Lompat ke konten
Belajar Saham

Saham MDKA (Merdeka Copper Gold): Profil Emiten untuk Pemula

MDKA saham adalah saham PT Merdeka Copper Gold Tbk, induk grup tambang tembaga dan emas. Pahami struktur grupnya, sumber pendapatannya, dan risikonya.

Tim Redaksi Uang Bijak14 menit bacaDitinjau Ahmad Thariq Syauqi
Bongkah batuan kuarsa putih dengan urat dan butiran emas kuning yang menyebar di permukaannya, di atas latar hitam
Contoh bijih emas dalam urat kuarsa, spesimen museum dari Grass Valley, California. Kadar logam per ton batuan seperti inilah yang menentukan apakah sebuah endapan layak ditambang. Foto: James St. John / Wikimedia Commons, CC BY 2.0

MDKA saham adalah kode empat huruf untuk saham PT Merdeka Copper Gold Tbk, sebuah perusahaan induk pertambangan logam dan mineral yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Artikel ini perlu membuka dengan tegas: isinya profil emiten untuk bahan belajar, bukan ajakan membeli atau menjual, dan bukan nasihat keuangan. Kami juga sengaja tidak menulis harga sahamnya, karena harga berubah setiap hari bursa dan angka apa pun yang dicetak di artikel akan cepat menyesatkan.

Yang akan kamu temukan di bawah adalah bisnis apa yang sebenarnya kamu ikut miliki lewat saham ini, mengapa strukturnya berlapis, dari mana pendapatan grupnya datang, dan cara membaca laporan keuangannya yang disajikan dalam dolar AS. Kalau kamu belum kenal konsep dasarnya, mulai dari saham adalah lalu analisis fundamental saham untuk cara membaca laporannya. Contoh membaca emiten lain sudah kami sediakan di saham telkom dan saham AMMN.

Seluruh keterangan di bawah dirujuk dari laman profil perusahaan tercatat di situs resmi Bursa Efek Indonesia, laman resmi PT Merdeka Copper Gold Tbk, serta laporan keuangan konsolidasian audit tahun 2025 milik perusahaan yang kami unduh langsung dari laman Bursa Efek Indonesia pada 9 September 2026. Tulisan ini bersifat edukasi, bukan nasihat keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual produk apa pun, dan tidak menjanjikan hasil.

Profil MDKA dan statusnya di Bursa Efek Indonesia

Sebelum melihat angka apa pun, lihat dulu identitas resminya. Laman profil perusahaan tercatat di situs Bursa Efek Indonesia mencatat nama emitennya PT Merdeka Copper Gold Tbk., kode MDKA, berada di Papan Utama, sektor Barang Baku, dengan industri Logam & Mineral dan subindustri Logam & Mineral Lainnya. Tanggal pencatatannya 19 Juni 2015, dan kantor pusatnya di Treasury Tower lantai 67-68, District 8 SCBD, Jakarta Selatan.

Kalimat kegiatan usaha utamanya patut kamu baca perlahan karena satu frasa di ujungnya menentukan cara membaca seluruh laporannya. Bursa menuliskannya sebagai pertambangan emas, perak, tembaga, nikel, dan mineral ikutan lainnya, industri dan kegiatan usaha terkait lainnya melalui perusahaan anak Perseroan. Frasa "melalui perusahaan anak" itulah yang membedakan emiten ini dari perusahaan yang menambang atas namanya sendiri.

Riwayat pendiriannya tercatat di catatan laporan keuangannya. Catatan 1a laporan keuangan konsolidasian audit tahun 2025 menyebut perusahaan didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 02 tanggal 5 September 2012 dengan nama PT Merdeka Serasi Jaya, dan akta itu mendapat pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Surat Keputusan No. AHU-48205.AH.01.01.Tahun 2012 tanggal 11 September 2012. Catatan yang sama menyebut perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Mei 2018.

Jalan masuknya ke bursa juga terdokumentasi. Catatan 1b menyebut pada 9 Juni 2015 perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan melalui surat No. S-237/D.04/2015 untuk melakukan penawaran umum saham perdana sebesar 419.650.000 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp100 setiap saham, dan sejak 19 Juni 2015 sahamnya resmi diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Perhatikan bahwa nilai nominal Rp100 itu angka akuntansi pada anggaran dasar, bukan harga pasar; keduanya sering tertukar di kepala pemula.

Data pencatatanKeterangan menurut sumber resmi
Nama emitenPT Merdeka Copper Gold Tbk.
Kode sahamMDKA
Papan pencatatanUtama
Sektor dan industriBarang Baku, Logam & Mineral, subindustri Logam & Mineral Lainnya
Tanggal pencatatan19 Juni 2015
Pernyataan Efektif OJK9 Juni 2015, surat No. S-237/D.04/2015
Jumlah saham IPO419.650.000 saham biasa atas nama
Nilai nominal per sahamRp100
Efek yang tercatatSaham dan obligasi
Mata uang penyajian laporanDolar AS

Papan Utama adalah papan pencatatan dengan syarat paling ketat, sehingga sering dipakai sebagai saringan pertama oleh pemodal institusi. Laman resmi perusahaan juga menyebut MDKA merupakan konstituen indeks IDX30 dan LQ45 Bursa Efek Indonesia, dua indeks yang berisi saham berkapitalisasi besar dan likuid. Kalau kamu ingin memahami apa arti masuk indeks acuan, konsep dasarnya bisa kamu baca bersama investasi adalah.

MDKA adalah perusahaan induk, bukan operator tambangnya sendiri

Inilah bagian yang paling sering salah dimengerti dan paling menentukan cara membaca angkanya. Catatan 1a laporan keuangan konsolidasian audit tahun 2025 menyebut bahwa sesuai Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan usaha perusahaan meliputi aktivitas perusahaan holding, dengan kegiatan utama kepemilikan dan penguasaan aset dari sekelompok entitas anaknya termasuk yang bergerak di bidang pertambangan, serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya. Jadi yang kamu beli lewat MDKA adalah kepemilikan atas induk grup, bukan atas satu tambang tertentu.

Catatan yang sama menyebut perusahaan merupakan entitas induk Grup dan tidak memiliki entitas induk terakhir tertentu. Lokasi kegiatan pertambangan dan perindustrian grup tersebar melalui entitas anak, yaitu di Banyuwangi, Pulau Wetar, Gorontalo, Konawe, dan Morowali. Catatan 1e memerinci struktur grupnya dan membaginya menjadi kepemilikan langsung serta kepemilikan tidak langsung, lengkap dengan persentase kepemilikan efektif perusahaan.

Entitas anakJalur kepemilikanKepemilikan efektif per 31 Desember 2025
PT Merdeka Energi Nusantara (MEN)Langsung99,99 persen
PT Bumi Suksesindo (BSI)Langsung99,89 persen
PT Merdeka Gold Resources Tbk (MGR)Langsung57,66 persen, turun dari 62,73 persen pada 2024
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)Tidak langsung melalui MEN50,04 persen
PT Merdeka Industri Mineral (MIN)Tidak langsung melalui MBMA dan MEN50,04 persen
PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI)Tidak langsung melalui BPI40,03 persen
PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM)Tidak langsung melalui MIN25,52 persen

Angka-angka itu menjelaskan satu hal penting. Ketika kepemilikan efektif sebuah anak usaha berada jauh di bawah 100 persen, seluruh pendapatan dan asetnya tetap ikut dikonsolidasi karena grup mengendalikannya, tetapi labanya harus dibagi dengan pemegang saham lain di anak usaha itu. Bagian yang bukan milik induk disebut kepentingan nonpengendali, dan pengaruhnya pada laporan MDKA sangat besar, seperti akan kamu lihat di bagian laba rugi nanti.

Salah satu entitas dalam struktur itu adalah PT Merdeka Battery Materials Tbk, yang menurut Catatan 1e dimiliki secara tidak langsung melalui PT Merdeka Energi Nusantara dengan kepemilikan efektif 50,04 persen pada 31 Desember 2025 dan tercatat mulai beroperasi komersial pada 2023. Laman resmi PT Merdeka Copper Gold Tbk menjelaskan bahwa MBMA mengoperasikan tambang dan fasilitas pengolahan nikel yang terintegrasi dengan kawasan industri di Sulawesi, dengan pasokan bijih nikel utamanya dari Tambang Sulawesi Cahaya Mineral di Konawe, Sulawesi Tenggara, dan pemrosesan di Indonesia Morowali Industrial Park, Sulawesi Tengah. MBMA sendiri adalah perusahaan publik terpisah dengan kode sahamnya sendiri di Bursa Efek Indonesia, jadi cukup kamu pahami posisinya sebagai bagian struktur grup MDKA dan bukan sebagai obyek pembahasan artikel ini.

Dua peti kayu bersekat berisi potongan inti bor batuan kelabu yang ditata memanjang per baris dan diberi label kedalaman
Satu kode saham bisa berisi beberapa usaha berbeda dengan porsi kepemilikan yang tidak sama. Foto: kallerna / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Tiga tambang yang beroperasi dan satu proyek besar yang belum berproduksi

Laman resmi PT Merdeka Copper Gold Tbk menyebut grup ini mengoperasikan tiga tambang. Ketiganya berada di pulau yang berbeda, dan mengetahui sebarannya membantumu memahami mengapa risiko operasionalnya tidak menumpuk di satu tempat.

Tambang Emas Tujuh Bukit berada di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sekitar 65 kilometer ke arah tenggara Kota Banyuwangi. Laman resminya menyebut tambang ini dikelola PT Bumi Suksesindo, memakai metode pelindian atau heap leach, memiliki izin operasi dan produksi sejak 2012, mulai beroperasi pada 2016, dan menghasilkan emas perdana pada 2017. Pada tahun yang sama tambang ini ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional. Angka mulai beroperasi komersial Mei 2017 untuk PT Bumi Suksesindo yang tercatat di Catatan 1e laporan keuangan sejalan dengan keterangan itu.

Tambang Tembaga Wetar berada di Desa Lurang, Kecamatan Wetar Utara, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. Laman resminya menyebut tambang ini satu-satunya di Indonesia yang menghasilkan katoda tembaga secara langsung, dioperasikan oleh PT Batutua Kharisma Permai sebagai pemegang izin usaha pertambangan dan PT Batutua Tembaga Raya sebagai pemegang izin usaha industri, dan diakuisisi pada 2018. Terkait aset ini, grup mengembangkan Pabrik AIM yang berkepanjangan Acid, Iron, Metal di Indonesia Morowali Industrial Park, Sulawesi Tengah, dikelola PT Merdeka Tsingshan Indonesia, untuk mengolah pirit dari Wetar menjadi produk bernilai tambah seperti asam sulfat, pelet bijih besi, dan katoda tembaga.

Tambang Emas Pani berada di Desa Hulawa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Laman resminya menyebut tambang terbuka ini dikelola PT Merdeka Gold Resources Tbk, memulai penambangan pada 1 Oktober 2025, dan menghasilkan emas perdana pada kuartal pertama 2026. Pengembangannya bertahap: fase awal memakai metode heap leach berkapasitas 8 juta ton bijih per tahun dengan rencana peningkatan menjadi 10 juta ton per tahun, lalu tahap berikutnya mencakup fasilitas Carbon-in-Leach berkapasitas 12 juta ton bijih per tahun. Laman itu juga memuat proyeksi produksi perusahaan pada kapasitas penuh, dan angka proyeksi itu sengaja tidak kami kutip di sini karena situs ini tidak menerbitkan proyeksi kinerja.

AsetLokasiStatus menurut laman resmi
Tambang Emas Tujuh BukitBanyuwangi, Jawa TimurBeroperasi, emas perdana 2017, metode heap leach
Tambang Tembaga WetarPulau Wetar, Maluku Barat DayaBeroperasi, menghasilkan katoda tembaga langsung
Tambang Emas PaniPohuwato, GorontaloBeroperasi, penambangan dimulai 1 Oktober 2025
Proyek Tembaga Tujuh BukitDi bawah Tambang Emas Tujuh Bukit, BanyuwangiTahap pengembangan, sedang dalam Feasibility Study
Pabrik AIMIndonesia Morowali Industrial Park, Sulawesi TengahPengolahan pirit dari Wetar, dikelola PT Merdeka Tsingshan Indonesia

Satu aset lagi yang perlu kamu pahami secara terpisah adalah Proyek Tembaga Tujuh Bukit. Laman resminya menyebut proyek ini dimiliki 100 persen oleh perusahaan, terletak di bawah permukaan Tambang Emas Tujuh Bukit, eksplorasinya dimulai pada 2018, sudah melewati studi pra-kelayakan, dan kini sedang dimatangkan melalui Feasibility Study yang mencakup optimalisasi perencanaan tambang, program metalurgi, dan pengembangan infrastruktur. Artinya proyek ini belum menghasilkan pendapatan. Aset yang masih berupa proyek punya sifat yang berbeda dari tambang yang sudah berproduksi: ia menyerap belanja modal lebih dulu, dan manfaatnya bergantung pada keputusan pengembangan yang belum diambil.

Dari mana pendapatan grup ini sebenarnya datang

Nama emitennya menyebut copper dan gold, tetapi angka resminya menunjukkan gambaran yang lebih luas. Catatan 35 laporan keuangan konsolidasian audit tahun 2025 mencatat pendapatan grup terdiri dari penjualan emas, perak, katoda tembaga, nickel pig iron, nikel matte, dan bijih nikel limonit. Totalnya US$1.894.763.538 pada 2025, turun dari US$2.239.030.890 pada 2024. Penurunan itu sekitar 15,4 persen menurut hitungan kami dari dua angka tersebut.

Pemisahan tujuan penjualannya juga tercatat. Penjualan kepada pihak ketiga di dalam negeri US$1.336.920.471, ekspor US$554.468.383, dikurangi realisasi lindung nilai US$26.035.816, ditambah pendapatan lain-lain US$29.410.500. Adanya baris lindung nilai memberi petunjuk bahwa grup memakai instrumen lindung nilai atas penjualan logamnya, dan itu memang dibahas pada catatan tersendiri di laporan yang sama.

Sekarang bagian yang paling mengejutkan pembaca baru. Catatan 49 memecah pendapatan menurut proyek pertambangan, dan pemecahan itulah yang menunjukkan mesin pendapatan sesungguhnya.

Segmen operasiPendapatan 2025Porsi dari total menurut hitungan kami
Proyek NikelUS$1.434.519.209Sekitar 75,7 persen
Proyek Tujuh BukitUS$327.410.877Sekitar 17,3 persen
Proyek WetarUS$103.422.951Sekitar 5,5 persen
LainnyaUS$29.410.501Sekitar 1,6 persen
Total pendapatanUS$1.894.763.538100 persen

Jadi pada periode itu, tiga perempat pendapatan grup berasal dari segmen nikel, bukan dari tembaga maupun emas. Ini contoh bagus mengapa membaca catatan segmen jauh lebih informatif daripada membaca nama perusahaannya. Kalau kamu hanya membaca judulnya, kamu akan salah menebak apa yang menggerakkan pendapatannya.

Catatan 35 juga mengungkap tingkat konsentrasi pelanggan. Penjualan kepada pelanggan yang melebihi 10 persen dari penjualan bersih pada 2025 terdiri dari PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel sebesar US$670.425.243 dan Precious Metals Global Markets (HSBC) sebesar US$352.764.897. Dijumlahkan, dua pelanggan itu setara sekitar 54 persen pendapatan grup menurut hitungan kami. Konsentrasi seperti itu bukan pelanggaran apa pun dan wajar diungkap, tetapi ia adalah informasi risiko yang perlu kamu simpan.

Membaca laporan keuangan MDKA yang disajikan dalam dolar AS

Hal pertama yang wajib kamu perhatikan sebelum membaca angka apa pun: setiap halaman laporan keuangan konsolidasian audit tahun 2025 mencantumkan keterangan bahwa angkanya disajikan dalam Dolar AS kecuali dinyatakan lain. Konsekuensinya nyata. Kamu tidak bisa langsung membandingkan angkanya dengan emiten yang menyajikan laporan dalam Rupiah tanpa mengonversi, dan kurs yang dipakai untuk mengonversi juga berubah setiap hari. Kalau kamu ingin melihat bandingannya dengan emiten yang memakai Rupiah, ada contohnya di saham BRI dan saham BCA.

Pos laporan posisi keuangan31 Desember 202531 Desember 2024
Jumlah asetUS$5.707.420.613US$5.237.063.884
Jumlah liabilitasUS$2.782.564.483US$2.320.487.740
Jumlah ekuitasUS$2.924.856.130US$2.916.576.144
Ekuitas pemilik entitas indukUS$791.471.197US$922.132.556

Periksa keseimbangannya sendiri seperti yang kami ajarkan di analisis fundamental saham: US$2.782.564.483 ditambah US$2.924.856.130 menghasilkan US$5.707.420.613, sama dengan jumlah asetnya. Dari angka itu, rasio utang terhadap ekuitas keluar sekitar 0,95 kali menurut hitungan kami, dan aset tumbuh sekitar 9 persen dibanding akhir 2024.

Yang paling penting justru baris terakhir tabel. Dari total ekuitas US$2.924.856.130, bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hanya US$791.471.197, yaitu sekitar 27 persen. Sisanya, sekitar 73 persen, adalah kepentingan nonpengendali, yakni bagian pemegang saham lain di anak-anak usaha yang tidak dimiliki penuh. Ini konsekuensi langsung dari struktur grup yang kita bahas tadi.

Arus kasnya juga bercerita tentang fase pengembangan. Laporan arus kas mencatat kas neto dari aktivitas operasi US$263.854.321, kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi minus US$647.021.541, dan kas neto dari aktivitas pendanaan US$291.578.914. Kas dan setara kas pada akhir 2025 tercatat US$354.781.475, turun dari US$450.945.296 pada akhir 2024. Pola arus kas seperti ini, yaitu investasi yang jauh lebih besar daripada kas operasi dan ditopang pendanaan, khas perusahaan yang sedang membangun aset baru. Ia bukan tanda bagus atau buruk dengan sendirinya, tetapi ia menjelaskan mengapa perusahaan ini juga aktif mencari pendanaan.

Beberapa gundukan garam putih berbentuk kerucut dengan ukuran jelas berbeda, dinaungi rangka ban berjalan baja yang melintang di atasnya
Satu grup bisa punya beberapa sumber pendapatan dengan ukuran yang jauh dari seimbang. Foto: Pseudopanax / Wikimedia Commons, domain publik

Ketika laba grup positif tetapi bagian pemegang saham negatif

Bagian ini adalah pelajaran membaca paling berharga dari emiten ini, dan kami sampaikan sebagai cara membaca, bukan sebagai penilaian.

Baris laporan laba rugiTahun 2025Tahun 2024
Laba brutoUS$216.425.226US$176.352.889
Laba sebelum pajak penghasilanUS$32.215.606US$21.662.581
Laba tahun berjalanUS$16.150.350US$9.801.648
Bagian pemilik entitas indukMinus US$62.061.582Minus US$55.762.106
Bagian kepentingan nonpengendaliUS$78.211.932US$65.563.754
Laba per saham dasarMinus US$0,0025Minus US$0,0023

Baca dari bawah ke atas supaya logikanya jelas. Laba tahun berjalan grup positif US$16.150.350. Tetapi ketika laba itu dibagi, bagian pemilik entitas induk justru negatif US$62.061.582, sementara bagian kepentingan nonpengendali positif US$78.211.932. Jumlahkan keduanya dan kamu mendapat kembali US$16.150.350, jadi tidak ada angka yang hilang. Artinya laba grup pada periode itu sebagian besar tercipta di entitas anak yang porsi kepemilikan MDKA tidak penuh, sedangkan beban di tingkat induk dan di entitas lain menekan bagian induknya sampai negatif.

Konsekuensi praktisnya: laba per saham dasar pun tercatat negatif, yaitu minus US$0,0025 pada 2025 dan minus US$0,0023 pada 2024. Karena laba per saham negatif, rasio harga terhadap laba tidak bisa dihitung secara bermakna untuk periode tersebut. Ini contoh nyata mengapa rasio populer tidak selalu bisa dipakai dan mengapa kamu perlu tahu dari mana angkanya berasal, bukan hanya menyalinnya dari layar aplikasi.

Marjin laba brutonya sendiri sekitar 11,4 persen menurut hitungan kami, yaitu US$216.425.226 dibagi US$1.894.763.538. Cara menghitung rasio semacam ini kami bahas selangkah demi selangkah di analisis fundamental saham, dan cara membaca pembagian hasil ke pemegang saham ada di dividen adalah serta potongan pajaknya di pajak dividen.

Struktur pemegang saham dan porsi publiknya

Catatan 30 laporan keuangan konsolidasian audit tahun 2025 memuat susunan pemegang saham per 31 Desember 2025 berdasarkan laporan daftar pemegang saham dari PT Datindo Entrycom selaku Biro Administrasi Efek. Total saham tercatat 24.472.983.771 lembar.

Pemegang sahamJumlah sahamPersentase
Masyarakat12.370.206.13250,54 persen
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk4.739.493.06219,37 persen
PT Mitra Daya Mustika2.907.302.42111,88 persen
Garibaldi Thohir1.826.062.5547,46 persen
PT Suwarna Arta Mandiri1.347.254.7385,51 persen
Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi973.250.0003,98 persen
Saham treasuri56.081.7000,23 persen

Tiga hal yang perlu kamu catat dari tabel itu. Pertama, porsi masyarakat lebih dari separuh saham, sehingga sahamnya relatif tersebar dan itu salah satu alasan ia bisa masuk indeks likuid. Kedua, ada pemegang saham berupa pemerintah daerah, yaitu Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi, kabupaten tempat Tambang Emas Tujuh Bukit berada. Ketiga, ada baris saham treasuri, yaitu saham yang dibeli kembali oleh perusahaan sendiri dan karena itu tidak lagi beredar di tangan investor.

Perhatikan tanggalnya. Komposisi ini adalah potret 31 Desember 2025 pada dokumen yang kami akses 9 September 2026, dan komposisi pemegang saham bisa berubah kapan saja. Jangan mengutip angka ini sebagai kondisi hari ini; buka dokumen terbaru di kanal laporan resmi perusahaan atau di laman Bursa Efek Indonesia. Peristiwa yang mengubah jumlah saham beredar juga perlu kamu kenali, dan mekanismenya dibahas di stock split serta right issue.

Satu batu bulat besar berwarna cokelat kemerahan di latar depan, di tengah hamparan batu dan kerikil yang lebih kecil di tepi pantai berbukit hijau
Satu lembar saham induk hanya mewakili sebagian dari nilai yang tercatat di laporan konsolidasian grupnya. Foto: Richard Dorrell / Wikimedia Commons, CC BY-SA 2.0

MDKA menerbitkan obligasi, bukan hanya saham

Banyak pemula mengira emiten hanya berurusan dengan saham. Laman profil perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia menandai MDKA sebagai emiten yang punya efek berupa saham dan juga obligasi, dan penandaan itu bukan hiasan.

Catatan 1c laporan keuangan konsolidasian audit tahun 2025 memuat ringkasan penawaran umum obligasi yang diterbitkan perusahaan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat, dengan posisi sampai 31 Desember 2025. Daftarnya panjang, terdiri dari beberapa program penawaran umum berkelanjutan yang diterbitkan bertahap dalam Rupiah, dengan kolom status yang menunjukkan sebagian seri sudah lunas dan sebagian lain belum jatuh tempo. Kami tidak menyalin nominal per seri di sini karena daftarnya berubah setiap ada penerbitan atau pelunasan baru.

Untuk kamu sebagai pembaca, ada dua implikasi. Pertama, sebagai pemegang saham, kamu berada di urutan paling belakang dalam pembagian hak bila terjadi hal buruk, karena kewajiban kepada pemegang obligasi dan kreditur lain didahulukan. Konsep dasar surat utangnya bisa kamu baca di obligasi adalah. Kedua, perusahaan yang aktif menerbitkan obligasi berarti punya beban bunga yang harus dibayar terlepas dari naik turunnya harga komoditas, dan itu sebabnya baris beban keuangan di laporan laba rugi layak kamu perhatikan.

Risiko dan cara memantau MDKA sendiri dari sumber resmi

Risiko pertama dan paling mendasar: saham bukan simpanan. Menabung atau berdeposito di bank berada dalam cakupan program penjaminan yang dijelaskan di penjaminan LPS, sedangkan membeli saham perusahaan mana pun tidak dijamin siapa pun. Uang yang kamu tempatkan di saham harus uang yang siap berfluktuasi, bukan dana darurat atau kebutuhan bulanan. Periksa dulu kondisimu lewat financial check up dan kerangka alokasinya di aturan 50 30 20.

Risiko kedua khas emiten tambang. Pendapatan grup ini berasal dari komoditas yang harganya ditentukan pasar dunia, bukan oleh perusahaan. Karena pendapatan 2025 tercatat turun sekitar 15,4 persen dari 2024 sementara volume produksi tidak kami klaim di sini, kamu perlu memisahkan dua penyebab yang berbeda setiap kali membaca perubahan pendapatan tambang, yaitu perubahan harga dan perubahan volume. Keduanya dijelaskan manajemen di dokumen resminya, bukan di berita singkat. Emiten tambang lain dengan tantangan sejenis bisa kamu bandingkan di saham ITMG dan saham AMMN.

Risiko ketiga soal struktur. Karena bagian ekuitas pemilik entitas induk hanya sekitar 27 persen dari total ekuitas grup, angka konsolidasian yang tampak besar tidak seluruhnya mewakili kepentinganmu sebagai pemegang saham MDKA. Selalu cari baris atribusi pemilik entitas induk sebelum menyimpulkan apa pun.

Risiko keempat soal proyek. Proyek Tembaga Tujuh Bukit masih dalam tahap studi kelayakan menurut laman resminya, dan Tambang Emas Pani baru memulai penambangan pada 1 Oktober 2025. Aset yang belum berproduksi penuh menyerap belanja modal lebih dulu, dan itu terlihat pada arus kas investasi yang jauh melampaui arus kas operasi.

Risiko kelima soal konsentrasi pelanggan dan izin. Dua pelanggan menyumbang sekitar 54 persen pendapatan menurut hitungan kami dari Catatan 35, dan seluruh operasi bergantung pada izin usaha pertambangan serta izin usaha industri yang dipegang entitas anak. Perubahan pada satu pelanggan besar atau satu izin bisa terasa di angka grup.

Risiko keenam soal informasi menyesatkan. Nama emiten besar sering dicatut penawaran titip dana dengan janji hasil pasti. Pegang prinsip sederhana: transaksi hanya lewat perusahaan sekuritas berizin OJK, dan tidak ada pihak yang bisa menjamin keuntungan saham. Mekanisme peringatan bursa untuk saham bermasalah dibahas di FCA saham.

Cara memantaunya sendiri pendek. Buka laman profil perusahaan tercatat di situs Bursa Efek Indonesia untuk data pencatatan, unduh laporan keuangan periode terbaru di laman Laporan Keuangan dan Tahunan, lalu buka menu Investor di situs resmi perusahaan untuk laporan tahunan, laporan kegiatan kuartal, presentasi investor, dan keterbukaan informasi. Untuk harga dan likuiditas hariannya, gunakan aplikasi sekuritasmu atau laman data pasar resmi bursa, dan pahami dulu jam perdagangannya di jam bursa saham serta batas geraknya di auto rejection saham. Langkah teknis membuka rekeningnya ada di cara beli saham, fungsi rekening dananya di RDN adalah, dan pilihan aplikasinya di aplikasi saham terbaik.

Terakhir, perlakukan artikel ini sesuai niatnya: peta untuk belajar membaca satu emiten tambang, bukan sinyal transaksi dan bukan nasihat keuangan. Kalau kamu belum siap memilih emiten satu per satu, jalur yang lebih tersebar dibahas di reksadana atau saham dan ETF adalah. Lanjutkan belajar di kanal belajar saham Uang Bijak, tempat profil emiten lain juga bisa kamu telusuri satu per satu.

Pertanyaan yang sering diajukan
MDKA itu kode saham perusahaan apa?
MDKA adalah kode saham PT Merdeka Copper Gold Tbk di Bursa Efek Indonesia. Profil perusahaan tercatat di laman resmi Bursa Efek Indonesia menempatkannya di Papan Utama, sektor Barang Baku, dengan industri Logam & Mineral dan subindustri Logam & Mineral Lainnya. Tanggal pencatatannya 19 Juni 2015. Kegiatan usaha utamanya ditulis sebagai pertambangan emas, perak, tembaga, nikel, dan mineral ikutan lainnya, industri dan kegiatan usaha terkait lainnya melalui perusahaan anak Perseroan.
Apakah MDKA menambang sendiri atau lewat anak perusahaan?
Lewat anak perusahaan. Catatan atas laporan keuangan konsolidasian audit tahun 2025 yang kami unduh dari laman Bursa Efek Indonesia menyebut ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan menurut Pasal 3 Anggaran Dasarnya meliputi aktivitas perusahaan holding, yaitu kepemilikan dan penguasaan aset sekelompok entitas anaknya termasuk yang bergerak di bidang pertambangan, serta aktivitas konsultasi manajemen lainnya. Laporan yang sama menyebut lokasi kegiatan pertambangan dan perindustrian grup berada di Banyuwangi, Pulau Wetar, Gorontalo, Konawe, dan Morowali melalui entitas anak.
Tambang apa saja yang dioperasikan grup Merdeka?
Laman resmi PT Merdeka Copper Gold Tbk menyebut grup ini mengoperasikan tiga tambang, yaitu Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi Jawa Timur, Tambang Tembaga Wetar di Pulau Wetar Maluku Barat Daya, dan Tambang Emas Pani di Pohuwato Gorontalo yang dikelola anak usaha PT Merdeka Gold Resources Tbk. Selain itu grup sedang mempersiapkan Proyek Tembaga Tujuh Bukit yang berada di bawah permukaan tambang emasnya dan menurut laman resminya dimiliki 100 persen oleh perusahaan.
Kenapa laporan keuangan MDKA memakai dolar AS?
Karena itu mata uang penyajian yang dipilih perusahaan. Setiap halaman laporan keuangan konsolidasian audit tahun 2025 mencantumkan keterangan bahwa angkanya disajikan dalam Dolar AS kecuali dinyatakan lain. Konsekuensinya, kamu tidak bisa langsung membandingkan angkanya dengan emiten yang menyajikan laporan dalam Rupiah tanpa mengonversi lebih dahulu, dan kurs yang dipakai untuk mengonversi juga berubah setiap hari.
Dari mana sebagian besar pendapatan grup Merdeka datang?
Dari segmen nikel. Catatan segmen operasi pada laporan keuangan konsolidasian audit tahun 2025 memecah pendapatan grup menjadi Proyek Tujuh Bukit US$327.410.877, Proyek Wetar US$103.422.951, Proyek Nikel US$1.434.519.209, dan lainnya US$29.410.501, dengan total US$1.894.763.538. Jadi walaupun namanya Copper Gold, porsi terbesar pendapatan pada periode itu justru berasal dari segmen nikel.
Kenapa laba grup MDKA positif tetapi bagian pemegang sahamnya negatif?
Karena sebagian besar laba berasal dari entitas anak yang tidak dimiliki sepenuhnya. Pada laporan keuangan konsolidasian audit tahun 2025, laba tahun berjalan grup tercatat US$16.150.350, tetapi bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk minus US$62.061.582 sedangkan bagian kepentingan nonpengendali positif US$78.211.932. Angka bagian pemilik entitas induk itulah yang mewakili pemegang saham MDKA, dan laba per saham dasarnya juga tercatat negatif.
Siapa pemegang saham terbesar MDKA?
Menurut Catatan 30 laporan keuangan konsolidasian audit tahun 2025, yang mengutip daftar pemegang saham dari PT Datindo Entrycom sebagai Biro Administrasi Efek, komposisi per 31 Desember 2025 menempatkan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk sebagai pemegang saham tercatat terbesar dengan 4.739.493.062 saham atau 19,37 persen. Masyarakat memegang 12.370.206.132 saham atau 50,54 persen dari total 24.472.983.771 saham. Komposisi ini bisa berubah, jadi cek dokumen terbaru sebelum mengutipnya.
Apakah MDKA hanya menerbitkan saham?
Tidak. Laman profil perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia menandai MDKA sebagai emiten yang punya efek berupa saham dan obligasi. Catatan 1c laporan keuangan konsolidasian audit tahun 2025 memuat ringkasan penawaran umum obligasi yang diterbitkan perusahaan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat, dengan status per 31 Desember 2025 yang menunjukkan sebagian seri sudah lunas dan sebagian belum jatuh tempo.
Apakah harga saham MDKA dibahas di artikel ini?
Tidak, dan itu pilihan yang sengaja kami ambil. Harga saham berubah setiap hari bursa sehingga angka apa pun yang ditulis di artikel akan cepat menyesatkan. Untuk harga terkini, buka aplikasi sekuritasmu atau laman data pasar resmi Bursa Efek Indonesia. Artikel ini fokus pada hal yang berubah jauh lebih jarang, yaitu bisnis, struktur grup, dan cara membaca laporan resminya.
Apakah saham tambang cocok untuk pemula?
Cocok atau tidak ditentukan tujuan dan kesiapanmu, bukan oleh nama emitennya, dan artikel ini tidak memberi rekomendasi membeli atau menjual saham apa pun. Yang perlu kamu sadari, pendapatan emiten tambang sangat bergantung pada harga komoditas dunia yang tidak dikendalikan perusahaan, ditambah risiko izin, lingkungan, dan proyek pengembangan yang belum berproduksi. Pastikan dana daruratmu aman lebih dahulu dan pakai uang yang siap berfluktuasi.
Tentang penulis
Tim Redaksi Uang Bijak
Redaksi Editorial · Profil & kredensial

Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.

Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab

Sumber

Bursa Efek Indonesia - Profil Perusahaan Tercatat MDKANama emiten PT Merdeka Copper Gold Tbk., kode MDKA, Papan Utama, sektor Barang Baku, industri Logam & Mineral, subindustri Logam & Mineral Lainnya, kegiatan usaha utama pertambangan emas perak tembaga nikel dan mineral ikutan lainnya melalui perusahaan anak, tanggal pencatatan 19 Juni 2015, alamat Treasury Tower lantai 67-68 District 8 SCBD Jakarta Selatan, penanda efek emiten berupa saham dan obligasi, diakses 9 September 2026Bursa Efek Indonesia - Laporan Keuangan Audit Tahun 2025 PT Merdeka Copper Gold TbkLaporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, disajikan dalam Dolar AS. Catatan 1a: pendirian dengan Akta No. 02 tanggal 5 September 2012 dengan nama PT Merdeka Serasi Jaya, pengesahan Menkumham No. AHU-48205.AH.01.01.Tahun 2012 tanggal 11 September 2012, ruang lingkup Pasal 3 Anggaran Dasar sebagai perusahaan holding dan konsultasi manajemen, mulai beroperasi komersial Mei 2018, lokasi entitas anak di Banyuwangi Pulau Wetar Gorontalo Konawe Morowali, Perusahaan adalah entitas induk Grup tanpa entitas induk terakhir. Catatan 1b: Pernyataan Efektif OJK 9 Juni 2015 surat No. S-237/D.04/2015 untuk IPO 419.650.000 saham biasa dengan nilai nominal Rp100, saham diperdagangkan di BEI sejak 19 Juni 2015. Catatan 1c: penawaran umum obligasi dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat. Catatan 1e: persentase kepemilikan efektif MEN 99,99%, BSI 99,89% dengan mulai komersial Mei 2017, MGR 57,66% dari 62,73% pada 2024, MBMA 50,04% melalui MEN, MIN 50,04%, BPI 50,04%, MTI 40,03%, SCM 25,52%, ZHN 25,07%. Catatan 30: total 24.472.983.771 saham dan komposisi pemegang saham per 31 Desember 2025 menurut daftar dari PT Datindo Entrycom. Catatan 35: pendapatan 1.894.763.538 pada 2025 dan 2.239.030.890 pada 2024, domestik 1.336.920.471, ekspor 554.468.383, realisasi lindung nilai negatif 26.035.816, pelanggan di atas 10% yaitu PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel 670.425.243 dan Precious Metals Global Markets (HSBC) 352.764.897. Catatan 49: segmen Proyek Tujuh Bukit 327.410.877, Proyek Wetar 103.422.951, Proyek Nikel 1.434.519.209, lainnya 29.410.501. Laporan posisi keuangan: aset 5.707.420.613, liabilitas 2.782.564.483, ekuitas 2.924.856.130, ekuitas pemilik induk 791.471.197. Laba rugi: laba bruto 216.425.226, laba sebelum pajak 32.215.606, laba tahun berjalan 16.150.350, bagian pemilik induk negatif 62.061.582, bagian nonpengendali 78.211.932, laba per saham dasar negatif 0,0025. Arus kas: operasi 263.854.321, investasi negatif 647.021.541, pendanaan 291.578.914, kas akhir 354.781.475. Diunduh dan diakses 9 September 2026Merdeka Copper Gold - Tentang MerdekaPerusahaan induk pertambangan logam dan mineral berkantor pusat di Jakarta, mengeksplorasi dan memproduksi emas perak tembaga dan mineral lain melalui anak perusahaan di tiga pulau, tiga tambang yang dioperasikan, persiapan Proyek Tembaga Tujuh Bukit, pengembangan PT Merdeka Battery Materials Tbk, berdiri 2012 dan menjadi perusahaan publik 2015 dengan kode saham MDKA, peringkat A ESG MSCI sejak 2023, konstituen indeks IDX30 dan LQ45, diakses 9 September 2026Merdeka Copper Gold - Tambang Emas Tujuh BukitTambang emas metode heap leach yang dikelola PT Bumi Suksesindo di Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, izin operasi dan produksi sejak 2012, mulai beroperasi 2016 dan emas perdana 2017, ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional pada tahun yang sama, sekitar 65 km tenggara Kota Banyuwangi, diakses 9 September 2026Merdeka Copper Gold - Proyek Tembaga Tujuh BukitProyek tembaga-emas bawah tanah yang masih dalam tahap pengembangan, kepemilikan 100 persen oleh perusahaan, berada di bawah Tambang Emas Tujuh Bukit, eksplorasi dimulai 2018, sudah melewati studi pra-kelayakan dan sedang dalam Feasibility Study, diakses 9 September 2026Merdeka Copper Gold - Tambang Tembaga WetarDioperasikan PT Batutua Kharisma Permai sebagai pemegang izin usaha pertambangan dan PT Batutua Tembaga Raya sebagai pemegang izin usaha industri, berlokasi di Desa Lurang Kecamatan Wetar Utara Kabupaten Maluku Barat Daya Provinsi Maluku, diakuisisi pada 2018, Pabrik AIM di Indonesia Morowali Industrial Park dikelola PT Merdeka Tsingshan Indonesia mengolah pirit dari Wetar, diakses 9 September 2026Merdeka Copper Gold - Tambang Emas PaniTambang terbuka di Desa Hulawa Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo yang dikelola PT Merdeka Gold Resources Tbk, memulai penambangan 1 Oktober 2025 dan emas perdana pada kuartal pertama 2026, fase awal heap leach berkapasitas 8 juta ton bijih per tahun dengan rencana peningkatan ke 10 juta ton dan tahap Carbon-in-Leach 12 juta ton, diakses 9 September 2026Merdeka Copper Gold - Merdeka Battery MaterialsPT Merdeka Battery Materials Tbk menjadi perusahaan publik pada 2023, mengoperasikan tambang dan fasilitas pengolahan nikel terintegrasi di Sulawesi, pasokan bijih dari Tambang Sulawesi Cahaya Mineral di Konawe Sulawesi Tenggara, pemrosesan di Indonesia Morowali Industrial Park, diakses 9 September 2026Bursa Efek Indonesia - Laporan Keuangan dan Tahunan Perusahaan TercatatKanal unduhan resmi laporan keuangan dan laporan tahunan per kode emiten dengan pilihan tahun dan periode, dipakai untuk mengunduh laporan keuangan audit MDKA tahun 2025, diakses 9 September 2026

Setiap angka dan klaim di artikel ini dirujuk ke sumber resmi di atas beserta tanggalnya.

Masih ada yang ingin ditanyakan soal belajar saham? Ceritakan kondisimu, kami bantu arahkan langkah yang masuk akal.

Tanya via WhatsApp