Saham Mandiri (BMRI): Profil Emiten, Pemegang Saham, Dividen, dan Cara Membacanya
Saham Mandiri adalah saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan kode BMRI, tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia sejak 14 Juli 2003. Pemegang saham terbesarnya PT Danantara Asset Management (Persero) dengan sekitar 52%, sedangkan negara memegang satu saham Seri A Dwiwarna. Untuk tahun buku 2025, RUPST menyetujui dividen Rp44,47 triliun atau 79% laba bersih. Artikel ini materi belajar, bukan saran investasi.

Saham Mandiri dengan kode BMRI adalah saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, salah satu nama yang paling sering muncul saat orang mulai belajar saham bank di Indonesia. Artikel ini perlu tegas sejak awal: isinya profil emiten untuk bahan belajar, bukan saran investasi, bukan ajakan membeli atau menjual, dan bukan prediksi harga.
Tujuannya sederhana. Setelah membaca ini, kamu tahu siapa pemilik BMRI, dari mana banknya mendapat uang, angka apa yang perlu dibaca, dan dokumen resmi mana yang bisa kamu buka sendiri. Kalau istilah saham masih terasa baru, mulai dulu dari pengertian saham, lalu kembali ke sini.
Identitas BMRI di Bursa Efek Indonesia
Sebelum membahas angka, pastikan dulu kamu membicarakan emiten yang benar. Data identitas berikut dirujuk ke profil perusahaan tercatat Bursa Efek Indonesia. Data harga dan profil yang diperbarui berkala ada di halaman profil saham BMRI.
| Butir | Isi |
|---|---|
| Nama emiten | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk |
| Kode saham | BMRI |
| Papan pencatatan | Utama |
| Sektor dan subsektor | Keuangan, subsektor bank |
| Tanggal pencatatan | 14 Juli 2003 |
| Jumlah saham | Sekitar 93,33 miliar lembar |
| Satuan perdagangan | 1 lot = 100 lembar |
Bank Mandiri didirikan pemerintah pada 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari restrukturisasi perbankan sesudah krisis keuangan Asia. Bank ini lahir dari penggabungan empat bank pemerintah, yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia, dan Bank Pembangunan Indonesia. Karena itu banyak gedung lamanya berasal dari bank pendahulu.

Siapa pemegang saham BMRI
Bagian ini berubah cukup besar sejak 2025, dan banyak artikel lama belum memperbaruinya. Pada 1 Januari 2025, pemegang 48.533.333.333 lembar saham tercatat atas nama Negara Republik Indonesia. Per 31 Desember 2025, jumlah lembar yang sama tercatat atas nama PT Danantara Asset Management (Persero).
| Pemegang saham per 31 Desember 2025 | Jumlah saham | Keterangan |
|---|---|---|
| PT Danantara Asset Management (Persero) | 48.533.333.333 | Sekitar 52%, saham Seri B |
| Indonesia Investment Authority | 7.466.666.666 | Sekitar 8% |
| Negara Republik Indonesia | 1 | Saham Seri A Dwiwarna |
| Publik, masing-masing di bawah 5% | Sisanya | Sekitar 40% |
Laporan Tahunan 2025 menjelaskan bahwa Danantara Asset Management bertindak sebagai entitas induk operasional di bawah Badan Pengelola Investasi Danantara. Negara tetap memegang satu saham Seri A Dwiwarna yang memberi hak istimewa atas keputusan korporasi utama, dan tetap disebut sebagai pemilik manfaat akhir.
Ada satu angka lain yang menarik untuk dipelajari. Jumlah pemegang saham perorangan nasional naik dari 189.370 pada awal 2025 menjadi 269.084 pada akhir 2025. Porsi mereka tetap kecil, sekitar 4,3% dari seluruh saham. Sebagian besar saham publik dipegang institusi dan investor asing, jadi arus dana besar bisa memengaruhi pergerakan harganya.
Porsi saham yang benar-benar beredar di publik punya istilah sendiri, dan cara membacanya kami bahas di free float saham.
Dari mana bank seperti Mandiri mendapat uang
Bisnis bank pada intinya sederhana. Bank mengumpulkan simpanan dari masyarakat, lalu menyalurkannya sebagai kredit dengan bunga lebih tinggi. Selisih itulah sumber pendapatan terbesar, ditambah pendapatan non-bunga seperti biaya layanan dan transaksi.
Bank Mandiri juga punya perusahaan anak di bidang lain, misalnya Mandiri Sekuritas untuk pasar modal, Mandiri Tunas Finance dan Mandiri Utama Finance untuk pembiayaan, serta AXA Mandiri untuk asuransi jiwa. Bank Syariah Indonesia juga masuk kelompok usahanya. Jadi laporan konsolidasi BMRI memuat lebih dari sekadar kinerja bank induk.
Dibandingkan saham BCA yang kuat di transaksi ritel, dan saham BRI yang identik dengan segmen mikro, profil Mandiri kami tulis sebagai bank dengan porsi kredit korporasi dan wholesale yang besar di samping layanan ritel. Perbedaan seperti ini penting, karena risiko tiap segmen kredit tidak sama.

Angka kinerja yang perlu kamu baca
Laman Investor Relations Bank Mandiri menampilkan ringkasan kinerja. Tabel di bawah menyalin angka per September 2026 yang kami akses pada 4 November 2026. Kolom kanan menjelaskan artinya dengan bahasa sederhana.
| Indikator | Per September 2026 | Arti sederhananya |
|---|---|---|
| Total aset | Rp2.588 triliun | Seluruh kekayaan yang dikelola kelompok usaha |
| Kredit | Rp1.694 triliun | Pinjaman yang disalurkan |
| Dana pihak ketiga | Rp1.805 triliun | Simpanan nasabah |
| Rasio CASA | 70,6% | Porsi giro dan tabungan, yang biayanya lebih murah dari deposito |
| Rasio NPL | 1,02% | Porsi kredit bermasalah |
| LDR entitas bank | 90,8% | Porsi simpanan yang disalurkan menjadi kredit |
| Laba bersih | Rp45,5 triliun | Laba yang tercatat pada periode laporan |
| ROE | 20,8% | Kemampuan menghasilkan laba dari modal |
| CAR | 18,7% | Kecukupan modal |
Jangan membaca satu angka sendirian. NPL rendah terlihat bagus, tetapi yang lebih berguna adalah arahnya selama beberapa kuartal. LDR tinggi berarti dana banyak terpakai untuk kredit, yang baik untuk pendapatan namun membuat bank perlu menjaga likuiditas.
Bandingkan pula dengan periode yang sama tahun sebelumnya, bukan dengan kuartal yang berbeda musim. Cara membaca laporan seperti ini kami uraikan lebih lanjut di analisis fundamental saham. Kebiasaan ini lebih berguna daripada menghafal angka, karena angka di artikel mana pun akan usang pada laporan berikutnya.
Dividen BMRI tahun buku 2025
Dividen adalah bagian laba yang dibagikan kepada pemegang saham, dan besarnya diputuskan rapat umum pemegang saham. Dokumen kebijakan dividen Bank Mandiri menyebut rasio pembayaran sekitar 45% atau lebih, tetapi keputusan akhirnya tetap ada di RUPS. Dasar istilahnya bisa kamu baca di dividen adalah.
| Butir | Tahun buku 2025 | Sumber |
|---|---|---|
| Laba bersih konsolidasian | Rp56.293.949.580.806 | Bahan RUPST 2026 |
| Total dividen disetujui | Rp44,47 triliun, setara 79% laba | Pemberitaan RUPST 29 April 2026 |
| Dividen per saham | Rp476,95 | Pemberitaan media keuangan |
| Dividen interim | Rp100 per saham, dibayar 14 Januari 2026 | Bahan RUPST 2026 |
| Sisa dividen | Sekitar Rp376,95 per saham | Hitungan dari dua baris di atas |
| Pembanding tahun buku 2024 | Rp466,18 per saham | Pemberitaan media keuangan |
Ada dua hal yang sering disalahpahami. Pertama, rasio 79% adalah keputusan satu tahun buku, bukan aturan tetap. Kebijakan tertulisnya jauh lebih rendah, jadi tidak ada jaminan rasio setinggi itu berulang.
Kedua, jangan langsung membagi dividen lama dengan harga hari ini lalu menganggapnya imbal hasil tahun depan. Hitungan seperti itu hanya memotret masa lalu. Harga saham juga biasanya menyesuaikan pada tanggal ex dividen, sehingga dividen bukan uang gratis.
Dividen tunai juga dikenai ketentuan pajak tertentu, dan rinciannya ada di pajak dividen. Untuk tanggal dividen terbaru, jangan mengandalkan artikel. Buka keterbukaan informasi di situs Bursa Efek Indonesia atau pengumuman di situs Bank Mandiri.
Pemecahan saham 2023 dan buyback 2026
Pada 2023 Bank Mandiri melakukan pemecahan saham dengan rasio 1:2. RUPST 14 Maret 2023 menyetujuinya, dan pelaksanaannya berlangsung pada April 2023. Nilai nominal turun dari Rp250 menjadi Rp125 per lembar, sementara jumlah saham naik dari sekitar 46,66 miliar menjadi 93,33 miliar lembar.
Pemecahan saham tidak menambah nilai perusahaan. Kalau kamu punya 1 lembar sebelum pemecahan, kamu punya 2 lembar sesudahnya, dengan harga per lembar kira-kira separuhnya. Karena itu, grafik harga lama harus dibaca dalam versi yang sudah disesuaikan. Penjelasan lengkapnya ada di stock split.
Bahan RUPST 2026 juga memuat rencana pembelian kembali saham dengan nilai sebesar-besarnya Rp1,167 triliun. Saham hasil buyback tersebut direncanakan dialihkan untuk program kepemilikan saham pegawai dan pengurus. Jadi tujuan buyback ini perlu dibaca dari dokumennya, bukan otomatis dianggap sinyal harga.
Cara membeli saham BMRI dan modal minimalnya
Saham diperdagangkan dalam satuan lot, dan 1 lot berisi 100 lembar. Maka modal minimal dihitung dari 100 kali harga per lembar, ditambah biaya transaksi perusahaan efek. Contohnya, pada 3 November 2026 pukul 16.14 WIB halaman profil BMRI kami mencatat harga Rp3.590 per lembar, sehingga 1 lot setara Rp359.000.
Angka itu hanya contoh hitungan. Harga bergerak terus selama jam perdagangan, jadi selalu cek angka terbaru di aplikasi sekuritasmu. Kamu juga perlu tahu jam bursa saham serta batas auto rejection saham supaya pergerakan harian tidak membingungkan.

Langkah umumnya sebagai berikut.
- Pilih perusahaan efek yang berizin OJK. Daftar pilihannya kami bahas di sekuritas untuk pemula.
- Buka rekening efek dan rekening dana nasabah atas namamu sendiri.
- Setor dana ke rekening dana nasabah.
- Cari kode BMRI, lalu tentukan jumlah lot dan harga pesanan.
- Simpan bukti transaksi dan periksa laporan kepemilikanmu di KSEI lewat AKSes.
Panduan lebih rinci ada di cara beli saham. Satu hal yang perlu diingat, nama besar bank tidak mengubah sifat sahamnya. Saham bukan simpanan, dan saham BMRI tidak dijamin LPS. Kalau yang kamu cari produk simpanan Bank Mandiri, bacaan yang tepat adalah deposito Mandiri.

Risiko yang perlu dipahami
Risiko pertama adalah harga. Saham bank besar sekalipun bisa turun tajam dalam waktu singkat karena sentimen pasar, arus dana asing, atau perubahan kondisi ekonomi, walaupun kinerja banknya tidak berubah. Label saham blue chip tidak berarti harganya aman.
Risiko kedua khas perbankan, yaitu risiko kredit. Ketika daya bayar debitur melemah, bank menambah cadangan kerugian dan laba tertekan. Karena porsi kredit korporasi Mandiri besar, satu debitur besar yang bermasalah dapat berpengaruh lebih terasa daripada banyak debitur kecil.
Risiko ketiga berkaitan dengan suku bunga dan likuiditas. Biaya dana dan permintaan kredit ikut bergerak mengikuti kondisi moneter. LDR yang tinggi membuat persaingan mendapatkan dana murah menjadi faktor yang perlu dipantau.
Risiko keempat berkaitan dengan pemegang saham pengendali. Bank dengan pengendali terkait negara dapat ikut menjalankan program pemerintah, dan kebijakan dividennya menjadi perhatian pemegang saham besar. Ini bukan penilaian baik atau buruk, melainkan faktor yang perlu kamu pahami saat membaca keputusan RUPS.
Risiko kelima adalah konsentrasi. Membeli satu saham berarti nasibmu menumpang pada satu emiten dan satu sektor. Pilihan yang lebih tersebar kami bahas di reksadana atau saham.
Yang perlu kamu cek sebelum memutuskan
1. Pastikan kebutuhan dasarmu aman. Kebutuhan pokok, cicilan, dan dana darurat harus beres sebelum uang masuk ke instrumen yang nilainya bisa turun. Periksa kondisimu lewat financial check up.
2. Tentukan porsinya. Kerangka seperti aturan 50 30 20 membantu menentukan berapa banyak yang boleh masuk investasi, dan di dalam porsi itu pun saham individual sebaiknya hanya sebagian.
3. Buka sumber resminya sendiri. Laman Investor Relations Bank Mandiri memuat laporan keuangan, laporan tahunan, dan bahan RUPS. Laman BEI memuat profil emiten serta keterbukaan informasi.
4. Cek harga terbaru sendiri. Semua angka harga di internet, termasuk yang kami tulis, adalah potret waktu tertentu.
5. Tulis alasanmu dalam satu kalimat. Kalau alasannya tidak bisa kamu tulis, biasanya itu ikut-ikutan.
Perlakukan artikel ini sesuai niatnya, yaitu peta untuk belajar membaca sebuah emiten. Artikel ini bukan saran investasi, bukan sinyal transaksi, dan bukan nasihat keuangan. Keputusan dan risikonya tetap ada padamu.
Apa kode saham Bank Mandiri?
Siapa pemilik saham Bank Mandiri?
Berapa dividen saham Mandiri tahun buku 2025?
Kapan saham Mandiri stock split?
Berapa modal minimal membeli saham Mandiri?
Apakah saham Mandiri termasuk BUMN?
Bisakah beli saham Mandiri lewat aplikasi Livin?
Apakah saham Mandiri dijamin LPS?
Apakah artikel ini menyarankan membeli BMRI?
Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.
Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab
Sumber
Bank Mandiri - Investor Relations, Corporate SnapshotPer September 2026: total aset Rp2.588 triliun, kredit Rp1.694 triliun, rasio NPL 1,02%, dana pihak ketiga Rp1.805 triliun, rasio CASA 70,6%, LDR entitas bank 90,8%, laba bersih Rp45,5 triliun, ROE 20,8%, CAR 18,7%; diakses 4 November 2026Bank Mandiri - Laporan Tahunan 2025, halaman 180-187 (komposisi pemegang saham)Per 31 Desember 2025: PT Danantara Asset Management (Persero) 48.533.333.333 saham, Indonesia Investment Authority 7.466.666.666 saham, Negara Republik Indonesia saham Seri A Dwiwarna, pemegang saham perorangan nasional 269.084; diakses 4 November 2026Bank Mandiri - Bahan Mata Acara RUPST 2026Laba bersih konsolidasian 2025 Rp56.293.949.580.806, dividen interim Rp100 per saham dibayar 14 Januari 2026, rencana buyback sebesar-besarnya Rp1.167.000.000.000; diakses 4 November 2026Bank Mandiri - Kebijakan, Pengumuman dan Pembayaran DividenKebijakan dividen perseroan: mempertahankan rasio pembayaran dividen sekitar 45% atau lebih, dibagikan berdasarkan keputusan RUPS; diakses 4 November 2026Bisnis.com - Bank Mandiri (BMRI) Bagikan Dividen Tunai Rp44,47 TriliunRUPST 29 April 2026: dividen tunai Rp44,47 triliun, setara 79% laba bersih 2025, sisa laba sekitar Rp11,82 triliun menjadi laba ditahan; diakses 4 November 2026Kontan - Dividen Saham BMRI Rp 37.696/LotDividen per saham tahun buku 2025 Rp476,95 dan tahun buku 2024 Rp466,18; diakses 4 November 2026Kontan - Bank Mandiri (BMRI) Resmi Stock Split dengan Rasio 1:2Pelaksanaan pemecahan saham rasio 1:2 pada April 2023; diakses 4 November 2026Bisnis.com - Stock Split Bank Mandiri (BMRI) 1:2, Simak JadwalnyaJadwal dan nilai nominal pemecahan saham BMRI 2023; diakses 4 November 2026BEI - Profil Perusahaan Tercatat BMRINama emiten, kode BMRI, Papan Utama, sektor keuangan subsektor bank, tanggal pencatatan 14 Juli 2003BEI - Jam dan Mekanisme PerdaganganSatuan perdagangan round lot 100 efek dan aturan perdagangan bursaLPS - Simpanan yang DijaminRuang lingkup dan syarat simpanan yang dijamin LPSWikipedia - Bank MandiriPendirian 2 Oktober 1998 sebagai bagian restrukturisasi perbankan dan daftar perusahaan anak; dipakai untuk latar sejarah sajaSetiap angka dan klaim di artikel ini dirujuk ke sumber resmi di atas beserta tanggalnya.
Panduan lain yang berkaitan.
Agio Saham Adalah: Arti, Cara Menghitung, Pencatatan, dan Pajaknya
Apa Itu MSCI dalam Saham? Arti, Indeks MSCI Indonesia, dan Cara Saham Masuk
Saham Blue Chip Indonesia: Arti, Ciri, Hubungannya dengan LQ45, dan Risikonya
Masih ada yang ingin ditanyakan soal belajar saham? Ceritakan kondisimu, kami bantu arahkan langkah yang masuk akal.
Tanya via WhatsApp