Saham TPIA (Chandra Asri): Profil Emiten untuk Pemula
Profil saham TPIA milik PT Chandra Asri Pacific Tbk: bisnis petrokimianya, siklus margin nafta, ikhtisar keuangan resmi, pemegang saham, dan risikonya.

TPIA saham adalah sebutan sehari-hari untuk saham PT Chandra Asri Pacific Tbk di Bursa Efek Indonesia, dan emiten ini termasuk yang paling sering salah dibaca pemula karena dua alasan. Pertama, nama perusahaannya pernah berubah, sehingga dokumen lama dan dokumen baru terlihat seperti dua perusahaan berbeda. Kedua, bisnisnya menjual bahan baku industri, bukan produk yang bisa kamu beli di toko, sehingga naik turun labanya tidak bisa diperkirakan dari pengalaman sehari-hari sebagai konsumen.
Artikel ini adalah profil emiten untuk bahan belajar, dan kami tegaskan di depan: tidak ada rekomendasi membeli atau menjual di sini, tidak ada target harga, dan kami sama sekali tidak membahas harga sahamnya. Kalau konsep dasar memiliki saham sebuah perusahaan belum jelas, mulailah dari saham adalah, lalu bandingkan cara membaca emiten pelat merah di saham Telkom dan bank di saham BCA. Untuk jalur yang lebih tersebar tanpa memilih emiten sendiri, kerangkanya ada di reksadana atau saham.
Seluruh data di bawah dirujuk dari laman profil perusahaan tercatat TPIA di situs Bursa Efek Indonesia serta laman Tentang Kami, Bisnis Kami, Solusi Kimia, dan Investor di situs resmi Chandra Asri, yang kami akses pada 9 September 2026. Angka keuangan berubah setiap kali laporan baru terbit dan komposisi pemegang saham bisa bergeser, jadi perlakukan artikel ini sebagai kerangka berpikir lalu cek sendiri data terbarunya. Tulisan ini bersifat edukasi, bukan nasihat keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual produk apa pun, dan tidak menjanjikan hasil.
Nama resmi, kode, dan status pencatatannya di bursa
Mulai dari identitas, karena di sini letak kekeliruan yang paling umum. Laman profil perusahaan tercatat di situs Bursa Efek Indonesia mencantumkan nama emiten TPIA sebagai PT Chandra Asri Pacific Tbk. Bukan Petrochemical. Halaman Tentang Kami di situs resminya menjelaskan urutannya: pada 2011 Tri Polyta dan Chandra Asri bergabung menjadi PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, lalu pada 2023 namanya berubah menjadi PT Chandra Asri Pacific Tbk. Kode bursanya tidak berubah, dan itu sebabnya huruf-huruf TPIA masih mengingatkan pada nama lamanya.
| Keterangan | Data pada laman resmi BEI |
|---|---|
| Nama emiten | PT Chandra Asri Pacific Tbk |
| Kode | TPIA |
| Papan pencatatan | Utama |
| Sektor | Barang Baku |
| Industri | Barang Kimia |
| Subindustri | Barang Kimia Dasar |
| Kegiatan usaha utama | Petrokimia |
| Tanggal pencatatan | 26 Mei 2008 |
| Efek yang tercatat | Saham dan obligasi |
| Kantor pusat | Wisma Barito Pacific Tower A Lantai 7, Jalan Let Jend S. Parman Kav. 62-63, Jakarta Barat |
| Situs resmi | chandra-asri.com |
Tiga baris di tabel itu layak kamu perhatikan lebih lama. Papan Utama berarti emitennya memenuhi syarat pencatatan yang paling ketat, dan itu sering dijadikan saringan awal oleh pemodal institusi. Sektor Barang Baku menempatkannya di kelompok yang menjual ke industri lain, bukan ke konsumen akhir, sehingga permintaannya mengikuti aktivitas manufaktur. Dan keterangan bahwa efeknya berupa saham serta obligasi berarti perusahaan ini juga berutang lewat pasar modal, bukan hanya lewat bank.
Satu bagian lain di laman profil BEI yang jarang dibuka pemula adalah daftar pengurus dan pihak penunjangnya, padahal di sanalah pintu resmi untuk bertanya. Laman itu mencantumkan sekretaris perusahaan beserta telepon dan surat elektroniknya, dan sekretaris perusahaan adalah jabatan yang memang bertugas menjadi penghubung emiten dengan pemodal serta otoritas. Laman yang sama mencatat susunan 13 direktur, 8 komisaris, dan 3 anggota komite audit. Di sisi penunjang, laman Investor situs resmi perusahaan mendaftar PT Raya Saham Registra sebagai biro administrasi efek yang mengurus pencatatan pemegang saham, kantor akuntan publik anggota jaringan Deloitte sebagai auditor, PEFINDO sebagai lembaga pemeringkat, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai wali amanat obligasinya. Membiasakan diri mengenali empat peran itu berguna untuk emiten mana pun, karena masing-masing menerbitkan dokumen yang bisa kamu baca sendiri.
Halaman Tentang Kami juga mencatat dua aksi korporasi yang mengubah jumlah lembar sahamnya, yaitu pemecahan nilai saham dengan rasio 1:5 pada 2017 dan 1:4 pada 2022. Mekanisme pemecahan nilai saham beserta akibatnya pada jumlah lembar yang kamu pegang kami bahas terpisah di stock split, dan aksi korporasi lain yang menambah lembar saham ada di right issue. Membiasakan diri memeriksa riwayat aksi korporasi menyelamatkanmu dari salah membandingkan angka per saham antar periode.
Bisnis apa yang kamu beli lewat TPIA
Halaman Tentang Kami menyebut Chandra Asri Group berdiri pada 1992 dan menjadi pionir dalam pengoperasian naphtha cracker di Indonesia, memproduksi bahan baku utama untuk industri seperti olefin, polyolefin, styrene monomer, dan butadiene. Halaman yang sama menyatakan peran memasok bahan baku penting itu menegaskan statusnya sebagai objek vital nasional bagi berbagai industri Indonesia.
Supaya konkret, begini rantainya. Nafta masuk ke cracker, dipecah menjadi ethylene dan propylene, lalu diolah lagi menjadi polyethylene dan polypropylene yang menjadi bahan kemasan, pipa, dan komponen plastik. Butadiene menjadi bahan karet sintetis, dan halaman resminya mencatat kemitraan dengan Compagnie Financiere Michelin pada 2013 untuk mendirikan PT Synthetic Rubber Indonesia dengan kapasitas 120 KTA. Styrene monomer menjadi bahan turunan lain, sementara pabrik CA-EDC memproduksi kaustik soda dan etilena diklorida.
| Fasilitas atau produk | Kapasitas tahunan menurut laman resmi |
|---|---|
| Ethylene dari naphtha cracker | 900 KTA |
| Propylene | 490 KTA |
| Pygas | 418 KTA |
| Mixed C4 | 330 KTA |
| Polyethylene (total setelah pabrik 2019) | 736 KTA |
| Polypropylene (tiga train) | 590 KTA |
| Styrene monomer (dua train) | 340 KTA |
| Butadiene | 137 KTA |
| MTBE | 128 KTA |
| Butene-1 | 43 KTA |
Singkatan KTA di tabel itu berarti kilo ton per annum, yaitu ribu ton per tahun. Halaman Tentang Kami merangkum totalnya sebagai 4,2 juta ton produk kimia per tahun, dengan lebih dari 2.000 karyawan dan 33 tahun pengalaman pada saat kami mengaksesnya.
Yang perlu kamu tanam sebagai kebiasaan membaca: satu lembar TPIA bukan kepemilikan atas satu produk, melainkan atas induk sebuah grup. Laman profil BEI mendaftar 42 anak perusahaan, tersebar di Indonesia, Singapura, Australia, dan Shanghai, dengan bidang usaha mulai dari petrokimia, kilang, holding investasi, perdagangan besar, angkutan laut, pergudangan, industri listrik, sampai pengolahan air. Sebagian di antaranya berstatus Beroperasi dan sebagian lagi masih Tahap Pengembangan.

Siklus margin: kenapa laba emiten petrokimia bergerak sendiri
Ini bagian yang paling menentukan kalau kamu ingin membaca emiten petrokimia dengan benar, dan ia jarang dijelaskan pelan-pelan.
Halaman Solusi Kimia menyatakan naphtha cracker perseroan menggunakan nafta sebagai bahan baku utama dan dapat menggunakan bahan baku alternatif seperti LPG dan kondensat. Halaman Bisnis Kami menambahkan bahwa kegiatan perdagangan lewat PT Chandra Asri Trading Co. dan PT Chandra Asri Capital sangat penting terutama untuk memfasilitasi impor bahan baku utama seperti nafta dan bahan kimia lainnya.
Dua kalimat resmi itu sudah cukup untuk membangun kerangkanya. Bahan bakunya dibeli, sebagian diimpor, dan harganya mengikuti pasar global. Produknya dijual, dan harganya juga mengikuti pasar regional. Perusahaan tidak menetapkan harga di kedua sisi. Yang tersisa untuknya adalah jarak antara harga jual produk dan harga beli bahan baku, dan jarak itulah yang biasa disebut margin atau spread. Ketika jaraknya lebar, laba melompat. Ketika jaraknya menyempit, laba bisa hilang meski pabrik berjalan penuh dan volume penjualan tidak turun.
Ada tiga akibat praktis yang perlu kamu terima sebagai bagian dari karakter emiten seperti ini.
Pertama, volume bukan penentu tunggal. Pabrik yang beroperasi penuh tidak menjamin laba, karena laba lahir dari jarak harga, bukan dari jumlah ton.
Kedua, arah pergerakannya sering ditentukan hal yang jauh dari Indonesia. Harga nafta bergerak mengikuti pasar minyak dan produk turunannya, sedangkan harga polimer bergerak mengikuti permintaan manufaktur regional serta tambahan kapasitas pabrik baru di kawasan. Keduanya bisa bergerak ke arah yang tidak menguntungkan pada waktu yang sama.
Ketiga, mata uangnya bukan rupiah. Ikhtisar keuangan resmi Chandra Asri disajikan dalam dolar Amerika Serikat, dan itu bukan pilihan gaya. Ia menandakan bahwa pendapatan dan sebagian besar biayanya memang bergerak dalam mata uang itu, sehingga nilai tukar ikut menjadi variabel yang perlu kamu sadari.
Membaca ikhtisar keuangan enam tahun tanpa terjebak satu angka
Laman Investor di situs resmi Chandra Asri menyajikan ikhtisar keuangan konsolidasian enam tahun dalam ribuan dolar Amerika Serikat. Kami sajikan ulang barisnya yang paling berguna untuk pemula, dalam satuan juta dolar supaya lebih mudah dibaca, dan kolom marjin laba kotor adalah hitungan kami sendiri dari dua baris di tabel resmi itu, yaitu laba kotor dibagi pendapatan bersih.
| Tahun | Pendapatan bersih | Laba (rugi) kotor | Marjin laba kotor (hitungan kami) | EBITDA | Laba (rugi) bersih |
|---|---|---|---|---|---|
| 2025 | USD7.020,0 juta | minus USD42,5 juta | sekitar minus 0,6% | USD1.657,8 juta | USD1.448,0 juta |
| 2024 | USD1.785,4 juta | USD48,3 juta | sekitar 2,7% | USD76,1 juta | minus USD57,3 juta |
| 2023 | USD2.159,9 juta | USD81,8 juta | sekitar 3,8% | USD130,0 juta | minus USD31,5 juta |
| 2022 | USD2.384,6 juta | minus USD11,0 juta | sekitar minus 0,5% | USD5,3 juta | minus USD149,4 juta |
| 2021 | USD2.580,4 juta | USD345,0 juta | sekitar 13,4% | USD356,2 juta | USD151,9 juta |
| 2020 | USD1.806,4 juta | USD165,1 juta | sekitar 9,1% | USD186,7 juta | USD51,5 juta |
Tabel itu mengajarkan empat hal sekaligus, dan tidak satu pun berupa penilaian bagus atau buruk.
Pertama, siklusnya nyata dan tajam. Marjin laba kotor bergerak dari sekitar 13,4% pada 2021 ke wilayah negatif pada 2022, padahal pendapatannya justru turun tipis saja. Itulah gambaran paling jelas tentang jarak harga yang menyempit.
Kedua, pendapatan besar tidak otomatis berarti laba kotor. Pada 2025 pendapatan bersihnya melompat hampir empat kali lipat dibanding 2024, tetapi laba kotornya tercatat negatif. Situs resminya menjelaskan sumber lompatan itu, yaitu akuisisi Energy and Chemicals Park milik Shell di Singapura pada 2025 lewat perusahaan patungan CAPGC Pte. Ltd. bersama Glencore, yang kini bernama Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. dan mencakup kilang minyak berkapasitas 237.000 barel per hari, ethylene cracker 1,1 juta metrik ton di Pulau Bukom, serta aset kimia hilir di Pulau Jurong. Menambahkan kilang berkapasitas sebesar itu menaikkan pendapatan sekaligus menaikkan biaya pendapatan.
Ketiga, laba bersih dan laba kotor bisa bergerak ke arah berbeda, dan itu tanda kamu harus membaca lebih dalam. Pada 2025 laba kotornya negatif tetapi laba bersih tahun berjalan tercatat USD1.448,0 juta. Artinya sumber laba tahun itu bukan dari margin operasi. Kami sengaja tidak menebak dari mana asalnya, karena satu-satunya tempat yang benar untuk mengetahuinya adalah laporan keuangan auditan beserta catatan atas laporan keuangan yang tersedia di menu Investor situs resminya. Kebiasaan ini berlaku untuk emiten mana pun, bukan hanya TPIA.
Keempat, perhatikan pemisahan pemilik. Tabel resmi memisahkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepada kepentingan non-pengendali. Untuk 2025, bagian kepentingan non-pengendali tercatat USD357,9 juta, naik jauh dari USD11,9 juta pada 2024. Sebagai pemegang saham TPIA, yang menjadi bagianmu adalah baris pemilik entitas induk, bukan total labanya. Tabel yang sama juga mencantumkan laba per saham dasar, yaitu USD0,0153 untuk 2025 dan angka negatif untuk tiga tahun sebelumnya. Ingat bahwa laba per saham bukan harga saham, dan artikel ini tidak membahas harga.

Sifat padat modal dan apa artinya bagi pemegang saham
Bisnis ini menuntut aset besar sebelum menghasilkan apa pun, dan ikhtisar keuangan resminya memperlihatkan itu tanpa perlu tafsir. Jumlah aset naik dari USD5.658,9 juta pada 2024 menjadi USD12.322,7 juta pada 2025, sementara jumlah liabilitas naik dari USD2.726,1 juta menjadi USD7.665,8 juta dan jumlah ekuitas dari USD2.932,7 juta menjadi USD4.656,9 juta. Baris rasio pada tabel resmi yang sama mencatat rasio liabilitas terhadap ekuitas 1,7 kali untuk 2025 dan 0,9 kali untuk 2024.
Bacaan sederhananya begini. Ketika sebuah grup menambah aset sebesar itu dalam satu tahun, pendanaannya datang dari kombinasi utang dan ekuitas, dan struktur modalnya berubah. Utang membuat laba bisa melompat lebih tinggi saat margin membaik, tetapi juga membuat beban bunga tetap harus dibayar saat margin menyempit. Pada emiten yang labanya bersiklus, kombinasi itu memperbesar amplitudo di kedua arah.
Sifat padat modal juga terlihat dari proyek yang belum menghasilkan. Daftar anak perusahaan pada laman profil BEI mencantumkan sejumlah entitas berstatus Tahap Pengembangan, antara lain PT Chandra Asri Alkali di bidang khlor dan alkali serta PT Chandra Asri Perkasa di bidang petrokimia. Halaman Tentang Kami menyebut PT Chandra Asri Perkasa sebagai kompleks petrokimia terintegrasi global kedua yang dikembangkan bersama ThaiOil sejak 2021, dan mencatat pabrik CA-EDC masuk daftar Proyek Strategis Nasional pada 2025. Proyek seperti ini menyerap belanja modal lebih dulu dan baru menambah pendapatan bertahun-tahun kemudian.
Sisi infrastruktur grup ini dijalankan entitas terpisah, dan cukup satu paragraf untuk menempatkannya. Halaman Bisnis Kami menyebut solusi infrastruktur dimotori PT Chandra Daya Investasi, entitas khusus yang berinvestasi serta mengelola aset energi, air, kepelabuhanan, penyimpanan, dan logistik, termasuk PT Krakatau Chandra Energi yang mengoperasikan pembangkit listrik berkapasitas 120 MW di Cilegon. Laman profil BEI mencatat kepemilikan TPIA di entitas itu sebesar 60%, halaman Tentang Kami mencatat pendiriannya pada 2023 beserta masuknya investasi USD194 juta dari EGCO Group untuk 30% sahamnya, dan mencatat entitas itu menyelesaikan penawaran umum perdana pada 2025. Fokusnya berbeda dari TPIA: yang satu petrokimia, yang satu infrastruktur, dan artikel ini tidak membedah entitas infrastruktur itu.

Struktur pemegang saham dan siapa pengendalinya
Laman profil perusahaan tercatat BEI menampilkan komposisi berikut saat kami mengaksesnya pada 9 September 2026. Dua baris diberi penanda pengendali, dan itu informasi yang penting untuk memahami siapa yang menentukan arah perusahaan.
| Pemegang saham | Porsi | Catatan |
|---|---|---|
| PT Barito Pacific Tbk | 34,63% | Ditandai sebagai pengendali |
| Masyarakat non warkat | 29,41% | Kepemilikan publik tanpa warkat |
| SCG Chemicals Public Company Limited | 15,71% | Pemegang saham di atas 5% |
| PT Top Investment Indonesia | 15,00% | Pemegang saham di atas 5% |
| Prajogo Pangestu | 5,03% | Ditandai sebagai pengendali |
| Saham treasury | 0,05% | Saham yang dipegang perusahaan sendiri |
Halaman Tentang Kami memberi latar belakangnya. Chandra Asri Group disebut sebagai bagian dari Barito Pacific Group yang memiliki saham mayoritas di perusahaan ini. Pada 2011 perusahaan menjalin kemitraan dengan Siam Cement Group, yang lewat anak perusahaannya SCG Chemicals kini menjadi salah satu pemegang saham utama, dan halaman itu mencatat SCG Chemicals menguasai 30% saham perseroan pada September 2011. Pada 2021 perusahaan bermitra dengan ThaiOil Public Company Limited sebagai investor strategis.
Ada dua hal yang perlu kamu pahami tanpa emosi. Pertama, kehadiran pemegang saham pengendali dan mitra strategis industri memberi kestabilan arah serta akses teknologi, tetapi juga berarti keputusan besar ditentukan pihak yang porsinya jauh lebih besar daripada porsi publik. Kedua, porsi masyarakat non warkat sebesar 29,41% menentukan seberapa banyak saham yang benar-benar berpindah tangan di pasar. Konsep saham treasury, yaitu saham yang dipegang perusahaan sendiri sehingga tidak ikut menerima dividen maupun hak suara, layak kamu ingat karena ia mengurangi jumlah saham beredar efektif.
Dividen dan obligasi TPIA menurut data resmi
Tabel dividen pada laman profil perusahaan tercatat BEI memuat satu entri saat kami mengaksesnya: tahun buku 2025, dividen tunai total USD30.000.000, tanggal cum 25 Mei 2026, tanggal ex 26 Mei 2026, dan tanggal pembayaran 17 September 2026. Kolom dividen per saham pada entri itu tidak terisi, jadi kami tidak menghitung apa pun darinya.
Perlakukan data itu apa adanya. Satu entri bukan riwayat, dan riwayat pun bukan janji. Konsep dividen beserta mekanisme tanggal cum dan tanggal pembayaran kami bahas terpisah di dividen adalah, sementara potongan pajaknya di pajak dividen. Kalau kamu ingin melihat contoh emiten dengan kebijakan dividen yang diumumkan rinci beserta rasio pembayarannya, bandingkan dengan saham Telkom dan saham BRI.
Sisi utangnya juga terbuka untuk dibaca. Laman profil BEI mencantumkan tiga seri obligasi berikut.
| Seri | Dicatatkan | Jatuh tempo | Kupon | Peringkat |
|---|---|---|---|---|
| Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2022 Seri A | 10 Agustus 2022 | 9 Agustus 2027 | 8,0% | idAA- |
| Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2022 Seri B | 10 Agustus 2022 | 9 Agustus 2029 | 8,6% | idAA- |
| Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2022 Seri C | 10 Agustus 2022 | 9 Agustus 2032 | 9,3% | idAA- |
Ketiganya memakai wali amanat PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Halaman Tentang Kami mencatat perseroan memperoleh predikat idAA- dari PEFINDO pada 2024, dan laman Investor mencantumkan PEFINDO sebagai lembaga pemeringkatnya. Cara membaca instrumen surat utang beserta arti peringkatnya kami jelaskan di obligasi adalah. Sebagai calon pemegang saham, keberadaan obligasi ini berguna karena ia memberimu sudut pandang kedua: pemegang obligasi dibayar lebih dulu daripada pemegang saham, sehingga beban bunga adalah biaya yang mendahului labamu.
Risiko yang khas emiten petrokimia
Risiko pertama sudah dibahas panjang di atas, yaitu siklus margin. Yang perlu ditambahkan di sini adalah konsekuensinya pada horizon waktumu. Satu siklus margin bisa berlangsung beberapa tahun, dan tabel enam tahun di atas memperlihatkan periode dengan laba kotor negatif dua kali. Uang yang kamu tempatkan di emiten seperti ini harus uang yang siap menunggu, bukan dana darurat atau kebutuhan bulanan.
Risiko kedua adalah konsentrasi sektor. Memegang satu emiten berarti nasib portofoliomu menumpang pada satu perusahaan dan satu rantai industri. Pada emiten barang baku, satu pelemahan permintaan manufaktur bisa menekan hampir seluruh lini produknya sekaligus, karena semuanya berasal dari cracker yang sama. Prinsip menyebar risiko tetap berlaku, dan langkah pertamanya biasanya bukan menambah emiten, melainkan menyesuaikan porsi lewat kerangka seperti aturan 50 30 20 dan memeriksa kesiapan lewat financial check up.
Risiko ketiga adalah mata uang dan bahan baku impor. Karena laporannya dalam dolar dan bahan baku utamanya diimpor, pergerakan nilai tukar serta harga energi global masuk ke dalam hitungan labanya. Ini berbeda dari emiten yang pendapatan dan biayanya sepenuhnya rupiah.
Risiko keempat adalah risiko eksekusi proyek. Beberapa anak perusahaan masih berstatus Tahap Pengembangan, dan proyek besar bisa tertunda, membengkak biayanya, atau selesai pada saat siklus harga sedang buruk.
Risiko kelima adalah risiko yang paling sering diabaikan, yaitu perilaku diri sendiri. Saham bukan simpanan, dan tidak ada pihak yang menjamin nilainya. Program penjaminan simpanan yang dijelaskan di penjaminan LPS berlaku untuk simpanan di bank seperti tabungan dan deposito, bukan untuk saham. Mekanisme pengaman di bursa juga bukan pengaman nilai, melainkan pengaman ketertiban perdagangan, seperti batas penolakan otomatis di auto rejection saham dan papan pemantauan khusus di FCA saham.
Cara mengecek dan memantau TPIA sendiri
- Mulai dari laman profil perusahaan tercatat di situs bursa. Di sana ada nama resmi, papan pencatatan, klasifikasi sektor, daftar pemegang saham, daftar anak perusahaan, dan daftar efek yang tercatat. Ini rujukan pertama, bukan berita.
- Lanjutkan ke menu Investor di situs resmi perusahaan. Ikhtisar keuangan enam tahun ada di sana, dan laporan keuangan berkala beserta laporan tahunannya bisa kamu unduh untuk membaca catatan atas laporan keuangannya.
- Bandingkan marjin, bukan hanya laba. Ambil pendapatan bersih dan laba kotor beberapa tahun, hitung marjinnya, lalu cari penjelasan atas perubahannya di laporan manajemen.
- Pisahkan laba pemilik entitas induk dari total laba. Setelah grup ini menambah entitas yang tidak dimiliki 100%, dua angka itu bisa berbeda jauh.
- Cek apakah ada perubahan jumlah saham beredar. Riwayat pemecahan nilai saham 1:5 pada 2017 dan 1:4 pada 2022 mengubah dasar perbandingan angka per saham antar periode.
- Baca sisi utangnya. Peringkat, kupon, dan jatuh tempo obligasi memberi gambaran beban tetap yang mendahului laba pemegang saham.
- Pahami satuan perdagangannya sebelum eksekusi. Laman Jam dan Mekanisme Perdagangan BEI menyatakan satuan perdagangan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai adalah 100 efek atau kelipatannya, dan penyelesaian di Pasar Reguler jatuh pada hari bursa ke-2. Rinciannya ada di jam bursa saham dan cara beli saham.
- Pastikan infrastruktur rekeningmu benar. Kamu perlu rekening efek dan Rekening Dana Nasabah atas namamu sendiri, seperti dijelaskan di RDN adalah, dengan kepemilikan tercatat pada Sub Rekening Efek di KSEI. Sisi aplikasinya dibahas di cara main saham pemula di HP dan pilihan kanalnya di aplikasi saham terbaik.
- Waspadai tawaran titip dana. Nama emiten besar sering dicatut. Transaksi hanya lewat perusahaan sekuritas berizin OJK, dan tidak ada pihak yang bisa menjamin keuntungan saham. Kalau kamu tertarik pada emiten yang baru masuk bursa, mekanismenya ada di cara beli saham IPO.
Perlakukan artikel ini sebagaimana niatnya, yaitu peta untuk belajar membaca satu emiten dari kelompok industri yang labanya bersiklus. Yang membuat emiten petrokimia menarik dipelajari bukan besarnya nama, melainkan betapa jelas ia memperlihatkan bahwa laba lahir dari jarak harga, bukan dari volume. Kalau setelah membaca ini kamu merasa belum siap memilih emiten sendiri, itu kesimpulan yang sehat, dan jalur yang lebih tersebar ada di investasi adalah serta di kanal reksadana. Panduan dasar lain bisa kamu lanjutkan di kanal saham, dan alat bantu hitungnya ada di halaman tools.
Artikel ini disusun sebagai edukasi, bukan nasihat keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual saham apa pun, dan tidak menjanjikan hasil. Kami tidak mencantumkan harga saham, target harga, maupun proyeksi kinerja. Data emiten, komposisi pemegang saham, kapasitas pabrik, dan angka keuangan dapat berubah, jadi verifikasi selalu pada laman resmi Bursa Efek Indonesia dan situs resmi perusahaan sebelum mengambil keputusan dengan uangmu. Baca juga disclaimer kami sebelum menggunakan informasi di situs ini.
TPIA itu saham perusahaan apa?
Kenapa nama perusahaannya berubah?
Apa yang sebenarnya diproduksi Chandra Asri?
Kenapa laba emiten petrokimia bisa naik turun tajam?
Kenapa pendapatan TPIA melonjak pada 2025?
Siapa pemegang saham pengendali TPIA?
Apakah TPIA membagikan dividen?
Apa hubungan TPIA dengan CDIA?
Apakah TPIA punya obligasi yang tercatat di bursa?
Apakah membeli saham TPIA dijamin siapa pun?
Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.
Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab
Sumber
BEI - Profil Perusahaan Tercatat TPIANama emiten PT Chandra Asri Pacific Tbk, kegiatan usaha utama Petrokimia, sektor Barang Baku, industri Barang Kimia, subindustri Barang Kimia Dasar, papan pencatatan Utama, tanggal pencatatan 26 Mei 2008, alamat Gedung Wisma Barito Pacific Tower A Lantai 7 Jalan Let Jend S. Parman Kav. 62-63 Jakarta Barat 11410, situs www.chandra-asri.com, efek tercatat berupa saham dan obligasi, sekretaris perusahaan Erri Dewi Riani, 13 direktur dan 8 komisaris, 42 anak perusahaan termasuk PT Chandra Daya Investasi 60% dan Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. 100%, pemegang saham PT Barito Pacific Tbk 34,63% (pengendali), SCG Chemicals Public Company Limited 15,71%, PT Top Investment Indonesia 15,00%, Prajogo Pangestu 5,03% (pengendali), Masyarakat Non Warkat 29,41%, Saham Treasury 0,05%, entri dividen tahun buku 2025 sebesar USD30.000.000 dengan tanggal cum 25 Mei 2026 dan pembayaran 17 September 2026, tiga seri Obligasi Berkelanjutan IV Chandra Asri Petrochemical Tahap I Tahun 2022 dicatatkan 10 Agustus 2022 dengan peringkat idAA- dan wali amanat PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, diakses 9 September 2026Chandra Asri - Tentang Kami (Siapa Kami)Berdiri 1992 sebagai pionir naphtha cracker di Indonesia, status objek vital nasional, bagian dari Barito Pacific Group, kemitraan SCG sejak 2011 dan ThaiOil sejak 2021, angka ringkas 33 tahun pengalaman, lebih dari 2.000 karyawan, dan 4,2 juta ton per tahun produk kimia; garis waktu tonggak termasuk merger Tri Polyta dan Chandra Asri 2011 menjadi PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, pemecahan nilai saham 1:5 pada 2017 dan 1:4 pada 2022, kemitraan Michelin 2013 mendirikan PT Synthetic Rubber Indonesia berkapasitas 120 KTA, perubahan nama menjadi PT Chandra Asri Pacific Tbk pada 2023, pendirian PT Chandra Daya Investasi 2023 beserta investasi USD194 juta dari EGCO Group untuk 30% sahamnya, peringkat idAA- dari PEFINDO dan masuk indeks MSCI Emerging Markets pada 2024, akuisisi Energy and Chemicals Park milik Shell di Singapura dan IPO CDI Group pada 2025, diakses 9 September 2026Chandra Asri - Bisnis Kami (Gambaran Umum)Empat pilar bisnis yaitu Energy, Chemical, Infrastructure, dan Trading; perusahaan patungan CAPGC Pte. Ltd. bersama Glencore dengan Chandra Asri sebagai mitra mayoritas, mengakuisisi Shell Energy and Chemicals Park Singapura yang kini menjadi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. mencakup kilang minyak 237.000 barel per hari, ethylene cracker 1,1 juta metrik ton di Pulau Bukom, dan aset kimia hilir di Pulau Jurong; bisnis infrastruktur dimotori PT Chandra Daya Investasi yang mengelola aset energi, air, kepelabuhanan, penyimpanan, dan logistik termasuk PT Krakatau Chandra Energi dengan pembangkit 120 MW di Cilegon; bisnis perdagangan lewat PT Chandra Asri Trading Co. dan PT Chandra Asri Capital untuk memfasilitasi impor bahan baku utama seperti nafta, diakses 9 September 2026Chandra Asri - Solusi KimiaNaphtha cracker memakai nafta sebagai bahan baku utama dengan alternatif LPG dan kondensat, kapasitas tahunan ethylene 900 KTA, propylene 490 KTA, pygas 418 KTA, dan mixed C4 330 KTA; polyethylene total 736 KTA setelah pabrik baru 400 KTA diresmikan 2019; polypropylene 590 KTA dalam tiga train; styrene monomer 340 KTA dalam dua train; butadiene 137 KTA; MTBE 128 KTA dan Butene-1 43 KTA sebagai yang pertama di Indonesia; pabrik CA-EDC memproduksi kaustik soda dan etilena diklorida; Pulau Aster Jurong mencakup lebih dari 60 hektare, diakses 9 September 2026Chandra Asri - Laman Investor (Ikhtisar Keuangan)Tabel ikhtisar keuangan konsolidasian 2020 sampai 2025 dalam ribuan dolar Amerika Serikat: pendapatan bersih, biaya pendapatan, laba (rugi) kotor, laba (rugi) bersih tahun berjalan beserta pemisahan pemilik entitas induk dan kepentingan non-pengendali, laba per saham dasar, jumlah aset, jumlah liabilitas, jumlah ekuitas, modal kerja bersih, dan EBITDA, plus baris rasio liabilitas terhadap ekuitas 1,7 untuk 2025 dan 0,9 untuk 2024; daftar lembaga penunjang berupa PT Raya Saham Registra sebagai biro administrasi efek, kantor akuntan publik anggota jaringan Deloitte, PEFINDO sebagai lembaga pemeringkat, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai wali amanat, diakses 9 September 2026BEI - Jam dan Mekanisme PerdaganganSatuan perdagangan round lot 100 efek di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, penyelesaian transaksi Pasar Reguler pada hari bursa ke-2 dan Pasar Tunai pada hari yang sama, diakses 9 September 2026KSEI - Administrasi Data Investor dan Sub Rekening EfekPrinsip pemisahan pencatatan aset nasabah lewat Sub Rekening Efek yang tercatat dalam C-BEST dan distribusi hasil aksi korporasi langsung ke Sub Rekening Efek yang berhak, diakses 9 September 2026Setiap angka dan klaim di artikel ini dirujuk ke sumber resmi di atas beserta tanggalnya.
Panduan lain yang berkaitan.
Agio Saham Adalah: Arti, Cara Menghitung, Pencatatan, dan Pajaknya
Apa Itu MSCI dalam Saham? Arti, Indeks MSCI Indonesia, dan Cara Saham Masuk
Saham Blue Chip Indonesia: Arti, Ciri, Hubungannya dengan LQ45, dan Risikonya
Masih ada yang ingin ditanyakan soal belajar saham? Ceritakan kondisimu, kami bantu arahkan langkah yang masuk akal.
Tanya via WhatsApp