Saham ITMG (Indo Tambangraya Megah): Profil Emiten untuk Pemula
Profil saham ITMG untuk pemula: bisnis batu baranya, cara membaca laporan keuangan dan dividennya dari sumber resmi, plus risiko yang wajib kamu pahami.

ITMG saham adalah kode empat huruf milik Indo Tambangraya Megah Tbk di Bursa Efek Indonesia, dan ia sering jadi nama pertama yang muncul ketika orang mulai melihat sektor batu bara. Artikel ini perlu membuka dengan tegas: isinya profil emiten untuk bahan belajar, bukan ajakan membeli atau menjual, dan bukan nasihat keuangan. Yang akan kamu pelajari adalah bisnis apa yang sebenarnya kamu beli lewat saham ini, dan cara membaca laporan emiten batu bara yang polanya berbeda dari emiten bank atau konsumsi.
Kalau konsep dasar memiliki saham belum jelas, mulai dari saham adalah dulu, lalu cara beli saham untuk urutan teknisnya. Kerangka membaca satu emiten sudah kami contohkan di saham telkom dan saham BRI, dan di sini kerangka yang sama kami pakai pada emiten komoditas. Peta emiten batu bara lain yang tercatat bisa kamu telusuri di ADRO, PTBA, BUMI, dan TOBA.
Seluruh angka di bawah dirujuk dari laman profil perusahaan tercatat dan ringkasan perdagangan saham di situs resmi Bursa Efek Indonesia, laman resmi Indo Tambangraya Megah beserta siaran pers dan paparan analisnya, dan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2022 yang salinannya kami buka di JDIH Kementerian Keuangan, yang kami akses pada 9 September 2026. Tulisan ini bersifat edukasi, bukan nasihat keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual produk apa pun, dan tidak menjanjikan hasil.
Profil ITMG dan statusnya di papan pencatatan bursa
Sebelum melihat harga, lihat dulu statusnya. Profil perusahaan tercatat di laman Bursa Efek Indonesia menuliskan nama emitennya Indo Tambangraya Megah Tbk dengan kode ITMG, ditempatkan di Papan Utama. Klasifikasinya berlapis, yaitu sektor Energi, subsektor Minyak, Gas dan Batu Bara, industri Batu Bara, dan subindustri Produksi Batu Bara. Kegiatan usaha utamanya tercatat sebagai pertambangan batubara.
Tanggal pencatatannya 18 Desember 2007. Alamat yang terdaftar di bursa adalah Pondok Indah Office Tower III, Jalan Sultan Iskandar Muda, Jakarta Selatan, dan biro administrasi efeknya PT Datindo Entrycom. Detail administratif seperti ini terlihat sepele, tetapi berguna ketika kamu perlu memastikan sebuah emiten benar-benar tercatat sebelum mempercayai informasi yang beredar di luar kanal resmi.
| Keterangan | Isi menurut laman BEI |
|---|---|
| Nama emiten | Indo Tambangraya Megah Tbk |
| Kode | ITMG |
| Papan pencatatan | Utama |
| Sektor dan subsektor | Energi, Minyak Gas dan Batu Bara |
| Industri dan subindustri | Batu Bara, Produksi Batu Bara |
| Kegiatan usaha utama | Pertambangan batubara |
| Tanggal pencatatan | 18 Desember 2007 |
| Biro administrasi efek | PT Datindo Entrycom |
Riwayatnya jauh lebih panjang daripada usia pencatatannya. Laman Sejarah ITM di situs resmi perusahaan mencatat pendirian PT Indo Tambangraya Megah pada 1987. PT Indominco Mandiri masuk tahap pra-produksi pada 1995 dan mengirim muatan pertama dari fasilitas interimnya pada 1996. Pada 2001, Banpu mengakuisisi ITM lewat PT Centralink Wisesa International. Setelah menambah konsesi PT Bharinto Ekatama pada 2004 dan produksi PT Trubaindo Coal Mining pada 2005, perusahaan mengakuisisi PT Jorong Barutama Greston pada 2007 lalu masuk bursa.
Detail penawaran umum perdananya dicantumkan pada laman yang sama: 225.985.000 saham baru atau setara 20 persen dari saham yang beredar ditawarkan kepada publik dengan harga Rp14.000 per lembar. Angka itu bukan patokan nilai hari ini, tetapi berguna untuk memahami bahwa emiten ini sudah melewati lebih dari satu siklus harga komoditas sejak tercatat. Konsep penawaran perdana itu sendiri kami bahas di cara beli saham IPO.
Struktur grup dan di mana tambangnya berada
ITMG bukan satu tambang, melainkan induk sebuah grup. Laman profil perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia mencantumkan 18 anak perusahaan beserta bidang usaha, lokasi, dan status operasinya. Isinya bukan hanya perusahaan tambang. Daftar itu memuat anak usaha pengangkutan dan penjualan batu bara, jasa penunjang kegiatan pertambangan, perdagangan bahan bakar, konsultasi manajemen, sampai energi dan penunjang ketenagalistrikan. Laman Sejarah ITM menambahkan konteksnya, misalnya pendirian PT Cahaya Power Indonesia pada 2022 yang bergerak di bidang atap surya.
Laman Ikhtisar Bisnis Pertambangan di situs resmi ITM menyebut tambang perusahaan berada di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah, dikelola oleh PT Indominco Mandiri, PT Trubaindo Coal Mining, PT Bharinto Ekatama, dan PT Jorong Barutama Greston. Laman yang sama menyebut PT Kitadin saat ini memasuki masa tutup tambang, sedangkan PT Nusa Persada Resources, PT Graha Panca Karsa, dan PT Tepian Indah Sukses sudah berada di fase produksi.
Soal produknya, laman itu menyebut ITM memproduksi batu bara termal berkalori sampai 7.300 kkal per kg dengan kandungan abu dan belerang yang relatif rendah, dan menyebut batu baranya umumnya dipakai untuk pembangkit listrik tenaga batu bara di pasar dalam dan luar negeri. Kalori adalah salah satu penentu harga, jadi kalimat itu bukan basa-basi pemasaran melainkan informasi harga yang penting.
Rantai logistiknya juga dipaparkan dengan angka. Laman yang sama menyebut pemuat tongkang di Pelabuhan Bunyut mampu memuat sampai 2.000 ton per jam atau sedikitnya 7 juta ton per tahun, pemuat di Jorong 1.200 ton per jam atau 3,5 juta ton per tahun, dan Embalut 800 ton per jam atau 2,5 juta ton per tahun. Pelabuhan Batu Bara Bontang yang berada di area Indominco disebut mampu menangani penyimpanan 650.000 ton, beroperasi 24 jam, melayani kapal berbobot mati hingga 95.000 ton, dan memuat 18,5 juta ton batu bara per tahun.
Kenapa angka pelabuhan penting untuk pemula? Karena pada emiten komoditas, kapasitas angkut sering menjadi pembatas nyata, bukan cadangan di dalam tanah. Perusahaan bisa punya banyak batu bara tetapi tetap terbatas pada seberapa cepat ia bisa memindahkannya ke kapal pembeli.

Membaca kode, satuan lot, dan potret harga bertanggal
Harga yang tertera di layar adalah harga per satu lembar saham, sedangkan transaksi dilakukan per lot. Laman Jam dan Mekanisme Perdagangan Bursa Efek Indonesia menyatakan perdagangan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai harus dalam satuan perdagangan atau round lot, yaitu 100 efek atau kelipatannya. Itulah dasar kalimat "satu lot sama dengan 100 lembar" yang kamu lihat di aplikasi sekuritas.
Berikut potret bertanggal, dengan catatan tebal bahwa angkanya hampir pasti sudah berubah saat kamu membacanya. Ringkasan perdagangan saham resmi Bursa Efek Indonesia mencatat data ITMG untuk 8 September 2026 sebagai berikut.
| Data perdagangan 8 September 2026 | Angka |
|---|---|
| Penutupan hari sebelumnya | Rp26.525 |
| Pembukaan | Rp26.575 |
| Tertinggi | Rp26.925 |
| Terendah | Rp26.400 |
| Penutupan | Rp26.750 |
| Perubahan | 225 poin |
| Volume | 1.324.400 lembar |
| Nilai transaksi | Rp35.419.530.000 |
| Frekuensi | 3.593 kali |
| Saham tercatat | 1.129.925.000 lembar |
Dengan penutupan Rp26.750, satu lot berisi 100 lembar setara sekitar Rp2.675.000 pada tanggal itu. Nominal per lot yang jauh lebih besar daripada emiten berharga ratusan rupiah membuat sebagian pemula terkejut, dan itu penting diketahui sebelum menyiapkan dana.
Ukuran emitennya bisa kamu hitung sendiri. Kapitalisasi pasar adalah harga per lembar dikali seluruh saham tercatat, jadi dengan dua angka resmi di atas hasilnya sekitar Rp30,2 triliun pada 8 September 2026. Perlakukan itu sebagai ilustrasi cara menghitung, bukan fakta permanen, karena angkanya berubah setiap kali harga bergerak.
Volume 1.324.400 lembar dalam 3.593 kali transaksi menunjukkan sahamnya cukup aktif diperdagangkan pada hari itu. Keaktifan perdagangan adalah hal yang jarang diperhatikan pemula sampai ia mengalami sendiri kesulitan menjual di harga wajar. Hubungan antara saham besar dan indeks acuannya kami jelaskan di halaman IHSG, dan pilihan platform pemantauannya di aplikasi saham terbaik.
Komposisi pemegang saham dan arti saham treasury
Komposisi pemegang saham di laman profil perusahaan tercatat Bursa Efek Indonesia yang kami akses pada 9 September 2026 memuat lima baris. Pengendalinya jelas satu pihak.
| Pemegang saham | Jumlah lembar | Persentase |
|---|---|---|
| Banpu Minerals (Singapore) Private Limited, pengendali | 736.071.000 | 65,143% |
| Masyarakat non warkat | 358.923.120 | 31,765% |
| Saham treasury | 33.562.400 | 2,971% |
| Fredi Chandra, komisaris | 1.368.480 | 0,121% |
| Masyarakat warkat | 0 | 0% |
Menjumlahkan seluruh baris itu menghasilkan 1.129.925.000 lembar, dan angka itu cocok dengan jumlah saham tercatat pada ringkasan perdagangan bursa untuk 8 September 2026. Kecocokan seperti ini adalah cara sederhana memeriksa bahwa kamu membaca dua laman resmi yang konsisten.
Sejarah kepemilikannya menjelaskan angka 65 persen itu. Laman Sejarah ITM menyebut pengalihan kepemilikan mayoritas dari PT Centralink Wisesa International kepada Banpu Minerals (Singapore) pada 2008 menghasilkan komposisi Banpu 73,72 persen dan publik 26,28 persen. Lalu pada 2010, Banpu melepaskan 8,72 persen sahamnya kepada publik sehingga kepemilikannya menjadi 65,00 persen.
Baris saham treasury layak dibahas terpisah karena sering disalahpahami. Saham treasury adalah saham yang dibeli kembali oleh perusahaan sendiri, sehingga tidak lagi berada di tangan publik. Yang menarik, laman Informasi Saham di situs resmi ITM menyatakan bahwa sejak penawaran umum perdana, ITM tidak pernah melakukan aksi korporasi yang mengubah volume saham beredar. Dua pernyataan itu tidak bertentangan: pembelian kembali memindahkan saham dari publik ke perusahaan, tetapi tidak mengubah jumlah saham yang tercatat. Perbedaan itu penting supaya kamu tidak keliru menyamakannya dengan stock split.
Satu pelajaran membaca yang jarang diajarkan: perhatikan tanggal acuan. Catatan kaki pada paparan analis kuartal kedua 2026 di situs resmi ITM menyebut per 30 September 2026 perusahaan memiliki 2,4 persen sahamnya sendiri sebagai saham treasury, sedangkan laman komposisi di bursa mencatat 2,971 persen. Selisih seperti ini biasanya soal tanggal acuan yang berbeda, bukan soal salah satunya salah. Karena itu, selalu cari tanggal di sudut dokumen sebelum membandingkan dua angka.
Membaca laporan keuangan emiten batu bara
Bagian ini yang membuat emiten komoditas berbeda. Pada emiten bank atau konsumsi, kamu melihat pendapatan lalu laba. Pada emiten batu bara, ada tiga angka perantara yang menentukan segalanya, yaitu volume, harga jual rata-rata, dan strip ratio.
Siaran pers hasil dan kinerja keuangan ITM untuk periode enam bulan yang berakhir 30 September 2026 diterbitkan pada 10 Agustus 2026. Dokumen itu menyebut laporan keuangan konsolidasiannya dilengkapi laporan reviu oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto dan Rekan, anggota jaringan global PricewaterhouseCoopers. Berikut angka utamanya, seluruhnya dalam dolar Amerika seperti aslinya.
| Pos | Enam bulan 2026 | Pembanding yang disebut siaran pers |
|---|---|---|
| Volume produksi | 9,9 juta ton | 10,4 juta ton pada enam bulan 2025 |
| Volume penjualan | 12,3 juta ton | 11,7 juta ton pada enam bulan 2025 |
| Harga jual rata-rata | 81 dolar per ton | 78 dolar per ton pada enam bulan 2025 |
| Pendapatan | 1.000 juta dolar | Naik 9 persen secara tahunan |
| Beban penjualan | 88 juta dolar | 81 juta dolar pada enam bulan 2025 |
| Beban umum dan administrasi | 26 juta dolar | Bagian dari total beban operasional 114 juta dolar |
| Royalti kepada pemerintah | 111 juta dolar | Naik 7 persen secara tahunan |
| Beban pajak penghasilan | 49 juta dolar | 43 juta dolar pada enam bulan 2025 |
| Laba bersih | 110 juta dolar | Laba untuk pemilik entitas induk 106 juta dolar |
Cara membacanya begini. Volume produksi turun, tetapi volume penjualan naik, dan itu bisa terjadi karena penjualan berasal dari persediaan maupun dari kegiatan perdagangan batu bara yang juga dijalankan grup ini. Harga jual rata-rata naik menjadi 81 dolar dari 78 dolar, dan siaran pers menyebut kenaikan itu sejalan dengan penguatan harga acuan batu bara. Gabungan volume penjualan yang naik 5 persen dan harga jual rata-rata yang naik 4 persen inilah yang mendorong pendapatan tumbuh 9 persen.
Di sisi biaya, siaran pers menyebut beban pokok pendapatan naik 7 persen terutama karena biaya penambangan dan pengangkutan yang lebih tinggi, yang berasal dari strip ratio lebih tinggi dan harga bahan bakar yang naik seiring kenaikan harga minyak global. Strip ratio adalah perbandingan volume tanah penutup yang harus dipindahkan terhadap satu ton batu bara yang diperoleh. Semakin dalam lapisan yang dikejar, semakin banyak tanah yang harus digeser, dan biaya naik meski harga jual tidak berubah. Paparan analis kuartal kedua 2026 di situs resmi ITM mencantumkan strip ratio per tambang per kuartal beserta panduan kuartal berikutnya, dan itu tempat terbaik untuk melihat arahnya sendiri.
Royalti adalah pos ketiga yang khas. Siaran pers menyebut royalti kepada pemerintah naik 7 persen menjadi 111 juta dolar, terutama karena kenaikan volume penjualan. Dasar aturannya bisa kamu lacak: salinan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2022 yang kami buka di JDIH Kementerian Keuangan menyebut tarif iuran produksi atau royalti mengikuti ketentuan Penerimaan Negara Bukan Pajak di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Peraturan yang sama, pada Pasal 1 angka 11, mendefinisikan Harga Batubara Acuan sebagai harga yang diperoleh dari rata-rata indeks harga batubara pada bulan sebelumnya.
Neraca dan arus kasnya juga bercerita. Siaran pers menyebut total aset per 30 September 2026 sebesar 2.417 juta dolar, dengan kas dan setara kas 738 juta dolar ditambah deposito jangka pendek 66 juta dolar yang bersama-sama mewakili 33 persen total aset. Total liabilitas 506 juta dolar dan total ekuitas 1.910 juta dolar. Arus kas masuk bersih dari aktivitas operasi tercatat 62 juta dolar, jauh lebih rendah daripada 281 juta dolar pada periode yang sama tahun sebelumnya, dan siaran pers menyebut penyebab utamanya penerimaan restitusi pajak yang lebih kecil serta pembayaran ke pemasok yang lebih besar.

Dividen ITMG menurut laman resminya
Daya tarik yang paling sering dibicarakan pada emiten batu bara adalah dividennya. Konsepnya kami kupas di dividen adalah, dan perlakuan pajaknya di pajak dividen. Di sini kita lihat datanya langsung dari laman Informasi Dividen di situs resmi ITM, yang mencantumkan riwayat per tahun buku dengan pembagian interim dan final.
| Tahun buku | Interim per lembar | Final per lembar | Tanggal pembayaran final |
|---|---|---|---|
| 2025 | Rp738 | Rp992 | 19 Mei 2026 |
| 2024 | Rp1.228 | Rp2.245 | 7 Mei 2025 |
| 2023 | Rp2.660 | Rp1.747 | 25 April 2024 |
| 2022 | Rp4.128 | Rp6.416 | 18 April 2023 |
| 2021 | Rp1.218 | Rp3.040 | 22 April 2022 |
| 2020 | Rp307 | Rp167 | 29 April 2021 |
Tabel itu mengajarkan satu hal yang lebih berharga daripada angka mana pun: pada emiten komoditas, dividen bergerak sangat lebar. Total tahun buku 2020 dan total tahun buku 2022 berbeda berkali-kali lipat. Itu bukan keanehan, itu memang sifat bisnis yang pendapatannya mengikuti harga komoditas. Menganggap dividen tahun terbaik sebagai patokan normal adalah jebakan pemula yang paling mahal di sektor ini.
Cara menghitung imbal hasil dividen sederhana. Jumlahkan dividen satu tahun buku, bagi dengan harga saham, lalu kalikan seratus. Memakai dua angka resmi yang sudah kita kutip, yaitu total tahun buku 2025 sebesar Rp1.730 dan penutupan Rp26.750 pada 8 September 2026, hasilnya sekitar 6,5 persen. Baca angka itu dengan kepala dingin, karena kamu membagi dividen yang sudah dibayar di masa lalu dengan harga hari ini. Hasilnya menggambarkan masa lalu, bukan janji masa depan.
Laman Angka-angka Penting di situs resmi ITM menampilkan ringkasan tahun buku 2024 yang berguna sebagai pembanding, yaitu delapan konsesi tambang, volume penjualan 20,9 juta ton, pendapatan 2.304 juta dolar, laba operasional 483 juta dolar, total aset 2.407 juta dolar, marjin laba 16 persen, rasio debt to equity 0,04 kali, dan dividen Rp2.975 per lembar saham.
Mekanisme penerimaannya juga layak dipahami sebelum kamu mengalaminya. Kamu tidak perlu mendaftar apa pun. Selama sahammu tercatat pada tanggal yang ditetapkan, dividen masuk otomatis ke rekening dana nasabahmu pada tanggal pembayaran, dipotong pajak sesuai ketentuan. Untuk tahun buku 2025, laman profil perusahaan tercatat di bursa mencantumkan tanggal cum 27 April 2026, tanggal ex pasar reguler dan negosiasi 28 April 2026, dan tanggal pembayaran 19 Mei 2026. Fungsi rekening dananya kami jelaskan di RDN adalah.
Cadangan, izin, dan umur tambang yang perlu kamu cek sendiri
Ada satu hal yang membuat emiten tambang berbeda dari hampir semua emiten lain: barang yang dijualnya habis. Bank bisa terus menyalurkan kredit, perusahaan konsumsi bisa terus memproduksi, tetapi tambang punya jumlah terbatas di dalam tanah dan izin dengan tanggal berakhir.
Paparan analis kuartal kedua 2026 di situs resmi ITM memuat tabel cadangan dan sumber daya per anak usaha, lengkap dengan rentang kalori dan tahun berakhirnya izin masing-masing. Catatan resmi pada tabel itu menyebut cadangan dan sumber daya dinyatakan per 31 Desember 2025, disusun oleh competent persons yang dianggap cukup berpengalaman sesuai JORC Code berdasarkan pembaruan per 31 Desember 2024 dikurangi volume produksi selama 2025.
Kami sengaja tidak menyalin angka cadangan dan tahun berakhir izin per anak usaha ke artikel ini. Alasannya jujur: tabel itu tersaji dalam format grafis yang pemetaan kolomnya tidak bisa kami pastikan satu per satu dari salinan yang kami buka, dan menebak pasangan angka dengan nama perusahaan pada dokumen sepenting ini bukan praktik yang bisa kami pertanggungjawabkan. Yang kami sarankan justru lebih berguna: buka sendiri paparan analis terbaru di menu Investor situs resmi ITM, lihat tabel itu langsung, dan catat dua hal untuk setiap tambang, yaitu besaran cadangan dan tahun berakhirnya izin.
Tiga pertanyaan yang layak kamu ajukan sendiri setelah membuka tabel itu. Pertama, berapa lama cadangan yang ada bisa menopang laju produksi saat ini. Kedua, apakah ada izin yang berakhir dalam waktu dekat, dan apa rencana perusahaan atas tambang itu. Ketiga, apakah ada tambang yang statusnya sudah memasuki masa tutup, seperti PT Kitadin yang disebut pada laman Ikhtisar Bisnis Pertambangan.
Latihan ini bukan khusus ITMG. Pertanyaan yang sama berlaku untuk setiap emiten tambang, dan justru itu nilai belajarnya. Kalau kamu belum siap membaca dokumen sepanjang itu sendiri, jalur yang lebih tersebar dibahas di reksadana atau saham dan ETF adalah.

Risiko khas emiten batu bara yang wajib kamu pahami
Risiko pertama dan paling mendasar: saham bukan simpanan. Menabung atau berdeposito di bank berada dalam cakupan penjaminan simpanan yang kami bahas di penjaminan LPS, sedangkan membeli saham perusahaan mana pun tidak dijamin siapa pun. Harga bisa turun di bawah harga belimu dan bertahan lama di sana. Uang yang kamu tempatkan di saham harus uang yang siap berfluktuasi, bukan dana darurat atau kebutuhan bulanan.
Risiko kedua, harga komoditas. Pendapatan emiten batu bara bergantung pada harga jual rata-rata yang mengikuti harga acuan, dan harga acuan itu ditentukan pasar global, bukan oleh keputusan perusahaan. Siaran pers ITM sendiri menyebut kenaikan harga jual rata-rata pada semester pertama 2026 sejalan dengan penguatan harga acuan batu bara. Kalimat itu bekerja dua arah: kalau acuannya melemah, pendapatan bisa tertekan tanpa ada kesalahan operasional apa pun.
Risiko ketiga, biaya yang tidak sepenuhnya dikendalikan. Siaran pers yang sama menyebut kenaikan beban pokok pendapatan berasal dari strip ratio yang lebih tinggi dan harga bahan bakar yang naik seiring kenaikan harga minyak global. Dua-duanya bergerak di luar kendali manajemen dalam jangka pendek.
Risiko keempat, cadangan dan izin yang punya batas waktu. Ini sudah dibahas di seksi sebelumnya, dan implikasinya sederhana: laba besar hari ini tidak otomatis berarti laba besar satu dekade lagi.
Risiko kelima, dividen yang tidak stabil. Riwayat pada laman Informasi Dividen ITM menunjukkan rentang yang sangat lebar antartahun buku. Menghitung kebutuhan hidup dari asumsi dividen tahun terbaik adalah cara cepat kecewa.
Risiko keenam, konsentrasi. Membeli satu saham saja, sebesar apa pun perusahaannya, berarti nasib portofoliomu menumpang pada satu emiten dan satu sektor. Kalau seluruh porsi investasimu ada di satu emiten komoditas, kamu bukan sedang berinvestasi di pasar, kamu sedang bertaruh pada satu harga barang.
Risiko ketujuh, informasi menyesatkan. Nama emiten besar sering dicatut kelompok penipuan berkedok titip dana dengan janji hasil pasti. Pegang prinsip sederhana: transaksi hanya lewat perusahaan sekuritas berizin OJK, dan tidak ada pihak yang bisa menjamin keuntungan saham. Mekanisme peringatan resmi bursa untuk saham bermasalah kami bedah di FCA saham adalah.
Cara memantau ITMG sendiri dari sumber resmi
- Cek status pencatatannya di bursa. Laman profil perusahaan tercatat memuat papan pencatatan, klasifikasi sektor, tanggal pencatatan, komposisi pemegang saham, daftar anak perusahaan, dan jadwal dividen. Itu titik awal yang benar sebelum membaca sumber mana pun.
- Ambil harga dari ringkasan perdagangan resmi, bukan dari artikel. Angka pada artikel ini adalah potret 8 September 2026 dan sudah berubah saat kamu membacanya.
- Baca siaran pers hasil keuangan, bukan hanya judul berita. Dokumen itu memberi angka volume, harga jual rata-rata, biaya, royalti, dan arus kas dalam satu tempat, lengkap dengan penjelasan penyebabnya.
- Buka paparan analis kuartalan untuk data operasional. Di sanalah strip ratio per tambang, komponen biaya per ton, serta tabel cadangan dan izin bisa kamu lihat sendiri.
- Perhatikan mata uang dan tanggal acuan. Laporannya dolar Amerika, dividennya rupiah, dan angka komposisi bisa memakai tanggal acuan berbeda antardokumen.
- Bandingkan antarperiode, bukan satu potret. Satu kuartal tidak cukup menjelaskan arah, terutama pada bisnis yang harga jualnya bergerak setiap bulan.
- Cek juga emiten sejenis untuk konteks. Membaca satu emiten tanpa pembanding membuat angka terasa tanpa arti. Profil emiten batu bara lain tersedia di halaman ADRO dan PTBA.
- Pastikan urutan keuanganmu benar sebelum membeli. Periksa kesehatan keuanganmu lewat financial check up, amankan pos wajibnya dengan kerangka aturan 50 30 20, dan pahami dulu konsep dasarnya di investasi adalah.
Kalau setelah semua itu kamu tetap ingin mempelajari eksekusinya, langkah teknisnya pendek: buka rekening efek di sekuritas berizin OJK, setor dana ke rekening dana nasabah atas namamu sendiri, lalu cari kodenya di aplikasi. Panduan bergambarnya ada di cara main saham pemula di HP.
Perlakukan artikel ini sebagaimana niatnya, yaitu peta untuk belajar membaca sebuah emiten batu bara, bukan sinyal transaksi dan bukan nasihat keuangan. Kami tidak menuliskan target harga, proyeksi laba, maupun penilaian layak atau tidak layak beli, karena situs ini menjelaskan dan tidak menyarankan. Data resmi ITM terbuka untuk siapa saja di menu Investor situs resminya dan di laman Bursa Efek Indonesia, jadi biasakan membacanya langsung lalu mengambil keputusan dengan uangmu sendiri secara sadar. Lanjutkan belajar di kanal belajar saham Uang Bijak, dan baca disclaimer kami sebelum menggunakan informasi di situs ini.
Apa kode saham Indo Tambangraya Megah di bursa?
Siapa pemegang saham terbesar ITMG?
Berapa harga saham ITMG hari ini?
Apakah ITMG membagikan dividen?
Apa yang membuat emiten batu bara berbeda dari emiten lain?
Bagaimana cara membaca laporan keuangan ITMG?
Apakah membeli saham ITMG dijamin pemerintah atau LPS?
Apakah ITMG pernah melakukan stock split?
Berapa jumlah saham ITMG yang tercatat di bursa?
Apakah saham ITMG cocok untuk pemula?
Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.
Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab
Sumber
BEI - Profil Perusahaan Tercatat ITMGNama emiten Indo Tambangraya Megah Tbk, papan pencatatan Utama, sektor Energi, subsektor Minyak Gas dan Batu Bara, industri Batu Bara, subindustri Produksi Batu Bara, kegiatan usaha utama pertambangan batubara, tanggal pencatatan 18 Desember 2007, alamat Pondok Indah Office Tower III Jakarta Selatan, biro administrasi efek PT Datindo Entrycom, komposisi pemegang saham dengan Banpu Minerals (Singapore) Private Limited 736.071.000 lembar atau 65,143 persen sebagai pengendali, saham treasury 33.562.400 lembar atau 2,971 persen, masyarakat non warkat 358.923.120 lembar atau 31,765 persen, komisaris Fredi Chandra 1.368.480 lembar atau 0,121 persen, daftar 18 anak perusahaan beserta bidang usaha dan lokasinya, serta jadwal dividen tahun buku 2025 dengan tanggal cum 27 April 2026 dan tanggal pembayaran 19 Mei 2026, diakses 9 September 2026BEI - Ringkasan Perdagangan SahamITMG pada 8 September 2026: penutupan sebelumnya Rp26.525, pembukaan Rp26.575, tertinggi Rp26.925, terendah Rp26.400, penutupan Rp26.750, perubahan 225 poin, volume 1.324.400 lembar, nilai Rp35.419.530.000, frekuensi 3.593 kali, jumlah saham tercatat dan yang dapat diperdagangkan 1.129.925.000 lembar, diakses 9 September 2026BEI - Jam dan Mekanisme PerdaganganSatuan perdagangan round lot 100 efek di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, tabel fraksi harga dan jenjang maksimum perubahan harga, tabel batasan auto rejection, serta penyelesaian Pasar Reguler pada hari bursa kedua, diakses 9 September 2026ITM - Sejarah ITMPendirian PT Indo Tambangraya Megah pada 1987, PT Indominco Mandiri masuk pra-produksi 1995 dan pengapalan pertama 1996, akuisisi ITM oleh Banpu lewat PT Centralink Wisesa International pada 2001, akuisisi konsesi PT Bharinto Ekatama 2004, PT Trubaindo Coal Mining mulai produksi 2005, penawaran umum perdana 2007 sebanyak 225.985.000 saham baru atau 20 persen saham beredar pada harga Rp14.000 per lembar, pengalihan mayoritas ke Banpu Minerals (Singapore) 73,72 persen pada 2008, pelepasan 8,72 persen ke publik pada 2010 sehingga menjadi 65,00 persen, serta pendirian dan akuisisi anak usaha 2014 sampai 2022, diakses 9 September 2026ITM - Ikhtisar Bisnis: PertambanganLokasi tambang di Kalimantan Timur, Selatan, dan Tengah yang dikelola PT Indominco Mandiri, PT Trubaindo Coal Mining, PT Bharinto Ekatama, dan PT Jorong Barutama Greston, status PT Kitadin yang memasuki masa tutup tambang, status produksi PT Nusa Persada Resources, PT Graha Panca Karsa, dan PT Tepian Indah Sukses, batu bara termal berkalori sampai 7.300 kkal per kg dengan kandungan abu dan belerang relatif rendah, kapasitas pemuat tongkang Pelabuhan Bunyut 2.000 ton per jam atau sedikitnya 7 juta ton per tahun, Jorong 1.200 ton per jam atau 3,5 juta ton per tahun, Embalut 800 ton per jam atau 2,5 juta ton per tahun, serta Pelabuhan Batu Bara Bontang dengan kapasitas penyimpanan 650.000 ton, layanan kapal sampai 95.000 ton bobot mati, dan pemuatan 18,5 juta ton per tahun, diakses 9 September 2026ITM - Angka-angka Penting FY24Delapan konsesi tambang, volume penjualan 20,9 juta ton, pendapatan 2.304 juta dolar Amerika, laba operasional 483 juta dolar Amerika, total aset 2.407 juta dolar Amerika, marjin laba 16 persen, rasio debt to equity 0,04 kali, dan dividen per lembar saham Rp2.975 untuk tahun buku 2024, diakses 9 September 2026ITM - Informasi DividenRiwayat pembayaran dividen per lembar saham dalam rupiah beserta tanggal pembayaran untuk tahun buku 2013 sampai 2025, termasuk tahun buku 2025 interim Rp738 dibayar 26 November 2025 dan final Rp992 dibayar 19 Mei 2026, tahun buku 2024 interim Rp1.228 dan final Rp2.245, tahun buku 2023 interim Rp2.660 dan final Rp1.747, tahun buku 2022 interim Rp4.128 dan final Rp6.416, tahun buku 2021 interim Rp1.218 dan final Rp3.040, serta tahun buku 2020 interim Rp307 dan final Rp167, diakses 9 September 2026ITM - Informasi SahamPernyataan resmi bahwa sejak penawaran umum perdana ITM tidak pernah melakukan aksi korporasi yang mengubah volume saham beredar, diakses 9 September 2026ITM - Siaran Pers Hasil dan Kinerja Keuangan 6M26Siaran pers tanggal 10 Agustus 2026: laporan keuangan konsolidasian enam bulan sampai 30 September 2026 direviu Kantor Akuntan Publik Rintis Jumadi Rianto dan Rekan anggota jaringan PricewaterhouseCoopers, produksi kuartal kedua 2026 5,3 juta ton naik 13 persen dari kuartal sebelumnya, produksi 6M26 9,9 juta ton dari 10,4 juta ton pada 6M25, volume penjualan 12,3 juta ton dari 11,7 juta ton, harga jual rata-rata 81 dolar per ton dari 78 dolar per ton, pendapatan 1.000 juta dolar naik 9 persen, beban pokok pendapatan naik 7 persen akibat strip ratio lebih tinggi dan harga bahan bakar naik, beban penjualan 88 juta dolar dari 81 juta dolar, beban umum dan administrasi 26 juta dolar, total beban operasional 114 juta dolar, pendapatan keuangan 18 juta dolar, beban keuangan 4 juta dolar, beban pajak penghasilan 49 juta dolar, royalti kepada pemerintah 111 juta dolar naik 7 persen, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk 106 juta dolar, laba bersih 110 juta dolar, total aset 2.417 juta dolar, kas dan setara kas 738 juta dolar serta deposito jangka pendek 66 juta dolar yang bersama-sama mewakili 33 persen total aset, total liabilitas 506 juta dolar, total ekuitas 1.910 juta dolar, saldo laba 1.521 juta dolar, pembelian saham treasury 27 juta dolar pada 6M26, arus kas masuk bersih dari aktivitas operasi 62 juta dolar dari 281 juta dolar, dan arus kas keluar bersih dari aktivitas pendanaan 136 juta dolar, diakses 9 September 2026ITM - Paparan Analis 2Q26Catatan resmi bahwa cadangan dan sumber daya dinyatakan per 31 Desember 2025, disusun oleh competent persons yang dianggap berpengalaman sesuai JORC Code berdasarkan pembaruan per 31 Desember 2024 dikurangi volume produksi 2025, catatan kaki bahwa per 30 September 2026 ITM memiliki 2,4 persen sahamnya sendiri sebagai saham treasury, tabel cadangan dan sumber daya per anak usaha beserta rentang kalori dan tahun berakhirnya izin, serta rincian strip ratio dan komponen biaya per ton termasuk royalti, diakses 9 September 2026JDIH Kementerian Keuangan - PP Nomor 15 Tahun 2022 tentang Perlakuan Perpajakan dan/atau Penerimaan Negara Bukan Pajak di Bidang Usaha Pertambangan BatubaraPasal 1 angka 11 yang mendefinisikan Harga Batubara Acuan sebagai harga yang diperoleh dari rata-rata indeks harga batubara pada bulan sebelumnya, serta ketentuan bahwa tarif iuran produksi atau royalti mengikuti peraturan Penerimaan Negara Bukan Pajak di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, diakses 9 September 2026Setiap angka dan klaim di artikel ini dirujuk ke sumber resmi di atas beserta tanggalnya.
Panduan lain yang berkaitan.
Agio Saham Adalah: Arti, Cara Menghitung, Pencatatan, dan Pajaknya
Apa Itu MSCI dalam Saham? Arti, Indeks MSCI Indonesia, dan Cara Saham Masuk
Saham Blue Chip Indonesia: Arti, Ciri, Hubungannya dengan LQ45, dan Risikonya
Masih ada yang ingin ditanyakan soal belajar saham? Ceritakan kondisimu, kami bantu arahkan langkah yang masuk akal.
Tanya via WhatsApp