Lompat ke konten
Belajar Saham

Saham Telkom (TLKM): Profil Emiten dan Cara Membacanya untuk Pemula

Profil saham Telkom (TLKM) untuk pemula: bisnis emitennya, cara membaca harga dan laporan keuangannya, riwayat dividen resmi, dan risikonya.

Tim Redaksi Uang Bijak12 menit bacaDitinjau Ahmad Thariq Syauqi
Menara telekomunikasi dan grafik pergerakan harga saham di layar ponsel yang diletakkan di atas meja kerja bersama catatan

Saham Telkom dengan kode TLKM adalah salah satu nama yang paling sering muncul ketika orang Indonesia mulai belajar berinvestasi di bursa. Artikel ini perlu membuka dengan tegas: isinya adalah profil emiten untuk bahan belajar, bukan ajakan membeli atau menjual, dan bukan nasihat keuangan. Yang akan kamu temukan di bawah adalah bisnis apa yang sebenarnya kamu beli lewat saham ini, cara membaca kode dan harganya di bursa, cara membaca laporan keuangannya tanpa pusing, arti angka dividen dan rasio yang lazim dipakai, sampai risiko yang sering diabaikan karena terlanjur percaya pada nama besar.

Semua angka di bawah diambil dari laman resmi Telkom dan Bursa Efek Indonesia pada 2 September 2026. Angka pasar berubah setiap hari bursa dan angka keuangan berubah setiap kali laporan baru terbit, jadi perlakukan artikel ini sebagai kerangka berpikir, lalu cek sendiri data terbarunya di sumber resmi sebelum mengambil keputusan apa pun dengan uangmu.

Profil Telkom dan status sahamnya di bursa

Sebelum melihat harga, lihat dulu bisnisnya. Menurut laman profil resminya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk adalah badan usaha milik negara yang bergerak di bidang layanan teknologi informasi dan komunikasi serta telekomunikasi digital di Indonesia. Akar perusahaannya panjang: laman yang sama menyebut pendirian PN Telekomunikasi sesuai PP No. 30 tanggal 6 Juli 1965, lalu berkembang dari produk sambungan tetap sampai bertransformasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital.

Yang perlu dipahami pemula, Telkom bukan satu perusahaan tunggal melainkan sebuah grup. Laman profil resminya menyebut Telkom memiliki 12 anak perusahaan yang bergerak di berbagai sektor. Beberapa di antaranya muncul rutin di siaran pers resmi Telkom sebagai operating company, misalnya PT Telkom Infrastruktur Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia International, dan PT Telkom Akses. Ketika kamu memegang satu lembar TLKM, yang kamu pegang adalah bagian kepemilikan atas induk grup itu, bukan atas satu produk tertentu.

Struktur grup ini juga menjelaskan kenapa angka pendapatan yang kamu baca bisa membingungkan kalau tidak hati-hati. Laman struktur perusahaan Telkom membedakan tiga jenis kepemilikan: kepemilikan langsung, yang pendapatannya dikonsolidasi sebagai pendapatan TelkomGroup; kepemilikan tidak langsung, yang dikonsolidasi lewat anak perusahaan lain; dan kepemilikan yang tidak dikonsolidasi, yaitu perusahaan yang sahamnya dimiliki Telkom hanya dalam jumlah kecil sehingga pendapatannya tidak ikut masuk. Membiasakan diri membedakan tiga kategori ini akan menyelamatkanmu dari salah baca angka grup besar mana pun, bukan hanya Telkom.

Dari sisi status di bursa, profil perusahaan tercatat di laman Bursa Efek Indonesia menempatkan TLKM di Papan Utama, sektor infrastruktur dengan subsektor telekomunikasi, dengan kegiatan usaha utama sebagai penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi. Papan Utama adalah papan pencatatan untuk perusahaan berskala besar dengan syarat paling ketat, sehingga sering dijadikan saringan pertama oleh pemodal institusi. Konsep dasar tentang apa arti memiliki saham sebuah perusahaan kami bahas pelan-pelan di artikel saham.

Ada satu keunikan yang jarang dimiliki emiten Indonesia. Laman Kronologis Pencatatan Saham di situs resmi Telkom menyebut sahamnya tercatat dan diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia dan New York Stock Exchange sejak 14 November 1995, masing-masing dengan kode TLKM dan TLK. Artinya perusahaan ini tunduk pada kewajiban keterbukaan di dua yurisdiksi sekaligus, dan itu sebabnya dokumen resminya tersedia lengkap dan rutin.

Cara membaca kode, harga, dan ukuran TLKM

Di bursa, setiap emiten diwakili kode empat huruf. Milik Telkom adalah TLKM, dan kamu akan menemukannya di semua aplikasi sekuritas maupun laman data pasar resmi. Harga yang tertera adalah harga per satu lembar saham, sedangkan transaksi dilakukan per lot. Seperti dijelaskan di panduan cara beli saham, satu lot berisi 100 lembar.

Mari pakai ilustrasi ber-tanggal supaya konkret, dengan catatan tebal bahwa angkanya hampir pasti sudah berubah saat kamu membaca. Ringkasan perdagangan resmi Bursa Efek Indonesia mencatat harga penutupan TLKM Rp2.590 pada 2 September 2026, turun 20 poin dari penutupan hari sebelumnya di Rp2.610. Dengan harga itu, satu lot setara 100 dikali Rp2.590, yaitu sekitar Rp259.000. Nominal seperti inilah yang membuat saham emiten besar tetap terjangkau untuk pemula.

Jangan pernah mengambil angka harga dari artikel mana pun, termasuk artikel ini, sebagai harga hari ini. Harga bergerak setiap detik selama jam perdagangan. Buka aplikasi sekuritasmu atau laman resmi bursa untuk angka yang sesungguhnya, dan pahami dulu kapan bursa buka lewat panduan jam bursa saham kami.

Data resmi hari itu juga menunjukkan seberapa ramai sahamnya diperdagangkan: volume 105.899.600 lembar dalam 19.620 kali transaksi. Angka seramai itu berarti likuiditasnya tinggi, sehingga ketika kamu ingin membeli atau menjual dalam jumlah kecil, hampir selalu ada lawan transaksinya tanpa harus menggeser harga. Di saham yang sepi peminat, menjual di harga wajar bisa jadi perjuangan tersendiri, dan itu risiko yang jarang disadari sampai dialami sendiri. Jadwal perdagangannya sendiri kami rinci di jam bursa saham.

Sekarang soal ukuran emitennya. Laman komposisi pemegang saham Telkom menyebut modal ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 99.062.216.600 lembar saham. Kapitalisasi pasar adalah harga saham dikalikan seluruh saham beredar, jadi dengan harga penutupan 2 September 2026, hitungannya menghasilkan sekitar Rp257 triliun. Angka ini bergerak setiap kali harga berubah, jadi perlakukan sebagai ilustrasi cara menghitung, bukan sebagai fakta permanen.

Layar ponsel menampilkan grafik pergerakan harga saham di samping buku catatan dan pena di meja kerja

Naik turunnya TLKM juga tidak berdiri sendiri. Sebagai salah satu emiten berkapitalisasi besar, pergerakannya ikut menggerakkan indeks acuan bursa, dan hubungan antara saham individual dengan indeks kami jelaskan di halaman IHSG. Kalau kamu masih memilih platform untuk memantau, titik mulainya ada di aplikasi saham terbaik versi kami.

Membaca laporan keuangan Telkom tanpa pusing

Bagian ini yang paling sering dilewati pemula, padahal justru di sinilah bedanya berinvestasi dan menebak. Kabar baiknya, kamu tidak perlu membaca ratusan halaman untuk mulai. Menu Hubungan Investor di situs resmi Telkom menampilkan ringkasan angka besar di halaman mukanya, dan itu sudah cukup untuk latihan pertama.

Sebagai contoh ber-tanggal, halaman tersebut menampilkan angka semester I tahun 2026 sebagai berikut: Group Revenue Rp75,9 triliun, EBITDA Rp37,5 triliun, dan Net Income Rp10,6 triliun. Tiga angka ini sudah menjelaskan banyak hal kalau kamu tahu artinya.

IstilahArti sederhanaAngka semester I 2026
Group RevenueTotal pendapatan seluruh grup sebelum dikurangi biaya apa punRp75,9 triliun
EBITDALaba operasional sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasiRp37,5 triliun
Net IncomeLaba bersih setelah semua biaya, bunga, dan pajakRp10,6 triliun

Cara membacanya begini. Pendapatan menunjukkan seberapa besar bisnisnya. EBITDA memberi gambaran seberapa efisien operasionalnya sebelum beban akuntansi yang sifatnya non-tunai. Laba bersih adalah yang benar-benar tersisa untuk pemilik perusahaan, dan dari sinilah dividen dibagikan. Selisih besar antara EBITDA dan laba bersih pada perusahaan telekomunikasi umumnya berasal dari penyusutan aset jaringan yang nilainya besar, karena bisnis ini padat modal dan harus terus membangun infrastruktur.

Kebiasaan yang jauh lebih berguna daripada menghafal satu angka: bandingkan angka yang sama antar periode. Buka laporan keuangan berkala dan info memo di menu Hubungan Investor, lalu sandingkan pendapatan, EBITDA, dan laba bersih periode ini dengan periode yang sama tahun lalu. Yang kamu cari bukan angka besar, melainkan arah dan alasannya. Kerangka berpikir umum tentang menilai sebuah instrumen kami bahas di artikel investasi.

Satu potret angka tidak pernah cukup. Perusahaan yang labanya turun satu kuartal belum tentu sedang bermasalah, dan yang labanya naik satu kuartal belum tentu sedang membaik. Baca minimal beberapa periode berturut-turut, dan baca penjelasan manajemennya, bukan hanya angkanya.

Dividen Telkom menurut laman resminya

Daya tarik TLKM yang paling sering dibicarakan adalah dividennya, yaitu bagian laba yang dibagikan ke pemegang saham. Konsepnya sudah kami kupas di artikel dividen. Di sini kita lihat datanya langsung dari laman Kebijakan Dividen di situs resmi Telkom.

Laman itu menyebut Telkom membagikan dividen tunai kepada pemegang saham setiap tahun dengan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, dengan rasio pembayaran berkisar antara 60% sampai 90%. Berikut riwayat empat tahun dividen terakhir menurut laman tersebut.

Tahun dividenTanggal pembayaranRasio pembayaranDividen per saham
20225 Juli 202380%Rp167,59
20236 Juni 202472%Rp178,50
202420 Juni 202589%Rp212,46
202510 Juli 2026123,5%Rp223,17

Ada dua pelajaran penting di tabel itu, dan keduanya soal cara membaca, bukan soal menilai bagus atau tidak.

Pertama, rasio pembayaran atau payout ratio adalah persentase laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang dibayarkan sebagai dividen. Angka 89% untuk tahun dividen 2024 berarti sebagian besar laba tahun itu mengalir ke pemegang saham. Kedua, perhatikan angka 123,5% untuk tahun dividen 2025. Rasio di atas 100% berarti dividen yang dibagikan lebih besar daripada laba tahun itu, dan catatan kaki di laman resmi Telkom menyebut sebagian dividen tersebut berasal dari laba ditahan. Ini kejadian yang wajar secara aturan dan diumumkan terbuka, tetapi penting kamu sadari maknanya: rasio setinggi itu bukan sesuatu yang otomatis berulang setiap tahun, dan kebijakan resmi perusahaan sendiri menyebut kisaran 60% sampai 90%.

Cara menghitung imbal hasil dividen juga sederhana. Ambil dividen per saham setahun, bagi dengan harga saham, lalu kalikan seratus. Memakai dua angka resmi yang sudah kita kutip di atas, yaitu dividen tahun 2025 sebesar Rp223,17 dan harga penutupan Rp2.590 pada 2 September 2026, hasilnya sekitar 8,6%. Baca angka ini dengan kepala dingin: yang kamu bagi adalah dividen yang sudah dibayarkan di masa lalu dengan harga hari ini, sehingga hasilnya menggambarkan masa lalu, bukan janji masa depan.

Kalender meja, kalkulator, dan tumpukan koin di samping dokumen laporan keuangan

Mekanisme penerimaannya juga layak dipahami sebelum kamu mengalaminya. Kamu tidak perlu mendaftar apa pun. Selama sahammu tercatat pada tanggal pencatatan yang ditetapkan, dividen masuk otomatis ke rekening dana nasabahmu pada tanggal pembayaran, dipotong pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Perhatikan juga bahwa pada hari pertama saham diperdagangkan tanpa hak dividen, harganya biasanya menyesuaikan turun mendekati nilai dividennya.

Riwayat dividen bukan janji. Besaran dan kelanjutannya ditentukan laba perusahaan dan keputusan RUPS setiap tahun. Menganggap dividen masa lalu pasti terulang adalah jebakan pemula yang paling umum di saham apa pun.

Aksi korporasi dan kepemilikan saham yang perlu kamu tahu

Selain harga dan dividen, ada satu kategori peristiwa yang mengubah bentuk kepemilikanmu: aksi korporasi. Laman Kronologis Pencatatan Saham Telkom adalah contoh dokumen belajar yang bagus karena mencatat semuanya secara berurutan sejak sebelum penawaran umum perdana tahun 1995.

Di sana kamu bisa melihat pemecahan nilai nominal saham dengan rasio 1:2 pada 1 Oktober 2004 dan 1:5 pada 2 September 2013. Pemecahan nilai nominal, yang sering disebut stock split, membuat jumlah lembar sahammu bertambah sementara harga per lembarnya menyesuaikan turun, sehingga nilai total kepemilikanmu tidak berubah karena aksi itu sendiri. Tujuannya biasanya membuat harga per lembar lebih terjangkau. Tercatat juga empat program pembelian saham kembali oleh perusahaan serta pengalihannya kembali ke publik dan ke karyawan lewat program kepemilikan saham. Membaca daftar seperti ini melatihmu memahami bahwa jumlah saham beredar sebuah emiten bukan angka yang diam.

Dari sisi kepemilikan, laman komposisi pemegang saham Telkom menyebut struktur sahamnya terdiri dari 1 lembar saham Seri A Dwiwarna dan 99.062.216.599 lembar saham Seri B atau saham biasa. Satu lembar Seri A Dwiwarna itu milik Pemerintah Republik Indonesia. Saham dwiwarna adalah saham khusus yang memberi negara hak istimewa dalam keputusan tertentu di perusahaan milik negara, dan itu tidak bisa kamu beli di pasar. Yang diperdagangkan di bursa adalah saham Seri B.

Komposisi per 31 Desember 2023 di laman tersebut mencatat Pemerintah Republik Indonesia memegang 51.602.353.560 lembar atau 52,09%, dan publik 47.459.863.039 lembar atau 47,91%. Perhatikan tanggalnya: itu tanggal yang tercantum di laman resmi saat kami mengaksesnya pada 2 September 2026, jadi kalau kamu membaca artikel ini jauh setelahnya, buka lagi lamannya untuk komposisi terbaru.

Kepemilikan mayoritas negara membawa dua sisi yang sama-sama nyata dan sebaiknya kamu pahami tanpa emosi. Di satu sisi, ada kestabilan pemegang saham pengendali dan kewajiban keterbukaan yang ketat. Di sisi lain, keputusan strategis dan kebijakan dividen perusahaan milik negara juga dipengaruhi pertimbangan pemerintah sebagai pemegang saham pengendali. Pola serupa berlaku di emiten pelat merah lain, dan kami membahasnya juga di profil saham BRI.

Risiko dan cara menempatkan TLKM dalam rencana keuanganmu

Risiko pertama dan paling mendasar: saham bukan simpanan. Menabung atau berdeposito di bank dijamin Lembaga Penjamin Simpanan sesuai ketentuan, sedangkan membeli saham perusahaan mana pun, termasuk perusahaan milik negara, tidak dijamin siapa pun. Harga bisa turun di bawah harga belimu dan bertahan di sana lama. Uang yang kamu tempatkan di saham harus uang yang siap menghadapi fluktuasi, bukan dana darurat atau kebutuhan pokok bulanan.

Risiko kedua khas industrinya. Bisnis telekomunikasi bersifat padat modal: jaringan harus terus dibangun dan diperbarui, dan belanja modal itu menekan laba sebelum manfaatnya terasa. Persaingan tarif data antar operator juga bisa menahan pertumbuhan pendapatan meski jumlah pelanggan bertambah. Dua hal ini alasan bagus untuk membaca info memo resmi ketimbang mengandalkan judul berita.

Risiko ketiga, konsentrasi. Membeli satu saham saja, sebesar apa pun perusahaannya, berarti nasib portofoliomu menumpang pada satu emiten dan satu sektor. Pemula sering merasa aman karena memegang nama besar, padahal prinsip menyebar risiko tetap berlaku. Perbandingan jalur yang lebih tersebar kami bahas di reksadana atau saham, termasuk opsi cara investasi reksadana bagi yang belum siap memilih emiten sendiri.

Risiko keempat, perilaku diri sendiri dan horizon waktu. Harga yang bergerak setiap detik memancing keputusan emosional, dan dalam hitungan bulan harga saham besar pun bisa turun dua digit persen karena sentimen yang tidak berhubungan dengan kinerja perusahaannya. Kalau uangmu punya tanggal jatuh tempo, misalnya untuk biaya sekolah tahun depan, penurunan sementara bisa memaksamu menjual di harga buruk. Periksa dulu kesehatan keuanganmu lewat financial check up sebelum menambah instrumen berisiko.

Risiko kelima, informasi menyesatkan. Nama emiten besar sering dicatut grup penipuan berkedok titip dana dengan janji hasil pasti. Pegang prinsip sederhana: transaksi hanya lewat perusahaan sekuritas berizin OJK, dan tidak ada pihak yang bisa menjamin keuntungan saham. Mekanisme peringatan resmi dari bursa untuk saham bermasalah kami bedah di FCA saham.

Kalau setelah semua itu kamu tetap ingin mempelajari eksekusinya, langkah teknisnya pendek: buka rekening efek di sekuritas berizin OJK, setor dana ke rekening dana nasabah atas namamu sendiri, lalu cari kodenya di aplikasi. Panduan bergambarnya ada di cara main saham pemula di HP. Prinsip alokasinya tetap sama seperti yang kami pakai di seluruh situs ini: kebutuhan pokok dan cicilan aman dulu, dana darurat terisi, baru porsi investasi diisi bertahap lewat kerangka seperti aturan 50 30 20, dan di dalam porsi itu pun saham individual sebaiknya hanya sebagian.

Terakhir, perlakukan artikel ini sebagaimana niatnya: peta untuk belajar membaca sebuah emiten, bukan sinyal transaksi dan bukan nasihat keuangan. Data resmi Telkom terbuka untuk siapa saja di menu Hubungan Investor situs resminya dan di laman Bursa Efek Indonesia. Biasakan membacanya langsung, bandingkan dengan pemahamanmu, lalu ambil keputusan dengan uangmu sendiri secara sadar. Kumpulan panduan dasarnya bisa kamu lanjutkan di halaman belajar saham kami.

Pertanyaan yang sering diajukan
Apa kode saham Telkom di bursa?
Kode saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk di Bursa Efek Indonesia adalah TLKM. Laman Kronologis Pencatatan Saham di situs resmi Telkom menyebut sahamnya tercatat dan diperjualbelikan di BEI dan New York Stock Exchange sejak 14 November 1995, masing-masing dengan kode TLKM dan TLK. Profil perusahaan tercatat di laman BEI menempatkannya di Papan Utama, sektor infrastruktur dengan subsektor telekomunikasi.
Berapa harga 1 lot saham Telkom?
Harga berubah setiap hari bursa, jadi angka mana pun hanya potret sesaat. Sebagai ilustrasi ber-tanggal: ringkasan perdagangan resmi Bursa Efek Indonesia mencatat harga penutupan TLKM Rp2.590 pada 2 September 2026, sehingga satu lot berisi 100 lembar setara sekitar Rp259.000. Selalu cek harga terbaru di aplikasi sekuritasmu sebelum bertransaksi.
Apakah saham Telkom membagikan dividen?
Selama bertahun-tahun ya. Laman Kebijakan Dividen di situs resmi Telkom menyebut perusahaan membagikan dividen tunai setiap tahun dengan persetujuan RUPS Tahunan, dengan rasio pembayaran berkisar 60% sampai 90%. Untuk tahun dividen 2025, laman yang sama mencantumkan dividen Rp223,17 per saham yang dibayar 10 Juli 2026. Riwayat itu bukan jaminan besaran maupun kelanjutan dividen berikutnya.
Siapa pemilik mayoritas saham Telkom?
Pemerintah Republik Indonesia. Laman profil resmi Telkom menyebut pemerintah memegang 52,09% saham dan publik 47,91%. Selain itu ada satu lembar saham Seri A Dwiwarna milik pemerintah yang memberi hak khusus dalam keputusan tertentu, di luar 99.062.216.599 lembar saham Seri B yang beredar.
Apakah membeli saham Telkom dijamin pemerintah atau LPS?
Tidak. Status Telkom sebagai badan usaha milik negara tidak membuat harga sahamnya dijamin siapa pun. Penjaminan LPS berlaku untuk simpanan di bank seperti tabungan dan deposito, bukan untuk saham. Nilai TLKM naik turun mengikuti pasar dan bisa berada di bawah harga belimu dalam waktu lama.
Bagaimana cara memantau kinerja Telkom secara resmi?
Buka menu Hubungan Investor di situs resmi Telkom. Di sana tersedia laporan keuangan berkala, info memo, sorotan finansial, dan informasi aksi korporasi. Angka ringkasnya juga ditampilkan di halaman muka menu tersebut, misalnya pendapatan, EBITDA, dan laba bersih semester berjalan. Untuk data perdagangan hariannya, gunakan laman resmi Bursa Efek Indonesia atau aplikasi sekuritasmu.
Apakah saham Telkom cocok untuk pemula?
Cocok atau tidak ditentukan tujuan dan kesiapanmu, bukan oleh nama besar emitennya. Artikel ini tidak memberi rekomendasi membeli atau menjual saham apa pun. Yang bisa kami sarankan: pahami dulu cara kerja saham, pastikan dana daruratmu aman, pakai uang yang siap berfluktuasi, dan baca laporan resmi emiten sebelum mengambil keputusan sendiri.
Tentang penulis
Tim Redaksi Uang Bijak
Redaksi Editorial · Profil & kredensial

Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.

Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab

Sumber

BEI - Profil Perusahaan Tercatat TLKMNama emiten PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Papan Utama, sektor infrastruktur subsektor telekomunikasi, tanggal pencatatan 14 November 1995, diakses 2 September 2026BEI - Ringkasan Perdagangan SahamTLKM pada 2 September 2026: tertinggi Rp2.610, terendah Rp2.560, penutupan Rp2.590, selisih 20 poin, volume 105.899.600 lembar, frekuensi 19.620 kali, diakses 2 September 2026Telkom - Profil dan SejarahBUMN layanan teknologi informasi dan komunikasi serta telekomunikasi digital, pemerintah 52,09% dan publik 47,91%, 12 anak perusahaan, cikal bakal PN Telekomunikasi sesuai PP No. 30 tanggal 6 Juli 1965, diakses 2 September 2026Telkom - Kebijakan DividenKebijakan dividen tunai lewat RUPST dengan rasio pembayaran 60% sampai 90%, riwayat dividen per saham dan tanggal pembayaran tahun dividen 2013 sampai 2025, diakses 2 September 2026Telkom - Komposisi Pemegang SahamSatu lembar saham Seri A Dwiwarna milik Pemerintah RI dan 99.062.216.599 lembar saham Seri B, komposisi per 31 Desember 2023, diakses 2 September 2026Telkom - Kronologis Pencatatan SahamPencatatan di BEI dan NYSE sejak 14 November 1995 dengan kode TLKM dan TLK, pemecahan nilai nominal 1:2 pada 1 Oktober 2004 dan 1:5 pada 2 September 2013, empat program pembelian saham kembali, diakses 2 September 2026Telkom - Hubungan Investor (Overview)Group Revenue semester I 2026 Rp75,9 triliun, EBITDA Rp37,5 triliun, Net Income Rp10,6 triliun, diakses 2 September 2026

Setiap angka dan klaim di artikel ini dirujuk ke sumber resmi di atas beserta tanggalnya.

Masih ada yang ingin ditanyakan soal belajar saham? Ceritakan kondisimu, kami bantu arahkan langkah yang masuk akal.

Tanya via WhatsApp