada, buat pos baru atau masukkan ke pos cadangan, lalu perbesar pos cadangan itu.
  5. Apakah pos tabungan dan dana darurat benar-benar terisi? Ini pos yang paling penting dijaga. Pos keinginan boleh dikurangi, pos ini sebaiknya tidak.
  6. Apa satu perubahan untuk bulan depan? Tulis satu kalimat di kolom Catatan, misalnya "kurangi makan di luar jadi dua kali seminggu".

Kalau anggaranmu jebol berulang kali, bacaan lanjutannya ada di over budget. Untuk melihat kondisi keuangan yang lebih luas di luar satu bulan, misalnya rasio utang dan tabungan, pakai rasio keuangan pribadi dan financial check up. Laman Sikapi Uangmu tentang kesehatan keuangan juga menyebut rasio utang terhadap pendapatan di bawah 30% sebagai tanda keuangan yang sehat.

Kesalahan umum saat memakai template anggaran

Template yang bagus bisa tetap gagal kalau dipakai dengan cara yang keliru. Berikut kesalahan yang paling sering muncul.

  • Menyalin angka contoh mentah-mentah. Angka ilustrasi di artikel mana pun tidak mengenal harga sewa di kotamu atau jumlah anggota keluargamu. Pakai angkamu sendiri.
  • Menaruh tabungan di baris paling bawah. Kalau tabungan diletakkan setelah semua pengeluaran, ia hanya terisi kalau ada sisa, dan sisa itu jarang ada.
  • Tidak punya pos cadangan. Selalu ada pengeluaran kecil yang tidak terduga. Tanpa pos cadangan, satu pengeluaran kecil bisa merusak pos lain.
  • Template terlalu rinci. Tiga puluh pos terlihat rapi di hari pertama, tetapi melelahkan di minggu ketiga. Mulailah dengan kelompok pos yang mudah kamu catat.
  • Hanya mengisi kolom rencana. Tanpa realisasi, template hanya daftar harapan dan kamu tidak pernah tahu pos mana yang bocor.
  • Memakai dana darurat untuk menutup pos rutin. Dana darurat untuk kejadian tak terduga, bukan untuk menambal pos makan yang selalu kurang. Hitung kebutuhannya di kalkulator dana darurat dan baca penjelasannya di dana darurat.

Template juga bukan pengganti rencana jangka panjang. Ia alat bulanan untuk menjalankan rencana itu. Tujuan seperti uang muka rumah, pendidikan anak, atau pensiun ditulis lebih dulu di perencanaan keuangan, lalu diterjemahkan menjadi pos bulanan di template.

Kesimpulan

Template budgeting bulanan cukup terdiri dari empat kolom: pos, rencana, realisasi, dan selisih. Isi rencana di hari gajian, tambahkan realisasi setiap minggu, baca selisihnya di akhir bulan, lalu duplikat tab untuk bulan berikutnya dengan satu perbaikan kecil. Rumus yang dibutuhkan pun sederhana, cukup pengurangan dan SUM.

Pilih contoh yang paling mirip dengan kondisimu, salin ke Excel atau Google Spreadsheet, ganti angka ilustrasinya dengan angkamu sendiri, dan evaluasi secara rutin untuk melihat apakah formatnya membantu. Kalau ada pertanyaan, kamu bisa tanya lewat WhatsApp.

Tulisan ini bersifat edukasi, bukan nasihat keuangan, bukan saran investasi, dan tidak merekomendasikan produk apa pun. Angka dalam contoh tabel adalah ilustrasi untuk menjelaskan cara mengisi template, bukan patokan biaya hidup. Baca juga disclaimer Uang Bijak.

Pertanyaan yang sering diajukan
Apa isi template budgeting bulanan yang paling sederhana?
Cukup empat kolom: nama pos, rencana, realisasi, dan selisih. Baris paling atas berisi penghasilan bersih, lalu di bawahnya pos pengeluaran wajib, pos tabungan, dan pos keinginan. Di bagian bawah ada baris total untuk rencana dan realisasi. Selisih dihitung dengan mengurangi rencana dengan realisasi, sehingga angka negatif langsung menandai pos yang melebihi jatah.
Apakah ada template budgeting excel gratis yang bisa langsung dipakai?
Ada dua pilihan gratis: salin tabel contoh di artikel ini ke lembar kerja kosong, atau buka tautan Template Anggaran Bulanan Uang Bijak lalu buat salinan Google Sheets. Template siap pakai memiliki tab Panduan, Anggaran, Transaksi, dan Ringkasan. File induknya hanya-baca dan kosong; masukkan angka pribadi hanya di salinan milikmu. Google biasanya meminta login ke akunmu untuk menyimpan salinan.
Bagaimana membuat budgeting template di Google Sheets?
Buka spreadsheet kosong, tulis judul kolom Pos, Rencana, Realisasi, dan Selisih di baris pertama, lalu isi pos di kolom A. Di kolom Selisih tulis rumus pengurangan seperti =B2-C2, lalu tarik ke bawah. Di baris total pakai fungsi SUM, misalnya =SUM(B2:B11). Kalau akunmu memakai setelan bahasa Indonesia, pemisah antarargumen di dalam fungsi biasanya titik koma, bukan koma.
Angka di contoh budgeting ini boleh dijadikan patokan?
Tidak. Semua angka di contoh tabel adalah ilustrasi untuk memperlihatkan cara mengisi template, bukan patokan biaya hidup atau rekomendasi. Biaya sewa, makan, dan transportasi sangat berbeda antarkota dan antarkeluarga. Isi kolom rencana dari catatan pengeluaran nyatamu dari beberapa bulan terakhir, bukan dari angka contoh.
Kenapa perlu kolom realisasi dan selisih, tidak cukup kolom rencana saja?
Kolom rencana hanya berisi niat. Kolom realisasi berisi apa yang benar-benar terjadi, dan kolom selisih memperlihatkan jarak keduanya per pos. Tanpa dua kolom itu kamu tidak tahu pos mana yang bocor. OJK di laman Cara Merencanakan Keuangan juga menyebut langkah melaksanakan rencana dengan disiplin lalu meninjaunya secara periodik.
Berapa banyak pos yang ideal dalam satu template?
Untuk pemula, mulailah dengan pos besar yang mudah dicatat. Terlalu sedikit membuat pos besar seperti makan bercampur dengan jajan, sehingga sulit dievaluasi. Terlalu banyak membuat template melelahkan dan cepat ditinggalkan. Mulai dari pos besar, lalu pecah satu pos hanya kalau selisihnya terus meleset dan kamu perlu tahu penyebabnya.
Bagaimana kalau total realisasi lebih besar dari penghasilan?
Itu tanda ada pos yang jebol atau ada pengeluaran yang belum punya pos. Lihat kolom selisih, cari angka negatif terbesar, dan putuskan apakah rencananya yang terlalu kecil atau kebiasaannya yang perlu diubah. Jangan menutup kekurangan dengan mengambil dana darurat untuk pengeluaran rutin. Pembahasan lengkapnya ada di artikel over budget.
Apakah template ini cocok untuk penghasilan yang tidak tetap?
Cocok, dengan satu penyesuaian: isi baris penghasilan dengan angka terendah yang realistis dari beberapa bulan terakhir, bukan rata-rata atau bulan terbaik. Kalau penghasilan bulan itu ternyata lebih besar, tambahkan baris penghasilan tambahan dan langsung beri kelebihannya tugas, misalnya menambah dana darurat atau pos tujuan.
Tentang penulis
Tim Redaksi Uang Bijak
Redaksi Editorial · Profil & kredensial

Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.

Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab

Masih ada yang ingin ditanyakan soal mengatur uang? Ceritakan kondisimu, kami bantu arahkan langkah yang masuk akal.

Tanya via WhatsApp