Lompat ke konten
Menabung

Investasi Jangka Panjang: Pilihan Instrumen, Risiko, dan Cara Memulainya untuk Tujuan Lima Tahun ke Atas

Jawaban singkat

Investasi jangka panjang adalah penempatan uang untuk tujuan yang baru dipakai bertahun-tahun lagi, umumnya lima tahun ke atas, seperti biaya kuliah anak atau pensiun. Tujuannya menjaga daya beli uang dari inflasi dan memberi waktu bagi aset untuk tumbuh. Pilihan yang lazim adalah saham, reksadana saham, SBN ritel, dan emas. Hasilnya tidak dijamin, dan harga bisa turun dalam waktu lama.

Tim Redaksi Uang Bijak14 menit bacaDitinjau Ahmad Thariq Syauqi
Para wisudawan berkumpul di halaman kampus sambil melempar topi toga ke udara dengan gedung beratap merah di belakangnya
Wisudawan melempar topi toga di halaman kampus. Biaya kuliah anak adalah contoh tujuan yang jaraknya bertahun-tahun, jenis kebutuhan yang paling cocok disiapkan lewat investasi jangka panjang. Foto: Zakwannur / Wikimedia Commons, CC BY 3.0

Banyak orang mulai memikirkan investasi ketika tujuannya sudah dekat: anak hampir masuk kuliah, usia pensiun tinggal beberapa tahun, atau uang muka rumah harus siap tahun depan. Pada titik itu, pilihan yang tersisa sedikit, dan waktu untuk memulihkan kerugian hampir tidak ada. Kebalikannya juga sering terjadi: uang yang baru dipakai 15 tahun lagi hanya didiamkan di tabungan, sehingga daya belinya terkikis perlahan.

Artikel ini membahas investasi jangka panjang secara apa adanya: apa artinya, kenapa inflasi membuatnya penting, instrumen apa yang lazim dipakai, apa risikonya, dan bagaimana memulainya. Data inflasi kami baca di situs Bank Indonesia, data investor dari KSEI, dan data SBN dari Kementerian Keuangan, semuanya dicek pada 31 Oktober 2026 kecuali disebutkan lain. Tulisan ini edukasi, bukan saran investasi.

Investasi jangka panjang adalah uang untuk tujuan yang masih bertahun-tahun lagi

Tidak ada satu definisi baku dari regulator untuk istilah ini. Dalam perencanaan keuangan pribadi, investasi jangka panjang biasanya berarti penempatan uang untuk tujuan yang baru dipakai lima tahun ke atas. Patokan itu yang kami pakai di artikel ini, dan melanjutkan pembagian yang kami tulis di investasi jangka pendek.

Bedanya bukan pada jenis produk, melainkan pada urutan prioritas. Untuk uang yang akan dipakai bulan depan, nilai pokok yang stabil adalah segalanya. Untuk uang yang baru dipakai belasan tahun lagi, urutannya berubah:

  1. Daya beli harus terjaga. Uang yang nominalnya tetap tetapi harga barang naik terus sebenarnya menyusut.
  2. Pertumbuhan lebih penting dari stabilitas harian. Kamu bisa menoleransi harga yang naik turun selama tujuannya masih jauh.
  3. Biaya dan pajak dihitung jangka panjang. Selisih kecil per tahun menjadi besar kalau berulang selama belasan tahun.

Pengertian dasar soal imbal hasil dan risiko ada di artikel investasi adalah. Perlu dicatat, istilah yang sama juga dipakai dalam akuntansi perusahaan, yaitu pos aset yang dimaksudkan untuk dimiliki lebih dari satu tahun. Kalau kamu mencarinya untuk tugas akuntansi, konteksnya berbeda dengan artikel ini, yang membahas keuangan pribadi.

JangkaPatokan waktuContoh tujuanPrioritas utama
PendekDi bawah 1 tahunBiaya daftar ulang sekolah, tiket mudikNilai pokok stabil, mudah dicairkan
MenengahSekitar 1 sampai 5 tahunBiaya menikah, uang muka kendaraanKeseimbangan stabilitas dan hasil
Panjang5 tahun ke atasBiaya kuliah anak, uang muka rumah, pensiunMenjaga daya beli dan pertumbuhan

Pembagian di tabel itu adalah panduan umum redaksi, bukan aturan resmi. Untuk memetakan tujuanmu sendiri, mulailah dari perencanaan keuangan. Khusus biaya sekolah, langkahnya kami bahas di cara menabung dana pendidikan anak.

Deretan rumah baru berwarna kuning dan abu-abu di sisi jalan paving sebuah kompleks perumahan yang masih sepi
Kompleks perumahan baru di Pekanbaru. Uang muka rumah sering baru terkumpul setelah bertahun-tahun, sehingga termasuk tujuan yang perlu direncanakan jauh hari. Foto: Aldo samulo / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0

Kenapa inflasi membuat investasi jangka panjang penting

Inflasi adalah alasan paling praktis untuk berinvestasi jangka panjang. Berikut angka inflasi tahunan yang kami baca di halaman data inflasi Bank Indonesia pada 31 Oktober 2026.

BulanInflasi tahunan
Desember 20252,92%
Februari 20264,76%
April 20262,42%
Agustus 20263,19%
September 20263,28%

Angka September itu sama dengan rilis BPS. Terlihat bahwa inflasi bergerak naik turun dari bulan ke bulan, jadi jangan menganggapnya angka tetap.

Untuk melihat dampaknya, pakai asumsi sederhana inflasi 3% per tahun, sedikit di bawah angka September. Uang Rp10 juta yang didiamkan tanpa imbal hasil akan punya daya beli seperti tabel berikut. Ini hitungan ilustrasi, bukan prediksi inflasi.

Lama waktuDaya beli Rp10 juta, asumsi inflasi 3% per tahun
5 tahunSekitar Rp8,63 juta
10 tahunSekitar Rp7,44 juta
20 tahunSekitar Rp5,54 juta

Nominalnya tetap Rp10 juta, tetapi barang yang bisa dibeli menyusut hampir separuh dalam 20 tahun. Hubungan antara inflasi dan simpanan kami uraikan lebih rinci di inflasi dan tabungan. Karena itu, untuk tujuan yang jauh, menyimpan semuanya di tabungan biasa punya risiko sendiri, walaupun risikonya tidak terlihat di layar rekening.

Pilihan instrumen investasi jangka panjang dan perbedaannya

Berikut instrumen yang lazim dipakai untuk tujuan lima tahun ke atas, dilihat dari sisi yang paling penting untuk jangka panjang.

InstrumenSumber hasilRisiko utamaCocok untuk
SahamKenaikan harga dan dividenHarga turun tajam, perusahaan memburukOrang yang mau menganalisis emiten
Reksadana sahamKenaikan NAB dari portofolio sahamFluktuasi tinggi, tidak dijaminPemula yang ingin dikelola manajer investasi
Reksadana indeksMengikuti indeks acuanIkut turun saat pasar turunOrang yang ingin biaya lebih sederhana
SBN ritelKupon rutin dari negaraHarga jual sebelum jatuh tempo bisa turun, tenor mengunci danaOrang yang butuh arus kas dan lebih hati-hati
EmasKenaikan hargaHarga naik turun, selisih harga beli dan jualPelengkap untuk diversifikasi

Saham. Membeli saham berarti ikut memiliki perusahaan. Potensi hasilnya datang dari kenaikan harga dan dividen, tetapi kamu juga menanggung risiko perusahaan itu sendiri. Dasar-dasarnya ada di saham adalah, dan ciri perusahaan besar dibahas di saham blue chip. Kalau mau mulai, baca dulu cara beli saham.

Reksadana. Menurut POJK 47/2015, reksadana saham wajib menaruh minimal 80% dananya di efek bersifat ekuitas, seperti kami jelaskan di reksadana saham. Kamu tidak memilih saham satu per satu, tetapi tetap menanggung risiko pasar. Kalau ingin mengikuti indeks, ada reksadana indeks. Untuk membandingkan keduanya dengan saham langsung, baca reksadana atau saham.

Data KSEI per akhir September 2026 menunjukkan 32.166.493 investor pasar modal, dengan 30.865.880 di reksa dana, 10.251.809 di saham dan surat berharga lainnya, dan 1.623.491 di SBN. Seorang investor bisa tercatat di lebih dari satu kelompok. Reksa dana jelas menjadi pintu masuk paling umum, walaupun banyaknya pemilik tidak berarti produknya otomatis cocok untukmu.

SBN ritel. Laman DJPPR membagi SBN ritel menjadi yang bisa diperdagangkan (ORI dan SR) dan yang tidak (SBR dan ST). Untuk jangka lebih panjang, seri ORI030T6 misalnya bertenor 6 tahun, jatuh tempo 15 Juli 2032, dengan minimal pembelian Rp1 juta dan kupon tetap yang dibayar setiap bulan. Masa penawarannya sudah lewat, jadi anggap ini contoh bentuk produk, bukan tawaran yang sedang dibuka. Detailnya ada di obligasi ritel Indonesia dan sukuk ritel.

Sebatang emas batangan bernomor seri terletak di atas kain biru dengan permukaan yang tampak kasar dan berkilau
Emas batangan bernomor seri. Karena ada selisih harga beli dan harga jual kembali, emas lebih masuk akal disimpan bertahun-tahun daripada diperjualbelikan dalam hitungan bulan. Foto: Szaaman / Wikimedia Commons, domain publik

Emas. Selisih harga adalah alasan utama emas lebih cocok untuk jangka panjang. Di Galeri 24 dengan harga yang diperbarui 30 Oktober 2026, emas 1 gram dijual Rp2.478.000 dan dibeli kembali Rp2.337.000, selisih Rp141.000 atau sekitar 5,7%. Untuk 10 gram, harga jualnya Rp24.232.000 dan buyback Rp23.332.000, selisih sekitar 3,7%. Harga emas harus naik sebesar itu dulu sebelum kamu impas. Bentuk produknya kami bahas di emas batangan dan penggeraknya di kenapa harga emas naik turun.

Tabungan hari tua yang mungkin sudah kamu punya

Sebelum menambah produk baru, cek apa yang sudah berjalan. Bagi pekerja penerima upah yang terdaftar, BPJS Ketenagakerjaan menyebut iuran Jaminan Hari Tua sebesar 2% dari upah ditanggung peserta dan 3,7% ditanggung perusahaan, jadi totalnya 5,7%. Pada upah Rp6.000.000, bagian yang dipotong dari gaji adalah Rp120.000 per bulan.

JHT bukan pengganti seluruh rencana pensiun, tetapi ini titik awal yang sering dilupakan. Cek saldonya lewat kanal resmi BPJS Ketenagakerjaan, lalu hitung selisih antara proyeksi kebutuhan dan yang sudah terkumpul. Aturan pencairannya punya syarat sendiri, jadi jangan mengandalkannya sebagai dana cadangan yang bisa diambil sewaktu-waktu.

Beberapa pekerja menyusun dan mencetak genteng tanah liat di dalam bangunan pabrik sederhana dengan rak kayu
Pekerja di sebuah pabrik genteng di Kebumen. Rencana hari tua tidak hanya urusan pekerja kantoran, siapa pun yang berpenghasilan perlu memikirkan masa ketika tidak lagi bekerja. Foto: SATELIT BM / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Risiko yang tidak hilang walau waktunya panjang

Klaim yang paling sering dipakai untuk menjual produk adalah "kalau disimpan lama pasti naik". Itu tidak benar sebagai kepastian. Lihat catatan IHSG berikut.

TanggalPenutupan IHSGSumber data
15 Juli 20216.046,754Bursa Efek Indonesia
Akhir 20237.273KSEI
Akhir 20247.080KSEI
Akhir 20258.647KSEI
14 Juli 20266.039,521Bursa Efek Indonesia
Akhir September 20266.071KSEI

Dua pelajaran terlihat dari tabel itu. Pertama, dari 15 Juli 2021 sampai 14 Juli 2026, indeks nyaris tidak bergerak dari titik awalnya, turun sekitar 0,12%. Kedua, dari akhir 2025 sampai akhir September 2026, indeks turun sekitar 30%. Angka ini mengukur harga indeks dan belum menghitung dividen, serta belum memuat pergerakan sesudah September 2026, jadi cek angka terbaru di situs BEI.

Investor yang masuk di puncak dan harus mencairkan dana di dasar akan rugi besar, sekalipun instrumennya sama. Inilah sebabnya kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan, dan sebabnya jangka waktu harus dibarengi tiga hal: dana darurat supaya tidak terpaksa menjual, penyebaran ke beberapa instrumen, dan rencana memindahkan dana ke tempat yang lebih stabil saat tujuannya mendekat.

Suku bunga juga ikut menentukan. BI-Rate naik dari 4,75% pada April 2026 menjadi 5,75% pada Juni 2026, dan tetap 5,75% pada keputusan 21 Oktober 2026. Perubahan seperti ini memengaruhi bunga simpanan, harga obligasi, dan penilaian saham, sehingga isi portofolio perlu ditinjau berkala.

Bunga majemuk: ilustrasi setoran rutin

Daya tarik utama jangka panjang adalah hasil yang ikut menghasilkan. Tabel berikut menghitung setoran Rp500.000 per bulan di awal bulan, dengan asumsi imbal hasil tetap dan bunga majemuk bulanan, sebelum pajak dan biaya.

Lama setorTotal setoranAsumsi 4% per tahunAsumsi 6% per tahunAsumsi 8% per tahun
5 tahunRp30 jutaSekitar Rp33,3 jutaSekitar Rp35,1 jutaSekitar Rp37,0 juta
10 tahunRp60 jutaSekitar Rp73,9 jutaSekitar Rp82,3 jutaSekitar Rp92,1 juta
20 tahunRp120 jutaSekitar Rp184,0 jutaSekitar Rp232,2 jutaSekitar Rp296,5 juta

Persentase di tabel adalah angka asumsi untuk memperlihatkan cara kerja hitungannya, bukan perkiraan hasil produk mana pun. Investasi nyata tidak menghasilkan angka tetap setiap tahun, dan ada tahun yang hasilnya negatif. Pelajaran yang berlaku adalah soal waktu: pada asumsi 6%, memperpanjang setoran dari 10 ke 20 tahun menggandakan total setoran, tetapi hasil akhirnya hampir tiga kali lipat.

Penumpang duduk berjarak di dalam gerbong kereta rel listrik yang bersih, sebagian menatap ponsel dan memakai masker
Penumpang di dalam gerbong kereta rel listrik. Bagi pekerja bergaji tetap, cara paling mudah menjalankan investasi jangka panjang adalah setoran otomatis tepat setelah gajian. Foto: Paco Pater / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Pajak yang perlu dihitung sejak awal

Dalam jangka panjang, perbedaan perlakuan pajak ikut menentukan hasil bersih. Berikut ringkasan untuk wajib pajak dalam negeri.

Jenis penghasilanDasar aturanPerlakuan pajak
Bunga deposito dan tabunganPP Nomor 131 Tahun 2000PPh final, umumnya 20% dari bunga bruto, dengan pengecualian tertentu
Kupon obligasi, termasuk ORIPP Nomor 91 Tahun 2021PPh final 10%
Bagian laba reksadana untuk pemegang unitUU PPh Pasal 4 ayat (3) huruf i, dijelaskan DJPBukan objek pajak bagi investor
Dividen saham orang pribadiBersyarat, lihat pajak dividenTarif 10% final bila terutang, bisa dikecualikan jika syaratnya terpenuhi

Ringkasan ini bukan nasihat pajak. Aturan bisa berubah selama masa investasimu yang panjang, jadi cek ulang ke DJP atau konsultan pajak untuk kasusmu sendiri.

Cara memulai investasi jangka panjang langkah demi langkah

Gunakan urutan berikut supaya investasi tidak mengganggu kebutuhan yang lebih mendesak.

  1. Tulis tujuan, nominal, dan tahunnya. Misalnya biaya kuliah anak pada tahun tertentu. Tujuan yang punya tanggal lebih mudah dicocokkan dengan instrumen.
  2. Bentuk dana darurat dulu. OJK menyarankan 6 kali pengeluaran bulanan untuk lajang dan 9 sampai 12 kali untuk yang berkeluarga atau punya tanggungan. Panduannya ada di dana darurat.
  3. Lunasi utang berbunga tinggi. Bunga utang konsumtif biasanya lebih pasti daripada hasil investasi mana pun.
  4. Pilih instrumen yang kamu pahami. Kalau belum bisa menjelaskan cara produk itu menghasilkan uang, jangan dulu membelinya. Untuk reksadana, ikuti cara investasi reksadana.
  5. Cek legalitasnya. Pastikan penyelenggaranya berizin dan produknya terdaftar di OJK. Daftar pertimbangannya ada di sekuritas untuk pemula dan manajer investasi.
  6. Setor rutin, bukan menunggu waktu terbaik. Jadwalkan setoran tepat setelah gajian dengan nominal yang sanggup kamu pertahankan bertahun-tahun.
  7. Tinjau setahun sekali. Cek apakah porsi instrumen masih sesuai tujuan, bukan mengikuti berita harian.
  8. Geser ke instrumen stabil saat tujuan mendekat. Beberapa tahun sebelum uangnya dipakai, pindahkan bertahap ke instrumen yang lebih stabil. Untuk reksadana, caranya dibahas di switching reksadana.

Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Memakai dana darurat untuk investasi. Saat butuh uang mendadak, kamu terpaksa menjual di harga berapa pun.
  • Terlalu sering melihat harga. Keputusan yang diambil karena panik saat harga turun sering merusak rencana yang sebenarnya masih berjalan.
  • Menganggap lama sama dengan aman. Perusahaan bisa memburuk dan harga bisa tidak pernah kembali. Karena itu, sebarkan risikonya.
  • Lupa menggeser dana menjelang tujuan. Uang kuliah yang masih penuh di saham setahun sebelum dipakai punya risiko yang sama dengan investasi jangka pendek.
  • Tergiur imbal hasil pasti. Tawaran keuntungan tetap yang tinggi, apalagi dari pihak yang izinnya tidak jelas, adalah ciri investasi bodong.

Ringkasan

Investasi jangka panjang adalah penempatan uang untuk tujuan lima tahun ke atas, dengan prioritas menjaga daya beli dan memberi waktu bagi aset untuk tumbuh. Inflasi tahunan 3,28% pada September 2026 mengingatkan bahwa uang yang didiamkan pun menyusut. Pilihan yang lazim adalah saham, reksadana saham, reksadana indeks, SBN ritel, dan emas, ditambah JHT yang mungkin sudah kamu miliki.

Waktu tidak menghapus risiko. IHSG yang nyaris datar selama lima tahun sampai Juli 2026 adalah buktinya. Karena itu, bentuk dana darurat dulu, setor rutin, sebarkan instrumen, dan geser ke instrumen stabil saat tujuan mendekat. Artikel ini bersifat edukasi, bukan saran investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan, dan angka di sini berubah dari waktu ke waktu, jadi selalu cek ulang ke sumber resmi sebelum mengambil keputusan.

Pertanyaan yang sering diajukan
Apa yang dimaksud investasi jangka panjang?
Investasi jangka panjang adalah penempatan uang untuk tujuan yang baru dipakai bertahun-tahun lagi, umumnya lima tahun ke atas. Regulator tidak menetapkan batas baku, jadi patokan lima tahun ini adalah panduan umum perencanaan keuangan yang dipakai redaksi.
Apa saja contoh investasi jangka panjang?
Yang lazim adalah saham, reksadana saham, reksadana indeks, SBN ritel bertenor panjang seperti ORI030T6 dengan tenor 6 tahun, dan emas. Pekerja penerima upah juga sudah punya tabungan hari tua lewat JHT BPJS Ketenagakerjaan, dengan iuran 5,7% dari upah.
Berapa lama investasi disebut jangka panjang?
Tidak ada definisi resmi. Dalam praktik perencanaan keuangan, di bawah satu tahun biasanya disebut jangka pendek, sekitar satu sampai lima tahun jangka menengah, dan lima tahun ke atas jangka panjang. Yang paling menentukan tetap kapan uang itu akan kamu pakai.
Apakah investasi jangka panjang pasti untung?
Tidak. Waktu memberi ruang bagi aset untuk pulih, tetapi tidak menjadikannya pasti untung. Data BEI menunjukkan IHSG berada di 6.046,754 pada 15 Juli 2021 dan di 6.039,521 pada 14 Juli 2026, jadi lima tahun itu nyaris tidak memberi kenaikan indeks sama sekali.
Berapa modal minimal untuk mulai investasi jangka panjang?
Tergantung instrumennya. Sebagai contoh, laman DJPPR mencantumkan minimum pembelian ORI030 sebesar Rp1 juta. Yang lebih penting dari modal awal adalah kebiasaan menyetor rutin setelah dana darurat terbentuk.
Mana yang lebih baik untuk jangka panjang, saham atau reksadana?
Tidak ada jawaban tunggal. Saham langsung menuntut kamu menganalisis perusahaan sendiri, sedangkan reksadana saham dikelola manajer investasi dan wajib menaruh minimal 80% dananya di efek ekuitas. Bagi pemula yang belum punya waktu menganalisis, reksadana umumnya lebih mudah dijalankan.
Apakah emas termasuk investasi jangka panjang?
Emas lebih cocok untuk jangka panjang daripada jangka pendek, karena selalu ada selisih harga beli dan harga jual kembali. Di Galeri 24 pada 30 Oktober 2026, emas 1 gram dijual Rp2.478.000 dan dibeli kembali Rp2.337.000, selisih sekitar 5,7%.
Bagaimana cara memulai investasi jangka panjang?
Mulai dengan menulis tujuan dan tanggalnya, bentuk dana darurat lebih dulu, pilih instrumen yang legal dan kamu pahami, lalu setor rutin setiap bulan. OJK menyarankan dana darurat 6 kali pengeluaran bulanan untuk lajang dan 9 sampai 12 kali untuk yang berkeluarga atau punya tanggungan.
Tentang penulis
Tim Redaksi Uang Bijak
Redaksi Editorial · Profil & kredensial

Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.

Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab

Sumber

Bank Indonesia - Data InflasiInflasi tahunan: Desember 2025 2,92%, Februari 2026 4,76%, April 2026 2,42%, Agustus 2026 3,19%, September 2026 3,28%; dicek 31 Oktober 2026Badan Pusat Statistik - Rilis Inflasi September 2026Inflasi year on year September 2026 sebesar 3,28 persenBank Indonesia - BI-RateBI-Rate 5,75% pada keputusan 21 Oktober 2026; dicek 31 Oktober 2026KSEI - Statistik Pasar Modal Indonesia September 2026Jumlah investor per akhir September 2026: pasar modal 32.166.493, reksa dana 30.865.880, saham dan surat berharga lainnya 10.251.809, SBN 1.623.491; IHSG akhir 2023 7.273, akhir 2024 7.080, akhir 2025 8.647, akhir September 2026 6.071 (halaman 8); diakses 31 Oktober 2026Bursa Efek Indonesia - Ringkasan SahamData penutupan IHSG: 6.046,754 pada 15 Juli 2021 dan 6.039,521 pada 14 Juli 2026, dicatat redaksi dari data BEI pada Juli 2026DJPPR Kementerian Keuangan - Obligasi Negara RitelORI030T3 tenor 3 tahun jatuh tempo 15 Juli 2029, ORI030T6 tenor 6 tahun jatuh tempo 15 Juli 2032, minimal pembelian Rp1 juta, kupon tetap dibayar setiap bulan; diakses 31 Oktober 2026DJPPR Kementerian Keuangan - SBN RitelPembagian SBN ritel tradable (ORI, SR) dan non tradable (SBR, ST); diakses 31 Oktober 2026BPJS Ketenagakerjaan - Besaran Iuran JHT, JKK, JKM, JP, dan JKPIuran JHT: peserta 2% dan perusahaan 3,7% dari upah; diakses 31 Oktober 2026Galeri 24 - Harga EmasHarga Galeri 24 diperbarui 30 Oktober 2026: 1 gram jual Rp2.478.000, buyback Rp2.337.000; 10 gram jual Rp24.232.000, buyback Rp23.332.000; diakses 31 Oktober 2026OJK Sikapi Uangmu - Dana DaruratTakaran dana darurat 6 kali pengeluaran bulanan untuk lajang dan 9 sampai 12 kali untuk yang berkeluarga atau punya tanggungan; diakses 31 Oktober 2026Direktorat Jenderal Pajak - PP Nomor 131 Tahun 2000PPh final atas bunga deposito dan tabungan; diakses 30 Oktober 2026JDIH Kementerian Keuangan - PP Nomor 91 Tahun 2021PPh atas bunga obligasi, termasuk tarif final 10% bagi wajib pajak dalam negeri; diakses 30 Oktober 2026Direktorat Jenderal Pajak - Sisi Pajak Reksa Dana dan Saham bagi Orang PribadiImbal hasil reksa dana bagi pemegang unit penyertaan dikecualikan dari objek pajak menurut UU PPh Pasal 4 ayat (3) huruf i; diakses 30 Oktober 2026

Setiap angka dan klaim di artikel ini dirujuk ke sumber resmi di atas beserta tanggalnya.

Masih ada yang ingin ditanyakan soal menabung? Ceritakan kondisimu, kami bantu arahkan langkah yang masuk akal.

Tanya via WhatsApp