PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA): Profil Emiten untuk Pemula
Profil PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) untuk pemula: holding infrastruktur energi, air, pelabuhan, logistik, dan cara membaca emiten yang baru IPO.

PT Chandra Daya Investasi Tbk adalah emiten dengan kode CDIA yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2025, dan cara paling cepat salah memahaminya adalah mengiranya perusahaan pabrik. Laman profil perusahaan tercatat di situs resmi BEI menuliskan kegiatan usaha utamanya sebagai aktivitas perusahaan holding dan konsultasi manajemen lainnya. Artinya yang kamu beli lewat sahamnya bukan satu produk, melainkan bagian kepemilikan atas sekumpulan perusahaan infrastruktur yang menjalankan operasinya masing-masing.
Kami sudah menyediakan kartu ringkas emiten ini di halaman profil CDIA untuk kamu yang butuh identitas dasarnya dalam sekali lihat. Artikel ini kebalikannya, yaitu bentuk panjang yang membedah struktur grupnya, membandingkan syarat papan pencatatannya, dan mengajarkan cara membaca prospektus emiten yang baru melantai. Kalau kamu benar-benar baru, tengok dulu apa itu saham, lalu cara beli saham IPO untuk memahami mekanisme penawaran umum perdana, dan bandingkan cara membaca emiten yang jauh lebih tua di profil saham Telkom.
Seluruh keterangan di bawah dirujuk dari laman profil perusahaan tercatat di situs resmi Bursa Efek Indonesia, laman resmi Chandra Daya Investasi beserta menu Investor dan laman bisnis per pilarnya, salinan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham di laman resmi BEI, dan salinan Peraturan OJK Nomor 8/POJK.04/2017 di laman resmi OJK, yang kami akses pada 9 September 2026. Kami tidak menuliskan harga saham di artikel ini. Tulisan ini bersifat edukasi, bukan nasihat keuangan, bukan ajakan membeli atau menjual produk apa pun, dan tidak menjanjikan hasil.
Identitas CDIA di papan bursa
Langkah pertama membaca emiten mana pun adalah memastikan kamu melihat entitas yang benar, bukan nama grupnya. Berikut isi laman profil perusahaan tercatat BEI untuk CDIA pada tanggal akses kami.
| Keterangan di laman profil BEI | Isi |
|---|---|
| Nama emiten | PT Chandra Daya Investasi Tbk |
| Kode | CDIA |
| Papan pencatatan | Pengembangan |
| Sektor | Infrastruktur |
| Subsektor | Utilitas |
| Industri | Utilitas Listrik |
| Kegiatan usaha utama | Aktivitas Perusahaan Holding dan Konsultasi Manajemen Lainnya |
| Tanggal pencatatan | 9 Juli 2025 |
| Biro Administrasi Efek | PT Datindo Entrycom |
| Alamat | Wisma Barito Pacific Tower A Lantai 5, Jalan Letjen S. Parman Kavling 62 sampai 63, Jakarta Barat |
Dua baris di tabel itu sering diabaikan padahal berguna. Baris Biro Administrasi Efek menunjukkan pihak yang mengadministrasikan daftar pemegang saham emiten, dan namanya akan muncul lagi di dokumen aksi korporasi seperti pembagian dividen. Baris industri "Utilitas Listrik" memberi petunjuk bahwa klasifikasi bursa menempatkan CDIA di kelompok utilitas, meskipun pilar bisnisnya lebih luas daripada kelistrikan saja.
Laman Tentang Kami di situs resminya melengkapi gambaran itu. Menurut laman tersebut, kelompok usaha ini beroperasi terutama di sektor infrastruktur dengan fokus menyediakan solusi yang mendukung pertumbuhan industri, dan operasinya mencakup beberapa pilar yang saling terkait, yaitu penyediaan dan pengolahan air, energi, kepelabuhanan dan penyimpanan, serta logistik. Laman yang sama menyebut kemitraan strategis dengan Krakatau Steel Group, Salim Group, dan Posco. Sisi teknis perdagangan sahamnya, seperti jam sesi dan batas gerak harga harian, sudah kami bahas terpisah di jam bursa saham dan auto rejection saham.
Apa arti "perusahaan holding" di kolom kegiatan usaha
Frasa "aktivitas perusahaan holding" bukan sekadar label administratif. Ia mengubah cara kamu harus membaca hampir semua angka emiten tersebut.
Perusahaan holding tidak menjalankan operasi sendiri. Ia memiliki saham di perusahaan lain, dan perusahaan-perusahaan itulah yang membangkitkan listrik, mengolah air, menyewakan tangki, dan mengoperasikan kapal. Karena itu laporan keuangan yang kamu baca adalah laporan konsolidasian, yaitu penjumlahan kinerja induk dan anak-anak usaha yang dikendalikannya.
Ada tiga konsekuensi praktis yang perlu kamu pegang.
| Konsekuensi | Kenapa penting untuk pembaca pemula |
|---|---|
| Pendapatan berasal dari banyak entitas | Satu anak usaha yang bermasalah bisa tertutup kinerja anak usaha lain, jadi baca rincian per segmen, bukan hanya total |
| Porsi kepemilikan menentukan hakmu | Kalau induk memegang 70% sebuah anak usaha, 30% labanya menjadi hak kepentingan nonpengendali, bukan hak pemegang saham induk |
| Ada entitas yang belum beroperasi | Anak usaha berstatus tahap pengembangan menyerap biaya lebih dulu sebelum menghasilkan pendapatan |
Kebiasaan yang paling menyelamatkan: setiap kali melihat nama anak perusahaan, cari dua angka, yaitu persentase kepemilikan dan status operasinya. Dua angka itu tersedia gratis di laman profil BEI. Kerangka umum menilai instrumen berisiko sebelum membelinya kami bahas di investasi adalah.
Empat pilar infrastruktur CDIA dan aset nyatanya
Bagian ini yang membuat CDIA menarik sebagai bahan belajar: asetnya kongkret, bisa dihitung, dan sebagian besar berkumpul di satu wilayah. Laman Tentang Kami menyebut Cilegon di Provinsi Banten sebagai pusat industri yang menawarkan akses ke pelabuhan internasional dan dekat Jakarta, dan menyebut kawasan itu sebagai tempat perusahaan memusatkan pengembangan asetnya.
Pilar energi dijelaskan paling rinci. Menurut laman Energi di situs resminya, bisnis dan operasi energi dikelola PT Krakatau Chandra Energi, dengan dua anak perusahaan yaitu PT Krakatau Sarana Energi yang mengembangkan stasiun bahan bakar dan pengisian daya kendaraan listrik, serta PT Krakatau Posco Energy yang memenuhi kebutuhan energi operasi internal, industri, dan masyarakat lokal di wilayah Cilegon. Laman itu menyebut pembangkit berkapasitas total 120 MW berupa Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap dengan teknologi Combined Cycle Power Plant, terdiri atas 2 Gas Turbine Generator, 2 Heat Recovery Steam Generator, dan 1 Steam Turbine Generator, berbahan bakar gas alam. Listriknya disebut memasok sebagian besar kebutuhan energi Kawasan Industri Krakatau seluas 2.666 hektar, dengan 216 pelanggan dari sektor industri, bisnis, sosial, dan pemerintahan, serta 1.609 pelanggan rumah tangga. PT Krakatau Posco Energy disebut mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap berkapasitas 200 MW dengan sistem transmisi dan distribusi hingga 150 kV.
Pilar kepelabuhanan dan penyimpanan dijelaskan lewat PT Redeco Petrolin Utama. Menurut laman Layanan Kepelabuhanan dan Penyimpanan, Redeco didirikan pada 1986 di Banten dan mengoperasikan terminal yang berspesialisasi pada penyimpanan produk kimia curah cair serta menangani penerimaan, penyimpanan, dan penanganan bahan kimia, petrokimia, dan produk kilang minyak. Aset utamanya disebut 2 dermaga dengan panjang keseluruhan masing-masing 200 meter yang cocok untuk kapal 35.000 DWT dengan draft 10 meter, dan 72 tangki dengan total kapasitas 130.000 meter kubik, ditambah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Terpusat dan sistem Customer Order Service.

Pilar air berjalan lewat PT Krakatau Tirta Industri. Laman Air menyebut CDI Group mengakuisisi 49% saham perusahaan itu pada 27 Februari 2023. Lini bisnisnya disebut air bersih, air demineralisasi, dan pengolahan air limbah, dengan penyediaan air bersih antara lain untuk Chandra Asri Group. Sumber air bakunya disebut Sungai Cidanau yang daerah alirannya seluas 22.620 hektar, Sungai Cipasauran dengan luas wilayah 41,52 kilometer persegi, serta Waduk Nadra Krenceng. Fasilitasnya mencakup Instalasi Pengolahan Air Krenceng yang berdiri pada 1979 dengan kapasitas terpasang 1.800 liter per detik, dan Instalasi Pengolahan Air Cidanau yang beroperasi sejak 2018 dengan 3 unit pompa intake berkapasitas masing-masing 600 liter per detik.
Pilar logistik yang paling baru. Laman Logistik menyebut pada 2024 CDI Group memperluas bisnisnya ke logistik kelautan, darat, dan rantai dingin dengan mendirikan PT Chandra Shipping International, Chandra Maritime International Pte. Ltd., PT Chandra Cold Chain, serta mengakuisisi PT Marina Indah Maritim. Laman itu menyebut armadanya saat ini lebih dari 10 kapal pengangkut LPG dan bahan kimia dengan kapasitas berkisar 4.200 sampai 9.600 DWT, dan menyebut kapal-kapal itu melayani Chandra Asri Group serta klien eksternal.
| Pilar | Pelaksana utama yang disebut laman resmi | Ukuran fisik yang dicantumkan |
|---|---|---|
| Energi | PT Krakatau Chandra Energi, PT Krakatau Sarana Energi, PT Krakatau Posco Energy | PLTGU 120 MW, PLTU 200 MW, transmisi hingga 150 kV |
| Kepelabuhanan dan penyimpanan | PT Redeco Petrolin Utama | 2 dermaga LOA 200 meter, 72 tangki kapasitas 130.000 meter kubik |
| Air | PT Krakatau Tirta Industri | IPA Krenceng 1.800 liter per detik, IPA Cidanau 3 pompa 600 liter per detik |
| Logistik | PT Chandra Shipping International, Chandra Maritime International Pte. Ltd., PT Marina Indah Maritim, PT Chandra Cold Chain | Lebih dari 10 kapal, kapasitas 4.200 sampai 9.600 DWT |
Anak perusahaan: 19 entri dan siapa yang sudah berjalan
Laman profil perusahaan tercatat BEI memuat tabel anak perusahaan CDIA berisi 19 entri, lengkap dengan bidang usaha, lokasi, persentase kepemilikan, nilai aset dalam dolar AS, dan status operasi. Dari 19 entri itu, tujuh berstatus operasional pada data yang kami akses.
| Anak perusahaan berstatus operasional | Bidang usaha | Lokasi | Porsi |
|---|---|---|---|
| PT Krakatau Chandra Energi | Industri Listrik | Cilegon | 70% |
| PT Krakatau Sarana Energi | Penjualan Bahan Bakar Minyak | Cilegon | 99,99% |
| PT Chandra Cilegon Port | Pergudangan, Penyimpanan, dan Layanan Kepelabuhanan | Jakarta | 100% |
| PT Chandra Samudera Port | Konsultasi Manajemen | Jakarta | 99,99% |
| PT Redeco Petrolin Utama | Sewa Tangki | Jakarta | 50,75% |
| PT Chandra Shipping International | Pengangkutan Pelayaran | Jakarta | 49% |
| PT Marina Indah Maritim | Pengangkutan Pelayaran | Jakarta | 49% |
Selebihnya bervariasi. Ada entitas berstatus tahap pengembangan seperti PT Chandra Tirta Karian di bidang jasa pengelolaan air dengan porsi 65%, PT Wastewater Solution Indonesia di bidang pengolahan air dengan porsi 100%, PT Chandra Daya Warehouse dan PT Chandra Domestic Warehouse di bidang pergudangan, serta Chandra Industrial Infra Pte. Ltd. dan Maritime Global Shipping Pte. Ltd. yang berdomisili di Singapura. Ada pula PT Chandra Investa Prima di bidang logistik dan PT Chandra Cold Chain dengan porsi 80%.
Perhatikan dua hal. Pertama, dua entitas pelayaran yang sudah operasional dipegang 49%, yaitu di bawah setengah. Porsi seperti itu berarti bagian laba yang mengalir ke pemegang saham induk lebih kecil daripada laba entitasnya, dan perlakuan akuntansinya perlu kamu cek langsung di laporan keuangan. Kedua, tiga entitas berdomisili di luar Indonesia. Kehadiran entitas asing dalam grup adalah hal biasa untuk bisnis pelayaran, tetapi ia menambah lapisan yang harus kamu baca di catatan atas laporan keuangan.
Papan Pengembangan: apa syaratnya dan apa artinya bagi kamu
Baris "Pengembangan" di profil CDIA punya makna teknis yang jelas, dan memahaminya membuat kamu jauh lebih tenang saat membandingkan emiten. Salinan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham yang diberlakukan lewat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00101/BEI/12-2021 tanggal 21 Desember 2021 memerinci syaratnya.
Ada syarat umum yang berlaku untuk kedua papan. Ketentuan III.1 mewajibkan calon perusahaan tercatat berbentuk Perseroan Terbatas, Pernyataan Pendaftaran ke OJK sudah efektif, harga saham pada pencatatan perdana paling sedikit Rp100, ada perjanjian penjaminan emisi dalam bentuk kesanggupan penuh, dan efeknya didaftarkan di KSEI. Lalu syarat spesifik per papan berbeda cukup jauh.
| Persyaratan awal | Papan Utama | Papan Pengembangan |
|---|---|---|
| Lama operasi komersial usaha utama | Paling singkat 36 bulan berturut-turut | Paling singkat 12 bulan penuh berturut-turut, boleh dihitung dari anak perusahaan |
| Laporan keuangan auditan | Paling singkat 3 tahun buku | Tahun buku terakhir minimal 12 bulan |
| Contoh alternatif syarat finansial teringan | Aset Berwujud Bersih paling sedikit Rp250 miliar disertai laba sebelum pajak tahun buku terakhir | Aset Berwujud Bersih paling sedikit Rp50 miliar |
| Jumlah saham free float | Paling sedikit 300.000.000 saham | Paling sedikit 150.000.000 saham |
| Jumlah pemegang saham | Paling sedikit 1.000 nasabah pemilik SID | Paling sedikit 500 nasabah pemilik SID |
Ada satu ketentuan di Papan Pengembangan yang jarang dibicarakan tetapi penting. Ketentuan III.3.6 mengatur calon perusahaan tercatat yang mengalami rugi usaha, belum membukukan keuntungan, atau beroperasi kurang dari dua tahun. Perusahaan seperti itu wajib sudah memperoleh laba usaha dan laba bersih paling lambat pada akhir tahun buku kedua sejak tercatat berdasarkan proyeksi keuangannya, dan untuk bidang usaha yang sifatnya memerlukan waktu lama mencapai titik impas, tenggat itu paling lambat akhir tahun buku keenam sejak tercatat. Keberadaan pasal ini memberi tahu kamu bahwa Papan Pengembangan memang dirancang menampung perusahaan yang belum matang, dan bursa mengantisipasinya dengan tenggat, bukan dengan larangan.
Perlu dicatat, aturan bursa bisa direvisi. Kami menuliskan nomor keputusan dan tanggal berlakunya supaya kamu bisa mencocokkan dengan versi terbaru di laman peraturan BEI sebelum memakai angka di tabel itu untuk emiten lain.
Cara membaca prospektus emiten yang baru IPO
Untuk emiten dengan rekam jejak publik pendek, prospektus adalah dokumen paling padat informasi yang tersedia gratis, dan isinya diatur, bukan diserahkan pada selera perusahaan. Peraturan OJK Nomor 8/POJK.04/2017 tentang Bentuk dan Isi Prospektus dan Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, yang berlaku sejak 14 Maret 2017, mengatur hal itu secara terperinci.
Pasal 5 ayat (1) mewajibkan emiten mengungkapkan seluruh bagian yang terdapat dalam prospektus dan menyusunnya sesuai urutan yang diatur. Pasal 6 menyebut prospektus paling sedikit memuat 22 bagian. Berikut pengelompokannya supaya kamu tahu harus melompat ke mana.
| Yang kamu cari | Bagian prospektus menurut Pasal 6 |
|---|---|
| Apa risikonya | Faktor risiko; kejadian penting setelah tanggal laporan Akuntan Publik |
| Uangnya dipakai untuk apa | Penggunaan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum |
| Bisnisnya sebenarnya apa | Keterangan tentang emiten, kegiatan usaha, serta kecenderungan dan prospek usaha |
| Angkanya seperti apa | Ikhtisar data keuangan penting; laporan keuangan; pernyataan utang; ekuitas |
| Kenapa angkanya begitu | Analisis dan pembahasan oleh manajemen |
| Apakah akan ada dividen | Kebijakan dividen; perpajakan |
| Siapa yang bertanggung jawab | Penjaminan emisi efek; lembaga dan profesi penunjang Pasar Modal serta pihak lain; pendapat dari segi hukum |
| Hak kamu sebagai pemegang saham | Ketentuan penting dalam anggaran dasar dan ketentuan penting lainnya terkait pemegang saham |
Pasal 7 mengatur bagian kulit muka, dan dua ketentuannya patut kamu hafal karena melindungimu dari salah paham. Huruf l mewajibkan pemuatan pernyataan dalam huruf kapital bahwa Otoritas Jasa Keuangan tidak memberikan pernyataan menyetujui atau tidak menyetujui efek tersebut, tidak juga menyatakan kebenaran atau kecukupan isi prospektus, dan bahwa setiap pernyataan yang bertentangan dengan hal itu adalah perbuatan melanggar hukum. Huruf n mewajibkan pernyataan singkat dalam huruf kapital mengenai risiko utama yang dihadapi emiten dan risiko kemungkinan tidak likuidnya efek yang ditawarkan.

Pasal 4 menutup rangkaian itu dengan menyebut siapa yang bertanggung jawab: anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris emiten, penjamin pelaksana emisi efek bila ada, serta lembaga dan profesi penunjang Pasar Modal atau pihak lain yang pendapatnya dimuat dalam prospektus, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Jadi prospektus bukan brosur pemasaran, melainkan dokumen dengan konsekuensi hukum. Untuk mekanisme pemesanan efeknya sendiri, langkahnya sudah kami rinci di cara beli saham IPO, dan kanal aplikasinya di aplikasi saham terbaik.
Struktur pemegang saham dan hubungan grup
Laman resmi CDIA menyebut kelompok usahanya merupakan bagian dari investasi infrastruktur Chandra Asri Group, penyedia bahan kimia energi dan solusi infrastruktur, serta EGCO, perusahaan induk yang berfokus pada investasi bisnis ketenagalistrikan di Thailand. Perlu ditegaskan, induk petrokimianya adalah emiten terpisah dengan bisnis, laporan keuangan, dan risiko yang berbeda, jadi memegang CDIA bukan sama dengan memegang induknya. Artikel ini berhenti di sini soal grup dan kembali ke CDIA.
Tabel pemegang saham pada laman profil perusahaan tercatat BEI yang kami akses pada 9 September 2026 memerinci komposisinya.
| Pemegang saham | Jumlah lembar | Porsi |
|---|---|---|
| PT Chandra Asri Pacific Tbk (pengendali) | 74.897.620.800 | 60% |
| Phoenix Power B.V. | 37.448.816.400 | 30% |
| Masyarakat Non Warkat | 12.359.351.900 | 9,901% |
| Saham Treasury | 79.535.600 | 0,0637% |
| Direksi dan Komisaris (gabungan beberapa nama) | Di bawah 45.000.000 | Masing-masing di bawah 0,02% |
Angka 60% dan 30% itu yang paling perlu kamu cerna. Dua pemegang saham menguasai 90%, sehingga porsi yang benar-benar beredar bebas di pasar kurang dari sepersepuluh total sahamnya. Konsekuensi mekanisnya sederhana: harga saham dengan porsi beredar kecil bisa bergerak jauh oleh transaksi yang tidak terlalu besar. Ini bukan penilaian tentang emiten mana pun, hanya sifat pasar. Bursa punya mekanisme penandaan untuk saham yang perdagangannya perlu perhatian khusus, dan kami membedahnya di FCA saham.
Laman Tentang Kami juga mencantumkan tonggak sejarah yang menjelaskan asal-usul struktur itu. Menurut laman tersebut, CDI Group berdiri pada 2023 sebagai perusahaan induk investasi untuk bisnis infrastruktur, menerima investasi dari EGCO Group untuk 30% saham, lalu mengakuisisi 70% PT Krakatau Chandra Energi dan 49% PT Krakatau Tirta Industri pada 2023 yang menandai dimulainya pilar energi dan air, dan memperluas akuisisi energi dengan pembelian 45% saham PT Krakatau Posco Energy melalui PT Krakatau Chandra Energi. Pada 2025, laman itu mencatat Penawaran Umum Perdana atas 12,48 miliar saham. Nilai penawaran per sahamnya dan dana yang dihimpun tercantum di prospektus dan keterbukaan informasi resminya, dan di situlah tempat yang benar untuk membacanya.
Pola kepemilikan terkonsentrasi seperti ini bukan hal aneh di bursa Indonesia. Bentuk yang mirip, dengan pengendali yang berbeda, muncul juga pada emiten yang kami bahas di saham BRI dan saham BCA.
Membaca angka CDIA: mata uang, laba, dan dividennya
Menu Investor di situs resmi CDIA memuat tabel data keuangan tiga tahun terakhir, dengan catatan tegas di atasnya bahwa angka disajikan dalam dolar AS kecuali dinyatakan lain. Berikut pos-pos utamanya menurut tabel tersebut.
| Pos, dalam dolar AS | 2025 | 2024 | 2023 |
|---|---|---|---|
| Net Revenues | 148.032.595 | 102.254.765 | 75.765.791 |
| Cost of Revenues | 112.640.469 | 91.789.624 | 69.394.895 |
| EBITDA | 118.754.970 | 30.603.780 | 23.579.831 |
| Net Profit For The Year | 127.788.841 | 33.479.379 | 1.886.889 |
| Net Profit Attributable to Owners of the Company | 121.052.564 | 31.422.725 | 180.263 |
| Total Assets | 1.743.832.107 | 1.080.538.718 | 916.193.195 |
| Total Liabilities | 607.895.131 | 328.358.133 | 233.689.936 |
| Total Equity | 1.135.936.976 | 752.180.585 | 682.503.259 |
| Liability to Equity Ratio | 0,54 | 0,44 | 0,34 |
| Return on Equity | 11,25% | 4,45% | 0,28% |
Sekarang latihan membacanya, dan ini bagian yang paling berguna. Pada 2025, pendapatan bersih tercatat sekitar AS$148 juta dengan beban pendapatan sekitar AS$112,6 juta, sehingga selisihnya sekitar AS$35,4 juta. Tetapi laba bersih tahun itu tercatat sekitar AS$127,8 juta, jauh lebih besar daripada selisih tersebut. Angka yang lebih besar dari margin penjualannya memberi tahu kamu satu hal penting: sebagian besar laba tahun itu tidak datang dari margin kegiatan usaha inti. Apa penyebabnya tidak boleh kamu tebak. Penjelasannya ada di catatan atas laporan keuangan dan di analisis serta pembahasan oleh manajemen, dan di situlah kamu harus membacanya.
Perhatikan juga baris terakhir yang membedakan laba bersih tahun berjalan dari laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Selisih di antara keduanya adalah hak kepentingan nonpengendali, yaitu mitra yang memegang porsi di anak-anak usaha. Untuk kamu sebagai calon pemegang saham induk, angka yang relevan adalah baris atribusi kepada pemilik entitas induk.

Dua catatan kaki pada tabel itu juga informatif. Catatan pertama menyebut laba bersih per saham dasar telah disesuaikan dengan dampak pemecahan nilai nominal saham pada 2025. Pemecahan nilai nominal, yang sering disebut stock split, membuat jumlah lembar sahammu bertambah sementara nilai per lembarnya menyesuaikan, sehingga nilai total kepemilikanmu tidak berubah karena aksi itu sendiri. Mekanismenya kami jelaskan di stock split. Catatan kedua menyebut sebagian rasio 2023 tidak disajikan karena perusahaan baru didirikan pada 2023. Kalimat itu sekaligus jawaban atas pertanyaan berapa panjang deret data yang tersedia untukmu.
Soal dividen, blok data dividen pada laman profil perusahaan tercatat BEI mencatat satu pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025, dengan nilai total AS$40 juta, tanggal cum di pasar reguler dan negosiasi 20 Mei 2026, tanggal ex 21 Mei 2026, dan tanggal pembayaran 9 September 2026. Nilai per sahamnya sebaiknya kamu ambil langsung dari pengumuman hasil Rapat Umum Pemegang Saham atau keterbukaan informasi resmi emitennya. Konsep dividen kami bahas di dividen adalah, dan pemotongan pajaknya di pajak dividen. Satu kali pembagian bukan janji pembagian berikutnya, karena keputusannya ditetapkan RUPS setiap tahun.
Risiko emiten dengan rekam jejak publik pendek
Risiko pertama dan paling mendasar: saham bukan simpanan. Simpanan di bank berada dalam cakupan program penjaminan simpanan yang kami jelaskan di penjaminan LPS, sedangkan saham emiten mana pun tidak dijamin siapa pun. Uang yang kamu tempatkan di saham harus uang yang siap berfluktuasi, bukan dana darurat atau kebutuhan bulanan rumah tangga yang sudah kamu susun lewat anggaran rumah tangga.
Risiko kedua adalah pendeknya deret pembanding. CDIA tercatat pada 9 Juli 2025 dan, menurut catatan kaki di laman investornya, perusahaannya sendiri baru didirikan pada 2023. Dengan data sesingkat itu, kamu sulit membedakan tren dari kebetulan, dan lompatan besar antar tahun bisa berasal dari akuisisi atau pos tidak berulang, bukan dari pertumbuhan operasi. Obatnya bukan menghindar, melainkan membaca catatan atas laporan keuangan sampai kamu tahu asal setiap lompatan.
Risiko ketiga adalah porsi saham beredar bebas yang kecil. Dengan 90% saham dipegang dua pihak, pergerakan harga bisa tajam dan tidak selalu berhubungan dengan kinerja perusahaannya.
Risiko keempat adalah ketergantungan pada pihak berelasi. Laman resminya sendiri menyebut air bersih disediakan antara lain untuk Chandra Asri Group dan kapal-kapalnya melayani Chandra Asri Group serta klien eksternal. Transaksi dengan pihak berelasi bukan pelanggaran, wajib diungkapkan, dan biasa terjadi dalam grup usaha. Tetapi porsinya perlu kamu ketahui, dan tempat mengeceknya adalah catatan tentang transaksi dengan pihak berelasi di laporan keuangan.
Risiko kelima adalah risiko proyek. Sejumlah anak usaha masih berstatus tahap pengembangan, artinya sebagian nilai perusahaan bersandar pada operasi yang belum berjalan. Proyek infrastruktur bisa tertunda, membengkak biayanya, atau menghasilkan lebih lambat dari rencananya.
Risiko keenam adalah risiko perilaku dan informasi. Emiten yang baru IPO sering jadi bahan pembicaraan ramai, dan di situlah janji hasil pasti mudah menyelinap. Pegang prinsip sederhana: bertransaksi hanya lewat perusahaan sekuritas berizin OJK, dan tidak ada pihak yang bisa menjamin keuntungan saham. Kalau kamu belum siap memilih emiten sendiri, jalur yang lebih tersebar dibahas di reksadana atau saham, cara investasi reksadana, dan produk berbasis indeks di ETF adalah.
Yang perlu kamu cek sendiri sebelum memutuskan
- Cocokkan identitas emitennya di sumber resmi. Laman profil perusahaan tercatat BEI memuat kode, papan, sektor, tanggal pencatatan, dan Biro Administrasi Efeknya.
- Baca porsi kepemilikan dan status operasi setiap anak usaha. Dua kolom itu menentukan berapa bagian laba yang menjadi hakmu dan mana entitas yang sudah menghasilkan.
- Periksa satuan mata uangnya. Angka CDIA disajikan dalam dolar AS, jadi jangan dibandingkan langsung dengan emiten yang melapor dalam rupiah.
- Pisahkan laba bersih tahun berjalan dari laba untuk pemilik entitas induk. Angka kedua itulah yang relevan bagi pemegang saham induk.
- Cari asal lonjakan laba di catatan atas laporan keuangan. Kalau laba bersih jauh lebih besar daripada margin penjualan, penyebabnya wajib kamu temukan, bukan kamu asumsikan.
- Buka bagian faktor risiko di prospektus lebih dulu. Peraturan mewajibkan bagian itu ada, dan biasanya di sanalah hal yang tidak muncul di materi promosi dijelaskan.
- Cek porsi transaksi dengan pihak berelasi. Ini penting khusus untuk emiten yang berada di dalam grup besar.
- Sesuaikan dengan rencana uangmu. Porsi investasi diisi setelah kebutuhan pokok, cicilan, dan dana darurat aman, mengikuti kerangka seperti aturan 50 30 20, dan periksa kesiapanmu lewat financial check up. Langkah teknis eksekusinya ada di cara main saham pemula di HP dan fungsi rekening dananya di RDN adalah.
Perlakukan artikel ini sebagaimana niatnya: peta untuk belajar membaca satu emiten holding, bukan sinyal transaksi dan bukan nasihat keuangan. Semua dokumen yang kami rujuk terbuka untuk siapa saja di laman resmi Bursa Efek Indonesia, laman resmi OJK, dan menu Investor situs resmi Chandra Daya Investasi. Biasakan membacanya langsung, lalu ambil keputusan dengan uangmu sendiri secara sadar. Lanjutkan belajar di kanal belajar saham kami, lihat hubungan saham individual dengan indeks acuannya di halaman IHSG, dan baca disclaimer kami sebelum menggunakan informasi di situs ini.
PT Chandra Daya Investasi Tbk itu perusahaan apa?
Sejak kapan CDIA tercatat di bursa dan di papan apa?
Apa arti kegiatan usaha 'perusahaan holding' di profil CDIA?
Apa saja pilar bisnis CDIA?
Siapa pemegang saham terbesar CDIA?
Apa hubungan CDIA dengan Chandra Asri?
Kenapa laporan keuangan CDIA memakai dolar AS?
Bagian mana dari prospektus yang harus saya baca lebih dulu?
Apakah CDIA sudah pernah membagikan dividen?
Apa risiko terbesar membeli saham emiten yang baru IPO?
Tim editorial Uang Bijak yang menyusun, menyunting, dan meninjau seluruh konten edukasi keuangan. Setiap angka dirujuk ke sumber resmi (OJK, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, KSEI, dan LPS) beserta tanggalnya.
Ditinjau oleh Ahmad Thariq Syauqi · Editor & Penanggung Jawab
Sumber
Bursa Efek Indonesia - Profil Perusahaan Tercatat CDIANama emiten PT Chandra Daya Investasi Tbk, papan pencatatan Pengembangan, sektor Infrastruktur, subsektor Utilitas, industri Utilitas Listrik, kegiatan usaha utama Aktivitas Perusahaan Holding dan Konsultasi Manajemen Lainnya, tanggal pencatatan 9 Juli 2025, alamat Wisma Barito Pacific Tower A Lantai 5, Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom, tabel pemegang saham (PT Chandra Asri Pacific Tbk 60% atau 74.897.620.800 lembar berstatus pengendali; Phoenix Power B.V. 30% atau 37.448.816.400 lembar; Masyarakat Non Warkat 9,901% atau 12.359.351.900 lembar; Saham Treasury 0,0637% atau 79.535.600 lembar; kepemilikan Direksi dan Komisaris di bawah 0,02% masing-masing), daftar 19 anak perusahaan beserta bidang usaha, lokasi, persentase kepemilikan, nilai aset dalam USD dan status operasinya, blok dividen tahun buku 2025 dengan total AS$40.000.000, tanggal cum 20 Mei 2026, tanggal ex 21 Mei 2026, tanggal pembayaran 9 September 2026, diakses 9 September 2026Chandra Daya Investasi - Tentang KamiKeterangan bahwa CDI Group merupakan bagian dari investasi infrastruktur Chandra Asri Group dan EGCO, empat pilar bisnis (penyediaan dan pengolahan air, energi, kepelabuhanan dan penyimpanan, logistik), kemitraan dengan Krakatau Steel Group, Salim Group, dan Posco, sejarah Cilegon sebagai pusat industri, tonggak sejarah 2023 sampai 2025 termasuk pendirian sebagai perusahaan induk investasi infrastruktur pada 2023, akuisisi 70% PT Krakatau Chandra Energi dan 49% PT Krakatau Tirta Industri pada 2023, pembelian 45% saham PT Krakatau Posco Energy, pendirian PT Chandra Shipping International dan akuisisi PT Marina Indah Maritim pada 2024, pendirian PT Chandra Cold Chain, akuisisi PT Barito Investa Prima yang kini bernama PT Chandra Investa Prima pada 2025, dan Penawaran Umum Perdana atas 12,48 miliar saham pada 2025, diakses 9 September 2026Chandra Daya Investasi - EnergiBisnis energi dikelola PT Krakatau Chandra Energi dengan dua anak perusahaan PT Krakatau Sarana Energi dan PT Krakatau Posco Energy, pembangkit listrik berkapasitas total 120 MW berupa PLTGU dengan teknologi Combined Cycle Power Plant terdiri atas 2 Gas Turbine Generator, 2 Heat Recovery Steam Generator dan 1 Steam Turbine Generator berbahan bakar gas alam, pasokan untuk Kawasan Industri Krakatau seluas 2.666 hektar, 216 pelanggan sektor industri bisnis sosial dan pemerintahan serta 1.609 pelanggan rumah tangga, PLTU PT Krakatau Posco Energy berkapasitas 200 MW dengan transmisi dan distribusi hingga 150 kV, diakses 9 September 2026Chandra Daya Investasi - Layanan Kepelabuhanan dan PenyimpananLayanan dermaga laut dalam dan fasilitas penyimpanan curah cair untuk disewakan, PT Redeco Petrolin Utama didirikan pada 1986 di Banten, aset utama berupa 2 dermaga dengan LOA masing-masing 200 meter untuk kapal 35.000 DWT berdraft 10 meter, 72 tangki dengan total kapasitas 130.000 meter kubik, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Terpusat, sistem Customer Order Service, dan standar keselamatan termasuk oil boom, diakses 9 September 2026Chandra Daya Investasi - AirAkuisisi 49% saham PT Krakatau Tirta Industri pada 27 Februari 2023, lini bisnis air bersih, air demineralisasi, dan pengolahan air limbah, penyediaan air bersih antara lain untuk Chandra Asri Group, sumber air baku Sungai Cidanau dengan DAS 22.620 hektar, Sungai Cipasauran dengan luas 41,52 kilometer persegi, dan Waduk Nadra Krenceng, Instalasi Pengolahan Air Krenceng berdiri 1979 dengan kapasitas terpasang 1.800 liter per detik dan menjadi anak perusahaan bernama PT Krakatau Tirta Industri pada 1996, Instalasi Pengolahan Air Cidanau beroperasi sejak 2018 dengan 3 unit pompa intake berkapasitas masing-masing 600 liter per detik, diakses 9 September 2026Chandra Daya Investasi - LogistikPerluasan bisnis logistik kelautan, darat, dan cold chain pada 2024 lewat pendirian PT Chandra Shipping International, Chandra Maritime International Pte. Ltd., PT Chandra Cold Chain, serta akuisisi PT Marina Indah Maritim, pengelolaan lebih dari 10 kapal pengangkut LPG dan bahan kimia dengan kapasitas 4.200 sampai 9.600 DWT, keterangan bahwa kapal melayani Chandra Asri Group dan klien eksternal, diakses 9 September 2026Chandra Daya Investasi - Laporan dan Informasi KeuanganTabel data keuangan tahun 2023, 2024, dan 2025 dengan catatan bahwa angka disajikan dalam dolar AS kecuali dinyatakan lain (Net Revenues 75.765.791, 102.254.765, dan 148.032.595; Cost of Revenues 69.394.895, 91.789.624, dan 112.640.469; Net Profit For The Year 1.886.889, 33.479.379, dan 127.788.841; Net Profit Attributable to Owners of the Company 180.263, 31.422.725, dan 121.052.564; EBITDA 23.579.831, 30.603.780, dan 118.754.970; Total Assets 916.193.195, 1.080.538.718, dan 1.743.832.107; Total Liabilities 233.689.936, 328.358.133, dan 607.895.131; Total Equity 682.503.259, 752.180.585, dan 1.135.936.976; Liability to Equity Ratio 0,34, 0,44, dan 0,54; Current Ratio 22,9, 9,01, dan 21,38; Return on Equity 0,28%, 4,45%, dan 11,25%), catatan kaki bahwa laba bersih per saham dasar disesuaikan dengan dampak pemecahan nilai nominal saham pada 2025 dan bahwa rasio 2023 tidak disajikan karena perusahaan baru didirikan pada 2023, daftar dokumen Laporan Tahunan 2025 serta laporan keuangan audited dan tidak diaudit, Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom dan Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan, diakses 9 September 2026Bursa Efek Indonesia - Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain SahamKeputusan Direksi BEI Nomor Kep-00101/BEI/12-2021 tanggal 21 Desember 2021, ketentuan III.1 persyaratan umum (badan hukum Perseroan Terbatas, Pernyataan Pendaftaran efektif, harga saham pada pencatatan perdana paling sedikit Rp100, perjanjian penjaminan emisi kesanggupan penuh, pendaftaran efek di KSEI), ketentuan III.2 Papan Utama (operasi komersial paling singkat 36 bulan, laporan keuangan auditan paling singkat 3 tahun buku, free float paling sedikit 300.000.000 saham, pemegang saham paling sedikit 1.000 nasabah pemilik SID), ketentuan III.3 Papan Pengembangan (operasi komersial perusahaan atau anak perusahaannya paling singkat 12 bulan penuh, laporan keuangan auditan tahun buku terakhir minimal 12 bulan dengan opini tanpa modifikasian, Aset Berwujud Bersih paling sedikit Rp50 miliar sebagai salah satu alternatif, ketentuan III.3.6 untuk calon emiten yang merugi atau beroperasi kurang dari 2 tahun, free float paling sedikit 150.000.000 saham, pemegang saham paling sedikit 500 nasabah pemilik SID), diakses 9 September 2026OJK - Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 8/POJK.04/2017 tentang Bentuk dan Isi Prospektus dan Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran Umum Efek Bersifat EkuitasTanggal berlaku 14 Maret 2017, Pasal 4 (tanggung jawab Direksi, Dewan Komisaris, penjamin pelaksana emisi, serta lembaga dan profesi penunjang atas isi prospektus), Pasal 5 ayat (1) (kewajiban mengungkapkan seluruh bagian dan menyusunnya sesuai urutan yang diatur), Pasal 6 huruf a sampai v (22 bagian wajib prospektus termasuk ringkasan, Penawaran Umum, penggunaan dana hasil Penawaran Umum, pernyataan utang, ikhtisar data keuangan penting, analisis dan pembahasan oleh manajemen, faktor risiko, keterangan tentang emiten dan kecenderungan serta prospek usaha, ekuitas, kebijakan dividen, perpajakan, penjaminan emisi, tata cara pemesanan, pendapat dari segi hukum, dan laporan keuangan), Pasal 7 huruf a sampai n (isi kulit muka termasuk tanggal efektif, masa penawaran, tanggal pencatatan, pernyataan kapital bahwa OJK tidak memberikan pernyataan menyetujui atau tidak menyetujui efek, dan pernyataan singkat mengenai risiko utama serta risiko tidak likuidnya efek), diakses 9 September 2026Setiap angka dan klaim di artikel ini dirujuk ke sumber resmi di atas beserta tanggalnya.
Panduan lain yang berkaitan.
Agio Saham Adalah: Arti, Cara Menghitung, Pencatatan, dan Pajaknya
Apa Itu MSCI dalam Saham? Arti, Indeks MSCI Indonesia, dan Cara Saham Masuk
Saham Blue Chip Indonesia: Arti, Ciri, Hubungannya dengan LQ45, dan Risikonya
Masih ada yang ingin ditanyakan soal belajar saham? Ceritakan kondisimu, kami bantu arahkan langkah yang masuk akal.
Tanya via WhatsApp