Saham BCA (BBCA): Profil Emiten dan Cara Membacanya untuk Pemula
Profil saham BCA (BBCA) untuk pemula: sejarah emitennya, model bisnis banknya, cara membaca laporan keuangan bank, riwayat dividen resmi, dan risikonya.

Saham BCA dengan kode BBCA adalah salah satu nama yang paling sering muncul begitu orang Indonesia mulai belajar berinvestasi di bursa. Artikel ini perlu membuka dengan tegas: isinya profil emiten untuk bahan belajar, bukan ajakan membeli atau menjual, dan bukan nasihat keuangan. Yang akan kamu temukan di bawah adalah bisnis apa yang sebenarnya kamu beli lewat saham ini, bagaimana perusahaannya sampai melantai di bursa, dari mana uang sebuah bank benar-benar datang, angka apa saja yang perlu dibaca pemula di laporan keuangan bank, cara membaca riwayat dividennya, sampai risiko yang melekat dan sering diabaikan karena terlanjur percaya pada nama besar.
Satu hal yang sengaja tidak kamu temukan di sini: harga. Kami tidak mencantumkan harga penutupan, kapitalisasi pasar, maupun rasio harga seperti PER dan PBV, karena angka-angka itu berubah setiap hari bursa dan artikel yang memuatnya akan menyesatkan begitu kamu membacanya beberapa bulan kemudian. Semua angka lain di bawah diambil dari laman resmi BCA, laporan keuangan publikasi BCA, dan laman Bursa Efek Indonesia yang kami akses pada 9 September 2026, lengkap dengan tanggal berlakunya masing-masing.
Kalau kamu hanya butuh kartu profil singkat, ada di halaman emiten BBCA kami. Artikel ini bentuknya berbeda: lebih panjang, lebih pelan, dan fokus melatihmu membaca sumber resminya sendiri, bukan menghafal kesimpulan orang lain.
Identitas BBCA di Bursa Efek Indonesia
Sebelum melihat apa pun yang lain, lihat dulu identitas resminya. Profil perusahaan tercatat di laman Bursa Efek Indonesia mencantumkan data berikut untuk kode BBCA.
| Butir | Isi menurut profil perusahaan tercatat BEI |
|---|---|
| Nama emiten | PT Bank Central Asia Tbk |
| Kode saham | BBCA |
| Papan pencatatan | Utama |
| Sektor dan subsektor | Keuangan, subsektor bank |
| Kegiatan usaha utama | Jasa perbankan |
| Tanggal pencatatan | 31 Mei 2000 |
| Alamat | Menara BCA, Grand Indonesia, Jalan MH Thamrin No. 1, Jakarta |
Papan Utama bukan sekadar label administratif. Itu papan pencatatan untuk perusahaan berskala besar dengan syarat aset, rekam jejak, dan tata kelola paling ketat. Konsekuensi praktisnya menyenangkan pemula: emiten seperti ini wajib melapor secara berkala, dokumen resminya lengkap, dan datanya mudah diperiksa ulang. Kalau kamu benar-benar baru dan belum yakin apa arti memiliki selembar saham perusahaan, mulailah dari artikel saham sebelum melanjutkan.
Yang perlu ditegaskan sejak awal: BBCA berada di subsektor bank, dan itu membuat cara membacanya berbeda dari emiten manufaktur atau telekomunikasi seperti pada profil saham Telkom. Bank tidak menjual barang; bank mengelola uang orang lain, dan itu memunculkan satu set istilah dan risiko yang khas.
Dari pabrik rajut di Semarang sampai lantai bursa
Sejarah BCA jauh lebih tua daripada sahamnya. Laman Sejarah BCA di situs resminya menyebut cikal bakalnya adalah NV Perseroan Dagang Dan Industrie Semarang Knitting Factory, dan banknya mulai beroperasi pada 21 Februari 1957 dengan kantor pusat di Jakarta. Nama PT Bank Central Asia baru dipakai efektif pada 2 September 1975, lalu pada 1977 BCA berkembang menjadi bank devisa.
Dekade berikutnya membentuk karakter yang sampai sekarang jadi ciri banknya. Laman yang sama mencatat bahwa pada 1980-an BCA memperluas jaringan cabang secara agresif seiring deregulasi perbankan, menerapkan sistem daring antar cabang, dan meluncurkan Tabungan Hari Depan atau Tahapan BCA. Pada 1990-an fokusnya bergeser ke ATM. Sejak awal, kekuatan yang dibangun adalah perbankan transaksi, bukan penyaluran kredit besar-besaran.
Lalu datang bagian yang paling penting dipahami calon pemegang sahamnya. Pada 1998 Indonesia mengalami krisis moneter dan BCA mengalami penarikan dana besar-besaran oleh nasabah. Laman resmi BCA menyebut bank ini menjadi Bank Take Over dan masuk program rekapitalisasi serta restrukturisasi oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Pada 1999 proses rekapitalisasi selesai dengan pemerintah, lewat BPPN, menguasai 92,8% saham BCA sebagai hasil pertukaran dengan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia.
Dari titik itulah sahamnya sampai ke publik. Menurut laman yang sama, pada 2000 BPPN mendivestasi 22,5% saham BCA melalui penawaran umum perdana sehingga kepemilikannya turun menjadi 70,3%. Pada 2001 dilakukan penawaran publik kedua sebesar 10% sehingga kepemilikan BPPN menjadi 60,3%. Pada 2002 FarIndo Investment (Mauritius) Limited mengambil alih 51% total saham lewat tender penempatan langsung strategis. Pada 2004 BPPN mendivestasi 1,4% lagi, dan pada 2005 pemerintah melalui PT Perusahaan Pengelola Aset melepas sisa kepemilikannya sebesar 5,02%.
Rangkaian itu menjelaskan kenapa BBCA hari ini bukan saham pelat merah, berbeda dari saham BRI yang pemegang saham pengendalinya negara. Menurut laman Komposisi Pemegang Saham di situs resmi BCA, per 31 Desember 2025 tidak ada pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5% kecuali PT Dwimuria Investama Andalan yang berstatus pemegang saham pengendali. Catatan di laman yang sama menyebut pemegang saham perusahaan itu adalah Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono, sehingga keduanya merupakan pengendali terakhir BCA. Laman tersebut juga mencatat kepemilikan kumulatif Dewan Komisaris dan Direksi sebesar 0,062% serta saham hasil pembelian kembali sebesar 0,17%, dengan sumber data Kustodian Sentral Efek Indonesia dan PT Raya Saham Registra.
Kronologis pencatatan dan empat kali pemecahan saham
Laman Kronologis Pencatatan Saham di situs resmi BCA adalah salah satu dokumen belajar terbaik yang bisa dibaca pemula, karena mencatat semua perubahan jumlah saham secara berurutan. Ini isinya.
| Tanggal | Keterangan | Jumlah saham beredar sesudahnya | Nilai nominal per lembar |
|---|---|---|---|
| 11 Mei 2000 | Penawaran umum saham perdana | 2.943.986.000 | Rp500 |
| 15 Mei 2001 | Pemecahan saham I, rasio 1:2 | 5.887.972.000 | Rp250 |
| 8 Juni 2004 | Pemecahan saham II, rasio 1:2 | 12.262.269.000 | Rp125 |
| 31 Januari 2008 | Pemecahan saham III, rasio 1:2 | 24.655.010.000 | Rp62,5 |
| 13 Oktober 2021 | Pemecahan saham IV, rasio 1:5 | 123.275.050.000 | Rp12,5 |
Di antara tanggal-tanggal itu, laman yang sama juga mencatat penerbitan saham dalam rangka program kompensasi manajemen berbasis saham sepanjang 2001 sampai 2006, yang menambah jumlah lembar sedikit demi sedikit. Keterangan resminya menyebut program tersebut diputuskan lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 12 April 2001.
Pemecahan saham, yang lebih sering disebut stock split, membuat jumlah lembar sahammu bertambah sementara harga per lembar menyesuaikan turun dengan rasio yang sama, sehingga nilai total kepemilikanmu tidak berubah karena aksi itu sendiri. Tujuannya membuat harga per lembar lebih terjangkau. Perhatikan kolom nilai nominal di tabel: dari Rp500 menjadi Rp12,5 setelah empat kali pemecahan. Melihat perjalanan ini melatihmu memahami satu hal yang sering luput, yaitu bahwa jumlah saham beredar sebuah emiten bukan angka yang diam.
Perhatikan juga selisih dua tanggal resmi yang sama-sama benar dan sering bikin bingung. Laman BCA menyebut penawaran umum perdana pada 11 Mei 2000, sedangkan profil perusahaan tercatat di BEI mencantumkan tanggal pencatatan 31 Mei 2000. Yang pertama adalah tanggal penawaran perdananya, yang kedua tanggal sahamnya resmi tercatat di bursa. Mekanisme penawaran perdana sendiri berbeda dari membeli saham di pasar reguler, dan kami jelaskan terpisah di cara beli saham IPO.

Balok yang mengecil di atas itu kira-kira menggambarkan apa yang terjadi pada nilai nominal saham setelah empat kali pemecahan: potongannya makin kecil, kayunya tetap sama banyak.
Dari mana uang bank seperti BCA sebenarnya datang
Ketika kamu memegang selembar BBCA, kamu memegang bagian kepemilikan atas sebuah bank beserta grup usahanya. Menurut laman Perusahaan Anak di situs resmi BCA, grup ini berbentuk konglomerasi keuangan dengan perusahaan anak yang bergerak di perbankan digital, pembiayaan kendaraan dan multiguna, perbankan syariah, perantara perdagangan efek dan penjaminan emisi, asuransi umum, asuransi jiwa, serta modal ventura. Jadi yang kamu beli bukan satu produk tabungan, melainkan sebuah mesin keuangan bertingkat.
Mesin itu punya sumber penghasilan yang bisa kamu lihat hitam di atas putih. Laporan keuangan publikasi BCA untuk periode 30 Juni 2026 mencatat pendapatan bunga konsolidasian sekitar Rp49,86 triliun dan beban bunga sekitar Rp7,25 triliun. Selisih keduanya, yang disebut pendapatan bunga bersih, tercatat Rp42.604.563 juta atau sekitar Rp42,60 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laporan itu mencatat pendapatan bunga bersih Rp42,64 triliun.
Baca ulang tiga angka itu pelan-pelan, karena di situlah seluruh model bisnis bank terlihat. Bank menerima titipan uang dari nasabah dan membayar bunga atas sebagian titipan itu, lalu menyalurkannya sebagai kredit dan menerima bunga yang lebih tinggi. Selisihnya menjadi pendapatan bunga bersih. Di luar itu ada pendapatan berbasis komisi dari transaksi, kartu, dan administrasi yang tidak bergantung pada bunga sama sekali.
Sisi penyaluran kreditnya juga tercatat di laporan yang sama. Per 30 Juni 2026, pos kredit dan pembiayaan yang diberikan secara konsolidasian tercatat Rp1.022.048.832 juta atau sekitar Rp1.022,05 triliun, dari total aset konsolidasian sekitar Rp1.660,58 triliun. Laba bersih tahun berjalan konsolidasian pada semester pertama 2026 tercatat sekitar Rp29,55 triliun, dengan laba bersih per saham Rp240 untuk periode enam bulan tersebut.
Dana murah CASA, istilah yang selalu muncul kalau orang membahas BCA
Kalau kamu pernah mendengar orang menyebut BCA kuat di dana murah, yang dimaksud adalah komposisi simpanan nasabahnya. Istilah teknisnya CASA, singkatan dari current account and savings account, yaitu gabungan giro dan tabungan. Dua jenis simpanan ini biasanya berbunga jauh lebih rendah daripada deposito berjangka, sehingga bank yang porsinya besar membayar biaya dana lebih murah.
Angkanya bisa kamu lihat sendiri tanpa perlu percaya siapa pun. Laporan posisi keuangan konsolidasian BCA per 30 Juni 2026 mencatat tiga pos berikut, dalam jutaan rupiah.
| Jenis simpanan | Nilai per 30 Juni 2026 | Setara |
|---|---|---|
| Giro | Rp444.493.072 juta | Sekitar Rp444,49 triliun |
| Tabungan | Rp637.779.226 juta | Sekitar Rp637,78 triliun |
| Deposito | Rp201.780.633 juta | Sekitar Rp201,78 triliun |
Kalau ketiga angka resmi itu dijumlahkan, total simpanan nasabah pada tanggal tersebut sekitar Rp1.284,05 triliun, dan gabungan giro serta tabungan sekitar Rp1.082,27 triliun. Artinya porsi dana murah berada di kisaran 84% dari total simpanan. Perlu ditegaskan bahwa persentase itu adalah hitungan kami dari tiga angka yang tercetak di laporan resminya, bukan angka yang dinyatakan sendiri oleh laporan tersebut, dan komposisinya berubah setiap periode pelaporan.
Kenapa ini penting buat kamu yang belajar? Karena biaya dana adalah salah satu penentu terbesar laba bank. Bank dengan porsi deposito besar harus terus membayar bunga tinggi untuk menahan dananya, dan biaya itu langsung menggerus selisih bunga. Membiasakan diri membuka pos giro, tabungan, dan deposito di laporan bank mana pun akan memberimu gambaran cepat tentang kekuatan pendanaannya, jauh lebih berguna daripada menghafal satu rasio.

Tiga toples dengan isi berbeda tinggi di atas kira-kira menggambarkan komposisi giro, tabungan, dan deposito yang baru saja kita baca: wadahnya sama, isinya jauh dari seimbang.
Empat angka lain yang perlu kamu baca di laporan bank
Setelah pendapatan bunga bersih dan komposisi simpanan, ada beberapa rasio baku yang wajib dipublikasikan setiap bank. BCA menerbitkannya dalam Laporan Rasio Keuangan di dalam laporan keuangan publikasinya. Berikut isinya untuk posisi bank per 30 Juni 2026 dibandingkan 30 Juni 2025, keduanya berstatus tidak diaudit menurut keterangan di laporan tersebut.
| Rasio | 30 Juni 2026 | 30 Juni 2025 | Arti sederhananya |
|---|---|---|---|
| Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) | 26,79% | 28,39% | Kecukupan modal terhadap aset tertimbang menurut risiko |
| NPL gross | 1,86% | 2,17% | Porsi kredit bermasalah sebelum dikurangi cadangan |
| NPL net | 0,75% | 0,79% | Porsi kredit bermasalah setelah dikurangi cadangan |
| Net Interest Margin (NIM) | 5,32% | 5,78% | Selisih bunga bersih terhadap aset produktif |
| Loan to Deposit Ratio (LDR) | 78,67% | 78,04% | Porsi simpanan yang disalurkan menjadi kredit |
| Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) | 41,22% | 40,46% | Seberapa besar biaya dipakai untuk menghasilkan pendapatan |
Cara membacanya begini. KPMM, yang di banyak tulisan disebut CAR, menunjukkan seberapa tebal bantalan modal bank untuk menyerap kerugian. Rasio kredit bermasalah atau NPL menunjukkan berapa persen kredit yang macet atau bermasalah; versi gross belum memperhitungkan cadangan kerugian, versi net sudah. NIM menunjukkan seberapa lebar selisih bunga yang berhasil dijaga, LDR menunjukkan seberapa agresif simpanan diputar menjadi kredit, dan BOPO menunjukkan efisiensi dengan angka yang makin kecil makin baik.
Kebiasaan yang jauh lebih berguna daripada menghafal satu angka: bandingkan rasio yang sama antar periode, seperti dua kolom di tabel di atas, lalu cari penjelasan manajemennya. Yang kamu kejar bukan angka besar, melainkan arah dan alasannya. Kerangka berpikir umum tentang menilai sebuah instrumen kami bahas di artikel investasi.
Dividen BBCA menurut laman resminya
Konsep dividen sudah kami kupas di artikel dividen. Di sini kita lihat datanya langsung dari laman Riwayat Dividen di situs resmi BCA. Polanya beberapa tahun terakhir konsisten: dividen interim diumumkan sekitar November dan dibayar Desember, lalu dividen final diumumkan sekitar Maret dan dibayar April setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.
| Tahun buku | Interim per saham | Dibayar | Final per saham | Dibayar | Total per saham |
|---|---|---|---|---|---|
| 2022 | Rp35 | 20 Desember 2022 | Rp170 | 14 April 2023 | Rp205 |
| 2023 | Rp42,50 | 20 Desember 2023 | Rp227,50 | 4 April 2024 | Rp270 |
| 2024 | Rp50 | 11 Desember 2024 | Rp250 | 11 April 2025 | Rp300 |
| 2025 | Rp55 | 22 Desember 2025 | Rp281 | 8 April 2026 | Rp336 |
Kolom total per saham adalah penjumlahan sederhana kami atas dua angka resmi di baris yang sama, bukan angka yang dicantumkan sendiri oleh laman tersebut. Yang perlu kamu perhatikan bukan besarnya, melainkan polanya: dividen dibayar dua kali dalam satu siklus tahun buku, dan pembayaran finalnya selalu jatuh di tahun kalender berikutnya.
Laman resminya juga mencantumkan kolom yang sering diabaikan pemula, yaitu tanggal cum-dividen dan tanggal pencatatan. Untuk dividen final tahun buku 2025, misalnya, laman tersebut mencatat cum-dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 27 Maret 2026, tanggal pencatatan 31 Maret 2026, dan tanggal pembayaran 8 April 2026. Artinya kamu harus sudah tercatat sebagai pemegang saham sampai batas waktu itu untuk berhak menerimanya. Kamu tidak perlu mendaftar apa pun; dividen masuk otomatis ke rekening dana nasabahmu pada tanggal pembayaran, dipotong pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
Satu hal yang sengaja tidak kami hitung di sini adalah imbal hasil dividen, karena rumusnya membutuhkan harga saham hari itu. Hitung sendiri dengan harga terbaru dari aplikasi sekuritasmu, dan baca hasilnya dengan kepala dingin: yang kamu bagi adalah dividen masa lalu dengan harga hari ini, sehingga hasilnya menggambarkan masa lalu, bukan janji masa depan.

Koin di atas mewakili dua hal yang menentukan siapa berhak menerima dividen: tanggal pencatatannya, dan posisi kepemilikanmu pada tanggal itu.
Satuan perdagangan, aturan main, dan cara membelinya
Di bursa, setiap emiten diwakili kode empat huruf, dan milik BCA adalah BBCA. Harga yang tertera di aplikasi adalah harga per satu lembar, sedangkan transaksinya dilakukan per lot. Halaman jam dan mekanisme perdagangan di laman resmi BEI menyebut perdagangan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai harus dalam satuan perdagangan atau round lot sebesar 100 efek atau kelipatannya. Jadi nilai satu lot BBCA adalah 100 dikali harga per lembar saat itu. Rincian langkah membelinya kami tulis di cara beli saham, dan versi bergambar dari layar ponsel ada di cara main saham pemula di HP.
Ada tiga aturan main lain yang sebaiknya kamu tahu sejak awal, semuanya tercantum di halaman yang sama. Pertama, harga tidak bergerak sebebas-bebasnya karena ada fraksi harga per kelompok harga, misalnya Rp5 untuk saham di rentang Rp500 sampai di bawah Rp2.000 dan Rp10 untuk rentang Rp2.000 sampai di bawah Rp5.000. Kedua, ada batas penolakan otomatis atau auto rejection. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00003/BEI/04-2025 yang efektif 8 April 2025, untuk saham Papan Utama batasnya 25% ke atas dan 15% ke bawah pada rentang harga di atas Rp200 sampai Rp5.000, serta 20% ke atas dan 15% ke bawah untuk harga di atas Rp5.000. Ketiga, transaksi di Pasar Reguler diselesaikan pada Hari Bursa ke-2 setelah transaksi, yang dikenal sebagai T+2, dan penyelesaiannya dijamin KPEI.
Waktu perdagangannya terbagi dalam beberapa sesi, termasuk pra-pembukaan dan pra-penutupan, dan kami rinci di jam bursa saham. Untuk memilih platform pemantauannya, titik mulainya ada di aplikasi saham terbaik versi kami. Satu hal yang tidak boleh ditawar: transaksi hanya lewat perusahaan sekuritas berizin OJK, dengan rekening dana nasabah atas namamu sendiri.
Risiko yang melekat pada saham bank
Risiko pertama dan paling mendasar: saham bukan simpanan. Situs resmi BCA sendiri mencantumkan keterangan bahwa BCA merupakan peserta penjaminan LPS dengan maksimum nilai simpanan yang dijamin sebesar Rp2 miliar per nasabah per bank. Perhatikan kata simpanan di situ. Laman resmi LPS menyebut syarat penjaminan mencakup simpanan yang tercatat pada pembukuan bank, tingkat bunga yang tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS, dan nasabah yang tidak terindikasi melakukan kecurangan. Tidak satu pun dari ketentuan itu menyentuh saham. Uang yang kamu tempatkan di BBCA harus uang yang siap berfluktuasi, bukan dana darurat atau kebutuhan pokok bulanan.
Risiko kedua khas industrinya, yaitu risiko kredit. Bank menghasilkan uang dengan meminjamkan dana nasabah kepada pihak lain, dan sebagian pinjaman itu selalu berpotensi tidak kembali. Ketika daya bayar debitur melemah secara luas, bank harus menambah cadangan kerugian, dan penambahan cadangan itu langsung memotong laba pada periode yang sama.
Risiko ketiga adalah arah suku bunga dan kondisi makro. Bunga acuan memengaruhi biaya dana sekaligus permintaan kredit, dan perubahan arahnya sering menggerakkan seluruh sektor perbankan bersamaan. Saham berkapitalisasi besar juga mudah keluar masuk radar investor global, sehingga gejolak di luar negeri bisa terasa di harganya walau operasional banknya baik-baik saja.
Risiko keempat, konsentrasi. Membeli satu saham saja, sebesar apa pun perusahaannya, berarti nasib portofoliomu menumpang pada satu emiten dan satu sektor. Perbandingan jalur yang lebih tersebar kami bahas di reksadana atau saham, termasuk opsi cara investasi reksadana bagi yang belum siap memilih emiten sendiri.
Risiko kelima, perilaku diri sendiri dan informasi menyesatkan. Harga yang bergerak setiap detik memancing keputusan emosional, dan dalam hitungan bulan harga saham bank besar pun bisa turun dua digit persen karena sentimen yang tidak berhubungan dengan kinerja banknya. Di sisi lain, nama emiten besar sering dicatut grup penipuan berkedok titip dana dengan janji hasil pasti. Tidak ada pihak mana pun yang bisa menjamin keuntungan saham. Mekanisme peringatan resmi dari bursa untuk saham bermasalah kami bedah di FCA saham.
Yang perlu kamu cek dulu sebelum memutuskan
1. Pastikan kebutuhan dasarmu aman lebih dulu. Kebutuhan pokok, cicilan, dan dana darurat harus beres sebelum satu rupiah pun masuk ke instrumen yang nilainya bisa turun. Periksa kondisimu lewat financial check up.
2. Tentukan porsinya, bukan cuma pilihannya. Kerangka sederhana seperti aturan 50 30 20 membantu menetapkan berapa banyak yang boleh masuk investasi, dan di dalam porsi itu pun saham individual sebaiknya hanya sebagian.
3. Buka sendiri sumber resminya sebelum percaya ringkasan siapa pun. Laman Hubungan Investor di situs BCA memuat laporan keuangan, kronologis pencatatan saham, komposisi pemegang saham, dan riwayat dividen. Laman BEI memuat profil emiten dan aturan perdagangannya.
4. Cek harga terbaru sendiri, jangan dari artikel. Semua angka harga di internet, termasuk yang tampak meyakinkan, adalah potret masa lalu. Buka aplikasi sekuritasmu untuk angka yang sesungguhnya.
5. Tulis alasanmu dalam satu kalimat sebelum bertransaksi. Kalau alasannya tidak bisa kamu tulis, biasanya itu bukan alasan, melainkan ikut-ikutan.
Terakhir, perlakukan artikel ini sebagaimana niatnya: peta untuk belajar membaca sebuah emiten, bukan sinyal transaksi dan bukan nasihat keuangan. Data resmi BCA terbuka untuk siapa saja di menu Hubungan Investor situs resminya dan di laman Bursa Efek Indonesia. Biasakan membacanya langsung, bandingkan dengan pemahamanmu, lalu ambil keputusan dengan uangmu sendiri secara sadar. Kumpulan panduan dasarnya bisa kamu lanjutkan di halaman belajar saham kami.
Apa kode saham BCA di bursa?
Kapan saham BCA mulai tercatat di bursa?
Berapa harga 1 lot saham BCA?
Apakah saham BCA membagikan dividen?
Berapa jumlah saham BCA yang beredar?
Siapa pemegang saham pengendali BCA?
Apakah membeli saham BCA dijamin LPS?
Angka apa yang perlu dibaca pemula di laporan keuangan bank?
Apakah saham BCA cocok untuk pemula?
Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.
Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab
Sumber
BEI - Profil Perusahaan Tercatat BBCANama emiten PT Bank Central Asia Tbk, kode BBCA, Papan Utama, sektor keuangan subsektor bank, kegiatan usaha utama jasa perbankan, tanggal pencatatan 31 Mei 2000, alamat Menara BCA Grand Indonesia, diakses 9 September 2026BCA - Kronologis Pencatatan SahamPenawaran umum perdana 11 Mei 2000 sebanyak 2.943.986.000 saham nominal Rp500, stock split 1:2 pada 15 Mei 2001, 8 Juni 2004, dan 31 Januari 2008, stock split 1:5 pada 13 Oktober 2021, penerbitan saham program MSOP 2001 sampai 2006, diakses 9 September 2026BCA - Riwayat DividenNilai dividen per saham, tanggal pengumuman, cum-dividen, tanggal pencatatan, dan tanggal pembayaran untuk dividen interim dan final tahun buku 2021 sampai 2025, diakses 9 September 2026BCA - Komposisi Pemegang SahamTotal saham beredar 123.275.050.000 lembar, pemegang saham pengendali PT Dwimuria Investama Andalan dengan pengendali terakhir Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono, kepemilikan Dewan Komisaris dan Direksi 0,062%, treasury stock 0,17%, data per 31 Desember 2025 bersumber KSEI dan PT Raya Saham Registra, diakses 9 September 2026BCA - Sejarah BCACikal bakal NV Perseroan Dagang Dan Industrie Semarang Knitting Factory, mulai beroperasi 21 Februari 1957, berganti nama menjadi PT Bank Central Asia efektif 2 September 1975, menjadi bank devisa 1977, Bank Take Over 1998, rekapitalisasi BPPN 92,8% pada 1999, divestasi lewat IPO 22,5% tahun 2000, secondary public offering 10% tahun 2001, tender FarIndo Investment 51% tahun 2002, divestasi akhir PPA 5,02% tahun 2005, diakses 9 September 2026BCA - Laporan Keuangan Publikasi Periode 30 Juni 2026Konsolidasian 30 Juni 2026: giro Rp444.493.072 juta, tabungan Rp637.779.226 juta, deposito Rp201.780.633 juta, kredit dan pembiayaan Rp1.022.048.832 juta, total aset Rp1.660.579.336 juta, pendapatan bunga Rp49.858.169 juta, beban bunga Rp7.253.606 juta, pendapatan bunga bersih Rp42.604.563 juta, laba bersih Rp29.545.621 juta, laba bersih per saham Rp240. Rasio bank 30 Juni 2026: KPMM 26,79%, NPL gross 1,86%, NPL net 0,75%, NIM 5,32%, BOPO 41,22%, LDR 78,67%. Diakses 9 September 2026BEI - Jam dan Mekanisme PerdaganganSatuan perdagangan round lot 100 efek, fraksi harga per kelompok harga, batas auto rejection saham Papan Utama sesuai SK Direksi BEI Kep-00003/BEI/04-2025 efektif 8 April 2025, penyelesaian transaksi Pasar Reguler pada Hari Bursa ke-2 atau T+2 dan dijamin KPEI, diakses 9 September 2026LPS - Simpanan yang DijaminSyarat penjaminan LPS: simpanan tercatat pada pembukuan bank, tingkat bunga tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS, dan nasabah tidak terindikasi melakukan fraud, diakses 9 September 2026BCA - Perusahaan AnakDaftar perusahaan anak dalam konglomerasi keuangan BCA beserta bidang usahanya, dan keterangan resmi bahwa maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS adalah Rp2 miliar per nasabah per bank, diakses 9 September 2026Setiap angka dan klaim di artikel ini dirujuk ke sumber resmi di atas beserta tanggalnya.
Panduan lain yang berkaitan.
Pajak Dividen: Tarif, Syarat Bebas Pajak, dan Cara Melaporkannya
RDN Adalah Rekening Dana Nasabah: Fungsi, Aturan, dan Alur Dananya
Auto Rejection Saham: Arti ARA, ARB, dan Batas Gerak Harga Harian
Masih ada yang ingin ditanyakan soal belajar saham? Ceritakan kondisimu, kami bantu arahkan langkah yang masuk akal.
Tanya via WhatsApp